<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SAVE OUR CHILDREN, the Indonesian Children</title>
	<atom:link href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com</link>
	<description>WORKING TOGETHER SUPPORT TO THE HEALTH OF ALL CHILDREN BY RESEARCH, EDUCATION AND INFORMATION NETWORKING.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Oct 2010 00:09:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='saveindonesianchildren.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SAVE OUR CHILDREN, the Indonesian Children</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/osd.xml" title="SAVE OUR CHILDREN, the Indonesian Children" />
	<atom:link rel='hub' href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Protokol Konvensi Hak Anak Tentang Perdagangan Anak, Prostitusi Anak dan Pronografi Anak</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/10/05/protokol-konvensi-hak-anak-tentang-perdagangan-anak-prostitusi-anak-dan-pronografi-anak/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/10/05/protokol-konvensi-hak-anak-tentang-perdagangan-anak-prostitusi-anak-dan-pronografi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 00:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[c.pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[d.bahaya rokok-narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[e.ancaman pedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[f.ancaman pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[g.perdagangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Prostitusi Anak dan Pronografi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Protokol Konvensi Hak Anak Tentang Perdagangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[Protokol Konvensi Hak Anak Tentang Perdagangan Anak, Prostitusi Anak dan Pronografi Anak Diadaptasi oleh Dewan Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 18 Januari 2002 Negara-negara peserta tentang protokol ini, Menimbang bahwa untuk mencapai tujuan Konvensi Hak Anak 1 dan penerapan aturan-aturanta lebih lanjut, khususnya pasal 1, 11, 21, 32, 33, 34, 35 dan 36, maka harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=645&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Protokol Konvensi Hak Anak Tentang Perdagangan Anak, Prostitusi Anak dan Pronografi Anak</span></h2>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Diadaptasi oleh Dewan Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 18 Januari 2002</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Negara-negara peserta tentang protokol ini,</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;">Menimbang bahwa untuk mencapai tujuan Konvensi Hak Anak 1 dan penerapan aturan-aturanta lebih lanjut, khususnya pasal 1, 11, 21, 32, 33, 34, 35 dan 36, maka harus diambil langkah-langkah yang dianggap perlu guna menjamin perlindungan terhadap anak praktik penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak
<p><font color="#000000"></font></span></li>
<li><span style="color:#000000;">Menimbang bahwa Konvensi Hak Anak memberikan perlindungan terhadap hak anak dari eksploitasi ekonomi dengan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sekiranya membahayakan atau mengganggu pendidikan, kesehatan atau fisik, mental, sprititual, moral dan perkembangan sosial anak,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Memperhatikan dengan seksama tentang meningkatnya lalu lintas perdagangan anak untuk tujuan penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Memperhatikan dengan seksama bahwa dengan meluas dan berlangsungnya praktik wisata seks atas anak secara langsung menyebabkan terjadinya perdagangan anak, prostitusi anak dan pornografi anak,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Menyadari bahwa jumlah kelompok khusus yang rentan termasuk anak perempuan, menghadapi resiko yang lebih tinggi terhadap eksploitasi seksual,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Memperhatikan bertambahnya jumlah pronografi di internet dan teknologi lain yang dipakai untuk pornografi dan mengingat kesimpulan akhir Konferensi Internasional memerangi pornografi anak di internet yang diselenggarakan di Wina 1999, bahwa semua tindakan memproduksi, distribusi, pengiriman ke luar negeri, pemindahan, pembelian, pemilikan, dan pengiklanan atas pornografi anak, dianggap sebagai tindak kriminal,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Meyakini bahwa untuk menghapus penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak, akan menggunakan pendekatan yang holistik yang ditujukan pada faktor pendorong, termasuk kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan sosial, perbedaan struktur sosial ekonomi, disfungsi keluarga, kurangnya pendidikan, migrasi desa-kota, diskriminasi gender, perilaku sosial yang tidak bertanggung jawab, praktik-praktik adat yang merugikan, konflik bersenjata dan perdagangan anak,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Meyakini bahwa usaha meningkatkan kesadaran publik diperlukan untuk mengurangi tuntutan komnsemn atas penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak, serta meyakini pentingnya memperkuat kemitraan global semua pihak dan meningkatkan penerapan hukum pada tingkat nasional,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Memperhatikan pernyataan instrumen legal intrumen internasional yang terkait denggan perlindungan anak termasuk Konvensi Perlindungan Anak dan Kerjasama Antar negara yang mengadopsi Konvensi Aspek Sipil mengenai penculikan anak internasional, Konvensi wewenang hukum, penerapan undang-undang, penyadaran, penerapan dan kerjasama untuk melindungi anak dan Konvensi ILO 182 tentang Penghapusan Bntuk-Bentuk Terburuk Pekerja Anak,</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Didorong oleh besarnya dukungan unuk Konvensi Hak Anak, menujukan komitmen yang tinggi untuk melaksanakan dan melindungi hak anak,</span><span style="color:#000000;"> </span></li>
<li><span style="color:#000000;">Menyadari pentingnya pelaksanaan program aksi untuk mencegah penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak, dan  serta Agenda untuk Aksi yag diadopsi pada saat kongres dunia terhadap eksploitasi seksual komersial anak yang dilaksanakan di Stockholm pada 27-31 Agustus 1996 dan keputusan lain yang relevan serta rekomendasi dari badan internasional yang terkait,</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Mempertimbangkan</strong> pentingnya nilai tradisional dan budaya tiap orang untuk perlindungan dan perkembangan anak yang selaras,</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Memutuskan</strong> sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 1</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Negara peserta harus melarang penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak, seperti yang terdapat pada protokol ini.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 2</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Protokol ini menerangkan bahwa:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(a) Penjualan anak berarti setiap tindakan atau transaksi dimana seorang anak dipindahkan kepada orang lain oleh siapapun atau kelompok, demi keuntungan atau dalam bentuk lain,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(b) Prostitusi anak berarti menggunakan seorang anak untuk kegiatan seksual demi keuntungan atau dalam bentuk lain,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(c) Pornografi anak berarti pertunjukan apapun atau dengan cara apa saja yang melibatkan anak di dalam kegiatan seksual yang nyata atau eksplisit atau yang menampilkan bagian tubuh anak demi tujuan seksual.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 3</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Tiap negara harus menjamin bahwa sebagai standard minimum, pada perbuatan dan kegiatan berikut ini dianggap sebagai tindak kriminal atau melanggar hukum pidana, apakah kejahatan tersebut dilakukan di dalam negeri atau antar negara atau berbasis individu atau terorganisir:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(a) Dalam konteks penjualan anak seperti yang didefinisikan dalam pasal 2:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(i) Menawarkan, mengantarkan atau menerima anak dengan berbagai cara untuk tujun berikut:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">a. Eksploitasi seksual anak;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">b. Mengambil organ tubuh anak untuk suatu keuntungan;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">c. Keterlibatan anak dalam kerja paksa;</span><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">(ii) Penculikan anak untuk adopsi</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(b) Menawarkan, mendapatkan dan menyediakan anak untuk prostitusi, seperti yang didefinisikan dalam pasal 2.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(c) Memproduksi, mengirimkan, menyebarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, menjual atau memiliki untuk tujuan pornografi anak dengan tujuan di atas seperti yang didefinisikan pasal 2.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Mengacu pada pernyataan yang terdapat di dalam hukum nasional tiap negara,  hukum juga berlaku apabila terdapat percobaan dan keterlibatan atau partisipasi dalam setiap tindakan yang telah disebutkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Tiap negara peserta harus menghukum setiap kejahatan dengan mengenakan denda yang sesuai.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">4. Mengacu pada pernyataan-pernyataan hukum nasional, tiap negara peserta harus mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk meminta peserta harus mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk meminta pertanggungjawaban secara hukum atas kejahatan yang dilakukan seperti yang disebutkan pada paragraf 1 ayat ini. Mengacu pada prinsip-prinsip hukum tiap negara peserta, pertanggungjawaban secara hukum dapat berbentuk kriminal, sipil atau administratif.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">5. Tiap negara peserta harus mengambil tindakan administratif dan hukum yan sesuai untuk memastikan hukum bahwa setiap orang yang terlibat di dalam tindakan adopsi anak dikenakan instrumen hukum internasional.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 4</span><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;"> Tiap negara peserta harus mengambil tindakan yang dianggap perlu untuntuk menegakkan kekuasaan hukum atas kejahatan-kejahatan yang terdapat pada ayat 3 paragraf 1, jika kejahatan tersebut dilakukan di wilayahnya atau di atas kapal atau pesawat yang tercacat di negara tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Tiap negara peserta harus mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk menegakkan kekuasaan hukum atas kejahatan-kejahatan yang terdapat pada ayat 3 paragraf 1, untuk kasus-kasus beriku ini:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(a) Jika tersangka pelaku kejahatan adalah warga negara atau perorangan yang bertempat tinggal di wilayah negara tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(b) Jika korban adalah warga negara tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Tiap negara peserta harus mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk menegakkan kekuasaan hukum atas kesejahatan-kejahatan yang tersebut di atas jika tersangka pelaku kejahatan berada di wilayah kekuasaannya dan hal tersebut tidak menyebabkan pelaku terekstradisi di negara lain kejahatan  dilakukan oleh salah seorang warganya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">4. Prokol ini tidak mengecualikan kekuasaan hukum kriminal yang berlaku sesuai dengan hukum internal.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 5</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Kejahatan-kejahatan seperti yang terdapat pada pasal 3 paragraf 1 harus dianggap sebagai kejahatan yang dapat diekstradisi sesuai dengan peraturan ekstradisi yang berlaku sesudahnya, sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam perjanjian tersebut. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Jika suatu negara peserta yang memberlakukan keadaan ekstradisi pada perjanjian hukum antar negara menerima permohonan esktradisi dari negara peserta yang lain yang tidak memilik perjanjian hukum antar negara, maka protokol ini menjadi dasar ekstradisi atas kejahatan tersebut. Ekstradisi berlaku sesuai dengan syarat yang ditetapkan di dalam hukum negara pemohon.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Negara-negara peserta yang tidak menerapakan ekstradisi pada perjanjian yang berlaku harus mengakui bahwa kejahatan tersebut adalah kejahatan yang dapat diekstradisi mengacu pada syarat-syarat yang tercantum pada hukum negara pemohon. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">4. Untuk tujuan ekstradisi antar negara peserta, kejahatan-kejahatan tersebut harus dianggap tidak hanya dilakukan dimana terjadinya kejahatan, namun juga dianggap dilakukan di wilayah negara yang diminta untuk menjalankan kekuasaan hukum seperti yang tercantum dalam pasal 4.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">5. Jika permintaan ektradisi dikeluarkan untuk kejahatan yang tercantum dalam ayat 3 paragraf 1, dan negara yang meminta tidak atau tidak menjalankan ektradisi berdasarkan kewarganegaraan pelaku kejahatan, maka negara tersebut harus mengambil tindakan untuk menyerahkan kasus tersebut harus mengambil tindakan untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang untuk meneruskan pendakwaannya.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 6</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Negara-negara peserta harus saling membantu dalam penyidikan kriminal atau pemberlakuan ektradisi kejahatan yang dilakukan seperti yang terdapat pada ayat 3 paragraf 1, termasuk bantuan dalam mencari bukti-bukti yang diperlukan dalam penyelesaian proses ekstradisi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Negara-negara peserta harus melaksanakan kewajiban seperti tercantum pada paragraf 1 ayat ini sesuai dengan kesepakatan antar negara atau ketetapan lain yang saling menguntungkan antar negara atau ketetapan yang saling menguntungkan. Jika tidak terdapat kesepakatan atau ketetapan antar negara, maka negara peserta harus memberikan bantuan sesuai dengan hukum yang berlaku di dalam negara peserta lain.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 7</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Negara-negara peserta harus mengambil tindakan-tindakan berikut ini, mengacu pada pernyataan-pernyataan yang terdapat di hukum nasional masing-masing:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(a) Mengambil tindakan penyitaan atau pengambil alihan:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(i) Benda-benda, eseperti materi, kekayaan atau alat kekayaan lain yang digunakan untuk melaksanakan atau memfasilitasi kejahatan seperti yang tercantum dalam protokol ini;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(ii) Proses selanjutnya setelah terjadi pelangaran;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(b) Melaksanakan permohonan negara lain untuk menyita atau mengambil alih benda-benda dengan mengacu pada sub paragraf (a);</span><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">(c) Mengambil tindakan yang ditujukan untuk menutup tempat-tempat yang digunakan untuk melakukan kehatan tersebut, baik secara sementara atau tidak terbatas.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 8</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Negara-negara peserta harus mengambil tindakan-tindakan yang perlu guna melindungi hak-hak dan kepentingan korban anak dari praktik-praktik terlarang seperti yang terdapat pada protokol ini di semua tahapan proses peradilan kriminal, khususnya dengan:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(a) Menyadari bahwa korban anak adalah rentan memahami kebutuhan dasar mereka sebagai saksi dan sesuai dengan prosedur;</span><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">(b) Menginformasikan kepada para korban anak mengenai hak-hak mereka, peran dan lingkup mereka, pemilihan waktu dan perkembangan penyelesaian kasus mereka;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(</span><span style="color:#000000;">c) Menyertakan pandangan, kebutuhan dan kepentingan para korban anak yang akan dipresentasikan dan dimasukan ke dalam proses dimana kepentingan pribadi mereka terkena dampak, sesuai dengan peraturan-peraturan prosedural hukum nasional;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(d) Memberikan dukungan pelayanan yang layak kepada korban secara selama proses hukum;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(e) Memberikan perlindungan yang layak kepada rahasia pribadi dan identitas anak dan mengambil tindakan-tindakan yang perlu sesuai dengan hukum nasional untuk menghindari menyebarnya informasi yang menyebabkan korban anak dapat dikenali;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(f) Untuk kasus-kasus tertentu, menyediakan jaminan keselamatan untuk para korban anak dan para keluarganya dan para saksi atas nama mereka dari intimidasi dan dendam;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(g) Menghindari penundaan yang tidak perlu dalam pemrosesan kasus dalam pelaksanaan hukuman atau keputusan yang menjamin ganti rugi para korban.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Negara-negara peserta harus menjamin bahwa usia sesungguhnya para korban anak tidak menghalangi inisiatif penyelidikan kasus pidana, termasuk penyelidikan yang bertujuan untuk menentukan usia para korban.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Negara-negara peserta hatus menjamin bahwa dalam sistem peradilan pidana, memperlakukan anak-anak yang menjadi korban kejahatan yang disebutkan dalam protokol ini harus dengan pertimbangan kepentingan terbaik untuk anak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">4. Negara-negara peserta harus memberikan pelatihan psikologi kepada orang-orang yang bekerja dengan para korban jehatan terlarang yang tercantum dalam protokol ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">5. Pada kasus-kasus tertentu, negara-negara peserta harus mengambil tindakan untuk melindungi keselamatan dan kebutuhan orang atau organisasi yang terlibat di dalam pencegahan dan atau perlindungan serta rehabilitasi para korban.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">6. Dalam pasal ini tidak boleh ada yang ditafsirkan merugikan atau tidak konsisten dengan hak-hak yang peradilan.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 9</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Negara-negara peserta harus memberlakukan, memperkuat, melaksanakan, dan menyebarkan hukum, tindakan administratif, kebijakan dan program sosial untuk mencegah terjadinya kejahatan yang tercantum dalam protokol ini. Perhatian khusus juga harus diberikan untuk melindungi anak-anak yang rentan terhadap praktik kejahatan ini.</span><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">. Negara-negara peserta harus meningkatkan kesadaran publik dalam skala besar, termasuk kepada anak-anak melalui media yang sesuai, pendidikan dan pelatihan mengenai pencegahan dan dampak yang merugikan dari kejahatan yang tercantum dalam protokol ini. Untuk memenuhi kewajiban dalam pasal ini, negara-negara peserta harus mendorong partisipasi komunitas dan korban anak pad khususnya, dalam program informasi, pendidikan dan pelatihan, termasuk dalam tingkat internasional.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Negara-negara peserta harus mengambil tindakan yang memungkinkan untuk menjamin bantuan yang sesuai kepada para korban kejahatan ini, termasuk pemulihan fisik dan mental, dan reintegrasi sosial.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">4. Negara-negara peserta harus menjamin bahwa semua anak korban kejahatan yang tercantum dalam protokol ini mendapatkan akses yang cukup untuk memperoleh prosedur dan ganti rugi secara hukum, tanpa adanya diskriminasi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">5. Negara-negara peserta harus mengambil tindakan yang efektif untuk menghapus produksi dan penyebaran iklan materi-materi kejahatan yang tercantum dalam protokol ini secara efektif.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 10</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Negara-negara peserta harus mengambil langkah-langkah yang perlu untuk memperkuat kerjasama internasional melalui kesepakatan multilateral, regional dan bilateral untuk mencegah, mendeteksi, menyelidiki, mengadili dan menghukum pelaku perdagangan anak, prostitusi anak, pornografi anak dan wisata seks anak. Negara-negara peserta harus meningkatkan kerjasama dan koordinasi internasional antara pihak yang berwenang, organisasi non pemerintah nasional dan internasional dan oganisasi internasional.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Negara-negara peserta juga harus meningkatkan kerjasama internasional untuk membantu pemulihan fisik dan mental anak korban perdagangan, reintegrai sosial, dan pemulangan ke tempat asal.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Negara-negara peserta juga harus memperkuat kerjasama internasional untuk memerangi penyebab utama seperti kemiskinan dan keterbelakangan, yang menyebabkan rentannya anak-anak terhadap prdagangan anak, prostitusi anak, pornografi anak dan wisata seks anak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">4. Negara-negara peserta harus menyediakan bantuan keuanga, teknis atau bantuan lainnya melalui program multilateral, regional, bilateral atau yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 11</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam protokol ini tidak boleh berdampak pada penyataan yang lebih mengarah pada realisasi hak-hak anak yang mungkin terdapat pada:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(a) Hukum Negara-negara peserta;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(b) Hukum internasional yang memaksa untuk negara tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 12</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Tiap negara peserta dalam dua tahun sesudah melaksanakan protokol ini harus menyerahkan laporan kepada Komite Hak Anak untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif dalam pelaksanaan tindakan-tindakan yang telah diambil dalam implementasi pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam protokol ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Sesudah menyerahkan laporan komprehensif, negara peserta harus mencantumkan informasi lebih rinci ke dalam laporan tersebut yang diserahkan kepada Komite Hak Anak mengenai implementasi protokol ini sesuai dengan Pasal 44 Konvensi Hak Anak. Negara-negara peserta harus menyerahkan laporan tiap lima tahun sekali.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Komite Hak Anak boleh mengajukan informasi lebih rinci yang relevan mengenai implementasi protokol ini kepada Negara-negara peserta.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 13</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Protokol ini terbuka untuk ditandatangani oleh tiap negara yang menjadi peserta konvensi atau yang telah menandatanganinya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Protokol ini mengacu pada ratifikasi atau terbuka untuk tambahan oleh berbagai negara yang menjadi peserta Konvensi atau yang telah menandatanganinya. Instrumen ratifikasi atau penambahan akan ditampung oleh Sekjen PBB.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 14</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Protokol ini harus dilakanakan tiga bulan setelah penampungan instrumen ratifikasi atau penambahan yang kesepuluh.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Untuk negara yang meratifikasi protokol ini atau yang menyetujui seelah pelaksanaan, maka protokol akan diberlakukan satu bulan setelah tanggal penambahan atau ratifikasi instrumen.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 15</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Tiap negara boleh mengadukan protokol ini setiap saat dengan pemberitahuan tertulis kepada Sekjen PBB, yang selanjutnya akan memberitahukan negara yang ikut meratifikasi Konvensi dan negara-negara lain yang telah menandatangi Konvensi. Pengaduan yang diajukan akan berlaku satu tahun setelah tanggal diterimanya pemberitahuan oleh Sekjen PBB.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Pengaduan seperti ini tidak berdampak kepada kewajiban Negara-negara peserta yang lain yang tercantum di dalam protokol ini melihat pada kejahatan yang berlangsung sebelum tanggal pemberlakuan pengaduan.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 16</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Tiap negara peserta berhak mengajukan amandemen dan mencatatnya dengan Sekjen PBB. Selanjutnya Sekjen harus mengkomunikasikan amandemen yang diajukan apakah akan mengadakan konferensi antar negara peserta untuk mempertimbangkan dan memvoting amandemen yang diajukan. Pada kesempatan tersebut, dalam empat bulan setelah tanggal dikomunikasikan pengajuan, sedikitnya sepertiga negara anggota memilih mengadakan koferensi, maka Sekjen harus mengadakan rapat panitia untuk konferensi tersebut dibawah lindungan PBB. Amandemen apapun yang diambil oleh mayoritas negara peserta yang harus hadir dan yang memilih mengadakan konferensi harus menyerahkan persetujuannya kepada Majelis Umum PBB.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Amandemen yang diambil yang sesuai dengan paragraf 1 pasal ini harus dilaksanakan jika telah mendapat persetujuan dari Majelis Umum dan diterima oleh dua pertiga mayoritas negara peserta.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3. Jika amandemen diberlakukan, hal itu harus mengikat negara-negara peserta lain yang menerimanya, sedangkan negara-negara peserta yang lain masih terkait dengan pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam protokol ini dan amandemen sebelumnya yang telah mereka terima.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pasal 17</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Protokol ini dalam naskah Arab, Cina, Inggris, Prancis, dan Spanyol memiliki kekuatan yang sama, akan disimpan dalam arsip PBB.</span><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">2. Sekretaris Jenderal PBB akan meneruskan salinan yang disahkan dari Protokol ini  kepada semua Negara-negara peserta Konvensi serta kepada semua negara-negara yang telah menandatangani Konvensi</span></p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-hak-anak-indonesia/'>a.hak anak indonesia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/c-pelecehan-seksual/'>c.pelecehan seksual</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/d-bahaya-rokok-narkoba/'>d.bahaya rokok-narkoba</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/e-ancaman-pedofilia/'>e.ancaman pedofilia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/f-ancaman-pornografi/'>f.ancaman pornografi</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/g-perdagangan-anak/'>g.perdagangan anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/prostitusi-anak-dan-pronografi-anak/'>Prostitusi Anak dan Pronografi Anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/protokol-konvensi-hak-anak-tentang-perdagangan-anak/'>Protokol Konvensi Hak Anak Tentang Perdagangan Anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/645/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=645&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/10/05/protokol-konvensi-hak-anak-tentang-perdagangan-anak-prostitusi-anak-dan-pronografi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Berita Penjualan Anak di Indonesia</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/10/04/berita-penjualan-anak-di-indonesia/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/10/04/berita-penjualan-anak-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 23:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[g.perdagangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Penjualan Anak di Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Berita Penjualan Anak di Indonesia Polisi Kumpulkan Bukti untuk Jerat Yayasan Permata Hati sumber : tempo Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Bogor masih melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penjualan anak yang dilakukan Yayasan Permata Hati. Hari ini petugas tengah memeriksa petugas dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Bogor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=640&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Berita Penjualan Anak di Indonesia</span></h2>
<h2><span style="color:#800000;">Polisi Kumpulkan Bukti untuk Jerat Yayasan Permata Hati</span></h2>
<p><strong>sumber : tempo</strong></p>
<p>Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Bogor masih melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penjualan anak yang dilakukan Yayasan Permata Hati. Hari ini petugas tengah memeriksa petugas dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Bogor di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Bogor. Kasat Reskrim Ajun Komisaris Indra Gunawan menjelaskan pihaknya masih melakukan penyidikan terkait kasus tersebut.&#8221;Hari ini kami mintai keterangan dari Disnakersos Kota Bogor,&#8221; ujar Indra. Selain meminta keterangan dari Dinsnakersos, pihaknya juga akan meminta keterangan kepada pemilik Yayasan Permata Hati. &#8221;Resminya baru besok kami layangkan surat pemanggilan ke pengelola Yayasan,&#8221; kata dia. Indra menjelaskan pihaknya sengaja melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain terlebih dahulu. &#8221;Supaya kami punya bukti kuat, sehingga calon tersangka tidak bisa mengelak,&#8221; ujar Indra.</p>
<p>Sebelumnya, ungkap Indra, pada tanggal 14 Juni 2010, Polisi mendapat laporan dari seseorang bernama Rohani, 18 tahun, warga warga Kampung Pacilong Ujung RT 5/10 Kelurahan Kedung Badak Kecamatan Tanah Sarea, karena tidak bisa bertemu dengan kedua bayi kembarnya yang bernama Anisa dan Andri oleh Pengelola Yasayan Permata Hati. Anisa sempat dirawat di RS Islam Budi Agung Kota Bogor, namun sejak hari sabtu (3/7) lalu Andri di evakuasi ke Rumah Perlindungan Sosial Anak Bambu Apus Jakarta Tim. &#8221;Sekarang ini kami tengah melakukan penyelikan atas dua perkara, terhadap Yayasan Permata Hati,&#8221; kata Indra. Pekan lalu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Polres Bogor menggerebek tempat penampungan yayasan ini di Bogor. Dari hasil penggerebekan ditemukan belasan anak yang terlantar.</p>
<h2><span style="color:#800000;">Dinas Kesehatan Asuh 3 Bayi Korban Penjualan Anak</span></h2>
<p>sumber : tempo</p>
<p>Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Makmur Sunusi, menyatakan kemungkinan telah terjadi kasus penjualan anak serta adopsi ilegal yang dilakukan Yayasan Permata Hati. Hal itu disampaikan Makmur, saat melihat kondisi ketiga bayi di RS Islam, Kota Bogor jumat (2/7) sore. Makmur yang didamping Direktur Pelayanan Sosial Anak, Hari Hikmat, menjelaskan tidak semua yayasan mendapatkan izin adopsi. Dua  yayasan yang mendapatkannya  adalah Yayasan Sayap Ibu di Jakarta dan Matahari Terbit di Surabaya. &#8221;Ada aturan khusus untuk adopsi, cuma ada dua yang bisa melakukan adopsi,&#8221; ujar Makmur. Pada kesempatan itu Makmur juga memberikan apresiasi kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia pusat yang menyerahkan anak tersebut ke RS Islam, selanjutnya Kementerian Sosial akan mengambil alih ketiga anak tersebut.&#8221;Khawatir nanti akan ada orang yang mengaku untuk mengambil anak, serta untuk menghindari adopsi ilegal dari pihak lain,&#8221; ujar Makmur.<br />
Pihaknya juga akan melakukan rekam jejak ke tiga anak tersebut, diikuti dengan melakukan caskonfres (Pembahasan Kasus). Terkait perizinan pihaknya juga akan menelusuri dengan Dinas Sosial Kota Bogor.</p>
<h2><span style="color:#800000;"><span class="judul">Jual Bayi 23 Hari, Wanita Indonesia Ditangkap Polisi Malaysia</span></span></h2>
<h3><span class="judul">sumber : detik</span></h3>
<p>Kepolisian Malaysia menggagalkan kasus perdagangan anak di negara tersebut. Beberapa wanita asal Indonesia tersangkut kejahatan tersebut.<br />
 &#8221;Kita masih terus menyelidiki kasus itu,&#8221; kata Kepala Departemen  Investigasi Kriminal Huzir Mohamad, seperti dikutip dari AFP, Minggu (18/7/2010).</p>
<p>Polisi Malaysia menahan 16 orang tersangka, termasuk empat wanita Indonesia. Kasus ini bisa dibongkar setelah petugas menangkap seorang wanita dari Indonesia yang mencoba menjual bayi berusia 23 hari senilai 10.000 Ringgit.</p>
<p>Selain itu, polisi Malaysia juga berhasil menyelamatkan seorang bocah laki-laki berusia empat tahun dan seorang bocah wanita berusia tiga tahun. Polisi juga menahan dua orang wanita Indonesia yang menjadi pengasuh balita itu.  Petugas masih menyelidiki dalang penjualan anak tersebut. Sampai saat ini delapan anak dan tiga bayi berusia antara 23 hari hingga 12 tahun bisa diselamatkan.  Kepolisian Mayasia akan bekerja sama dengan Kepolisian Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai peran wanita Indonesia yang tertangkap tersebut.</p>
<p>Pada bulan Desember tahun lalu, polisi Malaysia menggungkap sindikat penjualan bayi yang telah beroperasi selama lima tahun dan mengamankan 13 orang. Seorang wanita dan dua orang anaknya kemudian didakwa melakukan penjualan bayi dan menghadapi hukuman 20 tahun penjara jika bersalah.  Sindikat ini biasanya membeli bayi dari penduduk miskin di negara tetangga atau dari pembantu rumah tangga yang hendak menggugurkan bayinya.</p>
<h2><span style="color:#800000;"> </span></h2>
<h2><span style="color:#800000;">Polisi Buru Broker Penjualan Anak</span></h2>
<div>
<p>sumber : Indopos</p>
<p>Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bandung Barat terus mengembangkan kasus perdagangan anak yang dilakukan Ida Hamidah, 23. Kini polisi tengah memburu perantaranya antaralain Neli yang disebut Ida sebagai perantara dirinya ketika menjual bayi pertamanya yang baru berusia 9 bulan itu.</p>
<p>Kasatreskrim Polresta Bandung Barat AKP Philemon Ginting mengatakan, pihaknya sedang mencari Neli untuk diperiksa dan dijadikan saksi masalah perdagangan anak yang dilakukan Ida. &#8220;Hingga kini keberadaannya belum diketahui hal ini menyulitkan kita untuk meminta keterangan darinya. Didatangi ke kediamannya pun sudah tidak ada,&#8221; jelasnya ketika dihubungi wartawan, kemarin siang.</p>
<p>Diungkapkannya, Neli merupakan tetangga Ida yang disebut sebagai perantara agar anak Ida diasuh oleh seseorang yang bernama Aming. Ida mendapat bayaran sebesar Rp300 ribu sedangkan Neli mendapatkan Rp200 ribu. Hingga saat ini, diterangkan Philemon pihaknya telah memanggil orang yang sekarang mengasuh anak milik Ida. Dari penuturan Aming didapatkan pengakuan jika Aming bermaksud membantu anak dari Ida yang sering terserang sakit.</p>
<p>&#8220;Dia menceritakan saat bayinya berusia sembilan bulan sampai dengan sekarang (5 tahun) anak itu sering sakit-sakitan dan saya hanya membantunya saja,&#8221; jelas Philemon. Seperti diberitakan sebelumnya. Ida Hamidah, 23, tega menjual anak kandungnya seharga Rp500 ribu. Uangnya tersebut dipergunakan-nya untuk membayar hutang lantaran suaminya Johanis Aprianto Nahibaho, 25, sering mabuk-mabukan dan bermain judi.</p>
<p>Namun, aksi penjualan anak itu terbongkar Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bandung Barat setelah Ida tertangkap kasus pencurian ditetangganya di Blok Beas, Caringin, Kota Bandung sepekan lalu. Seusai ditangkap, pihak kepolisian mendapatkan laporan daji sejumlah warga yang merupakan tetangganya bahwa Ida telah menjual anaknya lima tahun lalu. Dari sana petugas kemudian mengorek keterangan dan pelaku pun mengakui perbuatannya itu.</p>
<p>Ida menjelaskan, dirinya terpaksa menjual dan memberikan anak-anaknya ke orang Iain karena terpaksa. &#8220;Soalnya suami saya tidak pernah memberi uang. Saya kan jadi bingung. Harus cari uang darimana untuk beli susu. Temyata enak bikinnya tapi ngunisnya gak enak,&#8221; katanya lantas tersenyum. Saat menjual anak pertamanya yang bernama Diva, Ida baru berusia 18 tahun. Hubungan dengan orangtua suaminya pun tidak harmonis. Termasuk dengan orangtua Ida di Banjaran. &#8220;Jadi saya tidak mungkin menitipkan anak saya itu ke mertua atau ibu saya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Anaknya dijual setelah Ida bertemu degan Nelly, seorang pedagang pakaian di daerah Caringin. Nelly menawarkan bantuan untuk meringankan bebannya. &#8220;Dia bilang, ada saudaranya yang ingin punya anak perempuan. Rumahnya di daerah Pasirkoja. Ya sudah saya mau saja,&#8221; katanya. Esok harinya, Nelly mengantarkannya ke rumah saudaranya yang bernama Aming. Ida langsung bersedia menyerahkan anaknya kepada Aming.</p>
<p>&#8220;Saya disuruh tanda tangan di selembar kertas. Terus dikasih uang Rp500 ribu. Sebanyak Rp200 ribu diambil Bu Nelly. Jadi saya kebagian Rp300 ribu. Katanya itu uang pengganti biaya melahirkan,&#8221; terangnya. Sementara anak yang kedua juga diberikan kepada orang lain ketika baru berumur 3 bulan.</p>
<p>Kasatreskrim Polresta Bandung Barat AKP Philemon Ginting mengungkapkan, tersangka bisa dijerat beberapa pasal. Namun saat ini, masih dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian. Sedangkan kasus penjualan anak masih diselidiki dan didalaminya. &#8220;Untuk penjualan bayinya, kami masih dalam tahap penyelidikan. Tapi kemungkinan besar tersangka bisa dijerat pasal dari UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk saat ini, masih dijerat pencurian biasa dulu.&#8221; jelasnya,</p>
</div>
<p> </p>
<h2><span style="color:#800000;">Penjualan anak di Kaltim capai 79 kasus</span></h2>
<p>sumber : solopos</p>
<p>Provinsi Kalimantan Timur termasuk daerah yang rawan terhadap kasus penjualan anak ke luar negeri, terbukti selama 2008 tercatat ada 79 kasus. Hal itu terjadi karena Kaltim berbatasan langsung baik darat maupun laut dengan Malaysia Timur.“Data 2009 memang belum kami memilikinya akan tetapi sepanjang 2008 terjadi 79 kasus perdagangan anak di Kaltim,” kata  Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim, Ardiningsih di Samarinda, Sabtu (7/11). Menurutnya bahwa daerah yang rawan dan sering terjadi kasus penjualan anak di Kaltim adalah di Kabupaten Nunukan. Hal ini terjadi karena letak kabupaten ini sangat dekat dengan Tawau, Malaysia Timur sehingga berbagai kasus kejahatan penyelundupan rawan terjadi, termasuk penjualan anak.</p>
<p>Penjualan anak di Kaltim yang tertinggi ada di Nunukan, yakni sebanyak tujuh kasus. Sedangkan sisanya adalah kasus yang terjadi di Samarinda, Balikpapan dan lainnya. Ia mengaku prihatin terhadap masih adanya oknum yang tega melakukan perdagangan anak. Menurutnya bahwa Kabupaten Nunukan memiliki kasus tertinggi terhadap trafficking anak karena letaknya yang menjadi daerah transit menuju Tawau, Sabah (Malaysia Timur) melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.</p>
<p>Jarak perjalanan menuju Tawau dari Nunukan hanya sekitar satu jam sehingga memudahkan aksi penjualan anak itu.  Provinsi Kalimantan Timur memiliki wilayah sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga menjadi daerah lintasan bagi pencari kerja. Hal inilah yang memungkinkan orang untuk melakukan perdagangan anak. Berdasarkan atas kerawanan perdagangan orang (human trafficking) dan lebih spesifik lagi tentang perdagangan anak, maka Pemprov Kaltim  telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Orang terutama perempuan dan anak.</p>
<p>Perda mengacu pada Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan perundang-undangan lainnya. Pemprov Kaltim pada 2004 sudah memfasilitasi pembentukan Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kaltim yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk penanganan isu-isu dan mencegah perdagangan orang di Kaltim.</p>
<p>Kaltim juga melakukan perjanjian kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan (BPP) Jawa Tengah pada September lalu. Kerjasama itu meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi kegiatan perlindungan korban kekerasan berbasis gender, anak dan tindak pidana perdagangan orang “Kerjasama ini perlu dilakukan karena Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah dengan status provinsi terbanyak yang mengirim TKI ke Malaysia melalui sejumlah pintu termasuk Nunukan, Kaltim,” kata Ardiningsih.</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/g-perdagangan-anak/'>g.perdagangan anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/x-berita-anak/'>x.berita anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/berita-penjualan-anak-di-indonesia/'>Berita Penjualan Anak di Indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=640&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/10/04/berita-penjualan-anak-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wajah Buram Anak Indonesia : Bocah Pengais Rezeki yang Bertaruh Nyawa</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buram-anak-indonesia-bocah-pengais-rezeki-yang-bertaruh-nyawa/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buram-anak-indonesia-bocah-pengais-rezeki-yang-bertaruh-nyawa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 15:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[g.perdagangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Wajah Buram Anak Indonesia : Bocah Pengais Rezeki yang Bertaruh Nyawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Wajah Buram Anak Indonesia Bocah Pengais Rezeki yang Bertaruh Nyawa   Deby saat mengayuh sampannya. (Foto: Banda Haruddin Tanjung/okezone) Di saat bel sekolah tanda pulang berbunyi, Deby (13) langsung bergegas pulang ke rumahnya. Namun tidak seperti anak kebanyakan, bocah yang masih berusia 13 tahun tidak mengabiskan waktu untuk bermain dengan temannya, namun langsung bekerja mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=633&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Wajah Buram Anak Indonesia</span></h4>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Bocah Pengais Rezeki yang Bertaruh Nyawa</span></h2>
<p> </p>
<div id="content"><!-- SIZER CLOSED --><!-- CONTENT --></div>
<div>
<div><img src="http://i.okezone.com/content/2010/07/20/345/354657/IdGTVUolH1.jpg" border="0" alt="" width="508" height="200" /></div>
<h5>Deby saat mengayuh sampannya. (Foto: Banda Haruddin Tanjung/okezone)</h5>
</div>
<p>Di saat bel sekolah tanda pulang berbunyi, Deby (13) langsung bergegas pulang ke rumahnya. Namun tidak seperti anak kebanyakan, bocah yang masih berusia 13 tahun tidak mengabiskan waktu untuk bermain dengan temannya, namun langsung bekerja mencari penumpang. Pekerjaan yang dilakukannya pun bertarung dengan maut. Ini karena Deby harus mengayuh sampan di Sungai Siak, Pekanbaru yang dikenal sebagai sungai terdalam di Indonesia. Jasa sampan yang dia geluti ini, menyeberangkan penumpang dari Kecamatan Rumbai yang dibelah sungai menuju pusat kota Pekanbaru.</p>
<p>Sampan yang dia miliki ini ukurannya lumayan besar jika dibandingkan dengan tubuh kurus yang dimiliki Deby. Sampan dayung itu dengan lebar satu meter panjang empat meter. Sampan inilah yang saban hari sebagai alat transportasi warga Rumbai untuk lebih cepat sampai ke pusat kota, tepatnya di pelabuhan Sungai Duku, ketimbang harus melintasi jembatan Layton yang memakan waktu lumayan lama.</p>
<p>Teriknya sinar matahari dan gelombang di Sungai Siak ini tidak membuat yang duduk dibangku kelas 2 SMP ini berhenti untuk mencari rezeki untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarganya. &#8220;Saya pulang sekolah sekira pukul 12.00 WIB. Setelah itu saya langsung nambang (mancari penumpang),&#8221; kata Deby dalam perbincangan dengan okezone, beberapa waktu lalu. Walau sebenarnnya dia ingin banyak bermain dengan teman seusianya, namun kebutuhan ekonomi yang memaksanya harus membantu orangtuanya. Bila sedikit tersisa, uang hasil mengayuh sampan ini buat jajan di sekolahnya.</p>
<p>Namun demikian, selama menambang Deby mengaku bisa membagi waktu antar sekolah maupun mencari uang. Waktu luang pada malam hari lah yang bisa membuatnya berbagi antar bermain dan belajar. &#8220;Prestasi sekolah saya juga baik bang, saya tidak begitu terganggu dengan pekerjaan saya sekarang,&#8221; kisah Deby yang orangtuanya bekerja di Pelabuhan Sungai Duku</p>
<p><strong>Banyak Anak lainnya</strong></p>
<p>Deby, bocah berusia 13 tahun bukanlah satu-satunya orang yang bekerja mencari penumpang di Sungai Siak, Pekanbaru. Sejumlah penambang atau istilah mencari penumpang ini, juga banyak dilakoni sejumlah masyarakat lainnya. Deby yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara ini mengaku harus adu cepat bersama penambang lainya untuk mencari rezeki di antara penumpang yang baru tiba dari berbagai tempat tersebut.</p>
<p>Doa serta rezeki dari kapal kecilnya menjadi harapan anak yang bercita-cita ingin menjadi pemain bola terkenal ini. &#8220;Kalau rezeki tidak kemana Bang, mungkin kebanyak penumpang memilih saya juga karena kasihan,&#8221; ungkapnya saat berbincang dengan okezone, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Untuk sekali mengatar ke tujuan yang jarakna tidak terlalu jauh, Deby hanya mematok tarif Rp1.000 per orangnya. Sekali berangkat Deby bisa membawa penumpang dari tiga sampai empat orang. Ini tentu sangat melelahkan dan tidak sebanding dengan tubuh mungilnya. &#8220;Ya memang capek dan berat, tapi karena sudah menjadi kebiasaan jadi tidak begitu kita pikirkan, yang penting kita dapat rezeki,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Setiap harinya dari pukul 12 hingga petang, Deby bisa meraup rezeki hingga Rp20 ribu. Selain itu, tambahan uang jasa yang selalu diterima Deby juga merupakan kebaikan dari penumpang yang setia menumpang sampannya. &#8220;Kebanyakan penumpang langganan saya itu dari penduduk sini yang ingin menyebarang saja. Saya bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini. Namun saya bercita-cita tetap berpretasi di sekolah untuk mengejar cita-cita saya,&#8221; harapnya sembari menyeka kerlingat</p>
<p>sumber : okezone</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong><span style="color:#800000;">Yudhasmara Foundation</span></strong></span></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-hak-anak-indonesia/'>a.hak anak indonesia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/g-perdagangan-anak/'>g.perdagangan anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/x-berita-anak/'>x.berita anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/wajah-buram-anak-indonesia-bocah-pengais-rezeki-yang-bertaruh-nyawa/'>Wajah Buram Anak Indonesia : Bocah Pengais Rezeki yang Bertaruh Nyawa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=633&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buram-anak-indonesia-bocah-pengais-rezeki-yang-bertaruh-nyawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i.okezone.com/content/2010/07/20/345/354657/IdGTVUolH1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wajah Buruk Anak Indonesia : Bocah 8 Tahun Setiap Hari Pikul 6 Cobek</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buruk-anak-indonesia-bocah-8-tahun-setiap-hari-pikul-6-cobek/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buruk-anak-indonesia-bocah-8-tahun-setiap-hari-pikul-6-cobek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 15:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[g.perdagangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Wajah Buruk Anak Indonesia : Bocah 8 Tahun Setiap Hari Pikul 6 Cobek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Wajah Buruk Anak Indonesia Bocah 8 Tahun Setiap Hari Pikul 6 Cobek Wawan, penjual cobek. (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone) Wawan (8), tampak duduk di trotoar Jalan RE Martadinata. Di depannya, terlihat sebuah tanggungan berisi beberapa cobek. Ada sekitar empat sampai enam cobek di tanggungan tersebut. Siswa kelas 4 SD Padalarang itu tampak letih. Tetesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=630&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Wajah Buruk Anak Indonesia</span></h4>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Bocah 8 Tahun Setiap Hari Pikul 6 Cobek</span></h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://i.okezone.com/content/2010/07/20/345/354654/TytX1SuMsD.jpg" border="0" alt="" width="450" height="208" /></p>
<h5 style="text-align:center;">Wawan, penjual cobek. (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)</h5>
<p>Wawan (8), tampak duduk di trotoar Jalan RE Martadinata. Di depannya, terlihat sebuah tanggungan berisi beberapa cobek. Ada sekitar empat sampai enam cobek di tanggungan tersebut. Siswa kelas 4 SD Padalarang itu tampak letih. Tetesan keringat terlihat mengucur di dahi kecilnya.</p>
<p>Wawan adalah satu dari sekian banyak anak di bawah umur di Kota Bandung yang menjajakan cobek. Biasanya, mereka tersebar di sejumlah perempatan jalan. Namun, kebanyakan bocah-bocah itu biasa mangkal di Jalan RE Martadinata dan Cilaki lantaran kawasan tersebut termasuk salah satu pusat kota di Bandung.Setiap ada kendaraan berhenti di perempatan jalan, mereka biasanya berlari menghampiri. Beberapa pengemudi terlihat iba dan memberi mereka uang. Namun, ada pula pengemudi yang cuek.&#8221;Biasanya yang beli tidak banyak. Paling hanya satu sampai dua orang. Kebanyakan mereka malah ngasih uang,&#8221; kata Wawan saat berbagi kisah dengan okezone.</p>
<p>Wawan sendiri tidak mematok harga satuan cobek yang dijualnya. Namun, saat ditanya harganya, dia menjawab antara Rp15-20 ribu. Ya terserah. Mau Rp15 ribu mangga, 20 ribu juga mangga (Rp15 ribu silakan, 20 ribu juga silakan),&#8221; kata Wawan.Anak keempat dari enam bersaudara ini mengatakan, dalam sehari dia bisa mendapatkan uang Rp30-50 ribu. Namun, kata dia, kebanyakan uang itu diperoleh bukan dari hasil penjualan cobeknya, melainkan pemberian orang yang lewat.&#8221;Yang ngasih duit tapi gak beli cobek juga banyak. Ada yang cuma ngasih Rp1.000, ada juga yang sampai Rp10 ribuan,&#8221; kata Wawan.</p>
<p>Biasanya, kata Wawan, mereka bekerja dari Senin sampai Jumat. Aktivitasnya, lanjut dia, dimulai sekitar pukul 14.00 sampai 22.00 WIB. Pembeli biasanya cukup banyak menjelang Magrib sampai pukul 19.00 WIB. &#8220;Kalau sore bisa dapat dua kali lipat dari siang,&#8221; pungkas Wawan seraya menambahkan, penghasilannya tersebut disimpan untuk uang sekolah.</p>
<p><strong></strong> sumber : okezone</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-hak-anak-indonesia/'>a.hak anak indonesia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/g-perdagangan-anak/'>g.perdagangan anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/x-berita-anak/'>x.berita anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/wajah-buruk-anak-indonesia-bocah-8-tahun-setiap-hari-pikul-6-cobek/'>Wajah Buruk Anak Indonesia : Bocah 8 Tahun Setiap Hari Pikul 6 Cobek</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/630/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=630&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buruk-anak-indonesia-bocah-8-tahun-setiap-hari-pikul-6-cobek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i.okezone.com/content/2010/07/20/345/354654/TytX1SuMsD.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>WAJAH BURUK ANAK INDONESIA : Anak Dipekerjakan hingga Dini Hari</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buruk-anak-indonesia-anak-dipekerjakan-hingga-dini-hari/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buruk-anak-indonesia-anak-dipekerjakan-hingga-dini-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 15:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[g.perdagangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[WAJAH BURUK ANAK INDONESIA : Anak Dipekerjakan hingga Dini Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[WAJAH BURUK ANAK INDONESIA : Anak Dipekerjakan hingga Dini Hari Di balik gemerlapnya Kuta sebagai kota wisata internasional, namun masih menyisakan sisi kehidupan memprihatinkan yang dialami anak-anak yang kerap dieksploitasi di jalanan sejak sore hingga dini hari.Berdasar laporan organisasi Im An Angel (IAA), yang mengamati pekerja anak di bawah umur yang menjadi korban eksploitasi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=628&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">WAJAH BURUK ANAK INDONESIA :</span></h4>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Anak Dipekerjakan hingga Dini Hari</span></h2>
<p>Di balik gemerlapnya Kuta sebagai kota wisata internasional, namun masih menyisakan sisi kehidupan memprihatinkan yang dialami anak-anak yang kerap dieksploitasi di jalanan sejak sore hingga dini hari.Berdasar laporan organisasi Im An Angel (IAA), yang mengamati pekerja anak di bawah umur yang menjadi korban eksploitasi di sekitar kawasan wisata Kuta, Badung, diprediksi terdapat sekira 100 pekerja anak.&#8221;Mereka beraktivitas sejak sore hingga dini hari, sebagian besar tidak dapat membaca atau buta huruf,&#8221; kata Asana Viebeke Lengkong, pendiri IAA dalam sebuah perbincangan dengan <strong>okezone</strong> belum lama ini.</p>
<p>Yang mengejutkan, para pekerja anak ini merupakan bagian dari sindikat karena terorganisir di mana ada bos yang melindungi mereka. Biasanya kelompok-kelompok anak ini berjualan gelang ini tersebar di Seminyak, Legian, dan sekitar Pantai Kuta.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya ini bentuk perbudakan anak yang sengaja dibiarkan pihak pihak tertentu yang memetik keuntungan dari mereka,&#8221; ujar Viebeke.</p>
<p>Padahal anak-anak yang bekerja pada malam hingga dini hari, kata Viebeke cukup rawan terhadap berbagai ancaman dan potensi kekerasan seperti kekerasan seksual. &#8220;Jika di beberapa tempat seperti di sudut pantai terlihat banyak orang asing dewasa mengajak atau mendekati anak-anak jalanan tersebut, jelas ini bisa menjadi ancaman pedofili yang serius,&#8221; tandas dia.</p>
<p>Dijelaskan dia, ratusan anak-anak yang ditemui di pasar tradisional, jalanan, dan Kuta sebagai pekerja anak ataupun menggepeng di perempatan jalan yang tersebar di kawasan Kuta, Seminyak, dan Legian, mereka sebagian besar warga Bali dari Karangasem di mana kehidupannya dibelit kemiskinan.</p>
<p>&#8220;Hasil penelusuran kami, sekira 80 kepala keluarga asal Kabupaten Karangasem yang menjadikan pengemis dan pekerja anak sebagai profesi turun menurun sejak tiga dekade ini,&#8221; sebut Viebeke yang cukup peduli dengan advokasi terhadap anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan mental dan seksual ini</p>
<p>Jika berjalan kaki di sekitar Legian dan Seminyak dengan mudah menemukan kelompok-kelompok kecil anak-anak yang dipekerjakan malam hingga dini hari di kawasan yang menjadi etalase Pulau Dewata ini.</p>
<p>Seperti di Jalan Raya Pantai Kuta saja, beberapa bocah laki-laki dan perempuan rata rata berusia 2-12 tahun, tampak agresif menawarkan gelang yang dibuat dari jalinan potongan kulit imitasi. Jika melihat wisatwan domestik terlebih asing mereka gencar menawarkan hasil kerajinan. Untuk gelang-gelang dijual paling murah Rp2.000 per buah, sementara bagi para turis dinaikkan hingga Rp5.000.</p>
<p>Dari penelusuran di lapangan seperti di jalan depan Pantai Kuta ini, terdapat sebuah kelompok di mana seorang ibu muda dengan ketiga anaknya yang berusia di bawah 12 tahun biasa beroperasi di Pantai. Ibu tersebut, tanpa malu dan sungkan lagi mengajak anak-anaknya untuk mencari sasaran para wisatawan, tak jarang meminta belas kasihan atau mengemis.</p>
<p>&#8220;Pernah ditangkap petugas Pol PP, dikumpulkan di kantor akhirnya ya saya kembali seperti ini. Di kampung (Karangasem) tidak punya apa-apa Pak, ya terpaksa bekerja seperti ini,&#8221; ujar seorang ibu yang masih menggendong bayinya.</p>
<p>Laporan masih banyaknya kasus anak-anak yang dipekerjakan dan dieksplitasi di Kuta ini sebenarnya sudah sampai ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Bali. &#8220;Kami sejak awal sudah meminta pemerintah dan pihak terkait agar segera mengimplentasikan Perda tentang Perdagangan Anak dan UU Perlindungan Anak guna menjerat para pelakunya,&#8221; kata Wakil Ketua KPAID Bali Luh Putu Anggreni, secata terpisah.</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-hak-anak-indonesia/'>a.hak anak indonesia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/g-perdagangan-anak/'>g.perdagangan anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/x-berita-anak/'>x.berita anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/wajah-buruk-anak-indonesia-anak-dipekerjakan-hingga-dini-hari/'>WAJAH BURUK ANAK INDONESIA : Anak Dipekerjakan hingga Dini Hari</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/628/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=628&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/29/wajah-buruk-anak-indonesia-anak-dipekerjakan-hingga-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>1.826 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Hanya Dalam 5 Bulan</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/22/1-826-kasus-kekerasan-terhadap-anak-hanya-dalam-5-bulan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/22/1-826-kasus-kekerasan-terhadap-anak-hanya-dalam-5-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 08:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[1.826 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Hanya Dalam 5 Bulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[1.826 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Hanya Dalam 5 Bulan Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat sebanyak 1.826 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di berbagai daerah sejak Januari hingga Mei 2010, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.  &#8220;Kekerasan terhadap anak terutama berupa kekerasan fisik dan seksual semakin meningkat, hanya dalam waktu lima bulan pertama telah terjadi 1.826 kasus,&#8221; kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=578&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">1.826 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Hanya Dalam 5 Bulan</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><img src="http://media.vivanews.com/thumbs/66283_kekerasan_anak_di_sekolah_thumb_300_225.jpg" alt="" width="300" height="213" /></span></h2>
<p>Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat sebanyak 1.826 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di berbagai daerah sejak Januari hingga Mei 2010, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.  &#8220;Kekerasan terhadap anak terutama berupa kekerasan fisik dan seksual semakin meningkat, hanya dalam waktu lima bulan pertama telah terjadi 1.826 kasus,&#8221; kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka, di Jakarta, Kamis.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://myhealing.files.wordpress.com/2008/06/childabuseg1109_468x329.jpg?w=253&#038;h=190" alt="" width="253" height="190" /></p>
<p>Menurut Aris, 68 persen kekerasan seksual terhadap anak pelakunya adalah keluarga terdekat. Sementara pada 2008 kasus kekerasan anak tercatat sebanyak 1.626 dan meningkat menjadi 1.891 pada 2009. Semakin meningkatnya kekerasan terhadap anak, menurut dia, menunjukkan bahwa keluarga gagal dalam membina anak. Ia mencontohkan kasus orang tua yang membakar anaknya sendiri dan kasus anak usia lima bulan yang dipatahkan kaki tangannya oleh ibu kandung. &#8220;Ini krisis sosial dan tindak kekerasan yang terjadi sudah di luar akal sehat manusia. Pelaku kekerasan adalah mereka yang seharusnya orang-orang yang melindungi,&#8221; kata Aris.</p>
<p>Anak-anak yang rentan menjadi korban kekerasan adalah anak jalanan dan anak yang hidup dalam keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Aris memperkirakan, kasus kekerasan terhadap anak akan terus meningkat selama 2010 melihat jumlah anak terlantar yang semakin tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2006, populasi anak terlantar di Indonesia mencapai 5,4 juta. &#8220;Penting dilakukan untuk memutuskan mata rantai kemiskinan karena tindak kekerasan terhadap anak lebih banyak disebabkan faktor ekonomi,&#8221; ujar Aris.</p>
<p>Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Makmur Sunusi mengatakan, untuk penanganan masalah anak pihaknya mengunakan pendekatan &#8220;dukungan keluarga&#8221; karena dinilai lebih penting untuk mengembalikan peran orang tua. Pendekatan residensial yang dipakai sebelumnya yaitu menyediakan rumah asuh tidak memberikan pengaruh besar. Sebanyak 6.000 rumah yatim terdata di Departemen Sosial namun hanya 27 persen anak-anak yang diasuh benar-benar anak yatim selebihnya adalah anak tidak mampu. &#8220;Pendekatan melalui keluarga yang kita kedepankan cakupannya akan lebih besar dibandingkan rumah asuh,&#8221; katanya.</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</span></strong><strong>  </strong><strong><span style="color:#ff00ff;">Yudhasmara Foundation</span></strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-hak-anak-indonesia/'>a.hak anak indonesia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/x-berita-anak/'>x.berita anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/1-826-kasus-kekerasan-terhadap-anak-hanya-dalam-5-bulan/'>1.826 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Hanya Dalam 5 Bulan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=578&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/07/22/1-826-kasus-kekerasan-terhadap-anak-hanya-dalam-5-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media.vivanews.com/thumbs/66283_kekerasan_anak_di_sekolah_thumb_300_225.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://myhealing.files.wordpress.com/2008/06/childabuseg1109_468x329.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kekerasan Pada Anak Terus Terjadi : Kejam Luar biasa, Ibu Kandung Siksa Anak 5 Bulan</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/06/08/kekerasan-pada-anak-terus-terjadi-kejam-luar-biasa-ibu-kandung-siksa-anak-5-bulan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/06/08/kekerasan-pada-anak-terus-terjadi-kejam-luar-biasa-ibu-kandung-siksa-anak-5-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 09:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[00.indonesia problems]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[h.selamatkan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kandung Siksa Anak 5 Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Pada Anak Terus Terjadi : Kejam Luar biasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Kekerasan Pada Anak Terus Terjadi : Kejam Luar biasa, Ibu Kandung Siksa Anak 5 Bulan Kekerasan pada anak tiada henti-hentinya terjadi pada anak yang tidak berdaya. Sesuai dengan fakta statistik justru pelaku tersering adalah orang terdekat anak seperti orangtua. Hal inilah juga yang dilakukan seorang ibu kandung yang menyiksa anaknya yang berusia 5 bulan sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=576&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Kekerasan Pada Anak Terus Terjadi :</span></h3>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Kejam Luar biasa, Ibu Kandung Siksa Anak 5 Bulan</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.belfasttelegraph.co.uk/multimedia/archive/00096/child_abuse_96481g.jpg" alt="" width="438" height="286" /></h2>
<h2><img class="alignright" src="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2010/06/bayiberumur6bulanbisaberjalantanpabantuan.jpg?w=320&#038;h=292" alt="" width="320" height="292" /></h2>
<p>Kekerasan pada anak tiada henti-hentinya terjadi pada anak yang tidak berdaya. Sesuai dengan fakta statistik justru pelaku tersering adalah orang terdekat anak seperti orangtua. Hal inilah juga yang dilakukan seorang ibu kandung yang menyiksa anaknya yang berusia 5 bulan sehingga beberapa anggota badanya remuk.</p>
<p>Fery, bayi berumur 5 bulan ini tergeletak lemah dalam kondisi mengenaskan di ruang IGD RSUD Koja Jakarta Utara. Fery terbaring dengan kedua tangan dan kakinya patah di beberapa bagian. Bocah malang itu menjadi korban kekerasan ibunya. “Bayi tersebut masuk IGD pukul 10.53 WIB pagi tadi, diantar oleh tiga lelaki yang mengaku tetangga korban,” ujar dokter jaga di IGD RS Koja, dr Hermansyah, di RS Koja, Jakarta Utara.</p>
<p>Menurut Hermansyah, ketiganya membawa bayi merah itu dari rumahnya di Jalan Baru Kampung Kebon Bayem X BMW RT 010/008 Papanggo, Tanjung Priok. “Mungkin para tetangga itu kasihan dengan bayi ini. Atas perhatian tokoh masyarakat, beberapa warga membawa bayi ini ke sini,” jelasnya.</p>
<p><strong>Segera ditangani Tim Dokter</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://bigrogphotography.com/yahoo_site_admin/assets/images/stop-child-abuse7.18564642.jpg" alt="" width="319" height="480" /></p>
<p>Berdasarkan hasil rontgent dan keterangan dokter spesialis tulang, Fery mengalami patah tulang. “Beberapa di antaranya berasal dari luka lama,” katanya.</p>
<p>Tim dokter RS Koja, Jakarta Utara, akan lebih dulu memfokuskan perawatan terhadap Ferry, bayi lima bulan yang dianiaya ibunya, dengan pembenahan pada sejumlah tulang kaki dan tangannya yang patah. Kondisi kesadaran Ferry saat ini masih cukup baik. “Kalau kondisi umumnya, kami nilai general. Kesadarannya masih cukup bagus. Tidak demam dan stabil. Hanya memang ada patah tulang di beberapa lokasi,” kata Arsanto, dokter spesialis ortopedi RS Koja.</p>
<p>Ia mengatakan, tim dokter saat ini tengah mengupayakan penyambungan beberapa tulang Ferry yang patah. Menurut Arsanto, pembenahan patah tulang ini akan memakan waktu beberapa pekan. “Untuk anak-anak biasanya kondisi pemulihan tulangnya lebih cepat,” ujarnya. Secara umum, kata Arsanto, luka yang dialami Ferry berasal dari kekerasan benda tumpul. Sementara beberapa luka sobek ataupun lecet masih belum bisa diidentifikasi. “Itu masih belum bisa dipastikan penyebabnya,” tuturnya</p>
<p>Menurut keterangan Fery sering disiksa oleh ibunya sendiri Yani (32) di rumah kontrakannya. “Kalau mukulin anaknya dia selalu menutup pintu. Dia selalu memukul anaknya setiap magrib,” ujar salah seorang tetangga Yani, Yatminah.</p>
<p>Yatminah menceritakan, Yani  menitipkan Fery sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi. Saat digendong, tangan Fery langsung lemah seperti tidak mempunyai tulang. “Saya kaget, langsung saya tanya kepada Yani. Kenapa anak kamu Yan, kok begini. Tapi Yani bilang ya udah jangan cerewet saya titip dulu, saya mau pergi,” jelasnya.</p>
<p>Melihat kejadian tersebut, Yatminah langsung meunjukkan tangan dan kaki Fery yang telah patah kepada warga sekitar. “Kedua tangan Feri sudah berputar, seperti pernah dipelintir. Akhirnya warga langsung memutuskan untuk ke rumah sakit,” katanya. Selama ini, Yani diketahui tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mengetahui siapa suami Yani. “Sepertinya dia tak punya suami, dan juga tak punya pekerjaan,” paparnya Meski begitu, para tetangga belum pernah melihat secara langsung Yani menyiksa anaknya. “Kita enggak tau apakah dibanting atau dipukul, kita enggak pernah lihat. Yang jelas kedua anaknya menjerit-jeritan dan terdengar juga suara pukulan,” tandasnya.</p>
<p>Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Utara, AKP Tri Pamudjiningsih, Yani ditangkap pada Jumat 4 Juni malam lalu dan langsung dijadikan tersangka penganiayaan anaknya. Saat ditanya, imbuh Tri, Yani hanya senyum-senyum. “Nah ini kita belum tahu karena waktu ditanya dia cuma senyam-senyum, kadang diam. Kemungkinan dia depresi. Tapi untuk lebih memastikan apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak hari Senin (hari ini) kita akan datangkan ahli psikiater untuk memeriksa kejiwaan dia,” jelas Tri saat dihubungi wartawan.</p>
<p>Sementara tentang Fery, pihaknya sudah menyiapkan rumah aman bagi bayi berumur 5 bulan itu bila sudah keluar dari rumah sakit. “Tapi kita harus koordinasikan dulu dengan Pak RT-nya,” tandasnya.</p>
<p><strong>Ditahan Polisi</strong></p>
<p>Polisi telah menetapkan Indriyani alias Yani (35) sebagai tersangka kasus penyiksaan terhadap Ferry (5 bulan). Tindakan kekerasan yang dilakukan Yani terhadap Ferry tidak hanya dilakukan satu kali, tetapi berkali-kali. Ia juga melakukan hal itu terhadap dua anaknya yang lain. “Dari pemeriksaan dan keterangan saksi-saksi, tersangka memang kerap melakukan penyiksaan terhadap anaknya,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Rudi Sufahriyadi saat memberikan keterangan pers di Mapolrestro Jakarta Utara, Senin.</p>
<p>Selain Ferry, kata Rudi, Yani juga memiliki dua anak lainnya. Satu anak perempuan berusia lima tahun bernama Icha dan satu lagi anak laki-laki berusia 12 tahun. “Icha saat ini sudah ditempatkan di safe house rumah penampungan anak. Sementara itu, satu lagi hingga kini belum diketahui keberadaan maupun identitasnya. Ia diduga menjadi anak jalanan,” kata dia.</p>
<p>Perilaku kekerasan Yani terhadap ketiga anaknya itu terungkap dari keterangan saksi yang merupakan tetangga-tetangga Yani. Rudi mengatakan, para tetangga Yani kerap melihat Yani menyiksa anak-anaknya. “Tetangganya pernah melihat Icha dipukuli pakai ember,” kata dia.</p>
<p>Akibat tindakannya itu, Yani kemudian dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman 10 tahun penjara. Selain itu, dia juga dikenakan Pasal 80 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman tujuh tahun penjara. “Tersangka saat ini masih terus kami periksa. Juga akan diperiksa kondisi kejiwaannya,” ujar Rudi Sufahriyadi.</p>
<p><strong>Ibunya Bantah Menyiksa</strong></p>
<p>Indriyani alias Yani (35), membantah telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya Ferry yang masih berusia lima bulan. Saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara, Yani mengatakan hanya menggendong-gendong Ferry. “Ya hanya dibawa jalan-jalan saja. Digendong-gendong begitu,” kata Yani saat ditanyai wartawan.</p>
<p>Namun, keterangan yang diberikan Yani ini berbelit-belit. Ia terkesan tidak memberikan penjelasan yang logis lantaran tidak bisa menjelaskan penyebab patah tulang dan luka bekas penganiayaan di tubuh Ferry. “Enggak tahu. Mungkin dia alergi saya gendong kali. Makanya jadi patah. Enggak dibanting, kalau itu kan sakit,” katanya agak linglung.  Yani juga mengaku sangat menyayangi Ferry sehingga tidak mungkin ia melakukan penyiksaan seperti yang dituduhkan. “Ya saya sayang sama dia,” ujarnya dengan raut muka yang datar. </p>
<p>Keterangan yang diberika Yani ini pun kerap berubah-ubah. Kepada wartawan ia sempat mengiyakan jika bayinya bernama Ferry. Namun kemudian dia mengatakan Ferry sebenarnya bernama Abdul Haris</p>
<p>Dari berbagai sumber</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</span></strong><strong>  </strong><strong><span style="color:#ff00ff;">Yudhasmara Foundation</span></strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/00-indonesia-problems/'>00.indonesia problems</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/h-selamatkan-bayi/'>h.selamatkan bayi</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/ibu-kandung-siksa-anak-5-bulan/'>Ibu Kandung Siksa Anak 5 Bulan</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/kekerasan-pada-anak-terus-terjadi-kejam-luar-biasa/'>Kekerasan Pada Anak Terus Terjadi : Kejam Luar biasa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=576&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/06/08/kekerasan-pada-anak-terus-terjadi-kejam-luar-biasa-ibu-kandung-siksa-anak-5-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.belfasttelegraph.co.uk/multimedia/archive/00096/child_abuse_96481g.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2010/06/bayiberumur6bulanbisaberjalantanpabantuan.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://bigrogphotography.com/yahoo_site_admin/assets/images/stop-child-abuse7.18564642.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : Photo of Child War Victim, Foto dan Fakta Mengerikan Tentang Anak Korban Perang</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/28/save-our-children-photo-of-child-war-victim-foto-dan-fakta-mengerikan-tentang-anak-korban-perang/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/28/save-our-children-photo-of-child-war-victim-foto-dan-fakta-mengerikan-tentang-anak-korban-perang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 01:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[00.SAVE OUR CHILDREN]]></category>
		<category><![CDATA[01.save child rights]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[PHOTO-IMAGES INDONESIAN CHILDREN]]></category>
		<category><![CDATA[Foto dan Fakta Mengerikan Tentang Anak Korban Perang]]></category>
		<category><![CDATA[SAVE OUR CHILDREN : Photo of Child War Victim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Photo of Child War Victim : Foto dan Fakta Mengerikan Tentang Anak Korban Perang Kejamnya Dunia Untuk Anak Tak Berdaya     No more wars, no more bloodshed&#8230; OOO God please give us peace.. I dream of giving birth to a child who will ask: &#8220;Mother, what was war?&#8221; Hooo cant even see this photo&#8230; Perang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=571&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;">Photo of Child War Victim :</h3>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Foto dan Fakta Mengerikan Tentang Anak Korban Perang</span></h2>
<h4 style="text-align:center;">Kejamnya Dunia Untuk Anak Tak Berdaya</h4>
<h2 style="text-align:center;"><img src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/01/child-war-victim.jpg?w=384&#038;h=221" alt="" width="384" height="221" /></h2>
<h2><img src="http://maskub.files.wordpress.com/2009/10/palestine-boy-tank.jpg?w=483&#038;h=432" alt="" width="483" height="432" /></h2>
<h2><img src="http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01213/child-gaza_1213364c.jpg" alt="" width="460" height="288" /></h2>
<h2><img src="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2009/1/9/1231503486874/Israel-Continues-Attacks--001.jpg" alt="" width="460" height="276" /></h2>
<h2><img src="http://thewe.cc/thewe_/images_5/____/us_israel_attacks_on_palestine_over_years/child_killed_during_february_march_us_israel_massacres_2008.jpe" alt="" width="485" height="361" /></h2>
<h2><img src="http://1.bp.blogspot.com/_zvCLjsWq_UU/SX4xW4oVyZI/AAAAAAAABFE/UX2e4npwRDs/s320/israel+war+crimes+burned+child.php" alt="" width="320" height="311" /></h2>
<h2><img src="http://www.stolenchildhood.net/images/israel_lebanon_war_lebanon_children.jpg" alt="" width="445" height="341" /></h2>
<h2><img src="http://nimg.sulekha.com/others/thumbnailfull/mideast-israel-gaza-war-2009-9-9-2-40-32.jpg" alt="" width="341" height="480" /></h2>
<h2><img src="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2009/1/9/1231492008140/The-body-of-a-child-is-re-001.jpg" alt="" width="460" height="276" /></h2>
<h2><img src="http://1.bp.blogspot.com/_ECVO8_PcmSY/SY1qf_6mQtI/AAAAAAAAFhY/ucUFBF3PEXI/s400/Children.jpg" alt="" width="479" height="352" /></h2>
<h2><img src="http://z.about.com/d/middleeast/1/0/u/3/-/-/0106-collateral.jpg" alt="" width="476" height="337" /></h2>
<h2><img src="http://sabbah.biz/mt/wp-content/uploads/2009/10/gaza-children-israel-war-crimes.jpg" alt="" width="474" height="587" /></h2>
<h2><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2006/08/bedouinmanAFP020806_228x302.jpg" alt="" width="472" height="528" /></h2>
<h2><img src="http://www.vtjp.org/images/_29581_Gaza_child.jpg" alt="" width="469" height="557" /></h2>
<h2><img src="http://www.thewe.cc/thewei/_/images10/palestine/children_try_to_avoid_israel_attack.jpe" alt="" width="480" height="316" /></h2>
<h2><img src="http://www.palestinemonitor.org/spip/local/cache-vignettes/L313xH400/child_arrested-72d76.jpg" alt="JPG - 30.3 kb" width="482" height="520" /></h2>
<h2><img src="http://12for12k.org/wp-content/uploads/2009/01/001-0210102958-war-child-burns.jpg" alt="" width="487" height="340" /></h2>
<h2><img src="http://i199.photobucket.com/albums/aa35/stinkingbadges2/ChildSoldierUgandadpasm.jpg" alt="" width="300" height="365" /></h2>
<h2><img src="http://www.thepeoplesvoice.org/TPV3/media/blogs/blog/14/iraq_children_tortured_66.JPG" alt="" width="264" height="282" /></h2>
<h2><img src="http://children.foreignpolicyblogs.com/files/2007/06/bnw-carlisle-umunna-nigeria-biafra-war-child-casualty-3.jpg" alt="" width="341" height="480" /></h2>
<h2><img src="http://taiyak.files.wordpress.com/2009/02/guns1.jpg?w=310&#038;h=286" alt="" width="310" height="286" /></h2>
<h2><img src="http://student.ccbcmd.edu/cbc/images/cbc_childsold1.jpg" alt="" width="477" height="350" /></h2>
<h2><img src="http://thesituationist.files.wordpress.com/2007/06/iraqi-child-covering-eyes.jpg?w=483&#038;h=330" alt="" width="483" height="330" /></h2>
<h2><img src="http://12for12k.org/wp-content/uploads/2009/01/iraq-war-child.jpg" alt="" width="478" height="315" /></h2>
<h2><img src="http://www.israelnewsagency.com/Child_snipers.gif" alt="" width="478" height="328" /></h2>
<h2><img src="http://www.independent.co.uk/multimedia/archive/00164/Pg-04-iraq-getty_164976s.jpg" alt="" width="483" height="365" /></h2>
<h2><img src="http://hassassin7.files.wordpress.com/2008/12/israel-palestine-conflict.jpg?w=480&#038;h=359" alt="" width="480" height="359" /></h2>
<h2><img src="http://hassassin7.files.wordpress.com/2008/12/palestine.jpg?w=483&#038;h=370" alt="" width="483" height="370" /></h2>
<h2><img src="http://i469.photobucket.com/albums/rr59/subterfuge58/free_palestine.jpg" alt="" width="483" height="462" /></h2>
<h2><img src="http://abdulhalim709.files.wordpress.com/2009/05/palestine.jpg?w=500" alt="" /></h2>
<h2><img src="http://oybay.files.wordpress.com/2007/03/oppression-in-palestine.jpg?w=483&#038;h=397" alt="" width="483" height="397" /></h2>
<h2><img src="http://www.19fdesign.com/wp-content/uploads/2009/01/samiyusuf-gaza-newsong-free.jpg" alt="" width="350" height="442" /></h2>
<h2><img src="http://sangbintang.files.wordpress.com/2009/01/grief-palestine.jpg?w=494&#038;h=368" alt="" width="494" height="368" /></h2>
<h2><img src="http://www.darkgovernment.com/images/war-child.jpg" alt="" width="490" height="358" /></h2>
<h2><img src="http://theheretik.typepad.com/the_heretik/images/child_of_war_life_in_death_053005.jpg" alt="" width="356" height="356" /></h2>
<h2><img src="http://raymondkasinganeti.files.wordpress.com/2009/05/child-soldier.jpeg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></h2>
<h2><img src="http://blogs.reuters.com/africanews/files/2009/06/child-soldiers.jpg" alt="" width="296" height="448" /></h2>
<h2><img src="http://boes.org/child/russia/images/chechnyachild3.jpg" alt="" width="420" height="309" /></h2>
<h2><img src="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSGzvzDI/AAAAAAAABwU/_2wwvJxvYm4/s400/war-and-children-16.jpg" alt="" width="400" height="273" /></h2>
<p> </p>
<h2> </h2>
<p>No more wars, no more bloodshed&#8230;<br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSPzDJ6I/AAAAAAAABwc/7jTt4DRFZAM/s1600-h/war-and-children-08.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSPzDJ6I/AAAAAAAABwc/7jTt4DRFZAM/s400/war-and-children-08.jpg" border="0" alt="No war" /></a><br />
OOO God please give us peace..<br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSGzvzDI/AAAAAAAABwU/_2wwvJxvYm4/s1600-h/war-and-children-16.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSGzvzDI/AAAAAAAABwU/_2wwvJxvYm4/s400/war-and-children-16.jpg" border="0" alt="No war" /></a><br />
I dream of giving birth to a child who will ask: &#8220;Mother, what was war?&#8221;<br />
<a href="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaORYdr7bI/AAAAAAAABwM/wTQOvw53lis/s1600-h/war-and-children-18.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaORYdr7bI/AAAAAAAABwM/wTQOvw53lis/s400/war-and-children-18.jpg" border="0" alt="No war" /></a><br />
Hooo cant even see this photo&#8230;<br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaORKGNEBI/AAAAAAAABwE/ZFPERrNWPvI/s1600-h/war-and-children-20.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaORKGNEBI/AAAAAAAABwE/ZFPERrNWPvI/s400/war-and-children-20.jpg" border="0" alt="No war" width="468" height="446" /></a></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNloRV8NI/AAAAAAAABv0/_D_F5bVUsJ0/s1600-h/war-and-children-12.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNloRV8NI/AAAAAAAABv0/_D_F5bVUsJ0/s400/war-and-children-12.jpg" border="0" alt="No war" width="472" height="361" /></a></p>
<p><img src="http://www.salem-news.com/stimg/may062007/iraq_child350.jpg" alt="" width="350" height="281" /></p>
<p><img src="http://www.cs.mcgill.ca/~rwest/wikispeedia/wpcd/wp/s/Sudan_Child_Soldier_A.jpg" alt="" width="320" height="480" /></p>
<p><img src="http://www.rawa.org/temp/runews/data/upimages/child_soldier.jpg" alt="" width="400" height="292" /></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNlHA8PtI/AAAAAAAABvs/nxTflHe_QWw/s1600-h/war-and-children-10.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNlHA8PtI/AAAAAAAABvs/nxTflHe_QWw/s400/war-and-children-10.jpg" border="0" alt="No war" width="472" height="491" /></a></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNlHZw2SI/AAAAAAAABvk/8jw62appzaE/s1600-h/war-and-children-09.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNlHZw2SI/AAAAAAAABvk/8jw62appzaE/s400/war-and-children-09.jpg" border="0" alt="No war" width="472" height="391" /></a></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNkoDM0kI/AAAAAAAABvc/p_9WwaF-4B8/s1600-h/No+War.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNkoDM0kI/AAAAAAAABvc/p_9WwaF-4B8/s400/No+War.jpg" border="0" alt="No war" width="471" height="499" /></a></p>
<p><img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:P_Y0v6frZYzILM::www.palestinemonitor.org/spip/local/cache-vignettes/L500xH352/al_khalil_38_israeli_soldiers_detained_palestinians_at_their_home_june_10_2003_photo_by-e6f6a.jpg&amp;t=1&amp;h=188&amp;w=268&amp;usg=__RMml7DSh0PdelxWK3N5R9-wptz0=" alt="" width="467" height="329" /></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNkCmT4oI/AAAAAAAABvU/uB-oQeaIXgA/s1600-h/war-and-children-05.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNkCmT4oI/AAAAAAAABvU/uB-oQeaIXgA/s400/war-and-children-05.jpg" border="0" alt="No war" width="472" height="326" /></a></p>
<p>Perang, di belahan dunia mana pun, senantiasa menimbulkan akibat yang mengerikan dan menjadi pilihan terakhir yang seharusnya dihindari meski ada pihak-pihak yang tengah bersengketa tak juga mencapai kata sepakat.</p>
<p>Seolah kita tak pernah belajar dari sejarah ketika bangsa di dunia ini sudah mengklaim sebagai bangsa yang beradab, ternyata perang tetap berkobar di sejumlah tempat. Dan yang terasa menyesakkan adalah ketika anak- anak yang harus ikut menanggung dosa dan kesalahan elite politik yang haus darah.</p>
<p>Di pengujung akhir tahun 2008, perang pecah di Jalur Gaza. Serangan brutal Israel ke wilayah Gaza terus berlanjut. Lebih dari 700 gempuran yang mereka lakukan menyebabkan 436 warga Palestina tewas, termasuk 75 anak-anak. Sedikitnya 2.290 orang cedera. Dari Gaza, milisi Hamas juga tak mau kalah, mereka membalas serangan Israel dengan melepas sekitar 500 roket ke wilayah Israel dan menewaskan empat warga sipil.</p>
<p>Perang senantiasa dikutuk bukan karena di sana kekerasan hadir tanpa kompromi dan darah manusia dihalalkan, tetapi karena korban pertama yang paling menderita akibat perang tak pelak adalah anak-anak dan warga sipil pada umumnya. Hati siapa yang tak miris ketika menyaksikan foto mayat anak-anak yang bergelimpangan akibat gempuran rudal musuh dan tatapan mata yang kosong dari anak-anak yang kebingungan karena tiba-tiba harus kehilangan orangtua dan sanak keluarganya akibat serangan bom atau tembakan peluru tajam.</p>
<p><strong>Makin meningkat</strong></p>
<p>Dalam dua dasawarsa terakhir dilaporkan, puluhan juta anak hidup menderita dan bahkan tewas akibat peperangan yang berkecamuk di sejumlah negara. Akibat perang yang tak kunjung usai, korban warga sipil dari tahun ke tahun makin meningkat, khususnya anak-anak. Menurut laporan Unicef (1996), pada Perang Dunia I, korban warga sipil semula hanya 14 persen, pada Perang Dunia II melonjak hingga 70 persen, dan pada tahun 1990 korban perang dari warga sipil naik menjadi 90 persen.</p>
<p>Anak-anak yang semestinya memiliki hak untuk tumbuh kembang secara wajar ketika perang berkecamuk seluruh hak mereka bukan saja ditelantarkan, tetapi tak jarang bahkan dilanggar begitu saja tanpa sedikit pun ada rasa belas kasihan. Perang, apa pun alasannya, adalah sebuah tindak kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hak- hak anak yang paling brutal.</p>
<p>Di sejumlah negara yang terjerumus dalam peperangan, risiko yang sangat mencemaskan namun selalu tak terhindarkan menimpa anak-anak yang tinggal di daerah konflik bersenjata. Selain kecacatan dan kehilangan nyawa adalah trauma, dan bahkan risiko anak-anak yang tak berdosa itu menjadi korban eksploitasi untuk terlibat langsung dalam proyek balas dendam yang tak kunjung usai.</p>
<p><strong>Tentara anak</strong></p>
<p>Fenomena anak-anak yang terlibat sebagai tentara anak adalah kasus yang sudah lama menjadi keprihatinan dunia internasional, tetapi hingga kini jumlahnya tak juga berkurang. Setiap kali konflik senjata pecah dan bom-bom dijatuhkan ke wilayah musuh, maka detik itu pula akan muncul anak-anak yang jiwanya terluka: yang siap ikut mengangkat senjata membalas dendam membunuh lawan karena telah merenggut nyawa orang- orang yang mereka cintai. Bisa dibayangkan, apa yang berkecamuk di benak anak-anak korban perang itu ketika segala sesuatunya tiba-tiba hilang.</p>
<p>Anak-anak korban perang niscaya akan tumbuh dengan jiwa yang terluka, dijejali dengan setumpuk dendam kesumat yang tak akan hilang kapan pun. Pengalaman telah banyak membuktikan bahwa anak-anak korban perang biasanya tumbuh menjadi tentara anak yang menakutkan: mereka bahkan tak jarang menjadi bagian dari pasukan berani mati yang rela bunuh diri asalkan memperoleh kepuasan karena berhasil membunuh lawan yang telah merenggut nyawa orangtua, teman, dan orang-orang yang mereka cintai.</p>
<p>Selain menimbulkan kematian, tak sekali-dua kali perang juga menimbulkan kecacatan fisik yang permanen, luka batin yang mendalam, dan harga diri yang terkoyak. Perang yang terjadi di Bosnia-Herzegovina dan Kroasia, Banglades, Kamboja, Haiti, Siprus, Rwanda, Somalia, Uganda, dan di mana pun telah banyak membuktikan bagaimana nasib anak-anak korban perang.</p>
<p>Anak-anak korban perang niscaya akan terlunta-lunta, kelangsungan hidupnya terganggu, bahkan yang mengerikan adalah ketika sebagian anak-anak perempuan kemudian juga menjadi korban efek samping perang: mereka diperkosa tentara musuh sebagai tanda penundukan sekaligus senjata untuk melakukan tekanan untuk mendemoralisasi semangat lawan.</p>
<p>Menurut kesepakatan internasional, perang jika memang harus terjadi atau tidak lagi terhindarkan, maka anak-anak sesungguhnya mutlak harus dipastikan tidak menjadi korban situasi. Akan tetapi, yang ironis, di kalangan bangsa-bangsa yang mengaku paham hak asasi manusia dan mengklaim sebagai bangsa yang bermoral ternyata yang mereka lebih kedepankan tampaknya adalah kepentingan yang sifatnya pragmatis, harga diri yang terlalu egois, dan arogansi.</p>
<p>Alih-alih bersedia memilih jalan damai atau minimal menyelesaikan sengketa lewat jalur dialog, tidak sedikit pemimpin negara di dunia ini ternyata lebih memilih perang sebagai jawaban atas ketidaksabaran dan rasa superordinasi. Bahkan, tidak jarang terjadi, agama pun kemudian menjadi dasar pembenar ditempuhnya jalan perang untuk menghilangkan musuh atau legitimasi untuk membela harga diri dan dalih demi kepentingan agama masing-masing pihak yang bersengketa.</p>
<p>Bagi anak-anak yang menjadi korban perang, situasi konflik yang hadir di sekitar mereka bahkan bukan tidak mungkin justru menjadi proses pembelajaran dan bentuk sosialisasi tindak kekerasan yang paling masif dan mengindoktrinasi. Menangani anak-anak yang menjadi korban perang dengan bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan untuk merehabilitasi luka-luka fisik, benar untuk jangka pendek memang diperlukan.</p>
<p>Tetapi, lebih dari sekadar penanganan yang sifatnya darurat-penyelamatan, bagi anak- anak yang menjadi korban perang justru pertolongan yang paling dibutuhkan adalah bagaimana kita semua mampu merekonstruksi kembali sejarah kelam yang mereka baru lalui dan segera belajar bahwa perang adalah cara biadab yang sama sekali harus dihindari untuk mencegah tumbuhnya benih-benih peperangan dan kekerasan di masa yang akan datang.</p>
<p><strong>Audi Yudhasmara</strong></p>
<p><strong>KORSAVE INDONESIAN CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/00-save-our-children/'>00.SAVE OUR CHILDREN</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/01-save-child-rights/'>01.save child rights</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/photo-images-indonesian-children/'>PHOTO-IMAGES INDONESIAN CHILDREN</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/foto-dan-fakta-mengerikan-tentang-anak-korban-perang/'>Foto dan Fakta Mengerikan Tentang Anak Korban Perang</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/save-our-children-photo-of-child-war-victim/'>SAVE OUR CHILDREN : Photo of Child War Victim</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/571/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=571&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/28/save-our-children-photo-of-child-war-victim-foto-dan-fakta-mengerikan-tentang-anak-korban-perang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/01/child-war-victim.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://maskub.files.wordpress.com/2009/10/palestine-boy-tank.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01213/child-gaza_1213364c.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2009/1/9/1231503486874/Israel-Continues-Attacks--001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://thewe.cc/thewe_/images_5/____/us_israel_attacks_on_palestine_over_years/child_killed_during_february_march_us_israel_massacres_2008.jpe" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_zvCLjsWq_UU/SX4xW4oVyZI/AAAAAAAABFE/UX2e4npwRDs/s320/israel+war+crimes+burned+child.php" medium="image" />

		<media:content url="http://www.stolenchildhood.net/images/israel_lebanon_war_lebanon_children.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://nimg.sulekha.com/others/thumbnailfull/mideast-israel-gaza-war-2009-9-9-2-40-32.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2009/1/9/1231492008140/The-body-of-a-child-is-re-001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_ECVO8_PcmSY/SY1qf_6mQtI/AAAAAAAAFhY/ucUFBF3PEXI/s400/Children.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://z.about.com/d/middleeast/1/0/u/3/-/-/0106-collateral.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://sabbah.biz/mt/wp-content/uploads/2009/10/gaza-children-israel-war-crimes.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2006/08/bedouinmanAFP020806_228x302.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.vtjp.org/images/_29581_Gaza_child.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.thewe.cc/thewei/_/images10/palestine/children_try_to_avoid_israel_attack.jpe" medium="image" />

		<media:content url="http://www.palestinemonitor.org/spip/local/cache-vignettes/L313xH400/child_arrested-72d76.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JPG - 30.3 kb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://12for12k.org/wp-content/uploads/2009/01/001-0210102958-war-child-burns.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i199.photobucket.com/albums/aa35/stinkingbadges2/ChildSoldierUgandadpasm.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.thepeoplesvoice.org/TPV3/media/blogs/blog/14/iraq_children_tortured_66.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://children.foreignpolicyblogs.com/files/2007/06/bnw-carlisle-umunna-nigeria-biafra-war-child-casualty-3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://taiyak.files.wordpress.com/2009/02/guns1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://student.ccbcmd.edu/cbc/images/cbc_childsold1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://thesituationist.files.wordpress.com/2007/06/iraqi-child-covering-eyes.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://12for12k.org/wp-content/uploads/2009/01/iraq-war-child.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.israelnewsagency.com/Child_snipers.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.independent.co.uk/multimedia/archive/00164/Pg-04-iraq-getty_164976s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://hassassin7.files.wordpress.com/2008/12/israel-palestine-conflict.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://hassassin7.files.wordpress.com/2008/12/palestine.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i469.photobucket.com/albums/rr59/subterfuge58/free_palestine.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://abdulhalim709.files.wordpress.com/2009/05/palestine.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://oybay.files.wordpress.com/2007/03/oppression-in-palestine.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.19fdesign.com/wp-content/uploads/2009/01/samiyusuf-gaza-newsong-free.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://sangbintang.files.wordpress.com/2009/01/grief-palestine.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.darkgovernment.com/images/war-child.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://theheretik.typepad.com/the_heretik/images/child_of_war_life_in_death_053005.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://raymondkasinganeti.files.wordpress.com/2009/05/child-soldier.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://blogs.reuters.com/africanews/files/2009/06/child-soldiers.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://boes.org/child/russia/images/chechnyachild3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSGzvzDI/AAAAAAAABwU/_2wwvJxvYm4/s400/war-and-children-16.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSPzDJ6I/AAAAAAAABwc/7jTt4DRFZAM/s400/war-and-children-08.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaOSGzvzDI/AAAAAAAABwU/_2wwvJxvYm4/s400/war-and-children-16.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaORYdr7bI/AAAAAAAABwM/wTQOvw53lis/s400/war-and-children-18.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaORKGNEBI/AAAAAAAABwE/ZFPERrNWPvI/s400/war-and-children-20.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNloRV8NI/AAAAAAAABv0/_D_F5bVUsJ0/s400/war-and-children-12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.salem-news.com/stimg/may062007/iraq_child350.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.cs.mcgill.ca/~rwest/wikispeedia/wpcd/wp/s/Sudan_Child_Soldier_A.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.rawa.org/temp/runews/data/upimages/child_soldier.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNlHA8PtI/AAAAAAAABvs/nxTflHe_QWw/s400/war-and-children-10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNlHZw2SI/AAAAAAAABvk/8jw62appzaE/s400/war-and-children-09.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNkoDM0kI/AAAAAAAABvc/p_9WwaF-4B8/s400/No+War.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:P_Y0v6frZYzILM::www.palestinemonitor.org/spip/local/cache-vignettes/L500xH352/al_khalil_38_israeli_soldiers_detained_palestinians_at_their_home_june_10_2003_photo_by-e6f6a.jpg&#38;t=1&#38;h=188&#38;w=268&#38;usg=__RMml7DSh0PdelxWK3N5R9-wptz0=" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_iTwpjOELp_0/SWaNkCmT4oI/AAAAAAAABvU/uB-oQeaIXgA/s400/war-and-children-05.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">No war</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekerasan Pada Anak Bukti Kegagalan Agama</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kekerasan-pada-anak-bukti-kegagalan-agama/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kekerasan-pada-anak-bukti-kegagalan-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 06:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Pada Anak Bukti Kegagalan Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kekerasan-pada-anak-bukti-kegagalan-agama/</guid>
		<description><![CDATA[Kekerasan Pada Anak, Kekerasan Pada Anak Bukti Kegagalan Pendidikan Agama Rohaniawan Benny Susetyo menilai masih berlangsungnya kekerasan terhadap anak-anak di Indonesia merupakan bukti bahwa peran agama gagal dalam mengatasi masalah ini. Kegagalan terjadi karena menurut Romo Benny selama ini agama hanya mengatur tentang masalah-masalah formalitas seperti soal tata cara beribadah. “Tapi tidak mengingatkan negara untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=569&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><br />
Kekerasan Pada Anak,  <span style="color:#00ff00;"><br />
Kekerasan Pada Anak Bukti Kegagalan Pendidikan Agama </span></span></h2>
<p>Rohaniawan Benny Susetyo menilai masih berlangsungnya kekerasan terhadap anak-anak di Indonesia merupakan bukti bahwa peran agama gagal dalam mengatasi masalah ini.</p>
<p>Kegagalan terjadi karena menurut Romo Benny selama ini agama hanya mengatur tentang masalah-masalah formalitas seperti soal tata cara beribadah. “Tapi tidak mengingatkan negara untuk bertindak menanggapi kasus kekerasan anak,” katanya.</p>
<p>Pandangan Romo Benny mengemuka dalam diskusi panel &#8216;Pelanggaran Hak Anak Terus Meningkat Akankah Kekerasan Terhadap Anak Terus Berlanjut&#8217; di Kantor Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Jalan Tengiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 11 Februari 2010.</p>
<p>Pandangan yang mengatakan bahwa posisi anak Indonesia masih sangat rentan terhadap berbagai tindak kekerasan fisik maupun mental yang dilakukan oleh orang dewasa juga diungkapkan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang juga menjadi pembicara dalam diskusi itu.</p>
<p>Rieke mengatakan bahwa sampai dewasa ini anak masih dianggap sebagai barang hak milik sehingga dia tidak merasa punya eksistensi seperti orang dewasa.</p>
<p>“Sebenarnya peraturan yang melindungi anak sudah ada, tapi implementasi yang tidak jelas,” katanya.</p>
<p>Sementara Direktur Eksekutif CDCC Abdul Mu`ti lebih menyoroti kekerasan anak dalam bentuk eksploitasi di media massa.</p>
<p>Kasus kekerasan menjadi perhatian serius Komnas Perlindungan Anak. Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan sepanjang 2009 Komnas telah menerima pengaduan sebanyak 1.998 kasus kekerasan. 62,7 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual.</p>
<p>Jumlah itu tercatat mengalami peningkatan jika dibandingkan 2008 yang mencapai 1.736 kasus.</p>
<p>Dalam diskusi, Arist mengatakan yang lebih ironis kekerasan terhadap anak Indonesia justru terjadi di lingkungan terdekat, yakni rumah, sekolah, dan lingkungan sosial.<br />
<a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><img class="alignleft" title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></a><strong>Audi Yudhasmara</strong></p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;">Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-hak-anak-indonesia/'>a.hak anak indonesia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/kekerasan-pada-anak-bukti-kegagalan-agama/'>Kekerasan Pada Anak Bukti Kegagalan Agama</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=569&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kekerasan-pada-anak-bukti-kegagalan-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Kekerasan Anak di Bali Meningkat</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kasus-kekerasan-anak-di-bali-meningkat/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kasus-kekerasan-anak-di-bali-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 06:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Kekerasan Anak di Bali Meningkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kasus-kekerasan-anak-di-bali-meningkat/</guid>
		<description><![CDATA[Kasus Kekerasan Anak di Bali Meningkat Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Bali mengalami peningkatan. Data ini tercatat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bali. Disampaikan Ketua KPAID Bali, Anak Agung Sri Wahyuni, jumlah kasus anak meningkat dari tahun sebelumnya baik itu yang berkaitan dengan kekerasan fisik maupun seksual. Selama tahun 2009 tercatat ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=567&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Kasus Kekerasan Anak di Bali   <span style="color:#00ff00;">Meningkat </span></span></h2>
<p>Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Bali mengalami peningkatan. Data ini tercatat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bali.</p>
<p>Disampaikan Ketua KPAID Bali, Anak Agung Sri Wahyuni, jumlah kasus anak meningkat dari tahun sebelumnya baik itu yang berkaitan dengan kekerasan fisik maupun seksual. Selama tahun 2009 tercatat ada 132 anak. </p>
<p>&#8220;Kasus kekerasan seksual di Bali mencapai 46 kasus, yang enam diantaranya terjadi di wilayah Denpasar,&#8221; kata Wahyuni, Sabtu, 20 Februari 2010. </p>
<p>Di tahun 2008 saja, untuk kasus kekerasan fisik di kalangan anak-anak sebanyak 25 kasus yang empat kasus adalah tergolong kekerasan seksual.</p>
<p>Namun jumlah ini di tahun 2010 baru berjalan dua bulan saja ada tiga kasus yang masuk dan sudah dalam penanganan pihak kepolisian. &#8220;Untuk menyikapi tren ini maka dari keluarga terutama para orangtua dapat menjadi pengawas yang utama. Sekolah hanya lembaga pendidikan yang sifatnya sebagai penambah pengetahuan dan mengingatkan saja,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kasus kekerasan menimpa anak ini juga terus berkembang, apalagi dengan majunya sistem komunikasi dalam jejaring sosial yang menurutnya harus diwaspadai. &#8220;Sudah banyak yang menjadi korban akibat facebook, khususnya anak-anak di bawah umur. Orangtua jangan sampai lengah,&#8221; pesan dia. </p>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><img class="alignleft" title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></a><strong>Audi Yudhasmara</strong></p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;">Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-hak-anak-indonesia/'>a.hak anak indonesia</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/kasus-kekerasan-anak-di-bali-meningkat/'>Kasus Kekerasan Anak di Bali Meningkat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=567&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/05/07/kasus-kekerasan-anak-di-bali-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengabaian Hak Anak Paling Parah : Anak 4 Tahun Merokok Sebungkus Perhari dan Dieksploitasi Jadi tontonan saat Berkata Kotor dengan Fasih</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/04/02/pengabaian-hak-anak-paling-parah-anak-4-tahun-merokok-sebungkus-perhari-dan-dieksploitasi-jadi-tontonan-saat-berkata-kotor-dengan-fasih/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/04/02/pengabaian-hak-anak-paling-parah-anak-4-tahun-merokok-sebungkus-perhari-dan-dieksploitasi-jadi-tontonan-saat-berkata-kotor-dengan-fasih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 23:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[d.bahaya rokok-narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[f.ancaman pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabaian Hak Anak Paling Parah : Anak 4 Tahun Merokok Sebungkus Perhari dan Dieksploitasi Jadi tontonan saat Berkata Kotor dengan Fasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Pengabaian Hak Anak Paling Parah Anak 4 Tahun Merokok Sebungkus Perhari dan Dieksploitasi Jadi tontonan saat Berkata Kotor dengan Fasih   Semua orang tua seharusnya prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami beberapa intervensi kekerasan dan pengabaian hak anak sekaligus. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=562&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Pengabaian Hak Anak Paling Parah</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">Anak 4 Tahun Merokok Sebungkus Perhari dan Dieksploitasi Jadi tontonan saat Berkata Kotor dengan Fasih</span></h2>
<h2>
<div><!-- Insert the movies or images here, wrap in a div for more control --> </p>
<div id="imgFrame"><a name="&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://i44.tinypic.com/2rhab6c.jpg&quot; mce_href=&quot;http://i44.tinypic.com/2rhab6c.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;View Raw Image&lt;/a&gt;" href="http://i44.tinypic.com/2rhab6c.jpg"><img title="Click for a larger view" src="http://i44.tinypic.com/2rhab6c.jpg" alt="" width="516" height="339" /></a></div>
</div>
</h2>
<p>Semua orang tua seharusnya prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami beberapa intervensi kekerasan dan pengabaian hak anak sekaligus.</p>
<p>Pengabaian hak anak yang utama adalah pengabaian hak tentang kesehatan anak. Dalam usia 4 tahun ternyata anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan mendapatkan kesehatan yang optimal ternyata mendapatkan tindakan pembiaran merokok bahkan sampai sebungkus perhari. Dapat dibayangkan dampak buruk bagi kesehatan dan nyawa anak itu.<br />
D samping itu anak tersebut dengan fasihnya mengucapkan kata-kata kotor seperti tidak berdosa. Pengabaian yang terjadi dalam hal ini adalah anak tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan berbudaya.<br />
Yang lebih tragis keadaan yang memprihatinkan tersebut seperti dijadikan komodiitas untuk tontonan dan kesenangan orang dewasa, seakan tanpa menyadari kondisi buruk yang menimpa anak tersebut.</p>
<p>Video yang memperlihatkan SW sedang merokok dan berbicara kotor muncul di Youtube dengan ‘Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!’. Di dalam video berdurasi 3.29 detik itu, SW tampak menjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya.</p>
<p>SW tampak sangat fasih merokok. Buktinya, balita itu bisa mengeluarkan asap rokok dengan bentuk menyerupai cincin. SW juga sangat lugas menyebut alat kelamin perempuan dan laki-laki. Sementara sejumlah orang dewasa di sekitarnya tertawa terbahak-bahak.</p>
<p><strong>Yang Bertanggung Jawab</strong></p>
<p>Bila sudah terjadi seperti ini sulit untuk menuding siapa yang paling bertanggung jawab atas eksloatasi dan pengabaian hak anak yang demikian parah terhadap anak itu. Dalam keadaan demikan siapapun yang ada di lingkungan dan siapapun yang pernah melihatnya ikut bertanggung jawab secara moral. Siapapun orang yang punya akses terhadap lingkungannya baik orang tua, tetangga, ketua RT, Polisi atau bahkan kita yang jauhdarinya harus berupaya menghentikan dan merehabilitasi berbagai dampak psikis dan fisik yang sudah terjadi.</p>
<p><img src="http://goodhealth.freeservers.com/Child_save_us_from_tobacco.jpg" alt="" width="488" height="364" /></p>
<p>Dr Widodo Judarwanto SpA<br />
SAVE OUR CHILDREN<br />
KORAN ANAK INDONESIA</p>
<br />Filed under: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/a-selamatkan-hak-anak/'>a.selamatkan hak anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/b-kekerasan-pada-anak/'>b.kekerasan pada anak</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/d-bahaya-rokok-narkoba/'>d.bahaya rokok-narkoba</a>, <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/category/f-ancaman-pornografi/'>f.ancaman pornografi</a> Tagged: <a href='http://saveindonesianchildren.wordpress.com/tag/pengabaian-hak-anak-paling-parah-anak-4-tahun-merokok-sebungkus-perhari-dan-dieksploitasi-jadi-tontonan-saat-berkata-kotor-dengan-fasih/'>Pengabaian Hak Anak Paling Parah : Anak 4 Tahun Merokok Sebungkus Perhari dan Dieksploitasi Jadi tontonan saat Berkata Kotor dengan Fasih</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/562/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=562&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/04/02/pengabaian-hak-anak-paling-parah-anak-4-tahun-merokok-sebungkus-perhari-dan-dieksploitasi-jadi-tontonan-saat-berkata-kotor-dengan-fasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i44.tinypic.com/2rhab6c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Click for a larger view</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodhealth.freeservers.com/Child_save_us_from_tobacco.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lindungi Anak Jalanan dari Ancaman Pedofilia</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/lindungi-anak-jalanan-dari-ancaman-pedofilia/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/lindungi-anak-jalanan-dari-ancaman-pedofilia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[c.pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[e.ancaman pedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[f.ancaman pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Lindungi Anak Jalanan dari Ancaman Pedofilia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/lindungi-anak-jalanan-dari-ancaman-pedofilia/</guid>
		<description><![CDATA[Lindungi Anak Jalanan dari Ancaman Pedofilia   Kekerasan khususnya kekerasan seksual terhadap anak tidak henti-hentinya terjadi, Babe alias Bahekuni (48 tahun) mengaku telah membunuh 8 anak jalanan, hampir semua dimutilasi setelah sebelumnya semua menjadi korban pedofilia. Kasus yang sangat biadab ini semakin membuka mata masyarakat, bahwa kekerasan terhadap anak tampaknya semakin mengancam dan lebih kompleks. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=558&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Lindungi Anak Jalanan dari Ancaman Pedofilia</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"> </span><br />
<img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:nmqAJL_lX0H_6M::&amp;t=1&amp;usg=__aFT9ZTLcbZBFtmIHtuHYR8sCxqk=" alt="" width="368" height="295" /></h2>
<p>Kekerasan khususnya kekerasan seksual terhadap anak tidak henti-hentinya terjadi, Babe alias Bahekuni (48 tahun) mengaku telah membunuh 8 anak jalanan, hampir semua dimutilasi setelah sebelumnya semua menjadi korban pedofilia. Kasus yang sangat biadab ini semakin membuka mata masyarakat, bahwa kekerasan terhadap anak tampaknya semakin mengancam dan lebih kompleks. Lebih miris lagi kasus ini adalah pengulangan kasus serupa, yaitu kekejaman Robot Gedeg. Kasus Babe itu hampir menyamai &#8220;keganasan&#8221; si Robot Gedek pada pertengahan tahun sembilan puluhan. Yang paling mengenaskan semua korbannya anak jalanan, yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi, sosial atau tidak terpenuhi hak dan kelangsungan hidupnya seperti anak Indonesia lainnya.</p>
<p>Pedofilia</p>
<p>Kekerasan dan kejahatan seksual sering dilakukan oleh penderita dewasa yang mengalami kelainan seksual. Kelainan seksual adalah cara yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan jalan tidak sewajarnya. Cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah dengan menggunakan objek seks yang tidak wajar, seperti Pedofilia. Pedofilia adalah kelainan seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Orang dengan pedofilia umurnya harus di atas 16 tahun baik pria maupun wanita, sedangkan anak-anak yang menjadi korban berumur 13 tahun atau lebih muda (anak pre-pubertas). Dikatakan pedofilia jika seseorang memiliki kecenderungan impuls seks terhadap anak dan fantasi maupun kelainan seks tersebut mengganggu si anak. Penyebab dari pedofilia belum diketahui secara pasti. Namun pedofilia seringkali menandakan ketidakmampuan berhubungan dengan sesama dewasa atau adanya ketakutan wanita untuk menjalin hubungan dengan sesama dewasa. Jadi bisa dikatakan sebagai suatu kompensasi dari penyaluran nafsu seksual yang tidak dapat disalurkan pada orang dewasa.</p>
<p>Kebanyakan penderita pedofilia menjadi korban pelecehan seksual pada masa kanak-kanak. Anak-anak yang terlibat dalam pedofilia, 2 &#8211; 3 diantaranya dalam aktivitas seksual tersebut bersifat koperatif terhadap orang dewasa yang sama maupun bukan. Meskipun demikian sikap koperatif anak-anak ini lebih dikarenakan perasaan takut dibanding ketertarikan terhadap seks itu sendiri.</p>
<p>Aktivitas seks yang dilakukan oleh penderita pedofilia sangat bervariasi. Aktifitas tersebut meliputi tindakan menelanjangi anak, memamerkan tubuh mereka pada anak, melakukan masturbasi dengan anak, dan bersenggama dengan anak. Jenis aktivitas seksual lain yang dilakukan juga bervariasi tingkatannya, termasuk stimulasi oral pada anak, penetrasi pada mulut anak, vagina ataupun anus dengan jari, benda asing, atau alat kelamin laki-laki. Orang dengan pedofilia seringkali merasionalisasikan dan beralasan bahwa perilakunya merupakan hal sifatnya mendidik, dan anak-anak tersebut juga mendapat kepuasan seksual, atau anak-anak itu sendiri yang menggoda.</p>
<p>Aktivitas seksual melibatkan anak dari anggota keluarga sendiri ataupun anak-anak lain. Korban dari penganiayaan seks ini biasanya diancam untuk tidak membeberkan rahasia. Seringkali orang dengan pedofilia sebelumnya melakukan pendekatan terhadap anak, seperti melibatkan diri dengan wanita yang memiliki anak-anak, menyediakan rumah yang terbuka pada anak-anak, sesama orang pedofilia bertukar anak ataupun penculikan anak dengan tujuan untuk mendapatkan kepercayaan, kesetiaan, maupun kasih sayang anak tersebut, sehingga anak tersebut dapat menjamin rahasia.</p>
<p>Ancam Anak Jalanan</p>
<p>Melihat kenyataan hidup sehari-hari ternyata banyak anak Indonesia yang sering diabaikan haknya demi kepentingan nista dari orang dewasa. Pedofilia adalah salah satu contoh memilukan terabaikannya hak anak Indonesia. Anak adalah nyawa tak berdaya yang tak mampu menolak paksaan, deraan dan trauma dari orang dewasa. Padahal anak adalah modal terbesar dan harapan masa depan bangsa ini. Lebih mengenaskan kasus Babe seperti halnya kasus Robot Gedeg yang menjadi korban adalah anak jalanan. Anak jalan dalam hal ini mempunyai nasib yang sangat tragis.</p>
<p>Anak normal dengan lingkungan keluarga yang lengkap dan kecukupan harta akan tercukupi kebutuhan dan haknya sebagai anak. Anak Indonesia yang normal ini dapat sekolah, mendapatkan sandang, papan dan pangan dengan baik oleh orangtuanya. Kelompok anak ini juga mendapatkan kebutuhan keamanan dan kebutuhan tekreasi yang memadai dari orangtuanya.</p>
<p>Sebaliknya dengan anak jalanan, alam kehidupan sosial mereka ini tidak hanya terpinggirkan karena cengkeraman himpitan ekonomi. Kebutuhan sandang, pangan dan papannya pun mereka kadang harus mencari sendiri. Belum lagi, ancaman terhadap nyawa setiap saat mengintai tubuhnya tanpa ada yang kuasa melindunginya. Anak jalanan ini mengarungi kekerasan hidup dan pekerjaan fisik yang tidak terbayangkan dapat diterima anak seusia.</p>
<p>Menurut catatan Dinas Sosial DKI Jakarta sedikitnya ada 4.023 anak jalanan yang tersebar di 52 wilayah di Jakarta. Kawasan tersebut adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cilandak, Tomang dan Perempatan Coca Cola, Jakarta Pusat. &#8220;Kebanyakan anak jalanan ini berasal dari daerah dan sulit terkontrol. Selain itu, seringkali para anak jalanan itu diakomodir oknum tertentu Kendala lainnya adalah kapasitas sarana pembinaan yang saat ini tidak sesuai dengan jumlah anak jalanan yang ada. Kelompok anak inilah yang terancam secara biologis dan pskologis terhadap berbagai macam kekerasan khususnya ancaman pedofilia.</p>
<p>Pengaruh pada anak</p>
<p>Anak sebagai korban dalam kasus pedofilia, secara jangka pendek dan jangka panjang dapat mengakibatkan gangguan fisik dan mental. Gangguan fisik yang terjadi adalah resiko gangguan kesehatan. Saat melakukan hubungan kelaminpun seringkali masih belum bersifat sempurna karena organ vital dan perkembangan hormonal pada anak belum sesempurna orang dewasa. Bila dipaksakan berhubungan suami istri akan merupakan siksaan yang luar biasa, apalagi seringkali dibawah paksaan dan ancaman. Belum lagi bahaya penularan penyakit kelamin maupun HIV dan AIDS, karena penderita pedofilia kerap disertai gonta ganti pasangan atau korban. Bahaya lain yang mengancam, apabila terjadi kehamilan. Beberapa penelitian menunjukkan perempuan yang menikah dibawah umur 20 th beresiko terkena kanker leher rahim. Pada usia anak atau remaja, sel-sel leher rahim belum matang. Kalau terpapar human papiloma virus atau HPV pertumbuhan sel akan menyimpang menjadi kanker.</p>
<p>Usia anak yang sedang tumbuh dan berkembang seharusnya memerlukan stimulasi asah, asih dan asuh yang berkualitas dan berkesinambungan. Bila periode anak mendapatkan trauma sebagai korban pedofilia dapat dibayangkan akibat yang bisa terjadi. Perkembangan moral, jiwa dan mental pada anak korban pedofila terganggu sangat bervariasi. Tergantung lama dan berat ringan trauma itu terjadi. Bila kejadian tersebut disertai paksaan dan kekerasan maka tingkat trauma yang ditimbulkan lebih berat. Trauma psikis tersebut sampai usia dewasa akan sulit dihilangkan. Dalam keadaan tertentu yang cukup berat bahkan dapat menimbulkan gangguan kejiwaan dan berbagai kelainan patologis lainnya yang tidak ringan. Bahkan seorang korban pedofilia karena trauma psikologis yang sangat berat ini dapat berpotensi menciptakan seorang pedofilis dikenudian hari. Hal ini terjadi pada kasus Babe. Ternyata gangguan pedofilia yang ada pada dirinya juga diawali kejadian dirinya menjadi korban pedofilia di usia remaja. Dalam keadaan ini pendekatan terapi sejak dini mungkin harus segera dilakukan. Secara sosial, baik lingkungan keluarga atau lingkungan kehidupan anak kadang merasa diasingkan dengan anak sebaya dan sepermainan. Beban ini dapat memberat trauma yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Srigala berbulu domba<br />
Biasanya seorang pedofilia adalah seorang singa berbulu domba. Mereka selalu mengelabuhi anak-anak dengan memberikan iming-iming uang, pakaian, makanan atau mainan secara berlebihan.</p>
<p>Demikian juga babe, kebiasaannya yang dekat dengan anak jalanan memang dianggap wajar para tetangga Babe. Karena sejak mengontrak di daerah ini, lelaki itu hanya tinggal seorang diri. Mungkin karena tidak punya anak, jadi dia merawat anak-anak jalanan dengan penuh perhatian. Kebaikan Babe diketahui warga karena lelaki ini jarang membeli makan jadi. Dia selalu memasak sendiri makanan untuk anak jalanan yang ditampungnya, bahkan tidak jarang memandikan sendiri anak asuhannya. Selain itu juga, babe terkadang memberi uang kepada bocah di sekitar tempat tinggal meski bukan anak asuhnya.</p>
<p>Dilihat dari berbagai bentuk karakteristik perbuatan kaum pedofilia bisa dikatakan anak-anak dieksploitasi sebagai korban. Apalagi sebagian kasus pedofilis akan membunuh korbannya bila merasa terancam rahasianya. Anak-anak sebagai korban mestinya dilindungi dan memperoleh pelayanan khusus, terutama di bidang hukum. Secara juridis, pihak yang dituntut bertanggungjawab adalah eksploitatornya atau pelakunya. Selama ini undang-undang yang sering dipakai untuk mengadili penjahat ini adalah dengan KUHP Pasal 292 juncto pasal 64. Tentang Pencabulan. Tuntutan maksimalnya 5 tahun dipandang banyak aktivis perlindungan anak sudah tidak relevan untuk memberikan efek jera bagi si pelaku.</p>
<p>Kaum Pedofilis harus segera sadar, dengan kenistaan yang hanya memburu kenikmatan sesaat itu ternyata dapat menghancurkan anak seumur hidupnya. Semua lapisan masyarakat, institusi swasta, instasi pemerintah, pemerintah, aktifis dan pemerhati anak harus bahu membahu tiada henti bekerjasama melawan dan melindungi anak Indonesia dari ancaman segala kekerasan terutama pedofilia. Para orangtua harus selalu waspada dan hati-hati terhadap singa berbulu domba seorang pedofilia. Anak jalanan adalah sasaran empuk kaum pedofilia, karena mereka tidak ada yang melindungi. Semua pihak atau siapapun masyarakat yang peduli dengan pengabaian hak anak tersebut harus cepat melakukan aksi nyata melawan pedofilis yang kejam ini. Jangan sampai di masa mendatang terlahir seorang Robot Gedeg atau Babe yang lain hanya karena masyarakat meremehkan hak sebagian anak Indonesia yang mulai pudar.</p>
<p>Dr Widodo Judarwantob SpA</p>
<p>Provided by<br />
FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA<br />
Yudhasmara Foundation<br />
email : judarwanto@gmail.com,<br />
<a href="http://pedophiliasexabuse.wordpress.com/">http://pedophiliasexabuse.wordpress.com/</a></p>
<div>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
</div>
<br />Posted in a.hak anak indonesia, a.selamatkan hak anak, b.kekerasan pada anak, c.pelecehan seksual, e.ancaman pedofilia, f.ancaman pornografi, x.berita anak Tagged: Lindungi Anak Jalanan dari Ancaman Pedofilia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=558&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/lindungi-anak-jalanan-dari-ancaman-pedofilia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:nmqAJL_lX0H_6M::&#38;t=1&#38;usg=__aFT9ZTLcbZBFtmIHtuHYR8sCxqk=" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai, Sang Pedofilia Srigala Berbulu Domba Ancam Anak</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/waspadai-sang-pedofilia-srigala-berbulu-domba-ancam-anak/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/waspadai-sang-pedofilia-srigala-berbulu-domba-ancam-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 01:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[03.safe from sexual abuse]]></category>
		<category><![CDATA[c.pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[e.ancaman pedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Pedofilia Srigala Berbulu Domba Ancam Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/waspadai-sang-pedofilia-srigala-berbulu-domba-ancam-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Waspadai, Sang Pedofilia Srigala Berbulu Domba Ancam Anak Berita menghebohkan kembali terjadi, Babe alias Bahekuni (48 tahun) membunuh 7 anak jalanan, 5 orang dimutilasi setelah sebelumnya semua menjadi korban pedofilia. Kasus yang sangat kejam ini semakin membuka mata masyarakat, bahwa kekerasan terhadap anak tampaknya semakin mengancam dan lebih kompleks. Lebih miris lagi kasus ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=556&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Waspadai, Sang Pedofilia Srigala Berbulu Domba Ancam Anak </span></h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://i84.photobucket.com/albums/k22/Kitschensyngk/Pedophilia.jpg" alt="" width="443" height="364" /></p>
<p>Berita menghebohkan kembali terjadi, Babe alias Bahekuni (48 tahun) membunuh 7 anak jalanan, 5 orang dimutilasi setelah sebelumnya semua menjadi korban pedofilia. Kasus yang sangat kejam ini semakin membuka mata masyarakat, bahwa kekerasan terhadap anak tampaknya semakin mengancam dan lebih kompleks. Lebih miris lagi kasus ini adalah pengulangan kasus serupa, yaitu kekejaman Robot Gedeg.</p>
<p>Tujuh pembunuhan yang dilakukan oleh Babe ada polanya. Si pembunuh sadis ini selalu memilih calonnya yang berada di luar anak-anak yang dia pelihara. Dia senang dengan anak-anak yang dipeliharanya, kecuali Ardi (korban terakhir) yang berasal dari anak yang dia pelihara. Anak-anak yang dipelihara oleh Babe tidak pernah disentuh, meskipun Sarlito mengatakan bahwa Babe termasuk pedofilia atau menyukai anak-anak. Selain memiliki pola memilih di luar kelompoknya, Babe juga melakukan pola yang sama saat melakukan tindakan memutilasi tersebut. Kompulsinya dia mengikuti pola teratur. Awalnya, dia mengajak korban ke kamar mandi untuk mandi. Ketika ditolak saat diajak berhubungan seks, dia mengikat sang anak dengan tali rafia. Lalu dia melakukan hubungan seks dengan sodomi. Dia selalu menggunakan kardus untuk membuang mayat setelah dimutilasi ke tempat ramai supaya ditemukan orang dan dikubur. Pelaku adalah pedagang asongan sekaligus koordinator pengamen di Pulogadung, Jaktim. Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi, disimpulkan bahwa Babe mengidap pedofilia atau tertarik berhubungan seksual dengan anak kecil dan homo seksual. Selain itu Babe juga mengidap Nekrofil atau senang berhubungan seksual dengan mayat. Karena seluruh korban disodominya, setelah tewas dicekik. Babe mengakui bahwa seluruh korban, selain Ardiansyah, bukanlah anak asuhnya.</p>
<p>Kasus menggemparkan sebelumnya adalah kasus Tony, mantan diplomat Australia. Boleh dikata merupakan salah satu kasus pedofilia yang paling menggegerkan di Indonesia. Kasus Tony itu hampir menyamai &#8220;keganasan&#8221; si Robot Gedek pada pertengahan tahun sembilan puluhan. Hanya, kelebihan pada kasus Robot Gedek, sejumlah korban, yakni anak-anak usia belasan tahun tewas dibunuhnya.</p>
<p>Melihat kenyataan hidup sehari-hari ternyata banyak anak Indonesia yang sering diabaikan haknya demi kepentingan nista dari orang dewasa. Pedofilia adalah salah satu contoh memilukan terabaikannya hak anak Indonesia. Anak adalah nyawa tak berdaya yang tak mampu menolak paksaan, deraan dan trauma dari orang dewasa. Padahal anak adalah modal terbesar dan harapan masa depan bangsa ini. Lebih mengenaskan kasus Babe seperti halnya kasus Robot Gedeg yang menjadi korban adalah anak jalanan. Anak jalan dalam hal ini mempunyai nasib yang sangat tragis.</p>
<p>Anak normal dengan lingkungan keluarga yang lengkap dan kecukupan harta akan tercukupi kebutuhan dan haknya sebagai anak. Anak Indonesia yang normal ini dapat sekolah, mendapatkan sandang, papan dan pangan dengan baik oleh orangtuanya. Kelompok anak ini juga mendapatkan kebutuhan keamanan dan kebutuhan tekreasi yang memadai dari orangtuanya.</p>
<p>Sebaliknya dengan anak jalanan, alam kehidupan sosial mereka ini tidak hanya terpinggirkan karena cengkeraman himpitan ekonomi. Kebutuhan sandang, pangan dan papannya pun mereka kadang harus mencari sendiri. Belum lagi, ancaman terhadap nyawa setiap saat mengintai tubuhnya tanpa ada yang kuasa melindunginya. Anak jalanan ini mengarungi kekerasan hidup dan pekerjaan fisik yang tidak terbayangkan dapat diterima anak seusia.</p>
<p>Pedofilia</p>
<p>Kekerasan dan kejahatan seksual sering dilakukan oleh penderita dewasa yang mengalami kelainan seksual. Kelainan seksual adalah cara yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan jalan tidak sewajarnya. Cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah dengan menggunakan objek seks yang tidak wajar. Salah satu bentuk kelainan seksual yang ada di masyarakat adalah parafilia. Parafilia merupakan gangguan seksual yang ditandai oleh khayalan seksual yang khusus dan desakan dan praktek seksual yang kuat, yang biasanya berulang kali dan menakutkan bagi seseorang.</p>
<p>Beberapa jenis parafilia adalah ekshibisionisme, fetihisme, frotteurisme, pedofilia, masokisme seksual, sadismeseksual, veyourisme atau fetihisme transvestik. Pedofilia merupakan salah satu jenis parafilia yang lebih sering terjadi. Meskipun kasusnya cenderung meningkat sampai saat ini belum ada data yang akurat tentang angka kejadian penderita yang mengalami gangguan tersebut. Adanya prostitusi terhadap anak-anak di beberapa negara dan maraknya penjualan materi-materi pornografi tentang anak-anak, menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan seksual terhadap anak tidak sedikit. Anak yang sedang tumbuh dan berkembang akan menjadi korban baik secara psikis dan fisik.</p>
<p>Pedofilia terdiri dari dua suku kata; pedo (anak) dan filia (cinta). Pedofilia adalah kelainan seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Orang dengan pedofilia umurnya harus di atas 16 tahun baik pria maupun wanita, sedangkan anak-anak yang menjadi korban berumur 13 tahun atau lebih muda (anak pre-pubertas). Dikatakan pedofilia jika seseorang memiliki kecenderungan impuls seks terhadap anak dan fantasi maupun kelainan seks tersebut mengganggu si anak. Sedangkan pedofilis adalah pelakunya.</p>
<p>Secara sekilas praktek pedofilia di Indonesia dianggap sebagai bentuk perilaku sodomi. Akan tetapi kalau dilihat lebih jauh sangatlah berbeda. Karena terkadang penderita pedofilia bukan hanya dari kaum lelaki tetapi juga mengenai kaum perempuan dimana mereka tidak hanya tertarik pada lawan jenis. Korbannya pun bisa jadi anak laki-laki maupun perempuan. Hanya saja pada kasus Babe dan Robot Gedeg adalah sesama laki-laki.</p>
<p>Penyebab dari pedofilia belum diketahui secara pasti. Namun pedofilia seringkali menandakan ketidakmampuan berhubungan dengan sesama dewasa atau adanya ketakutan wanita untuk menjalin hubungan dengan sesama dewasa. Jadi bisa dikatakan sebagai suatu kompensasi dari penyaluran nafsu seksual yang tidak dapat disalurkan pada orang dewasa.</p>
<p>Kebanyakan penderita pedofilia menjadi korban pelecehan seksual pada masa kanak-kanak. Anak-anak yang terlibat dalam pedofilia, 2 &#8211; 3 diantaranya dalam aktivitas seksual tersebut bersifat koperatif terhadap orang dewasa yang sama maupun bukan. Meskipun demikian sikap koperatif anak-anak ini lebih dikarenakan perasaan takut dibanding ketertarikan terhadap seks itu sendiri.</p>
<p>Aktivitas seks yang dilakukan oleh penderita pedofilia sangat bervariasi. Aktifitas tersebut meliputi tindakan menelanjangi anak, memamerkan tubuh mereka pada anak, melakukan masturbasi dengan anak, dan bersenggama dengan anak. Jenis aktivitas seksual lain yang dilakukan juga bervariasi tingkatannya, termasuk stimulasi oral pada anak, penetrasi pada mulut anak, vagina ataupun anus dengan jari, benda asing, atau alat kelamin laki-laki. Orang dengan pedofilia seringkali merasionalisasikan dan beralasan bahwa perilakunya merupakan hal sifatnya mendidik, dan anak-anak tersebut juga mendapat kepuasan seksual, atau anak-anak itu sendiri yang menggoda.</p>
<p>Aktivitas seksual melibatkan anak dari anggota keluarga sendiri ataupun anak-anak lain. Korban dari penganiayaan seks ini biasanya diancam untuk tidak membeberkan rahasia. Seringkali orang dengan pedofilia sebelumnya melakukan pendekatan terhadap anak, seperti melibatkan diri dengan wanita yang memiliki anak-anak, menyediakan rumah yang terbuka pada anak-anak, sesama orang pedofilia bertukar anak ataupun penculikan anak dengan tujuan untuk mendapatkan kepercayaan, kesetiaan, maupun kasih sayang anak tersebut, sehingga anak tersebut dapat menjamin rahasia.</p>
<p>Pengaruh pada anak</p>
<p>Anak sebagai korban dalam kasus pedofilia, secara jangka pendek dan jangka panjang dapat mengakibatkan gangguan fisik dan mental. Gangguan fisik yang terjadi adalah resiko gangguan kesehatan. Saat melakukan hubungan kelaminpun seringkali masih belum bersifat sempurna karena organ vital dan perkembangan hormonal pada anak belum sesempurna orang dewasa. Bila dipaksakan berhubungan suami istri akan merupakan siksaan yang luar biasa, apalagi seringkali dibawah paksaan dan ancaman. Belum lagi bahaya penularan penyakit kelamin maupun HIV dan AIDS, karena penderita pedofilia kerap disertai gonta ganti pasangan atau korban. Bahaya lain yang mengancam, apabila terjadi kehamilan. Beberapa penelitian menunjukkan perempuan yang menikah dibawah umur 20 th beresiko terkena kanker leher rahim. Pada usia anak atau remaja, sel-sel leher rahim belum matang. Kalau terpapar human papiloma virus atau HPV pertumbuhan sel akan menyimpang menjadi kanker.</p>
<p>Usia anak yang sedang tumbuh dan berkembang seharusnya memerlukan stimulasi asah, asih dan asuh yang berkualitas dan berkesinambungan. Bila periode anak mendapatkan trauma sebagai korban pedofilia dapat dibayangkan akibat yang bisa terjadi. Perkembangan moral, jiwa dan mental pada anak korban pedofila terganggu sangat bervariasi. Tergantung lama dan berat ringan trauma itu terjadi. Bila kejadian tersebut disertai paksaan dan kekerasan maka tingkat trauma yang ditimbulkan lebih berat. Trauma psikis tersebut sampai usia dewasa akan sulit dihilangkan. Dalam keadaan tertentu yang cukup berat bahkan dapat menimbulkan gangguan kejiwaan dan berbagai kelainan patologis lainnya yang tidak ringan. Bahkan seorang korban pedofilia karena trauma psikologis yang sangat berat ini dapat berpotensi menciptakan seorang pedofilis dikenudian hari. Hal ini terjadi pada kasus Babe. Ternyata gangguan pedofilia yang ada pada dirinya juga diawali kejadian dirinya menjadi korban pedofilia di usia remaja. Dalam keadaan ini pendekatan terapi sejak dini mungkin harus segera dilakukan. Secara sosial, baik lingkungan keluarga atau lingkungan kehidupan anak kadang merasa diasingkan dengan anak sebaya dan sepermainan. Beban ini dapat memberat trauma yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Srigala berbulu domba</p>
<p>Praktik pedofilia di Indonesia mulai ramai dibicarakan sekitar sepuluh tahun terakhir. Beberapa kasus praktek kejahatan pedofilia mulai sering dilaporkan, khususnya dari aktivis LSM Perlindungan Anak. Apalagi dalam beberapa kasus yang terkuak para pelaku pedofilia itu adalah warga negara asing. Tidak heran di daerah-daerah wisata Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan asing dijadikan surga praktik pedofilia. Biasanya seorang pedofilia adalah seorang singa berbulu domba. Mereka selalu mengelabuhi anak-anak dengan memberikan iming-iming uang, pakaian, makanan atau mainan secara berlebihan.</p>
<p>Demikian juga babe, kebiasaannya yang dekat dengan anak jalanan memang dianggap wajar para tetangga Babe. Karena sejak mengontrak di daerah ini, lelaki itu hanya tinggal seorang diri. Mungkin karena tidak punya anak, jadi dia merawat anak-anak jalanan dengan penuh perhatian. Kebaikan Babe diketahui warga karena lelaki ini jarang membeli makan jadi. Dia selalu memasak sendiri makanan untuk anak jalanan yang ditampungnya. Selain itu juga, babe terkadang memberi uang kepada bocah di sekitar tempat tinggal meski bukan anak asuhnya.</p>
<p>Dilihat dari berbagai bentuk karakteristik perbuatan kaum pedofilia bisa dikatakan anak-anak dieksploitasi sebagai korban. Apalagi sebagian kasus pedofilis akan membunuh korbannya bila merasa terancam rahasianya. Anak-anak sebagai korban mestinya dilindungi dan memperoleh pelayanan khusus, terutama di bidang hukum. Secara juridis, pihak yang dituntut bertanggungjawab adalah eksploitatornya atau pelakunya. Selama ini undang-undang yang sering dipakai untuk mengadili penjahat ini adalah dengan KUHP Pasal 292 juncto pasal 64. Tentang Pencabulan. Tuntutan maksimalnya 5 tahun dipandang banyak aktivis perlindungan anak sudah tidak relevan untuk memberikan efek jera bagi si pelaku.</p>
<p>Kaum Pedofilis harus segera sadar, dengan kenistaan yang hanya memburu kenikmatan sesaat itu ternyata dapat menghancurkan anak seumur hidupnya. Semua lapisan masyarakat, institusi swasta, instasi pemerintah, pemerintah, aktifis dan pemerhati anak harus bahu membahu tiada henti bekerjasama melawan dan melindungi anak Indonesia dari ancaman segala kekerasan terutama pedofilia. Para orangtua harus selalu waspada dan hati-hati terhadap singa berbulu domba seorang pedofilia. Anak jalanan adalah sasaran empuk kaum pedofilia, karena mereka tidak ada yang melindungi. Semua pihak atau siapapun masyarakat yang peduli dengan pengabaian hak anak tersebut harus cepat melakukan aksi nyata melawan pedofilis yang kejam ini. Jangan sampai di masa mendatang terlahir seorang Robot Gedeg atau Babe yang lain hanya karena masyarakat meremehkan hak sebagian anak Indonesia yang mulai pudar.</p>
<p>Dr Widodo Judarwantob SpA</p>
<p>Support by<br />
FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA<br />
Yudhasmara Foundation<br />
email : judarwanto@gmail.com,<br />
<a href="http://pedophiliasexabuse.wordpress.com/">http://pedophiliasexabuse.wordpress.com/</a></p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong><span style="color:#ff6600;">Yudhasmara Foundation</span></strong></span></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Posted in 03.safe from sexual abuse, c.pelecehan seksual, e.ancaman pedofilia, x.berita anak Tagged: Sang Pedofilia Srigala Berbulu Domba Ancam Anak, Waspadai <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=556&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/waspadai-sang-pedofilia-srigala-berbulu-domba-ancam-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i84.photobucket.com/albums/k22/Kitschensyngk/Pedophilia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BABE alias BAEKUNI , PEDOFILIS YANG BUNUH 8 ANAK JALANAN</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/babe-alias-baekuni-pedofilis-yang-bunuh-8-anak-jalanan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/babe-alias-baekuni-pedofilis-yang-bunuh-8-anak-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 01:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[c.pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[BABE alias BAEKUNI]]></category>
		<category><![CDATA[PEDOFILIS YANG BUNUH 8 ANAK JALANAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/babe-alias-baekuni-pedofilis-yang-bunuh-8-anak-jalanan/</guid>
		<description><![CDATA[KUMPULAN BERITA : BABE alias BAEKUNI , SANG PEDOFILIS MUNGKIN BUNUH LEBIH 8 ANAK JALANAN Point of Interest : Praktik pedofilia di Indonesia mulai ramai dibicarakan sekitar sepuluh tahun terakhir. Beberapa kasus praktek kejahatan pedofilia mulai sering dilaporkan, khususnya dari aktivis LSM Perlindungan Anak. Apalagi dalam beberapa kasus yang terkuak para pelaku pedofilia itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=554&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">KUMPULAN BERITA : </span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">BABE alias BAEKUNI , SANG PEDOFILIS MUNGKIN BUNUH LEBIH 8 ANAK JALANAN</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><img src="http://media.vivanews.com/images/2010/01/15/83539_baekuni_alias_babe.JPG" alt="" width="469" height="258" /></span></h2>
<p><strong>Point of Interest :</strong></p>
<p>Praktik pedofilia di Indonesia mulai ramai dibicarakan sekitar sepuluh tahun terakhir. Beberapa kasus praktek kejahatan pedofilia mulai sering dilaporkan, khususnya dari aktivis LSM Perlindungan Anak. Apalagi dalam beberapa kasus yang terkuak para pelaku pedofilia itu adalah warga negara asing. Tidak heran di daerah-daerah wisata Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan asing dijadikan surga praktik pedofilia. Biasanya seorang pedofilia adalah seorang singa berbulu domba. Mereka selalu mengelabuhi anak-anak dengan memberikan iming-iming uang, pakaian, makanan atau mainan secara berlebihan. Demikian juga babe, kebiasaannya yang dekat dengan anak jalanan memang dianggap wajar para tetangga Babe. Karena sejak mengontrak di daerah ini, lelaki itu hanya tinggal seorang diri. Mungkin karena tidak punya anak, jadi dia merawat anak-anak jalanan dengan penuh perhatian. Kebaikan Babe diketahui warga karena lelaki ini jarang membeli makan jadi. Dia selalu memasak sendiri makanan untuk anak jalanan yang ditampungnya. Selain itu juga, babe terkadang memberi uang kepada bocah di sekitar tempat tinggal meski bukan anak asuhnya.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://inilah.com/data/berita/foto/283702.jpg" alt="" width="205" height="283" /></p>
<p>Dilihat dari berbagai bentuk karakteristik perbuatan kaum pedofilia bisa dikatakan anak-anak dieksploitasi sebagai korban. Apalagi sebagian kasus pedofilis akan membunuh korbannya bila merasa terancam rahasianya. Anak-anak sebagai korban mestinya dilindungi dan memperoleh pelayanan khusus, terutama di bidang hukum. Secara juridis, pihak yang dituntut bertanggungjawab adalah eksploitatornya atau pelakunya. Selama ini undang-undang yang sering dipakai untuk mengadili penjahat ini adalah dengan KUHP Pasal 292 juncto pasal 64. Tentang Pencabulan. Tuntutan maksimalnya 5 tahun dipandang banyak aktivis perlindungan anak sudah tidak relevan untuk memberikan efek jera bagi si pelaku.</p>
<p>Kaum Pedofilis harus segera sadar, dengan kenistaan yang hanya memburu kenikmatan sesaat itu ternyata dapat menghancurkan anak seumur hidupnya. Semua lapisan masyarakat, institusi swasta, instasi pemerintah, pemerintah, aktifis dan pemerhati anak harus bahu membahu tiada henti bekerjasama melawan dan melindungi anak Indonesia dari ancaman segala kekerasan terutama pedofilia. Para orangtua harus selalu waspada dan hati-hati terhadap singa berbulu domba seorang pedofilia. Anak jalanan adalah sasaran empuk kaum pedofilia, karena mereka tidak ada yang melindungi. Semua pihak atau siapapun masyarakat yang peduli dengan pengabaian hak anak tersebut harus cepat melakukan aksi nyata melawan pedofilis yang kejam ini. Jangan sampai di masa mendatang terlahir seorang Robot Gedeg atau Babe yang lain hanya karena masyarakat meremehkan hak sebagian anak Indonesia yang mulai pudar.</p>
<p>Dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100114_052551_babe-b.gif" alt="" width="330" height="260" /></strong></p>
<p><strong>KLIPING BERITA SANG PEDOFILIS SADIS</strong></p>
<p>1.<strong> Pelaku Mutilasi Ternyata Koordinator Pengamen di Pulogadung</strong></p>
<p>Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur, sudah menangkap pelaku mutilasi terhadap bocah yang mayatnya di temukan di Jalan Raya Bekasi KM 27, Ujung Menteng, Jakarta Timur. Pelaku adalah pedagang asongan sekaligus koordinator pengamen di Pulogadung, Jaktim. Dalam jumpa pers di lobi Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kepada Bidang Humas Polda Metro, Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, bahwa pelaku bernama Bayquni alias Babeh. Pelaku ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Masjid, Cakung, Jakarta Timur, sekitar pukul 03.00 dini hari tadi.</p>
<p>Sementara korban adalah Ardiansyah adalah bocah berusia, 9 tahun, warga Jalan Ketut, RT 4 RW 7, Cakung, Jakarta Timur. Korban adalah salah satu pengamen yang berada di bawah koordinasi pelaku dan biasa bekerja di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Penangkapan tersangka berawal dari ditemukannya seorang saksi yang melihat orang yang membuang bungkusan tersebut sekaligus yang memberitahu ada orang yang kehilangan anaknya. Setelah orangtua Ardiansyah melihat langsung potongan tubuh korban di RS Polri, mereka yakin kalau korban adalah anaknya dengan ciri luka di lengan kanan. Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya polisi menangkap pelaku di rumahnya. Dari hasi pemeriksaan ditemukan sejumlah barang yang identik dengan korban. &#8220;Ada kardus, tali rapiah dan golok serta baju korban yang masih berlumur darah,&#8221; ujar Boy Rafli, kepada wartawan di Polda Metro Jaya</p>
<p><strong>2. Babe Bunuh Tujuh Anak Jalanan, Tiga Dimutilasi</strong></p>
<p>Berdasarkan tes psikologi yang dilakukan ahli dari Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono, Baekuni atau Babe akhirnya mengakui kalau dirinya telah membunuh tujuh anak jalanan sejak 2007 lalu. Menurut Sarlito, Babe mengaku membunuh tiga korbannya dan dimutilasi. Sementara empat korban lainnya hanya dibunuh saja tanpa dimutilasi. &#8220;Caranya selalu sama dengan cara Babe membunuh Ardiansyah,&#8221; ujarnya, Kamis (14/1). Pemeriksaan kejiwaan Babe masih terus dilakukan penyidik untuk mendalami kalau ia dapat mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hadapan hukum. Kebiasaannya yang dekat dengan anak jalanan memang dianggap wajar para tetangga Babe. Karena sejak mengontrak di daerah ini, lelaki itu hanya tinggal seorang diri. &#8220;Mungkin karena tidak punya anak, jadi dia merawat anak-anak jalanan dengan penuh perhatian&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kebaikan Babe diketahui warga karena lelaki ini jarang membeli makan jadi. Dia selalu memasak sendiri makanan untuk anak jalanan yang ditampungnya. Selain itu juga, babeh terkadang memberi uang kepada bocah di sekitar tempat tinggal meski bukan anak asuhnya. &#8220;Kalau kata orang dia selalu memandikan anak asuhnya, saya enggak tau. Karena saya enggak pernah melihat&#8221; ujar warga lainnya. Kontrakan Babe yang terletak di gang sempit bernama gang Mudalim, Jalan Masjid bergabung diantara padatnya pemukiman yang terletak berapa ratus meter di belakang terminal Pulogadung (Dari samping terminal, belok ke kiri hingga melewati pasar tradisional). &#8220;Babe tinggal di sini udah sekitar dua tahunan&#8221; ujar warga lainnya. Saat ini kontrakan kecil Babe masih dalam keadaan terkunci. Suasana lingkungan sekitar pun telah kembali normal, walau masih sesekali terdengar pembicaraan antara warga tentang sosok Babe yang misterius.</p>
<p>Sumber : Vivanews</p>
<p><strong>3. Babe Bunuh 7 Bocah, 3 Dimutilasi</strong><br />
Dijerat Tali Rafia, Tewas, Jenazah Korban Lantas Disodomi</p>
<p>Pengakuan mencengangkan kembali diungkap Baequni alias Babe (48). Pria yang ditangkap lantaran membunuh dan memutilasi Ardiansyah (8) itu, kemarin mengaku selama dua tahun terakhir sudah membunuh tujuh bocah dengan cara dimutilasi. &#8220;Pengakuan sadis ini disampaikan psikolog dari Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono, usia memeriksa kejiwaan Babe di Polda Metro Jaya, Kamis (14/1) siang kemarin. &#8220;Saya sempat kaget mendengar pengakuannya. Dia mengaku tiga korban yang dibunuhnya dimutilasi, sedangkan empat korban lainnya hanya dibunuh tanpa dimutilasi. Seluruh korban anak-anak berusia di bawah 12 tahun,&#8221; ujar Sarlito. Menurut dia, dalam pengakuan Babe, ia terpaksa membunuh karena bocah-bocah itu menolak saat hendak disodomi. &#8220;Karena korbannya menolak maka langsung dijerat tali rafia hingga tidak berdaya seperti pingsan atau mati, lalu disodomi,&#8221; ungkapnya. Pengakuan Babe yang juga membuat ngeri karena korbannya walau diketahuinya sudah menjadi mayat, namun dia tetap menyodominya. &#8220;Jadi perilakunya bukan hanya paedofil, tapi juga necrofil yaitu senang berhubungan seks dengan mayat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sarlito menegaskan, kondisi kejiwaan Babe cukup normal sehingga dapat mengikuti proses hukum hingga ke persidangan. &#8220;Artinya dia tidak memiliki gangguan kejiwaan karena semuanya dilakukannya dengan sadar termasuk pembunuhan-pembunuhan itu,&#8221; tegasnya. Beberapa hal yang juga diungkap Sarlito adalah soal kelainan seks Babe. Yakni, dia tergolong homoseks bawaan. Dari latar belakang kehidupannya diketahui bahwa Babe merupakan anak petani asal Magelang yang sejak kecil selalu dimaki-maki bodoh karena beberapa kali tidak naik kelas. Akibatnya Babe hanya bersekolah hingga kelas 3 SD. Di usia 12 tahun, Babe merantau sendirian ke Jakarta dan menjadi gelandangan di kawasan Lapangan Banteng. &#8220;Di lapangan itu menurut Babe, dia disodomi paksa. Setelah itu dia dipungut seseorang bernama Cuk Saputar lalu dibawa ke Kuningan, Jawa Barat untuk menggembala kerbau,&#8221; paparnya. &#8220;Umur 21 tahun dia dinikahkan. Tapi karena engak bisa ereksi, dia ngak punya anak hingga istrinya meninggal,&#8221; terangnya. Dari keterangan Babe sejak dirinya disodomi itu ia menjadi seorang homoseks.</p>
<p>Sepeninggal isteri, Babe kembali ke Jakarta untuk berdagang asongan sambil mengasuh anak jalanan. Saat hasrat seksualnya yang ganjal muncul, Babe mengambil orang di luar kelompok asuhannya untuk disodomi lalu dibunuh. &#8220;Babe juga mengakui tidak pernah mengalami mimpi basah seperti lazimnya pria normal maupun melakukan masturbasi. Jadi jelas dia homoseks bawaan, bukan jadi-jadian. Dia hanya bisa ereksi terhadap sesama jenis khususnya anak kecil,&#8221; pungkasnya. Di bagian lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar juga membenarkan kalau Babe tidak mengalami gangguan kejiwaan. &#8220;Dia sangat sadar saat melakukannya. Tapi memang dia punya perilaku seks menyimpang,&#8221; ujarnya. Terkait pengakuan Babe yang telah membunuh empat bocah lainnya? Boy mengatakan pihaknya masih terus mendalami pengakuan tersebut sekaligus melacak identitas keempat bocah tersebut, dimana membuang atau mengubur mayatnya termasuk mencari identitas dan keluarga dua bocah korban mutilasi Babe yang dikatakan Babeh bernama Adi, 6, dan Arief, 9. Terkait dugaan Babe adalah anggota perdagangan organ tubuh manusia, Boy mengatakan kalau kemungkinan itu juga masih terus didalami pihaknya.</p>
<p>Babe pilih-pilih anak kecil yang akan dijadikan korban pelampiasan hasrat seksualnya. Babe menyukai anak kecil yang cakep dan bersih. &#8220;Babe pilih-pilih, tidak semuanya dipakai. Yang cakep-cakep dan bersih. Dia punya kelas,&#8221; kata kuasa hukum Babe, Haposan Hutagalung dalam jumpa pers di Hotel Ambhara, Blok M, kemarin. Babe suka menampung banyak anak di rumah kontrakannya, di Gang H Dalim RT 06/02, Pulogadung, Jakarta Timur. Hal itu dilakukan sejak Babe beranjak dewasa. Saat polisi menggerebek kontrakan Babe, 3 anak berada di dalamnya. Salah satunya diketahui sebagai anak hilang. Menurut dia, Babe tidak menyodomi anak-anak jalanan yang sudah lama menetap di rumahnya. &#8220;Kalau yang disodomi, anak-anak baru yang dibawa sama teman-temannya terus dirawat, biar balik lagi,&#8221; ujar Haposan. Babe selalu merawat anak jalanan yang menetap di kontrakannya. Pria asal Magelang ini kerap memandikan anak jalanan dan mendandaninya. &#8220;Bahkan, anak-anak di sana disarankan untuk menabung. Jadi orang tuanya percaya,&#8221; kata Haposan. Bagaimana proses membunuhnya? &#8220;Kalau lagi naik libido dia sebelum dieksekusi dimandiin dulu, disisirin. Kalau sudah timbul keinginan saat itu, kalau ditolak langsung dijerat lehernya,&#8221; papar Haposan. Menurut dia, Babe memutilasi korban untuk menghilangkan jejak. &#8220;Dia mau menghilangkan mayatnya. Karena badan anak-anak kecil, supaya muat dimasukkan ke dalam kardus untuk mempermudah menghilangkan jejak,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sumber : jakartapress</p>
<p>4.<strong> Polisi akan perketat pengawasan terhadap anak jalanan</strong></p>
<p>Terkait peristiwa pembunuhan dan mutilasi yang bocah pengamen jalanan di Jakarta Timur, polisi akan memperketat pengawasan terhadap anak-anak jalanan. “Mereka (anak jalanan) sangat rentan sebagai korban kekerasan,” ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Sabtu (9/1).</p>
<p>Anak jalanan ditemukan tewas dibunuh dan dimutilasi oleh Ba alias Babe, 48 tahun, yang menjadi kordinator anak-anak pengamen di sekitar Pulogadung, Jakarta Timur pada Jumat (8/1) dini hari. Ba memotong tubuh korban yang merupakan salah satu pengamen di bawah koordinasi dia menjadi lima bagian dan selanjutnya membuang di dua tempat yang berbeda. Kepada penyidik, Ba mengaku membunuh korban karena korban menolak saat diajak berhubungan seksual. “Pelaku sakit hati, korban dicekik hingga mati, setelah mati disodomi,” ujar Boy. Menurut Boy, saat ini polisi sudah berupaya melakukan pengawasan terhadap anak-anak jalanan. “Selama ini kami sudah melakukan pengawasan dan pendataan anak-anak jalanan berkerja sama dengan dinas sosial,” ujar Boy. “Karena kemungkinan ada Babe-Babe yang lain.”<br />
Pada Jumat (8/1), warga menemukan jasad tanpa kepala dalam kantong plastik hitam yang diwadahi kardus botol minuma kemasan 1,5 liter sekitar pukul 05.45. Tubuh korban, yang selanjutnya diketahui sebagai Ardiansyah, dipotong menjadi 4 bagian minus kepala. Potongan yang ditemukan dalam kardus tersebut adalah kaki kanan dan kiri, lutut hingga panggul dan panggul hingga leher. Sedangkan kepala tidak ada. Kepala korban baru ditemukan tadi pagi di kolong jembatan dekat terminal Pulogadung. Atas perbuatannya itu, Baekuni diancam pasal 340 junto 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.</p>
<p>Sumber : waspadaonline </p>
<p><strong>5.Babe Jadi Korban Sodomi saat Berusia 12 Tahun</strong></p>
<p>Tindakan keji yang dilakukan oleh Baekuni alias Babe, 49, dilaknat oleh berbagai pihak, namun Babe sendiri pernah mengalami kekerasan seksual serupa di masa kecilnya dulu. &#8220;Dia pernah disodomi saat berumur 12 tahun oleh orang dewasa, ada pengalaman buruk waktu itu,&#8221; kata kuasa hukum Babe, Rangga Berri Kuser saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (13/1). Di tambahkan oleh Rangga bahwa Babe di usianya ke 12 tahun itu merantau dari kampungnya di Magelang. Namun saat sampai di Jakarta, dia disodomi oleh pria dewasa.</p>
<p>Saat itu, lanjutnya, Babe juga menggelandang tinggal di Jakarta sama seperti anak-anak yang tinggal di rumah Babe. Namun Rangga belum bisa mengatakan apakah pengalaman buruk masa lalu Babe yang memotivasinya untuk merawat sejumlah anak-anak jalanan hingga ada yang di sodomi atau lebih parah lagi dibunuh dan di mutilasi. Babe oleh anak-anak yang tinggal dirumahnya disebutkan selain sering kasar juga sering memberi makan dan uang jajan. Tak hanya itu, Rangga juga menerangkan bahwa saat Babe memutilasi tubuh korbannya dalam keadaan sadar. &#8220;Dia dalam keadaan sadar saat itu (saat memutilasi), ada sensasi tersendiri saat memutilasi, itu menurut keterangan dia,&#8221; ungkap Rangga. Saat melakukan mutilasi tersebut Babe merasa ada dorongan kuat dari dalam dirinya untuk memutilasi. &#8220;Itulah yang mendorong dia memutilasi, padahal ketika dia selesai melakukan itu ada perasaan menyesal,&#8221; imbuh Rangga. Kenapa bisa sampai terulang lagi memutilasi anak itu, meski Babe merasa menyesal, Rangga menjawab hal tersebut karena di luar kesadaran Babe. Namun itu juga akan ditindak lanjuti oleh psikolog nantinya. Rangga menuturkan bahwa saat dirinya mendampingi Babe sebagai kuasa hukum, Babe 70% lancar dan sadar menceritakan kejadian memutilasi tersebut. Namun Babe menurutnya masih sulit untuk diwawancarai karena masih dalam tahap penyidikan kepolisian dan kondisi kejiwaannya yang sedang diperiksa. Babe menjadi tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi seorang bocah bernama Ardiansyah, 10. Setelah dibunuh, korban kemudian di potong-potong dan bagian tubuh dibuang di kawasan kanal banjir timur (KBT). Sedangkan kepala korban dibuang di sebuah jembatan dekat Termilan Pulogadung, Jakarta Timur.</p>
<p>Sumber : mediaindonesia</p>
<p><strong>6.Kriminolog: Anak jalanan rentan jadi korban pembunuhan</strong></p>
<p>Kriminolog Universitas Indonesia, Iqrak Sulhi, mengatakan anak-anak jalanan sangat rentan menjadi korban kejahatan. “Kecenderungan anak yang menjadi korban kejahatan hingga pembunuhan adalah anak-anak yang tidak memiliki jaminan sosial seperti anak jalanan,” ujarnya, Sabtu (9/1). Menurut Iqrak, ada tiga aspek yang menyebabkan anak jalanan rentan menjadi korban kejahatan. Pertama, sebagian besar mereka tidak mendapat pengawasan yang baik dari orang tua mereka. Kedua, dorongan kondisi ekonomi yang memaksa mereka untuk bergantung pada orang lain. “Ada ketergantungan kebutuhan ekonomi anak terhadap orang lain, karena tidak mereka peroleh dari orang tua,” ujar Iqrak. Sedangkan aspek ketiga adalah faktor lingkungan yang cenderung kurang peduli dengan kondisi yang menimpa anak-anak tersebut.</p>
<p>Anak pengamen jalanan dibunuh dan dimutilasi oleh Ba alias Babe, 48 tahun, yang menjadi kordinator anak-anak pengamen di sekitar Pulogadung, Jakarta Timur pada Jumat (8/1) dini hari. Ba memotong tubuh Ardiansyah yang merupakan salah satu pengamen di bawah koordinasi dia menjadi lima bagian dan selanjutnya membuang di dua tempat yang berbeda.Menurut Iqrak, untuk mencegah terjadinya hal yang sama, pihak orang tua harus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. “Sayangnya, selama ini justru anak-anak tersebut menjadi pengamen dan menggantungkan perekonomiannya pada orang lain itu atas restu orang tuanya,” ujar Iqrak.Karena itu, peran serta pemerintah menjadi sangat penting. “Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak jalanan, tanggung jawab Negara memelihara anak-anak jalanan agar tikdak diekspolitasai atau bahkan dibunuh dan dimutilasi,” ujar Iqrak.</p>
<p>SAVE OUR CHILDREN, The Children Indonesia</p>
<p>http://saveourchilkdren.wordpress.com</p>
<br />Posted in c.pelecehan seksual Tagged: BABE alias BAEKUNI, PEDOFILIS YANG BUNUH 8 ANAK JALANAN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=554&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/19/babe-alias-baekuni-pedofilis-yang-bunuh-8-anak-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media.vivanews.com/images/2010/01/15/83539_baekuni_alias_babe.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://inilah.com/data/berita/foto/283702.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100114_052551_babe-b.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>2,3 Juta Anak Jadi Korban Kekerasan</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/07/23-juta-anak-jadi-korban-kekerasan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/07/23-juta-anak-jadi-korban-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 12:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[2]]></category>
		<category><![CDATA[3 Juta Anak Jadi Korban Kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[2,3 Juta Anak Jadi Korban Kekerasan Sedikitnya 2,3 juta anak dan 2,27 juta perempuan di berbagai daerah pernah menjadi korban kekerasan. Pelaku kekerasan berlaku umum, tidak memiliki relevansi dengan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan. ”Pelaku kekerasan tidak ada kaitannya pula dengan status sosial, agama dan keyakinan, serta suku bangsa, etnis, atau ras,” kata Menteri Negara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=551&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#800000;">2,3 Juta Anak Jadi Korban Kekerasan</span></h2>
<p>Sedikitnya 2,3 juta anak dan 2,27 juta perempuan di berbagai daerah pernah menjadi korban kekerasan. Pelaku kekerasan berlaku umum, tidak memiliki relevansi dengan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.</p>
<div>
<p>”Pelaku kekerasan tidak ada kaitannya pula dengan status sosial, agama dan keyakinan, serta suku bangsa, etnis, atau ras,” kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari saat membuka sarasehan Kebijakan Perlindungan Perempuan dari Tindak Kekerasan dan Permasalahan Sosial di Yogyakarta, Sabtu (19/12).</p>
<p>Ia mengatakan, tingginya kerentanan perempuan dan anak terhadap kekerasan terlihat dari data survei kekerasan Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan (2006). Angka kekerasan terhadap perempuan secara nasional mencapai 3,07 persen. Ini berarti 2,27 juta perempuan pernah mengalami tindak kekerasan atau berarti dari setiap 10.000 perempuan Indonesia, sekitar 307 perempuan di antaranya pernah mengalami kekerasan.</p>
<p>Adapun kekerasan terhadap anak mencapai 3,02 persen yang berarti setiap 10.000 anak, 302 anak di antaranya pernah mengalami tindak kekerasan atau berarti 2,29 juta anak pernah menjadi korban kekerasan. ”Angka yang sangat besar. Namun, tingginya kasus kekerasan itu juga menjadi pertanda peningkatan kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya, didengarnya, atau dilihatnya,” ujar Linda.</p>
<p><strong>Budaya patriarki</strong></p>
<p>Ia mengatakan, meski sudah ada berbagai aturan perundang- undangan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di rumah tangga dan di ranah publik masih terjadi. ”Penyebabnya di antaranya adalah faktor budaya patriarki yang memandang perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Ini masalah klasik,” katanya.</p>
<p>Di samping itu, persepsi keliru tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak dianggap sebagai hak dari pelaku. ”Kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dan terus terjadi sepanjang ketimpangan hubungan laki-laki dan perempuan masih diyakini dan dimanifestasikan dalam kehidupan sosial,” kata Linda.</p>
<p>Terkait perlindungan anak yang memiliki masalah dengan hukum, Linda mengatakan, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, 22 Desember, akan ditandatangani surat keputusan bersama Ketua Mahkamah Agung, Kapolri, Jaksa Agung, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Sosial, serta Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang anak bermasalah dengan hukum. Ini untuk memberikan pemenuhan hak anak agar tetap dapat mendapatkan hak-haknya meski sedang mengalami masalah hukum.</p>
<p>”Ini agar anak-anak mendapatkan keadilan restoratif. Kami akan mencoba melahirkan satu kesepakatan sehingga mulai penyidikan, penuntutan, pengadilan, hingga dalam penahanan dapat dilakukan dalam sistem yang sama,” katanya.</p>
<p>Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Asisten Sekretaris Daerah DIY Tavip Agus Rayanto mengungkapkan, kekerasan dalam rumah tangga merupakan fenomena gunung es karena masih banyak yang belum terungkap</p>
<p>sumber : kompas</p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
</div>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: 2, 3 Juta Anak Jadi Korban Kekerasan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=551&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/07/23-juta-anak-jadi-korban-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : 4 Anak Remaja Disiram Air Keras</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/07/save-our-children-4-anak-remaja-disiram-air-keras/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/07/save-our-children-4-anak-remaja-disiram-air-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 10:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[SAVE OUR CHILDREN : 4 Anak Remaja Disiram Air Keras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/07/save-our-children-4-anak-remaja-disiram-air-keras/</guid>
		<description><![CDATA[SAVE OUR CHILDREN : 4 Anak Remaja Disiram Air Keras Kekerasan pada anak terjadi lagi di Tanah air. Empat remaja yang memiliki hubungan sepupu, Bahrul Ulum (18), Heri (15), Soleh (19), dan Herman (15), disiram air keras di bagian tangan oleh seorang ustad di Lebak, Banten.   Insiden tersebut terjadi lantaran telepon genggam milik anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=549&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">SAVE OUR CHILDREN : </span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">4 Anak Remaja Disiram Air Keras </span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><img src="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2010/01/kekerasanpadaanak-anak2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></span></h2>
<p>Kekerasan pada anak terjadi lagi di Tanah air. Empat remaja yang memiliki hubungan sepupu, Bahrul Ulum (18), Heri (15), Soleh (19), dan Herman (15), disiram air keras di bagian tangan oleh seorang ustad di Lebak, Banten.  <br />
Insiden tersebut terjadi lantaran telepon genggam milik anak ustad tersebut tiba–tiba hilang dan menuduh keempat remaja tersebut sebagai pencuri.<br />
 <br />
Kejadian berawal saat anak ustad Deden, Hasan Tabriji alias Iji mengaku kehilangan telepon genggam saat bermain ke rumah keempat remaja tersebut di daerah Jalan Raya Rangkasbitung, Desa Cibua Cipalawat, Kecamatan Warung Gunung, Lebak Banten.<br />
 <br />
Kemudian Iji melapor kepada ayahnya yang kebetulan seorang ustad di kampung tersebut. Karena mengaku tak mengambil barang milik Iji, keempat remaja tersebut akhirnya disiram dengan menggunakan air keras oleh teman Iji atas perintah ustad Deden.<br />
 <br />
Sebelum disiram, air keras tersebut diuji coba terlebih dahulu ke lantai hingga mengepulkan asap.<br />
Akibat kejadian tersebut, keempat remaja tersebut kini diangkut oleh paman mereka, Apendi, warga Jalan RTM No 41 RT 003/ 010 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok.<br />
 <br />
Menurut Apendi, dengan dirawat olehnya, keempat kemenakannya akan memperoleh perawatan yang lebih baik dibandingkan perawatan medis di desa.<br />
 <br />
“Saya sudah bawa ke RS Pasar Rebo, memang kejadiannya sudah seminggu lalu, tapi keadaannya masih mengkhawatirkan, yang paling parah Bahrul Ulum sampai terkelupas gosong kulitnya. Jadi pada saat itu, keempatnya dijemput Iji ke rumah, saat tidak ada orang tuanya, lagi bekerja. Karena merasa tak bersalah, mereka berani saat diancam disiram air keras,” Ujarnya kepada wartawan di Cimanggis Depok.<br />
 <br />
Apendi menambahkan, saat ini keempat kemenakannya tengah libur sekolah di SMA Warung Gunung dan menginap selama masa perawatan di Depok. Rencananya, akan kembali ke kampungnya di Lebak, Banten. “Kalau dirawat di sini, rumah sakit peralatannnya lebih lengkap dan sekarang sudah lebih baik sehingga sudah bisa rawat jalan dan pulang ke kampungnya.<br />
 <br />
Akibat insiden tersebut, pihak keluarga sudah melaporkan ustad Deden ke pihak polisi setempat dan kini sudah mendekam di penjara. Kondisi keempat remaja tersebut masih terbaring lemas dengan kedua tangan yang gosong.</p>
<p>Apapun alasannya dan apapun bentuknya kekerasan pada anak tidak dibenarkan secara hukum. Apalagi melakukan kekerasan secara fisik yang melukai seorang anak yang sampai mengakibatkan kecacatan. Anak dilahirkan di dunia ini dengan kasih sayang. Pendidikan pada anakpun tentunya harus dilakukan dengan kasih sayang bukan dengan kekerasan.</p>
<p>Provided by<br />
<strong><img class="alignleft" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2009/10/audidiazpuncak1121.jpg?w=163&#038;h=201" alt="" width="163" height="201" /></strong></p>
<p><strong>SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p>Clinical and Editor in Chief :  Dr WIDODO JUDARWANTO SpA</p>
<p> JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a>  <a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: SAVE OUR CHILDREN : 4 Anak Remaja Disiram Air Keras <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=549&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/07/save-our-children-4-anak-remaja-disiram-air-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2010/01/kekerasanpadaanak-anak2.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2009/10/audidiazpuncak1121.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pornografi Pencarian Paling populer pada anak-anak, Bagaimana Pencegahannya ?</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/pornografi-pencarian-paling-populer-pada-anak-anak-bagaimana-pencegahannya/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/pornografi-pencarian-paling-populer-pada-anak-anak-bagaimana-pencegahannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 17:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[c.pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[e.ancaman pedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[f.ancaman pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[h.bahaya televisi-internet]]></category>
		<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bagaimana Pencegahannya ?]]></category>
		<category><![CDATA[Pornografi Pencarian Paling populer pada anak-anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Pornografi Pencarian Paling populer pada anak-anak, Bagaimana Pencegahannya ? Data temuan lembaga keamanan Symantec Norton menunjukkan bahwa pornografi menjadi pencarian dalam jaringan online terpopuler yang dilakukan anak-anak selama 2009. Hasil mengejutkan ini merupakan temuan dalam survei terbaru lembaga keamanan internet, Norton. Seperti diungkap dalam stasiun televisi CBN News, tiga mesin pencari yang paling sering dipakai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=544&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Pornografi Pencarian Paling populer pada anak-anak,</span> <span style="color:#ff6600;">Bagaimana Pencegahannya ?</span></h2>
<p>Data temuan lembaga keamanan Symantec Norton menunjukkan bahwa pornografi menjadi pencarian dalam jaringan online terpopuler yang dilakukan anak-anak selama 2009. Hasil mengejutkan ini merupakan temuan dalam survei terbaru lembaga keamanan internet, Norton. Seperti diungkap dalam stasiun televisi CBN News, tiga mesin pencari yang paling sering dipakai anak-anak yaitu YouTube, Google dan Facebook. Sementara kata ‘porno’ dan ’seks’ berada posisi kedua dalam data Symantec Norton. Meski Simantec tidak mengeluarkan data negara mana asal anak-anak tersebut, tetapi paling tidak hal ini jadi perhatian para orang tua di Indonesia.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30497739&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=268456638688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=268456638688&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs170.snc3/19744_1215184613202_1036431313_30497739_7357838_n.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Saat ini teknologi internet memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dari kehidupan buah hati Anda. Internet bisa mempermudah mereka menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah. Tetapi dampak negatif dari internet juga tidak kalah besarnya. </p>
<p>Ini merupakan pertanda bahaya bagi para orang tua jika mereka tidak memasukkan unsur seks dalam pendidikan anak-anaknya. Akibatnya anak berusaha belajar sendiri, padahal isi situs porno belum diperlukan anak. Diantara 25 daftar pencarian paling utama, situs jaringan pertemanan, permainan, belanja, dan situs dewasa adalah favorit anak laki-laki. Sedangkan anak-anak perempuan lebih tertarik membuka jaringan sosial, musik, film, selebriti dan tayangan televisi.</p>
<p>Penemuan melibatkan 14,6 juta pencarian pada Februari hingga Desember 2009 di sebuah situs pencarian grastis, OnlineFamily. Norton menyarankan agar orangtua menggunakan filter untuk memonitor penggunaan internet putra-putri mereka.  Aktifitas online yang semakin meningkat di kalangan anak-anak telah menjadi ancaman. Orangtua perlu lebih dari sekedar memperingatkan anak mereka mengenai isi internet. Dalam keadaan seperti ini hal yang paling mendesak dilakukan orangtua harus berdiskusi bersama anak mengenai topik yang mengundang rasa ingin tahu mereka sekaligus melindungi anak dari ancaman dunia maya.  <br />
Indonesia pengakses Pornografi terbesar di dunia</p>
<p>Hal yang menyedihkan juga adalah bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah pengakses situs porno terbanyak di dunia. Indonesia sampai saat ini paling besar mengakses situs porno. Hal hal akan memprihatinkan bila Internet hanya dipergunakan untuk mengakses sesuatu yang tidak bermanfaat.   Masyarakat lhususnya anak-anak seharusnya  menggunakan produk teknologi dan informasi termasuk internet untuk keperluan yang lebih produktif seperti pendiodikan, agama, dan berbagai hal yang memberikan wawasan, pengetahuan dan informasi yang membentuk kreatifitas.  Untuk mencapai hal tersebut  perlu dibentuk visi Indonesia informatif yang berarti masyarakat yang aware terhadap informasi. Keadaan ini mencerminkan masyarakat yang rasional, underbase of information knowledge yang tidak berdasar pada provokasi dan isu-isu. Patut di sadari bahwa  perkembangan kebutuhan masyarakat bergeser pada kebutuhan yang informatif, murah, dan terjangkau.Berbagai indikator dalam masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa  indikator yang rendah mulai dari penetrasi komputer yang masih 8 persen, Internet 12,2 persen, pengembangan software 80 ribu, dan pengembangan hardware 5.800.</p>
<p><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30497736&amp;id=1036431313&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=268456638688&amp;aid=-1&amp;oid=268456638688"><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs190.snc3/19744_1215183773181_1036431313_30497736_1900729_n.jpg" alt="" width="457" height="296" /></a></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Tehnik memblokir Situs Porno</span></strong></p>
<p>Seperti di tayangkan pada gambar, ada beberapa teknik proses blokir situs tidak baik. Disini akan dicoba untuk dijelaskan teknik untuk mem-blok situs yang tidak baik tersebut.  Walaupun harus di akui bahwa semua teknik mem-Blok situs tidak baik dibuat oleh manusia juga. Tidak ada jaminan dapat melakukan tugasnya dengan baik 100%. Ada banyak cara untuk mem- bypass proses blok buatan manusia. Terus terang, jauh lebih ampuh jika dapat menggunakan mekanisme blok yang diberikan oleh Pencipta Manusia.</p>
<p><strong>Sistem Operasi</strong></p>
<p>Teknik memblokir yang paling ampuh adalah menggunakan sistem operasi yang secara “default” memblokir hal-hal yang tidak baik. Tidak banyak sistem operasi yang mengintegrasikan pemblokiran situs tidak baik. Salah satu yang terbaik hari ini adalah Ubuntu Muslim Edition (UbuntuME) yang sekarang lebih di kenal sebagai Sabily secara terintegrasi mengimplementasi teknik untuk memblokir situs tidak baik di dalam-nya. Anda yang menggunakan Sabily tidak perlu pusing-pusing mempelajari berbagai teknik di bawah ini, karena semua sudah built-in dan siap pakai tanpa perlu bersusah payah meng-konfigurasi.</p>
<p>Sabily dapat di ambil di <a href="http://kambing.ui.edu/pub/sabily/">http://kambing.ui.edu/pub/sabily/</a>  di samping beberapa situs untuk mendownload CD / DVD Ubuntu Muslim Edition atau memesan / membeli DVD / CDROM-nya dengan harga murah dari <a href="http://juragan.kambing.ui.edu/">http://juragan.kambing.ui.edu/</a> <a href="http://toko.baliwae.com/">http://toko.baliwae.com/</a> <a href="http://www.gudanglinux.com/">http://www.gudanglinux.com/</a> <a href="http://www.warunglinux.com/">http://www.warunglinux.com/</a> <a href="http://www.tokoku-online.com/">http://www.tokoku-online.com/</a>  Sabily versi DVD lebih lengkap telah terintegrasi OpenOffice. Versi minimal adalah Sabily versi CDROM, tidak ada OpenOffice.</p>
<p>Bagi anda yang kurang beruntung karena tidak menggunakan Sabily, anda perlu mempelajari teknik-teknik berikut untuk melakukan pemblokiran. Teknik tersebut tidak terlalu sulit untuk di pelajari untuk seorang Administrator Jaringan.  Bagi pengguna Windows XP, mungkin solusi yang baik untuk anak-anak khususnya umur 5-10 tahun adalah menambahkan software desktop sebagai bagian depan (front end) Windows XP. Salah satu software open source untuk keperluan ini adalah, easyOS yang bisa di ambil dari Source Forge <a href="http://sourceforge.net/projects/easyos/">http://sourceforge.net/projects/easyos/</a>  Dengan mengunakan easyOS kita dapat melakukan filtering akses Internet bagi anak-anak maupun memisahkan file anak-anak dengan orang tua-nya.</p>
<p><strong>Setting internet explorer</strong></p>
<p>Jika kita menggunakan Internet Explorer, pada menu atas browser klik ‘Tools’, ‘Internet Options’ lalu pilih ‘Content’ pada bagian atas. Setelah itu pada kolom ‘Content Advisor’ klik ‘Enable’. Berikutnya kita bisa men-setting sesuai keinginan kita, lalu klik “OK”. Kita bisa men-setting default browser ke search engine anak-anak, semisal,http://www.yahooligans.com.  Caranya, pada menu atas browser klik ‘Tools’, ‘Internet Options’, lalu pada kolom ‘Homepage’ ketikkan address yang kita inginkan, lalu klik “OK”.</p>
<p>Bagi para pengguna  yang masih menggunakan Windows. Ada baiknya mencari di Google dengan keyword “Parental Control”, memang kebanyakan software di Windows berbayar, bukan gratisan. Walau ada yang open source. Review software Parental Control dapat dilihat di <a href="http://www.consumersearch.com/www/software/parental-control-software/">http://www.consumersearch.com/www/software/parental-control-software/</a>.</p>
<p>Beberapa Software Parental Control ter-Favorit adalah Net Nanny 5.6 (*est. $50 / tahun) , CyberPatrol 7.6 (*est. $40 / tahun) dan Safe Eyes 5.0 (*est. $50 / tahun)</p>
<p><strong>Beberapa Software Parental Control Windows yang gratisan</strong></p>
<ul>
<li>ParentalControlBar dari <a href="http://www.parentalcontrolbar.org/">http://www.parentalcontrolbar.org/</a></li>
<li>Crawler Parental Control dari <a href="http://www.crawlerparental.com/">http://www.crawlerparental.com/</a></li>
<li>NAOMI Family Save Internet bisa di download dari <a href="http://www.download.com/3004-2162_4-10520304.html">http://www.download.com/3004-2162_4-10520304.html</a></li>
<li>TechBlock dari <a href="http://www.safefamilies.org/">http://www.safefamilies.org/</a></li>
<li><a href="http://www1.k9webprotection.com/">http://www1.k9webprotection.com/</a></li>
<li>Naomi &amp; K9WebProtection dari situs DEPKOMINFO</li>
<li>Manual Naomi &amp; K9WebProtection dari situs DEPKOMINFO</li>
<li>Safe Families Software Internet Filtering &amp; Parental Control Gratisan.</li>
<li>Reveal a free program for finding if porn files are stored on your computer.</li>
<li>File Sharing Sentinelfree parental control tool for blocking file-sharing programs.</li>
<li>SurfPass free version of the SurfPass filter, which also allows time limits, logging, etc.</li>
<li>B Gone free web filter based on keywords list.</li>
<li>NoWorrys allows access to trusted sites (list) only.<br />
 </li>
</ul>
<p>Gunakanlah DNS AWARI, DNS AWARI ini membuat internet lebih aman dan sekaligus mempercepat akses internet juga. Server DNS AWARI ini memblokir beberapa situs yang kurang bermanfaat / berisi content negatif, meski belum semua akses ke website porno diblokir ole Filter DNS tersebut. Berikut DNS AWARI yang digunakan : 203.34.118.10 (Primary) dan 203.34.118.12 (Secondary). Setelah DNS sudah dirubah perlu ditambahkan lagi Filternya yaitu dengan menggunakan Proxy ARAB SAUDI, Proxy Arab ini menerapkan filtering yang cukup ketat dan terus terupdate data base nya. Proxy ARAB SAUDI ini akan memblokir situs yang terdeteksi mengandung content pornografi, Hacking, Exploit, pishing dan Virus dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa Proxy Filter yang bisa digunakan : Update Proxy Avaibility 23 Oktober 2009 , 212.93.193.90 Port:443 (Arab Saudi), 212.93.193.89 Port:443 (Arab Saudi), 212.93.193.88 Port:443 (Arab Saudi), 212.138.84.62 Port:80 (Arab Saudi), 168.10.168.61 Port:80 (USA  Filter), 213.132.58.149 Port:8080 (UEA Etisalat) Setelah kedua langkah anda terapkan jangan lupa mengganti Home Page default browser anda ke website <a href="http://www.google.co.id">http://www.google.co.id</a> karena bila menggunakan google.com maka default google anda adalah google dengan bahasa dan tulisan arab. Kelebihan lain nya dengan setting ini maka google search engine anda otomatis menjadi Google Safe Mode atau Google Pencarian Aman, sehingga result atau hasil pencarian akan mengabaikan website yang berisikan Pornografi, Explishit, Pishing, Virus dan lain sebagainya.Setelah anda menggunakan DNS AWARI dan Proxy Arab Saudi diatas maka akan mempekecil kemungkinan situs-situs yang bercontent negatif bisa terkases, sehingga menciptakan akses internet yang lebih aman untuk Anak-anak, Remaja dan Pelajar dibawah umur.</p>
<p><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30497736&amp;id=1036431313&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=268456638688&amp;aid=-1&amp;oid=268456638688"><img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs190.snc3/19744_1215184053188_1036431313_30497737_1507619_n.jpg" alt="" /></a></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="color:#800000;">Di bawah ini adalah daftar situs porno yang paling banyak dikunjugi oleh para netter Indonesia</span>, seharusnya situs ini harus dijauhi dan menjadi perhatian para orangtua untuk dilakukan limitasi terhadap anak dan remaja Indonesia.</strong></span></p>
<p>1 XXX-DEVILS 26 Passvegas<br />
2 711Crew 27 Poison Rose<br />
3 zixzAz Team 28 Adult Manila Online<br />
4 Final Circle 29 Free Hard Porn Videos<br />
5 PronGod 30 ExploitHome<br />
6 Renegade 31 Sextime24h<br />
7 Golden Password 32 Freesexlink<br />
8 Bravo Pass Club 33 Happynights<br />
9 The Best Password Club 34 Only classic porn<br />
10 xXx Diamond xXx 35 free stream porn<br />
11 PASSPAGE 36 XXX Movies<br />
12 passfan 37 Novel4U<br />
13 Password Kingdom 38 Girls with Guns<br />
14 passcandy 39 Sluts on Cam<br />
15 TripleXBase 40 Porn Top Sites<br />
16 Sonar Brothers 41 Terminator Passclub<br />
17 NZBsBoard 42 Sombsa´s privat Toplist<br />
18 Gallery Dump 43 Real Web Whores<br />
19 Mature Older Women 44 Keyifli Seyirler<br />
20 Emerald City Erotica 45 Amateur HomeMade Porn<br />
21 Heaven’s Lounge 46 Erotic WebCams<br />
22 Fetisch Cams 47 Porno | Sex | Hardcore<br />
23 Live-Amateure 48 Gatas Gostosas<br />
24 The Tigers Den 49 porno izle, türk porno izle<br />
25 SexyXXXworlds 50 LAB PORN – stats</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Orangtua Filter Utama</span></strong></p>
<p>Di balik itu semua sebenarnya orangtua adalah merupakan filter utama. Karena,  orangtua  tidak bisa hanya mengandalkan filter tersebut untuk pencegahan paparan pornografi di internet. Para orang tua hendaknya selalu pro aktif untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan akses Internet untuk anak-anak dan Remaja dibawah umur. Pengawasan langsung orangtua secara rutin dan berkesinambungan juga harus selalu dilakukan karena ternyata filter tidak cukup efektif.  Ternyata program internet filter tidak mampu menyaring semua. Sebagian besar program filter menggunakan teknik kombinasi untuk menutup akses pada laman tertentu. Kombinasi tersebut seringkali bocor dan membuat akses laman yang ditutup bisa dilihat.   Anak berpotensi bisa membobol filter. Jangan menyepelekan kepintaran buah hati. Mereka bisa dengan mudah menemukan cara untuk membuka filter program yang telah Anda pasang. Jadi selalu periksa secara berkala komputer yang digunakan anak Anda. Program filter yang Anda pasang pada komputer juga harus diperkenalkan pada anak. Katakan pada anak bahwa Anda ingin ia bertanggung jawab dalam penggunanan internet dan demi keamanannya. Hal itu akan membuat ia lebih dewasa dan mengerti.  Seiring perkembangan teknologi, mau tidak mau anak pasti akan mengetahui atau penasaran terhadap hal-hal baru yang bersifat negatif seperti pornografi. Sebelum ia mengakses tanpa sepengetahuan Anda, bicarakan isu tersebut serta dampaknya jika ia sudah cukup dewasa. Tindakan tersebut merupakan cara pencegahan yang sangat baik bagi buah hati Anda.</p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30497736&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=268456638688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=268456638688&amp;id=1036431313"></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30497737&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=268456638688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=268456638688&amp;id=1036431313"></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30497738&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=268456638688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=268456638688&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs170.snc3/19744_1215184293194_1036431313_30497738_1845946_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30497739&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=268456638688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=268456638688&amp;id=1036431313"></a></div>
</div>
<p> </p>
<p>dr Widodo judarwanto SpA</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong><span style="color:#800000;">Yudhasmara Foundation</span></strong></span></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Posted in a.hak anak indonesia, a.selamatkan hak anak, c.pelecehan seksual, e.ancaman pedofilia, f.ancaman pornografi, h.bahaya televisi-internet, x.berita anak Tagged: Bagaimana Pencegahannya ?, Pornografi Pencarian Paling populer pada anak-anak <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=544&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/pornografi-pencarian-paling-populer-pada-anak-anak-bagaimana-pencegahannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs170.snc3/19744_1215184613202_1036431313_30497739_7357838_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs190.snc3/19744_1215183773181_1036431313_30497736_1900729_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs190.snc3/19744_1215184053188_1036431313_30497737_1507619_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs170.snc3/19744_1215184293194_1036431313_30497738_1845946_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : Seorang Anak Jatuh dari Lantai 4 RSUD Bendan, Pekalongan</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/save-our-children-seorang-anak-jatuh-dari-lantai-4-rsud-bendan-pekalongan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/save-our-children-seorang-anak-jatuh-dari-lantai-4-rsud-bendan-pekalongan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 04:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Seorang Anak Jatuh dari Lantai 4 RSUD Bendan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Anak Jatuh dari Lantai 4 RSUD Bendan, Pekalongan Seorang anak, Selasa malam terjatuh dari lantai 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sehingga kondisinya kritis. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan jatuhnya Ririk Setiawati (5,5) diketahui saat orangtua korban sedang membesuk saudaranya yang sakit dan dirawat di salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=542&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#800000;">Seorang Anak Jatuh dari Lantai 4 RSUD Bendan, Pekalongan</span></h2>
<p>Seorang anak, Selasa malam terjatuh dari lantai 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sehingga kondisinya kritis. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan jatuhnya Ririk Setiawati (5,5) diketahui saat orangtua korban sedang membesuk saudaranya yang sakit dan dirawat di salah satu ruangan di lantai 3 RSUD Bendan.</p>
<p>Saat kejadian, ayah korban, Aswan (45) warga Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan tidak mengetahui anaknya lepas dari pengawasannya dan naik ke lantai 4. Korban terjatuh dari lantai 4, dan diduga karena memanjat pagar tembok pemisah ruang gedung, dan terpeleset jatuh ke lantai dasar. Terjatuhnya korban itu sempat menggegerkan pengunjung dan pasien di rumah sakit itu. Pihak RSUD setempat segera memberikan pertolongan dan dibawa ke ruang perawatan.</p>
<p>Menurut ayah korban Aswan, saat itu ia dan istrinya bersama korban menengok saudaranya yang sedang sakit muntaber di rumah sakit tersebut. &#8220;Saat itu kami menyuruh Ririk untuk mengambil minuman. Namun, setelah beberapa saat tidak kunjung kembali, kami langsung mencarinya,&#8221; katanya. Ia mengatakan dirinya baru menyadari musibah telah menimpa anak perempuannya itu, setelah melihat banyak kerumunan pengunjung di lantai bawah, dan petugas rumah sakit sedang mengevakuasi korban. &#8220;Saat saya cari-cari kok tidak ada. Saya terkejut ketika dikabari ternyata Ririk terjatuh dari lantai 4,&#8221; katanya.</p>
<p>Kapolsekta Pekalongan Barat AKP Sumarjo yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) belum bisa memberikan keterangan.&#8221;Saat ini kami sedang menyelidiki kejadian itu, sehingga belum bisa memberikan keterangan,&#8221; katanya.<br />
Sementara itu, pihak RSUD Bendan Kota Pekalongan tidak bersedia memberikan keterangan apa pun mengenai kondisi korban.</p>
<p>sumber : antara</p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO SpA</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: Pekalongan, Seorang Anak Jatuh dari Lantai 4 RSUD Bendan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=542&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/save-our-children-seorang-anak-jatuh-dari-lantai-4-rsud-bendan-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : Ibu Berkelahi, Bayi Terjatuh</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/save-our-children-ibu-berkelahi-bayi-terjatuh/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/save-our-children-ibu-berkelahi-bayi-terjatuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 03:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi Terjatuh]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Berkelahi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Ibu Berkelahi, Bayi Terjatuh Sambil menggendong bayinya, Rini (35) mendatangi tetangganya Vemilia (34) guna menyelesaikan perselisihan diantara mereka. Namun bukannya selisih selesai, malahan keributan semakin menjadi hingga bayi berusia tujuh bulan yang digendongan Rini jatuh ke lantai. Bayi itu pun sontak muntah muntah karena kepalanya memar. Kejadian ini dilaporkan Rini ke Poltabes Palembang, tak berapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=540&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#800000;">Ibu Berkelahi, Bayi Terjatuh</span></h2>
<h2><span style="color:#800000;"><img src="http://i.ehow.com/images/a05/1m/vg/save-baby-formula-infant-formula-200X200.jpg" alt="" /></span></h2>
<p>Sambil menggendong bayinya, Rini (35) mendatangi tetangganya Vemilia (34) guna menyelesaikan perselisihan diantara mereka. Namun bukannya selisih selesai, malahan keributan semakin menjadi hingga bayi berusia tujuh bulan yang digendongan Rini jatuh ke lantai. Bayi itu pun sontak muntah muntah karena kepalanya memar. Kejadian ini dilaporkan Rini ke Poltabes Palembang, tak berapa lama setelah keributan itu. Melapor ke polisi karena bayinya itu bukan jatuh tak sengaja. &#8220;Dia sengaja menarik kain gendong saya dan membuat bayi saya jatuh ke lantai,&#8221; kata Rini. Laporan Rini diterima polisi dengan perkara penganiayaan dan perlindungan anak.</p>
<p>Rini dan Vemilia bertetangga yang tinggal di komplek rumah susun Jl Radial Blok 30 lantai empat. Perkara pun berlangsung ditempat itu. Dalam laporannya Rini menceritakan, keributan itu bermula dari sikap Vemilia yang tak senang dengan ulah anak Rini yang bermain air bersama teman-temannya. Vemilia sempat terkena percikan air. &#8220;Ia memukul anak saya, dan anak saya mengadu ke saya,&#8221; katanya. </p>
<p>Rini berang mendapat mendengar pengaduan anaknya itu. Ia sambil menggendong anak bungsunya, Dewati Febi Faulin yang berusia tujuh bulan, mendatangi rumah Vemilia. Keduanya pun terlibat keributan.&#8221;Dia lebih dulu melayangkan pukulan ke wajah saya,&#8221; kata Rini. Rini yang kalah sigap karena sambil menggendong bayi kalabakan. Selanjutnya Vemilia pun menarik selendang Rini hingga perempuan itu tersungkur bersama bayinya. Malang bayi perempuan itu jatuh dengan kepala menghantam lantai. &#8220;Bayi saya langsung muntah-muntah,&#8221; katanya. Bayi itu sudah sempat dirawat di rumah sakit.</p>
<p>Kasat Reskrim Poltabes Palembang Kompol Andry Setiawan mengatakan sudah mendapatkan laporan itu. &#8220;Kita akan dalami lagi terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah Vemilia bisa ditetapkan sebagai tersangka,&#8221; kata Andry. Saat ini pihaknya juga sudah memberikan rujukan agar Rini dan bayinya di visum untuk memperkuat bukti.</p>
<p>sumber : Sriwijaya Post</p>
<p><img src="http://2.bp.blogspot.com/_TqZsR17bc7k/SZTb3FdngaI/AAAAAAAABP8/VXrqqQau4x0/s400/logo-Safe4Baby.jpg" alt="" /></p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong></strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: Bayi Terjatuh, Ibu Berkelahi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=540&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2010/01/06/save-our-children-ibu-berkelahi-bayi-terjatuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i.ehow.com/images/a05/1m/vg/save-baby-formula-infant-formula-200X200.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_TqZsR17bc7k/SZTb3FdngaI/AAAAAAAABP8/VXrqqQau4x0/s400/logo-Safe4Baby.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Komunikasi adalah Hak Setiap Anak, Meski Sesibuk Apapun para Orangtua</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/12/13/komunikasi-adalah-hak-setiap-anak-meski-sesibuk-apapun-para-orangtua/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/12/13/komunikasi-adalah-hak-setiap-anak-meski-sesibuk-apapun-para-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 15:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Mahalnya Atensi dan Komunikasi di Era Modern Santi, gadis mungil cantik berusia 5 tahun sedang gelisah di rumah. Dengan sangat berharap menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Santi masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=535&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#800000;">Mahalnya Atensi dan Komunikasi di Era Modern</span></h2>
<p>Santi, gadis mungil cantik berusia 5 tahun sedang gelisah di rumah. Dengan sangat berharap menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Santi masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.</p>
<p>Saat kumandang adzan magrib tiba. Terdengar suara bel mobil di hjalaman rumah Tinnn&#8230;&#8230;&#8230;.. Tiiiinnnnn&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. !! Santi kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke halaman rumah.</p>
<p>Sang papa langsung menuju ke kamar mandi. Si mama menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, apalagi tadi pagi sempat mendapat omelan bos di kantor. Bagi si kecil Santi juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Santi cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang. &#8220;Mama, mama&#8230;. Mama, mama&#8230;.&#8221; Santi menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Santi bertanya, &#8220;Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?&#8221; Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Santi makin gencar bertanya, &#8220;Mama,  mama&#8230; mana yang sakit? Santi ambilin obat ya? Ya? Ya?&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba&#8230; &#8220;Santi!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!&#8221; Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Santi mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Santi salah apa? Santi sayang Mama&#8230; Santi salah apa? Takut-takut, Santi menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Santi terus bertanya-tanya: Mama, Santi salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Santi? Santi mengganggu Mama? Santi tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Santi merekam semuanya.</p>
<p><img src="http://3.bp.blogspot.com/_5G21OQMqHUE/SvvUNwAqbOI/AAAAAAAAA4A/o2TNHV5PzpA/s400/dialog.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://khuangjitmoua.v2efoliomn.mnscu.edu/Uploads/no_float.jpg" alt="" /></p>
<p>Maka tahun-tahun berlalu. Santi tidak lagi kecil. Santi bertambah tinggi. Santi remaja. Santi mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Santi menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. &#8220;Santi mana?&#8221;. &#8220;Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.&#8221;</p>
<p>Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.</p>
<p>Di atas, Santi mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?</p>
<p><img src="http://www.nevcoeducation.com/store/images/abuse%20parent%20yelling%20at%20child.jpg" alt="" width="288" height="344" /></p>
<p><img src="http://www.fbhsllc.com/j0396176.jpg" alt="" width="279" height="195" /></p>
<p><strong>Di tengah kesibukan kehidupan modern, seringkali terjebak rutinitas dan padatnya aktifitas pekerjaan. Seringkali tidak disadari waktu yang sangat terbatas untuk komunikasi dengan keluarga atau anak disia-siakan begitu saja. Bahkan tidak jarang waktu yang sangat sempit untuk berkomunikasi dengan anak dan keluarga ditumpahkan dengan omelan dan kemarahan akibat beban berat kerja dalam pekerjaan.</strong></p>
<p><strong>Apapun letih yang mendera tubuhmu, sepanas apapun  kulit kepalamu sepulang kesibukan padat yang menyita waktumu. Jangan sekalipun disia-siakan waktu dengan keluarga dan anak.  Kualitas komunikasi dan kasih sayang orangtua adalah hak anak yang harus dipenuhi setiap orangtua setiap saat apapun keadaan yang terjadi. Perhatian dengan penuh kasih sayang adalah kebutuhan utama anak,  melebihi harta apapun yang  sudah  diberikan orangtua  untuk anak.</strong></p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in a.hak anak indonesia, a.selamatkan hak anak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=535&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/12/13/komunikasi-adalah-hak-setiap-anak-meski-sesibuk-apapun-para-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_5G21OQMqHUE/SvvUNwAqbOI/AAAAAAAAA4A/o2TNHV5PzpA/s400/dialog.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://khuangjitmoua.v2efoliomn.mnscu.edu/Uploads/no_float.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.nevcoeducation.com/store/images/abuse%20parent%20yelling%20at%20child.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.fbhsllc.com/j0396176.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan biarkan Bullying atau kekerasan ada di sekolah anak kita</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/jangan-biarkan-bullying-atau-kekerasan-ada-di-sekolah-anak-kita/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/jangan-biarkan-bullying-atau-kekerasan-ada-di-sekolah-anak-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 06:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan biarkan Bullying atau kekerasan ada di sekolah anak kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/jangan-biarkan-bullying-atau-kekerasan-ada-di-sekolah-anak-kita/</guid>
		<description><![CDATA[SUATU MALAM, pasangan Bramono dan Tari terkejut melihat Riska (14) duduk di jendela kamar lantai 11 apartemen mereka dengan satu kaki menjuntai ke luar seperti posisi ancang-ancang hendak melompat. Setelah peristiwa yang nyaris membawa bencana itu, mereka membawa Riska ke psikolog. Baru mereka tahu, Riska mengalami depresi karena sering diejek ”gendut” oleh teman-temannya di sekolah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=531&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SUATU MALAM, pasangan Bramono dan Tari terkejut melihat Riska (14) duduk di jendela kamar lantai 11 apartemen mereka dengan satu kaki menjuntai ke luar seperti posisi ancang-ancang hendak melompat.</p>
<p>Setelah peristiwa yang nyaris membawa bencana itu, mereka membawa Riska ke psikolog. Baru mereka tahu, Riska mengalami depresi karena sering diejek ”gendut” oleh teman-temannya di sekolah.</p>
<p>Kalau saja Bram dan Tari terlambat, bisa jadi Riska menyusul Linda (15), siswa kelas II SLTPN di Jakarta, yang gantung diri di kamar tidurnya, Juni 2006. Linda mengalami depresi karena diejek teman-temannya karena ia pernah tidak naik kelas.</p>
<p>Di Bantar Gebang, pada Juli 2005, Fifi Kusrini (13) gantung diri di kamar mandi. Kata sang ayah, putrinya merasa malu karena diejek teman-temannya sebagai anak tukang bubur.</p>
<p>”Ada sekitar 30 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri di kalangan anak dan remaja berusia 6 sampai 15 tahun yang dilaporkan media massa tahun 2002-2005,” ujar Diena Haryana dari Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa).</p>
<p>Namun, sebagian besar laporan media massa luput melihat benang merah persoalan berbagai kasus dalam fenomena kekerasan itu, yakni masalah bullying di sekolah. Sebagian masih berkutat dengan komentar pakar yang menyoroti masalah ekonomi, ketidakharmonisan keluarga, dan kerapuhan korban.</p>
<p>Penelitian Lembaga Pratista Indonesia terhadap siswa SD, SLTP, dan SLTA di dua kecamatan di Bogor yang dipaparkan Netty Lesmanawati menunjukkan, semakin tinggi jenjang sekolah, semakin tinggi persentase siswa yang mengalami bullying dari teman di lingkungan sekolah.</p>
<p>Dianggap ”biasa”</p>
<p>Banyak orang berpendapat ejek-mengejek dan berbagai ”kenakalan” anak di sekolah adalah ”biasa”. Namun, benarkah bullying merupakan bagian dari proses alamiah perkembangan anak?</p>
<p>Psikolog dari AS, Peter Sheras PhD, dalam buku Your Child: Bully or Victim?: Understanding and Ending School Yard Tyranny (2002) menjelaskan perbedaan antara kemarahan, agresi, dan bullying.</p>
<p>Kemarahan merupakan emosi yang bisa dirasakan siapa pun yang dapat mengarah pada dorongan agresif dan disalurkan melalui berbagai cara.</p>
<p>Bullying yang merupakan tingkah laku agresif—tanpa rangsangan—untuk mendominasi, menyakiti, menyerang, atau mengasingkan orang lain yang lebih lemah dibandingkan diri atau kelompoknya adalah salah satu cara menyalurkan agresi.</p>
<p>Kecenderungan melakukan bullying secara fisik, verbal-emosional, dan sosial mungkin dianggap ”alamiah” dalam pengertian sangat terbatas, tetapi tidak dapat dielakkan di sekolah, rumah, dan lingkungannya.</p>
<p>Hasil penelitian Lembaga Pratista Indonesia menunjukkan, bullying secara verbal-emosional banyak dilakukan oleh guru. Hukuman terhadap pelaku oleh guru sering kali juga berupa bullying.</p>
<p>Data Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui hotline service dan pengaduan ke KPAI memperlihatkan, pada tahun 2007 dilaporkan 555 kasus kekerasan terhadap anak, 11,8 persennya dilakukan oleh guru.</p>
<p>”Pada tahun 2008, dari 86 kasus kekerasan yang dilaporkan, 39 persennya dilakukan oleh guru,” ujar Wakil Ketua KPAI Magdalena Sitorus.</p>
<p>Namun, guru SMA 70, Afrizal, menolak pandangan stereotip itu. ”Budaya pendidikan masih penuh kekerasan. Guru yang memberi perhatian pada masalah bullying dengan berbagai cara dijadikan musuh bersama oleh murid pelaku,” ujar Afrizal dalam seminar nasional Learning Without Fear yang diselenggarakan Sejiwa bersama Plan Indonesia beberapa waktu lalu.</p>
<p>Tidak dilahirkan</p>
<p>Korban dan pelaku bullying tidak dilahirkan. Menurut Peter Sheras, seorang anak dipilih menjadi korban tergantung pada seberapa besar ia memahami kekuatannya dalam hubungannya dengan pelaku. Korban sering mengabaikan nasihat terkait dengan bullying karena menganggap nasihat itu tidak mempan.</p>
<p>Kalau menuruti nasihat, tetapi pelecehan terus berlangsung, korban merasa itu terjadi karena salahnya sendiri. Ia tak mau lagi meminta bantuan.</p>
<p>Serangan berlanjut, meruntuhkan rasa percaya dirinya, menyebabkan frustrasi yang memperburuk kesehatan emosi dan sosialnya, dan akhirnya sangat berpengaruh terhadap capaian akademisnya.</p>
<p>Pelaku distereotipkan sebagai ”buruk”, ”anak nakal” dari keluarga berantakan. Namun, menurut Peter Sheras, banyak pelaku berasal dari keluarga ”baik-baik” yang menyalurkan kemarahannya karena berbagai hal terkait hubungannya dengan orangtua.</p>
<p>Persoalan bullying tidak sesederhana ”anak baik” versus ”anak buruk”. Ini merupakan masalah tingkah laku yang rumit, yang sering kali dorongannya tidak muncul hanya dari pelaku, tetapi juga dari korban dan pelaku secara bersama-sama.</p>
<p>Pada gilirannya, korban yang belajar dari pengalamannya di-bully juga dapat berubah menjadi pelaku.</p>
<p>Benih kekerasan</p>
<p>Meski hak anak mendapatkan rasa aman di lingkungan sekolah dijamin dalam UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak ataupun dalam Konvensi Hak Anak yang sudah diratifikasi melalui Kepres 36 Tahun 1996, menurut Magdalena Sitorus, implementasinya masih jauh dari harapan.</p>
<p>”Bullying di sekolah merupakan embrio kekerasan di masyarakat,” ujar Diena, ”Namun, demi ’nama baik’, tak lebih dari 0,1 persen sekolah di Jakarta mengakui terjadinya bullying di lingkungan sekolahnya,” katanya.</p>
<p>Upaya mencegah bullying di sekolah, menurut Diena, harus dimulai dengan membentuk budaya sekolah yang beratmosfer ”belajar tanpa rasa takut” melalui pendidikan karakter, menciptakan kebijakan pencegahan bullying di masing-masing sekolah dengan melibatkan siswa, menciptakan sekolah model penerap sistem anti-bullying, serta membangun kesadaran tentang bullying dan pencegahannya kepada stakeholders sampai ke tingkat rumah tangga dan RT/RW.</p>
<p>”Learning Without Fear” diharapkan menjadi cara efektif untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap masalah yang dihadapi, sekaligus membantu mereka menganalisis dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mengekspresikan masalah tersebut.</p>
<p>Sayangnya, pandangan tentang kekerasan di sekolah masih belum sama. Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional Mudjito mengatakan, ”Sejarah kekerasan sama panjangnya dengan sejarah manusia.” </p>
<p>Sumber : kompas.com</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: Jangan biarkan Bullying atau kekerasan ada di sekolah anak kita <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=531&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/jangan-biarkan-bullying-atau-kekerasan-ada-di-sekolah-anak-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bullying atau kekerasan pada anak di SMA 82 :  siswa dihajar 30 kakak kelas, didiamkan polisi</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/bullying-atau-kekerasan-pada-anak-di-sma-82-siswa-dihajar-30-kakak-kelas-didiamkan-polisi/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/bullying-atau-kekerasan-pada-anak-di-sma-82-siswa-dihajar-30-kakak-kelas-didiamkan-polisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 06:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying atau kekerasan pada anak di SMA 82 : siswa dihajar 30 kakak kelas]]></category>
		<category><![CDATA[didiamkan polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/bullying-atau-kekerasan-pada-anak-di-sma-82-siswa-dihajar-30-kakak-kelas-didiamkan-polisi/</guid>
		<description><![CDATA[Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka pada kasus bullying yang menimpa Ade Fauzan Mahfuza, siswa kelas I SMAN 82, Jakarta Selatan. Tak hanya itu, meski korban harus mendapatkan perawatan intensif di RS Pusat Pertamina karena trauma dan luka fisik yang dideritanya, polisi juga belum melakukan pemeriksaan kepada para pelaku. &#8220;Kami belum memeriksa. Belum bisa dipastikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=529&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka pada kasus bullying yang menimpa Ade Fauzan Mahfuza, siswa kelas I SMAN 82, Jakarta Selatan. Tak hanya itu, meski korban harus mendapatkan perawatan intensif di RS Pusat Pertamina karena trauma dan luka fisik yang dideritanya, polisi juga belum melakukan pemeriksaan kepada para pelaku.</p>
<p>&#8220;Kami belum memeriksa. Belum bisa dipastikan kapan waktunya. Nanti akan kami berikan keterangannya setelah pemeriksaan dilakukan,&#8221;ujar Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Suhandana, Senin (9/11).</p>
<p>Peristiwa tersebut bermula pada Selasa pagi, 3 November 2009, saat Ade melintasi lorong tempat pada senior berkumpul atau yang biasa disebut &#8220;Jalur Gaza&#8221; untuk mengambil buku yang tertinggal di ruang ujian. Merasa tidak senang dengan tindakan tersebut, sekitar tujuh siswa kelas III mendatangi Ade dan melakukan pemukulan dan penamparan.</p>
<p>Tindak kekerasan tak hanya sampai di situ, seusai jam sekolah, Ade kembali dianiaya oleh sekitar 30 siswa kelas III di sebuah taman di dekat sekolah. Tubuhnya kembali dihujani pukulan, telinganya dilumuri gel, dan kepalanya ditaburi abu rokok. Dalam kondisi tak sadar, Ade kemudian dilarikan ke RSPP oleh teman seangkatannya.</p>
<p>Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan, prinsipnya di dalam UU Perlindungan Anak, pelajar wajib dilindungi dari tindak kekerasan di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan oleh guru maupun teman-teman sekolahnya. &#8220;Kepala sekolah dan guru harus bertanggung jawab. Polisi juga harus segera bertindak,&#8221; kata Seto.</p>
<p>Menurutnya, tidak ada jaminan bebas bullying pada sekolah favorit. Menurut Komnas Perlindungan Anak, banyak laporan bullying yang berasal dari sekolah favorit. Para korbannya selalu takut memberitahukan kejadian sebenarnya karena mendapat ancaman. &#8220;Dinas Pendidikan juga harus menyelidiki kasus-kasus bullying yang terjadi,&#8221; katanya.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: Bullying atau kekerasan pada anak di SMA 82 : siswa dihajar 30 kakak kelas, didiamkan polisi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/529/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=529&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/11/bullying-atau-kekerasan-pada-anak-di-sma-82-siswa-dihajar-30-kakak-kelas-didiamkan-polisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKERASAN PADA ANAK MENINGKAT TAHUN 2009</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/kekerasan-pada-anak-meningkat-tahun-2009/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/kekerasan-pada-anak-meningkat-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/kekerasan-pada-anak-meningkat-tahun-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Rendahnya tingkat perlindungan terhadap anak di Indonesia merupakan salah satu penyebab makin meningkatnya kasus kekerasan yang terjadi pada anak-anak. Peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap anak dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini dari 1.626 kasus pada tahun 2008 meningkat menjadi 1.891 kasus pada tahun 2009M Dari data 1.891 kasus pada 2009 tercatat sebanyak 891 kasus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=527&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rendahnya tingkat perlindungan terhadap anak di Indonesia merupakan salah satu penyebab makin meningkatnya kasus kekerasan yang terjadi pada anak-anak.</p>
<p>Peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap anak dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini dari 1.626 kasus pada tahun 2008 meningkat menjadi 1.891 kasus pada tahun 2009M<br />
Dari data 1.891 kasus pada 2009 tercatat sebanyak 891 kasus kekerasan terjadi di lingkungan sekolah. Jumlah kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat.</p>
<p>Kalau lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan tidak lagi memberikan rasa aman kepada anak-anak, kemana lagi anak bisa mendapatkan hak-haknya. Kekerasan bukan pendidikan, pendidikan tidak hrs dng kekerasan.</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=527&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/kekerasan-pada-anak-meningkat-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gara-gara main Bola Di Kelas Murid Disiksa Guru</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/gara-gara-main-bola-di-kelas-murid-disiksa-guru/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/gara-gara-main-bola-di-kelas-murid-disiksa-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan pada anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/gara-gara-main-bola-di-kelas-murid-disiksa-guru/</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara main bola di kelas, guru SMP 41 Bandung menyiksa siswa. Korban Yana Mulyana,13, menderita luka di leher, kepala, dan punggung. Encep M Muslim,45, ayah kandung korban saat melapor kepada Polresta Bandung Barat menjelaskan, peristiwa penyiksaan yang dilakukan guru itu, karena anaknya bermain bola plastik di kelas saat beristirahat. Saat itu, korban menendang bola cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=525&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara main bola di kelas, guru SMP 41 Bandung menyiksa siswa. Korban Yana Mulyana,13, menderita luka di leher, kepala, dan punggung. </p>
<p>Encep M Muslim,45, ayah kandung korban saat melapor kepada Polresta Bandung Barat menjelaskan, peristiwa penyiksaan yang dilakukan guru itu, karena anaknya bermain bola plastik di kelas saat beristirahat. </p>
<p>Saat itu, korban menendang bola cukup keras dan mengenai kaca jendela kelas hingga hancur. Hal itu membuat guru marah. Guru Asep Supriatna menghampiri korban dan menyiksanya. &#8220;Yang menyiksa anak saya hanya Pak Asep. </p>
<p>Sedangkan guru lainnya tidak, tapi minta ganti rugi,&#8221; katanya. Korban yang mengalami luka cukup serius dilarikan ke RSHS Bandung. </p>
<p>Kepala sekolah Lili Sumpena, mempaparkan, penyiksaan yang dilakukan guru tadi dikarenakan ulah siswa yang main bola di kelas hingga memecahkan kaca kelas itu. Namun, dia mengaku kaget karena pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi. </p>
<p>Kapolresta Bandung Barat, AKBP Tedy Setiadi menjelaskan, tim penyidik akan memanggil para guru SMP 41 termasuk guru Asep untuk diperiksa.</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: kekerasan pada anak <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=525&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/11/08/gara-gara-main-bola-di-kelas-murid-disiksa-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAAFKAN KEKEJIAN IBU, ANAKKU !</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/27/maafkan-kekejian-ibu-anakku/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/27/maafkan-kekejian-ibu-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 00:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[IBUMU ANAKKU !]]></category>
		<category><![CDATA[MAAFKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=522&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu. Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, &#8220;Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!&#8221; Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, &#8220;Tunggu&#8230;, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?&#8221; &#8220;Nama saya Elic, Tante.&#8221; &#8220;Eric? Eric&#8230; Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?&#8221; Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati&#8230;, mati&#8230;, mati&#8230; Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric&#8230; Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. &#8220;Mary, apa yang sebenarnya terjadi?&#8221; &#8220;Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.&#8221; Tapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. .. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric&#8230; Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali&#8230; Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama&#8230; Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. .. Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu&#8230; Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau. &#8220;Heii&#8230;! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!&#8221; Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, &#8220;Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, &#8216;Mommy&#8230;, mommy!&#8217; Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu&#8230;&#8221; Saya pun membaca tulisan di kertas itu&#8230; &#8220;Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi&#8230;? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom&#8230;&#8221; Saya menjerit histeris membaca surat itu. &#8220;Bu, tolong katakan&#8230; katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!&#8221; Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras. &#8220;Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana &#8230; Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini&#8230; Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana . Nyonya,dosa anda tidak terampuni!&#8221; Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: IBUMU ANAKKU !, MAAFKAN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=522&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/27/maafkan-kekejian-ibu-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih dari Separuh Anak Penghuni Lapas Alami Penyiksaan</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/lebih-dari-separuh-anak-penghuni-lapas-alami-penyiksaan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/lebih-dari-separuh-anak-penghuni-lapas-alami-penyiksaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 16:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih dari Separuh Anak Penghuni Lapas Alami Penyiksaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari separuh anak penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) alami penyiksaan. Kunjungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ke sebuah Lapas Anak menemukan, 18 dari 32 anak penghuni Lapas mengaku mengalami penyiksaan selama penyidikan yang dilakukan aparat Kepolisian. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno mengungkapkan hal itu pada diskusi Dekriminalisasi Anak, Jumat (31/7) di Jakarta. &#8220;Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=519&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih dari separuh anak penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) alami penyiksaan. Kunjungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ke sebuah Lapas Anak menemukan, 18 dari 32 anak penghuni Lapas mengaku mengalami penyiksaan selama penyidikan yang dilakukan aparat Kepolisian. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno mengungkapkan hal itu pada diskusi Dekriminalisasi Anak, Jumat (31/7) di Jakarta.</p>
<p>&#8220;Dengan kenyataan ini, tak pelak bila Amnesty Internasional dalam laporan periode 2008/2009 mengatakan <em>unfinished business police accountability</em> <em>in Indonesia</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Hadi Supeno menjelaskan, sensitivitas aparat hukum terhadap perlindungan anak sangat rendah. Padahal polisi, jaksa, dan hakim pernah menjadi anak. Di rumah juga mempunyai anak-anak.</p>
<p>Yang terjadi bukan bangunan perilaku aparat hukum yang sensitif anak, tetapi perilaku aparat hukum yang mengidap penyakit kekanak-kanakan. Mereka, aparat kepolisian, menganggap anak-anak adalah orang dewasa dalam bentuk kecil, sehingga semua jenis hukuman yang biasa dikenakan kepada orang dewasa, akan dikenakan pula terhadap anak-anak. Mereka bukan tidak tahu bahwa Pasal 28 B Ayat 2 UUD 1945 memerintahkan kepada negara untuk melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi.</p>
<p>&#8220;Mereka bukan tidak tahu bahwa UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, cukup jelas memberikan arah bagaimana aparat hukum memberikan perlindungan kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Kalau mereka tetap menangkap dan mengkriminalisasi anak, itu karena aparat hukum kita tidak memiliki sensitivitas terhadap perlindungan anak,&#8221; papar Hadi Supeno.</p>
<p>Lebih dari separuh anak penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) alami penyiksaan. Kunjungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ke sebuah Lapas Anak menemukan, 18 dari 32 anak penghuni Lapas mengaku mengalami penyiksaan selama penyidikan yang dilakukan aparat Kepolisian. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno mengungkapkan hal itu pada diskusi Dekriminalisasi Anak, Jumat (31/7) di Jakarta.</p>
<p>&#8220;Dengan kenyataan ini, tak pelak bila Amnesty Internasional dalam laporan periode 2008/2009 mengatakan <em>unfinished business police accountability</em> <em>in Indonesia</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Hadi Supeno menjelaskan, sensitivitas aparat hukum terhadap perlindungan anak sangat rendah. Padahal polisi, jaksa, dan hakim pernah menjadi anak. Di rumah juga mempunyai anak-anak.</p>
<p>Yang terjadi bukan bangunan perilaku aparat hukum yang sensitif anak, tetapi perilaku aparat hukum yang mengidap penyakit kekanak-kanakan. Mereka, aparat kepolisian, menganggap anak-anak adalah orang dewasa dalam bentuk kecil, sehingga semua jenis hukuman yang biasa dikenakan kepada orang dewasa, akan dikenakan pula terhadap anak-anak. Mereka bukan tidak tahu bahwa Pasal 28 B Ayat 2 UUD 1945 memerintahkan kepada negara untuk melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi.</p>
<p>&#8220;Mereka bukan tidak tahu bahwa UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, cukup jelas memberikan arah bagaimana aparat hukum memberikan perlindungan kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Kalau mereka tetap menangkap dan mengkriminalisasi anak, itu karena aparat hukum kita tidak memiliki sensitivitas terhadap perlindungan anak</p>
<p>sumber : kompas.com</p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong></strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: Lebih dari Separuh Anak Penghuni Lapas Alami Penyiksaan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=519&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/lebih-dari-separuh-anak-penghuni-lapas-alami-penyiksaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANY WAYS TO SAVE OUR CHILDREN</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/many-ways-to-save-our-children/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/many-ways-to-save-our-children/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 11:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[00.SAVE OUR CHILDREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Homelessness/Poverty When you&#8217;re living a comfortable life, it&#8217;s hard to imagine not knowing where your next meal will come from, where you&#8217;ll sleep, and how you will survive from day to day.  Sadly, millions of people &#8211; many of them children, wake up each day homeless, and/or facing the debilitating consequences of extreme poverty.  Make [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=517&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><strong>Homelessness/Poverty </strong>When you&#8217;re living a comfortable life, it&#8217;s hard to imagine not knowing where your next meal will come from, where you&#8217;ll sleep, and how you will survive from day to day.  Sadly, millions of people &#8211; many of them children, wake up each day homeless, and/or facing the debilitating consequences of extreme poverty.  Make a difference for them by donating to some of these worthy organizations.<strong> </strong></li>
<li><strong>Adoption</strong>,. Are you longing to have a child? Think about adoption. There are thousands of children who are longing to have parents, too.<br />
Visit the following links for more information.<strong></strong></li>
<li><strong>Advocacy &amp; Public Policy</strong> Join the board of your favorite child/family-oriented non-profit organization. <strong>Make a commitment!</strong> Making a difference for our children means rolling up our sleeves, and doing something to help. It might mean WRITING A CHECK, it might mean GIVING YOUR TIME. Be involved with your local and state legislators. Contact them about the educational, health, security issues of the children in your city, town, or state. Afraid your voice won&#8217;t be heard? Remember the ancient poet Hesiod: <strong>&#8220;If you put a little on a little, soon it will become a lot.&#8221;</strong><strong> </strong><strong></strong></li>
<li><strong>Health and Medical Resources.</strong> Children suffer from many illnesses and diseases, and as parents, it is our responsibility to safeguard them. Though many illnesses are preventable or curable with appropriate and timely interventions, others are not so accommodating to medical interventions.There are numerous health and medical resources available online, as well as charitable organizations that would benefit mightily from your help and your generosity.<strong></strong></li>
<li><strong>Education.</strong> Knowledge is freedom. Most of us take our education for granted, but for many individuals worldwide, the idea of receiving an education is only a dream. Help make these dreams a reality.<strong></strong></li>
<li><strong>Emergency Relief.</strong> Natural disasters can shatter dreams and destroy lives in a heartbeat. Sadly, we have seen how man-made disasters, like terrorism and war, can cripple society with devastating long-term consequences. Natural disasters can do the same. Recovery from natural and man-made disasters requires enormous long-term relief efforts, and the compassion and dedication ofmany caring individuals &#8212; the unsung heroes of our time. <strong></strong></li>
<li><strong>Environment.</strong>Everyone should get to enjoy the great outdoors, and there are many wonderful places to explore. Here are a few great reasons to take care of our planet: Save our children and save our eartg to protect the planet by making ecologically sound, environmentally friendly solutions fit into your lifestyle. There are many informational sites online to help you consider ways to make a difference. Visit as many sites as you can, and start protecting the planet and its valuable natural resources today. The future depends on it.<strong></strong></li>
<li><strong>Foster Care.</strong> On any given year, there are hundreds of thousands of children in foster care-many of whom are waiting for adoptive families. The following organizations provide guidance and information for individuals interested in adoption, and/or helping out with foster care.<strong></strong></li>
<li><strong>Global Communities.</strong> We are all in this together. It sounds like an overused sentiment, but its true. The current global warming dialog should make that fact crystal clear. But millions of our global relatives are having difficulties many of us cannot even imagine.  Limited though we may be to our own experiences and perspectives, it is vital that we view issues with a global sensitivity. Visit these links to take a look at the big picture; to see what is going on outside our own backyard.  Be a good global neighbor and lend a helping hand. Remember &#8211; we share the air, the sea, the sky, the sun, the moon&#8230;it goes on and on. And it will clearly take a concerted effort on all of our parts to ensure that it <strong>does</strong> go on and on.<strong></strong></li>
<li><strong>Hunger. </strong>Can you imagine not being able to feed your children? Can you even recall the last time you had to go without a meal? Unless you&#8217;re fasting for religious or health reasons, most of us take our food, clothing and shelter for granted. However, for many people across the globe these fundamental basics are a daily struggle, and a miracle when they do appear. Take judgment out of the equation; lend a hand up to people who find themselves out of food, out of a home, and out of hope. Visit these sites to see what you can do.<strong></strong></li>
<li><strong>Mentors.</strong> The average reading level of a United States citizen is less than high school level &#8212; in other words, ninth grade. Worldwide, the statistics are equally as sobering. This should be a clarion call to all of us to make sure our children get the education they need so they can survive and thrive as productive citizens. How do you make sure they get the help they need? Find a mentor. Children can benefit from mentors. Mentors are concerned adults who may or may not be family members &#8212; who participate in their lives. Many kids don&#8217;t have the resources to get the help they need with homework, class curriculum, and college and career advice. Mentors can make a huge difference. You can help.<strong></strong></li>
<li><strong>Shop &amp; Give. </strong>What could be easier? Go shopping for things you need, and donate a portion to a charitable organization. You can shop online, but there are also several retail shops that donate to worthy causes. Check out these links to see how you can shop and give.<strong></strong></li>
<li><strong>Sports. </strong>All kids need to play, exercise their bodies, and enjoy nature. You can make sure disadvantaged kids get the opportunity to do so.<strong></strong></li>
<li><strong>Wellness &amp; Nutrition.</strong>Children&#8217;s nutrition and wellbeing are among the world&#8217;s most pressing concerns. With the rise of childhood obesity and diabetes in this country, and malnutrition and poverty in many parts of the world, we clearly must focus on prevention and healthy practices to ensure the quality of life we desire for our kids. Globally, we are also concerned with measles, HIV-Aids, traumatic stress-related disorders, and other serious issues that threaten children&#8217;s health and wellbeing. Visit these sites to see what you can do to help.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong></strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in 00.SAVE OUR CHILDREN  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=517&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/many-ways-to-save-our-children/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR EARTH AND SAVE OUR CHILDREN</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/save-our-earth-and-save-our-children/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/save-our-earth-and-save-our-children/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 10:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[00.SAVE OUR CHILDREN]]></category>
		<category><![CDATA[SAVE OUR EARTH AND SAVE OUR CHILDREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Everyone should get to enjoy the great outdoors, and there are many wonderful places to explore. Here are a few great reasons to take care of our planet: 1.So our kids will always enjoy our world&#8217;s natural wonders; the Grand Canyon, Old Faithful, bald eagles, and other sites and animals in the wild. 2.So the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=515&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Everyone should get to enjoy the great outdoors, and there are many wonderful places to explore. Here are a few great reasons to take care of our planet:</p>
<p>1.So our kids will always enjoy our world&#8217;s natural wonders; the Grand Canyon, Old Faithful, bald eagles, and other sites and animals in the wild.<br />
2.So the Amazon&#8217;s many plants and animals will continue to thrive.<br />
2.So we can be sure to see lions, wildebeests, elephants and rhinoceros in their natural habitats.<br />
3.So the penguins will always have a glacier to march on.<br />
4.So the Great Barrier Reef will continue to support a startling array of sea life &#8211; coral, fish and sea turtles are some examples.<br />
5.So the ocean&#8217;s whales and dolphins always have a home to swim in.<br />
6.So the giant pandas can survive in their natural habitat.</p>
<p>SAVE OUR CHILDREN AND SAVE OUR EARTH to protect the planet by making ecologically sound, environmentally friendly solutions fit into your lifestyle. There are many informational sites online to help you consider ways to make a difference. Visit as many sites as you can, and start protecting the planet and its valuable natural resources today. The future depends on it.</p>
<p>Provided by<br />
SAVE OUR CHILDREN<br />
Yudhasmara Foundation<br />
JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210<br />
PHONE : (021) 70081995 – 5703646<br />
email : judarwanto@gmail.com<br />
<a rel="nofollow" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/" target="_blank">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation in Chief :<br />
Dr WIDODO JUDARWANTO</p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved.</p></div>
<br />Posted in 00.SAVE OUR CHILDREN Tagged: SAVE OUR EARTH AND SAVE OUR CHILDREN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=515&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/save-our-earth-and-save-our-children/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>30 WAYS TO SAVE OUR CHILDREN</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/30-ways-to-save-our-children/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/30-ways-to-save-our-children/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 10:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[00.SAVE OUR CHILDREN]]></category>
		<category><![CDATA[15.news-update]]></category>
		<category><![CDATA[30 WAYS TO SAVE OUR CHILDREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[  Stop Cigarette Ads from Killing Our Kids Fight Childhood Poverty Defend the Children&#8217;s Safety Net Help a Child Avoid Having a Child Do Something about Child Abuse Feed a Hungry Child Hire a Youth Make Your Company Child-Friendly Unlearn Prejudice: They&#8217;re All Our Children Help a Kid Kick Drugs Make Children&#8217;s Health Care a [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=512&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> </p>
<ul>
<li>Stop Cigarette Ads from Killing Our Kids</li>
<li>Fight Childhood Poverty</li>
<li>Defend the Children&#8217;s Safety Net</li>
<li>Help a Child Avoid Having a Child</li>
<li>Do Something about Child Abuse</li>
<li>Feed a Hungry Child</li>
<li>Hire a Youth</li>
<li>Make Your Company Child-Friendly</li>
<li>Unlearn Prejudice: They&#8217;re All Our Children</li>
<li>Help a Kid Kick Drugs</li>
<li>Make Children&#8217;s Health Care a Right</li>
<li>Understand Why Kids Run Away</li>
<li>Bring Young and Old Together</li>
<li>Make Your Neighborhood Safe for Kids</li>
<li>Lobby for Kids at Budget Time</li>
<li>Fight for Car Seats, Helmets, and Smoke Detectors</li>
<li>Face the Fact that Children Get AIDS</li>
<li>Get a Kid out of Jail and into College</li>
<li>Befriend a Homeless Family</li>
<li>Promote a Children&#8217;s Bill of Rights</li>
<li>Reach Out to a Child in Foster Care</li>
<li>Empower Kids to Save the Earth</li>
<li>Support Real Family Values</li>
<li>Make Your Vote Count for Kids.</li>
<li>Include Children with Disabilities</li>
<li>Turn Off the Tube</li>
<li>Champion Public Education</li>
<li>Have Fun with a Kid</li>
<li>Adopt a Child-Care Center</li>
<li>Keep a Child&#8217;s Creative Spirit Alive</li>
</ul>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Foundation  in Chief :</strong></p>
<p><strong>Dr WIDODO JUDARWANTO</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in 00.SAVE OUR CHILDREN, 15.news-update Tagged: 30 WAYS TO SAVE OUR CHILDREN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=512&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/11/30-ways-to-save-our-children/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : MITIGASI GEMPA JANGAN DITUNDA LAGI</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-mitigasi-gempa-jangan-ditunda-lagi/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-mitigasi-gempa-jangan-ditunda-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 18:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[k.Anak-Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[SAVE OUR CHILDREN : MITIGASI GEMPA JANGAN DITUNDA LAGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Bencana demi bencana terus mengancam Indonesia. Belakangan ini bencana gempa bumi berturut-turut mengguncang berbagai pelosok di negeri yang memang rawan gempa ini. Gempa dengan kekuatan 7,6 skala richcter sempat meluluh lantakkan tanah minang. Padahal gempa tersebut sudah diprediksi oleh para ahli geologi beberapa tahun yang lalu. Seandainya prediksi tersebut diantisipasi dengan melakukan mitigasi, pemantauan, pembangunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=508&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bencana demi bencana terus mengancam Indonesia. Belakangan ini bencana gempa bumi berturut-turut mengguncang berbagai pelosok di negeri yang memang rawan gempa ini. Gempa dengan kekuatan 7,6 skala richcter sempat meluluh lantakkan tanah minang. Padahal gempa tersebut sudah diprediksi oleh para ahli geologi beberapa tahun yang lalu. Seandainya prediksi tersebut diantisipasi dengan melakukan mitigasi, pemantauan, pembangunan sistim peringatan dini, dan berbagai langkah penting lainnya maka  jumlah korban dapat diminimalkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30362266&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1153019379110_1036431313_30362265_4841111_n.jpg" alt="" width="457" height="335" /></a></p>
<p>Mitigasi bencana, menurut UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, dalam hal ini ancaman gempa bumi, serta bertujuan mengurangi dan mencegah risiko kehilangan jiwa serta perlindungan terhadap harta benda dengan pendekatan struktural dan nonstruktural. Mitigasi bencana adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pada semua tindakan untuk mengurangi dampak dari satu bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang. Mitigasi bencana mencakup baik perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko-resiko yang terkait dengan bahaya-bahaya karena ulah manusia dan bahaya alam yang sudah diketahui, dan proses perencanaan untuk respon yang efektif terhadap bencana-bencana yang benar-benar terjadi.</p>
<p> </p>
<p><strong>Rawan gempa dan tsunami</strong></p>
<p>Kondisi geologi Indonesia merupakan pertemuan lempeng-lempeng  tektonik menjadikan kawasan ini memiliki kondisi geologi  yang sangat kompleks. Salah satu konsekuensi logis kekompleksan  kondisi geologi ini menjadikan banyak daerah memiliki tingkat kerawanan yg tinggi terhadap bencana alam. </p>
<p>Daerah rawan bencana gempa dan tsunami Indonesia hampir semuanya berada pada daerah yangg tingkat populasinya sangat padat. Kesadaran serta kesiapan menghadapi bencana alam ini seharusnya dapat dimiliki oleh masyarakat melalui sosialisasi pengenalan kondisi lingkungan geologi serta kesiapan dalam menghadapi bencana alam di lingkungannya. Hampir semua bencana ini di awali dengan gejala-gejala yang perlu diketahui oleh masyarakat sehingga ada kesempatan untuk dapat menghindarinya. Seperti, surutnya muka air laut yang tidak wajar secara tiba-tiba setelah terasa gempa merupakan tanda-tanda akan datangnya tsunami.</p>
<p>Pemerintah harus segera memprioritaskan program mitigasi bencana alam geologi khususnya gempa dan tsunami, pembangunan sistim peringatan dini, dan sosialisasi, latihan-latihan tindakan penyelamatan manusia dalam bencana tersebut.  Tentunya pemerintah harus memberikan alokasi biaya dan anggaran untuk melaksanakan program mitigasi, pemantauan, sistim peringatan dini dan berbagai upaya lainnya. Keterbatasan dana bagi pemerintah bukan alasan untuk menunda program mitigasi tersebut. Peranan swadaya masyarakat seperti pihak swasta, lebaga sosial dan berbagai peran serta masyarakat lainnya  sangat diperlukan untuk melakukan upaya tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mitigasi gempa</strong></p>
<p>Manajemen bencana merupakan bagian utama dan strategis dalam penanganan suatu bencana. Sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh umat manusia akan bencana alam, khususnya melalui pemahaman yang lebih baik mengenai bencana alam tersebut. Serta upaya mengurangi resiko bahaya melalui kemampuan teknologi dan manajemen. Salah satu bagian terpenting manajemen bencana adalah mitigasi.</p>
<p>Mitigasi berarti mengambil tindakan-tindakan untuk mengurangi pengaruh-pengaruh dari satu bahaya sebelum bahaya itu terjadi. Istilah mitigasi berlaku untuk cakupan yang luas dari aktivitas-aktivitas dan tindakan-tindakan perlindungan yang mungkin diawali, dari yang fisik, seperti membangun bangunan-bangunan yang lebih kuat, sampai dengan yang procedural. Perlu penggunaan teknik-teknik yang baku untuk menggabungkan penilaian bahaya di dalam rencana penggunaan lahan.</p>
<p>Langkah awal yang dapat dilakukan dalam mitigasi bencana gempa adalah pemetaan daerah rawan gempa yang bisa dilakukan oleh lembaga riset atau perguruan tinggi. Hasil penelitian itu dapat dijadikan landasan untuk kebijakan pemerintah pusat dan daerah serta untuk peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana. Kejadian gempa masa lampau dan pencatatan yang akurat dari luas lahan dan pengaruh-pengaruhnya. Kecenderungan gempa bumi untuk muncul lagi di daerah-daerah yang sama setelah masa seratus tahun. Perencanaan lokasi untuk mengurangi kepadatan penduduk di perkotaan di daerah- daerah geologi yang diketahui dapat melipat gandakan getaran-getaran bumi.</p>
<p>Dari data tersebut pola bencana gempa bumi dapat dicermati  untuk sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana gempa bumi. Prediksi seorang pakar seismologi dari ITB, berdasarkan kajian ilmiah seismologi memprediksi akan ada gempa dengan skala 8,9 richter dan tsunami 15 meter di daerah Sumatra. Meskipun bencana gempa bumi tidak bisa diketahui kapan persis terjadinya, paling tidak prediksi tersebut dapat dijadikan perencanaan mitigasi yang cermat dan tepat.</p>
<p>Program penting lain dalam mitigasi adalah adanya aturan tentang pendirian bangunan, baik perumahan, perkantoran, maupun fasilitas publik dengan konstruksi yang tahan gempa, sehingga bisa meminimalisasi korban jiwa. Hal ini sering disebut mitigasi struktural karena menekankan pada penguatan seluruh bangunan fisik. Pemerintah sampai saat ini belum mampu mengeluarkan  building codes dan peraturan keselamatan bangunan berdasar zonasi kegempaan. Strategi mitigasi struktural tersebut adalah melakuikan rekayasa bangunan-bangunan untuk menahan kekuatan getaran. Undang-undang bangunan gempa, kepatuhan terhadap persyaratan-persyaratan undang-undang bangunan dan dorongan akan standar kualitas bangunan yang lebih tinggi harus terus diupayakan. Konstruksi dari bangunan-bangunan sektor umum yang penting menurut standar tinggi dari rancangan teknik sipil. Memperkuat bangunan-bangunan penting yang sudah ada yang diketahui rentan.</p>
<p> </p>
<p>Langkah mitigasi lain yang penting adalah pembuatan jalur-jalur evakuasi serta rambu-rambu, seperti tanda pintu darurat untuk membantu warga pada saat melakukan evakuasi jika bencana gempa bumi terjadi. Pembuatan jalur ini penting untuk mengurangi kemacetan, saat gempa lalu serta untuk mengurangi risiko terjadi kecelakaan. Pembuatan jalur ini perlu diikuti penyuluhan dan latihan evakuasi bagi pengguna jalan raya, latihan atau simulasi menyelamatkan diri atau keluar secara aman dan tidak panik saat menggunakan tangga darurat di gedung-gedung tinggi saat keluar dari pusat perbelanjaan, pasar, dan sekolah, serta cara berlindung di tempat yang aman saat gempa terjadi. Latihan dalam evakuasi gempa tersebut merupakan pendidikan dalam mitigasi gempa yang sangat penting dilakukan. Seharusnya latihan dan simulasi hal ini merupakan kurikulum wajib yang harus dilakukan setiap tahun bagi semua sekolah, kantor dan  tempat-tempat umum lainnya. Sehingga kelemahan dan kekurangan yang terjadi senantiasa dapat diperbaiki.</p>
<p>Bila berbagai langkah awal dalam mitigasi gempa tersebut dilaksanakan dengan baik merupakan pencegahan yang tepat. Bila itu dilakukan bukannya tidak mungkin peristiwa gempa yang menimpa hotel Ambacang di Padang yang tidak mempunyai tangga darurat dan pondasi yang lemah tersebut terdeteksi, diperbaiki dan dapat meminimalkan korban yang terjadi. Begitu juga bila simulasi evakuasi dilakukan rutin setiap tahun mungkin saja jumlah korban reruntuhan gempa puluhan murid di Gedung bimbingan belajar  Gama dapat dikurangi.semua sekolah, kantor,i semua sekolah, kantor, tempat-tempat umumgempa yang sangat penting dilakukan. Seharusnya hal i</p>
<p>Tanggap darurat gempa adalah mitigasi lain yang harus dipersiapkan saat terjadinya bencana. Peningkatan kemampuan menghadapi ancaman dengan cara pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang pertolongan pertama, penyiapan peralatan kesehatan dan kebutuhan dasar, Organisasi tanggap darurat yang telah dibentuk pemerintah sampai tingkat pemerintahan tertentu di daerah jangan hanya sekedar di atas kertas. Perlu terus dilakukan reorganisasi dan konsolidasi secara berkala sehingga saat terjadi bencana organisasi Tanggap Darurat di daerah hanya menjadi macan ompong.</p>
<p>Mitigasi nonstruktural dapat dilakukan dengan memperkenalkan atau menerapkan asuransi bencana di daerah yang rawan sehingga masyarakat tidak harus menunggu bantuan pemerintah atau donatur saat harus melakukan pemulihan pascabencana dan masyarakat dapat kembali melakukan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lebih segera.</p>
<p>Melihat pentingnya upaya mitigasi bencana alam tersebut, tampaknya harus segera dilakukan oleh semua pihak yang diprakarsai oleh departemen sosial. Mitigasi gempa tersebut harus dilakukan secara terpadu, terus-menerus, dan dilakukan semua pihak, sehingga kerugian cacat fisik, jiwa dan harta benda,dapat diminimalkan. Berbagai kejadian mengenaskan yang terjadi dalam bencana gempa tersebut adalah merupakan pengalaman berharga. Seringkali penyesalan itu terulang lagi hanya karena tidak ada inisiatif untuk memulai mitigasi bencana yang sangat penting ini.</p>
<p> </p>
<p> <a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30362266&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1153019419111_1036431313_30362266_6997620_n.jpg" alt="" width="294" height="398" /></a></p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in k.Anak-Bencana Alam Tagged: SAVE OUR CHILDREN : MITIGASI GEMPA JANGAN DITUNDA LAGI <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=508&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-mitigasi-gempa-jangan-ditunda-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1153019379110_1036431313_30362265_4841111_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1153019419111_1036431313_30362266_6997620_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : KISAH ANAK dan  GEMPA di PADANG</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-kisah-anak-dan-gempa-di-padang/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-kisah-anak-dan-gempa-di-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 07:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[k.Anak-Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[SAVE OUR CHILDREN : KISAH ANAK dan  GEMPA di PADANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — BANYAK ANAK BELUM PULANG SETELAH TERJADINYA GEMPA. Wali Kota Padang Fauzi Bahar mengimbau kepada anak-anak yang tidak bisa pulang ke rumahnya masing-masing agar datang dan kumpul di Gedung RRI di Jalan Sudirman Padang.Wali Kota melakukan imbauan tersebut melalui siaran RRI Padang, Rabu (30/9) malam, agar anak yang tersesat belum sampai ke rumahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=504&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>JAKARTA, KOMPAS.com — BANYAK ANAK BELUM PULANG SETELAH TERJADINYA GEMPA. Wali Kota Padang Fauzi Bahar mengimbau kepada anak-anak yang tidak bisa pulang ke rumahnya masing-masing agar datang dan kumpul di Gedung RRI di Jalan Sudirman Padang.Wali Kota melakukan imbauan tersebut melalui siaran RRI Padang, Rabu (30/9) malam, agar anak yang tersesat belum sampai ke rumahnya tersebut bisa diinformasikan keberadaannya melalui siaran RRI.</li>
<li>PADANG, KOMPAS.com — Biarkan Saya Memeluk Anak Saya&#8230; Air mata tak henti-hentinya membasahi wajah Yuhelmi (42), ibu dari Alfioza Adia (13), korban gempa yang tertimpa reruntuhan gedung bimbingan belajar Gama. Tidak selintas pun Yuhelmi pernah terpikir bahwa Rabu (30/9) pagi lalu merupakan saat terakhirnya melihat putri semata wayangnya. Pasalnya, pagi itu Yuhelmi mengaku tidak ada firasat akan kehilangan putrinya.<br />
&#8220;Pagi itu, saya hanya sempat menyuapi makan. Setelah itu, dia cium tangan saya, lalu berangkat ke sekolah,&#8221; ujar Yuhelmi kepada Kompas.com, Sabtu (3/10) di sekitar reruntuhan bangunan bimbingan belajar Gama, Padang, Sumatera Barat.</li>
<li>Liputan6.com, Padang: Sedikitnya 60 jenazah korban yang sebagian besar anak-anak sekolah dasar dievakuasi dari reruntuhan gedung Bimbingan Belajar Gama di Jalan Proklamasi, Padang, Sumatra Barat, Kamis (1/10) siang. Dengan diiringi isak tangis anggota keluarga, para relawan yang dibantu aparat Polri dan TNI menarik satu persatu korban yang sudah tak bernyawa.</li>
<li>Detik.com. Salah satu evakuasi korban gempa yang menyedot perhatian adalah evakuasi yang dilakukan di gedung bimbingan belajar (bimbel) Gama di Padang yang berlantai 3. Diperkirakan 60 siswa tertimbun. Hingga kini, 36 korban tewas dan luka berhasil dievakuasi. Evakuasi sulit dilakukan karena kebanyakan tubuh korban terhimpit beton bangunan.“Sampai saat ini total korban 36 terdiri dari 15 orang luka-luka, 21 orang meninggal,” ujar koordinator evakuasi korban Gamma, Masardi, di TKP, Jl Proklamasi, Padang, Jumat (2/10/2009).</li>
<li>Metrotvnews.com, Korban gempa bumi membutuhkan bantuan makanan dan tenda. Sebagian mereka tinggal di tenda pengungsian. Namun, sebagian lagi tidur di antara reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Mereka hanya makan seadanya dan tidur beralaskan tikar.</li>
<li>Kompas.com. Saat gempa anaknya yang bernama Nur sudah lari duluan ke luar rumah sedangkan menantunya memang sedang berada di halaman rumah. Sampai di halaman terdengar lengkingan tangis anak bayinya yang ternyata tertinggal dalam ayunan di depan pintu kamar Nur.Segera saja suami istri ini secara refleks berbarengan lari kembali ke dalam rumah dan sejenak kemudian tetangga hanya menyaksikan rumah itu ambruk. &#8220;Saat reruntuhan rumah dibersihkan untuk mengeluarkan anak saya, ternyata ketiganya sudah tak bernyawa dengan posisi Nur dan suami saling berpelukan dan anak mereka ada di antara tubuh ibu dan ayahnya</li>
</ol>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in k.Anak-Bencana Alam Tagged: SAVE OUR CHILDREN : KISAH ANAK dan  GEMPA di PADANG <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=504&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-kisah-anak-dan-gempa-di-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : JADIKAN ANAK SEBAGAI PRIORITAS DALAM TANGGAP DARURAT GEMPA</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-jadikan-anak-sebagai-prioritas-dalam-tanggap-darurat-gempa/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-jadikan-anak-sebagai-prioritas-dalam-tanggap-darurat-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 07:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[k.Anak-Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[PHOTO-IMAGES INDONESIAN CHILDREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Posted in k.Anak-Bencana Alam, PHOTO-IMAGES INDONESIAN CHILDREN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=501&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30361580&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=174012403688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=174012403688&amp;id=1036431313"></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30361523&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=174012403688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=174012403688&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152697491063_1036431313_30361523_2327425_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30361524&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=174012403688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=174012403688&amp;id=1036431313"></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30361525&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=174012403688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=174012403688&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs228.snc1/7532_1152697571065_1036431313_30361525_729287_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30361526&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=174012403688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=174012403688&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs228.snc1/7532_1152697611066_1036431313_30361526_5353789_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30361581&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=174012403688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=174012403688&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152714531489_1036431313_30361581_121971_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div>
<div><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30361582&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=174012403688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=174012403688&amp;id=1036431313"></a></div>
</div>
<br />Posted in k.Anak-Bencana Alam, PHOTO-IMAGES INDONESIAN CHILDREN  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=501&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/save-our-children-jadikan-anak-sebagai-prioritas-dalam-tanggap-darurat-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152697491063_1036431313_30361523_2327425_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs228.snc1/7532_1152697571065_1036431313_30361525_729287_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs228.snc1/7532_1152697611066_1036431313_30361526_5353789_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152714531489_1036431313_30361581_121971_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PRIORITASKAN KESEHATAN ANAK PASKA GEMPA</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/prioritaskan-kesehatan-anak-paska-gempa/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/prioritaskan-kesehatan-anak-paska-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[k.Anak-Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[PRIORITASKAN KESEHATAN ANAK PASKA GEMPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Dr Widodo Judarwanto SpA Gempa adalah adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak korban nyawa, fisik dan harta akibat guncangan gempa yang demikian hebat tersebut, terutama usia anak. Usia anak adalah masa yang paling rentan dan beresiko dalam menghadapi trauma fisik dan piskis. Sehingga, anak haruslah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=496&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p>Gempa adalah adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak korban nyawa, fisik dan harta akibat guncangan gempa yang demikian hebat tersebut, terutama usia anak. Usia anak adalah masa yang paling rentan dan beresiko dalam menghadapi trauma fisik dan piskis. Sehingga, anak haruslah menjadi prioritas utama dalam tanggap darurat bencana gempa tersebut.</p>
<p> </p>
<p><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30361523&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152697451062_1036431313_30361522_6473225_n.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Dalam lima tahun belakangan terakhir ini semakin sering diguncang bencana alam, terutama gempa gempa Aceh, Nias, Mentawai, Yogjakarta, Tasikmalaya dan terakhir yang adalah gempa di Padang. Demikian besar guncangan gempa tersebut sehingga mengakibatkan korban harta dan nyawa yang tidak terelakkan. Ratusan bahkan ribuan manusia terkubur di dalamnya puing gedung yang hancur. Tidak hanya itu, ternyata banyak juga korban berjatuhan  paska bencana di tempat pengungsian karena managemen bencana yang tidak optimal. Sebenarnya bencana tersebut sudah sering terjadi di Indonesia karena letak geografis yang beresiko tinggi. Sehingga antisipasi pencegahan dan penanggulangan terhadap kejadian bencana itu dilakukan secara serius dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>AKIBAT PASKA GEMPA</strong></p>
<p>            Berbagai permasalahan akan timbul paska bencana gempa. Kadangkali masalah tersebut dapat lebih serius bila tidak direncanakan dan ditangani dengan baik<strong>. </strong>Bencana gempa bumi dengan berbagai permasalahan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat. Lingkungan demikian akan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyediaan air bersih seringkali terganggu, demikian pula masyarakat akan kesulitan mencari sarana kamar mandi dan WC. Buang air besar dan air kecil yang sembarangan dapat mempermudah penularan penyakit. Bila hal ini terjadi maka kebutuhan untuk pola hidup bersih jauh dari sempurna. Keadaan lingkungan akan semakin buruk bila terjadi pada daerah pengungsian. Jumlah manusia yang sangat banyak dan berjejal dalam satu ruangan memudahkan penyebaran penyakit baik lewat penularan melalui udara atau kontak langsung.</p>
<p>Gangguan alam ini bukan hanya mengganggu manusia, binatang juga tak luput dari ancaman. Tidak hanya manusia tetapi binatang seperti tikus, kucing dan anjing ikut binasa karena tertimbun reruntuhan . Bangkai manusia dan  binatang yang bel;uim terselamatkan dapat menimbulkan masalah kesehatan tersendiri.</p>
<p>Paska gempa yang diikuti musim penghujan dapat bersiko masalah kesehatan lainnya. Kasus penyakit demam berdarah bersiko meningkat, karena banyak terjadi genangan air dimana-mana yang menjadi berkembang biak nyamuk aedes aegypti. Bahaya lain yang dapat mengancam jiwa adalah terkena sengatan aliran listrik. Bangunan dan sarana listrik menjadi berantakan, bila aliran listrik dihidupkan beresiko trauma sengatan</p>
<p>Bencana alam tersebut dalam kondisi tertentu akan mengakibatkan harta benda dan nyawa bisa terancam. Kondisi ini akan mengganggu ekonomi dan psikologis masyarakat. Post Traumatic Stress Disorders adalah dampak psikologis bagi para korban, terutama pada anak-anak.  Mereka akan selalu teringat dengan peristiwa buruk yang telah dialaminya. Gejala yang timbul adalah sering menangis, mudah marah dan berteriak, mimpi buruk, sulit tidur , tidak mau makan, tidak mau bermain. Keadaan ini akan menjadi lebih berat bila ditambah dengan beban psikologis kehilangan orangtua atau saudara. Dalam keadaan berat bisa mengakibatkan perasaan depresi yang lebih berat seperti hendak melakukan bunuh diri dan gangguan kejiwaan lain yang berkepanjanagan. Bila hal ini tidak ditangani segera akan dapat mengganggu kesehatan dan proses tumbuh dan berkembangnya anak.  </p>
<p>Usia anak daya tahan tubuhnya rentan, ditambah gangguan asupan gizi, trauma panas dan hujan dan dingin dan trauma psikis  akan memperburuk keadaan, Berbagai keadaan tersebut akan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit dan ancaman jiwa paska gempa.          </p>
<p><strong>ANTISIPASI</strong></p>
<p>Mengingat rumitnya masalah paska bencana gempa, maka program tanggap darurat tersebut harus dikordinasikan secara baik dan terencana dalam satu wilayah. Masalah kesehatan yang harus menjadi prioritas dan diantisipasi dalam penanganan gempa adalah masalah asupan nutrisi baik makanan pokok atau susu bagi bayi dan anak. Trauma panas dan hujan saat di pengungsian harus diantisipasi dengan pembangunan tenda darurat yang layak, serta pemberian sandang dan selimut yang cukup untuk menghindari udara dingin.</p>
<p>Di dalam pengungsian bila didapatkan penderita penyakit menular seperti campak, cacar air, diare sebaiknya dipisahkan dari rombongan pengungsi dengan melakukan rawat inap di rumah sakit<strong>. </strong>Bila tempat pengungsian sudah ada yang terjangkit penyakit menular seperti campak maka instansi kesehatan seperti puskesmas atau dinas kesehatan harus segera melakukan imunisasi masal di daerah tersebut.<strong> </strong></p>
<p>Bagi masyarakat umum dan relawan sebaiknya memberi bantuan makanan dan minuman siap saji, makanan instan, susu bayi, baju, selimut, plastik untuk alas dan atap tidur, pakaian layak pakai atau obat-obatan.<strong> </strong>Perlu segera dibentuk bantuan dapur umum, penyediaan air bersih, tempat MCK, pengobatan gratis di sekitar pengungsian. Bantuan lain yang mungkin juga perlu untuk anak khususnya dalam penanganan trauma pskis adalah mainan, bacaan, alat tulis, alat gambar, alat sekolah, alat tulis, seragam dan baju sekolah.</p>
<p>Dalam menangani gangguan trauma psikologis tersebut karena situasi dan keterbatasan sarana dan tenaga tidak perlu menunggu tenaga psikolog atau psikater. Para relawan harus dapat  dapat memberikan terapi kepada anak-anak, seperti misalnya melalui terapi bermain, bernyanyi, bercerita, lomba anak-anak, menggambar, maupun dalam bentuk terapi-terapi lainnya yang tujuannya agar anak-anak lupa dengan peristiwa buruk yang pernah dialaminya.</p>
<p>Bukankah gempa di Padang sudah diprediksi ahli geologi beberapa tahun yang lalu ?. Entah diremehkan atau hal lain mengakibatkan program pencegahan dalam Mitigasi Bencana Gempa tidak diantisipasi sejak dini. Bila antisipasi sejak dini dilakukan paling tidak dapat meminimalkan korban. Selanjutnya penanganan korban bencana harus dilakukan koordinasi yang baik terutama pada korban anak-anak. Jangan sampai korban nyawa bertambah, hanya karena penanganan paska bencana yang tidak optimal.</p>
<p><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30361523&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152697491063_1036431313_30361523_2327425_n.jpg" alt="" width="460" height="288" /></a></p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in k.Anak-Bencana Alam Tagged: PRIORITASKAN KESEHATAN ANAK PASKA GEMPA <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=496&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/04/prioritaskan-kesehatan-anak-paska-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152697451062_1036431313_30361522_6473225_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7532_1152697491063_1036431313_30361523_2327425_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anak yang Sering Dipukul Punya IQ Rendah</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/03/anak-yang-sering-dipukul-punya-iq-rendah/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/03/anak-yang-sering-dipukul-punya-iq-rendah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 14:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak yang Sering Dipukul Punya IQ Rendah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[MEMUKUL anak mungkin bisa dengan cepat membuat dia lebih menurut. Namun, penelitian tim dari Pacific Institute for Research and Evacuation, Maryland, AS mengungkapkan bahwa memukul anak menyebabkan IQ (intelligence quotient) atau tingkat kecerdasan mereka menurun. Studi terkini menyebutkan, orangtua yang bereaksi terlalu keras untuk mengoreksi kesalahan anak, misalnya dengan cara menampar atau memukul, tidak hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=492&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">MEMUKUL</span> anak mungkin bisa dengan cepat membuat dia lebih menurut. Namun, penelitian tim dari Pacific Institute for Research and Evacuation, Maryland, AS mengungkapkan bahwa memukul anak menyebabkan IQ (<span style="font-style:italic;">intelligence quotient</span>) atau tingkat kecerdasan mereka menurun.</p>
<p>Studi terkini menyebutkan, orangtua yang bereaksi terlalu keras untuk mengoreksi kesalahan anak, misalnya dengan cara menampar atau memukul, tidak hanya menyebabkan anak stres tapi juga membuat tingkat kecerdasan (IQ) anak lebih rendah. </p>
<p>Studi yang dilakukan peneliti terhadap ribuan anak di Amerika Serikat menunjukkan, anak yang kerap ditampar orangtuanya memiliki nilai IQ (intelligence quotients) yang lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar.</p>
<p>“Setiap orangtua ingin punya anak yang pintar. Dengan menghindari kekerasan pada anak dan melakukan cara lain untuk mengoreksi kesalahan anak, hal itu bisa dicapai,” kata Murray Straus, sosiolog dari Universitas New Hampshire, AS.</p>
<p>Penelitian itu dilakukan terha dap dua kelompok anak, yaitu 806 anak berusia 2-4 tahun dan 704 anak berumur 5-9 tahun. Para 704 anak berumur 5-9 tahun. Para peneliti memeriksa IQ anak di awal penelitian kemudian IQ mereka diperiksa pada empat tahun kemudian.</p>
<p>IQ kedua kelompok anak tersebut bertambah dalam empat tahun itu. Namun, kelompok anak 2-4 tahun yang dipukul oleh orang tuanya mencatatkan nilai IQ lima poin lebih rendah daripada mereka yang tidak dipukul. Pada kelompok 5-9 tahun, nilai IQ anak yang dipukul lebih rendah 2,8 poin ketimbang rekan mereka. &#8220;Penelitian itu menunjukkan bahwa orang tua harus mencari cara selain memukul untuk mendisiplinkan anak mereka,&#8221; ujar pemimpin penelitian tersebut Murray Straus.</p>
<p>“Pemukulan atau tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua merupakan pengalaman yang traumatik bagi anak. Berbagai penelitian telah menunjukkan kejadian yang traumatik berakibat buruk bagi otak. Selain itu, trauma juga membuat anak memiliki respon stres pada kejadian sulit yang dihadapi. Hal ini tentu berdampak pada perkembangan kognitifnya,” papar Straus.</p>
<p>Tak sedikit orangtua yang menjadikan pukulan, tamparan, atau jeweran sebagai senjata untuk mendidik anak. Anak pun memilih untuk menurut daripada mendapat hukuman. “Akibatnya anak tidak bisa berpikir secara independen,” kata Elizabeth Gershoff pakar dibidang perkembangan anak dari Universitas Texas, Austin, AS.</p>
<p> </p>
<p>sumber : mediaindonesia.com/kompas</p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: Anak yang Sering Dipukul Punya IQ Rendah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/492/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=492&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/03/anak-yang-sering-dipukul-punya-iq-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SNAPSHOT : GEMPA PADANG 30 SEPTEMBER, KOTA MINANG LULUH LANTAK BERANTAKAN, RIBUAN NYAWA MEREGANG</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/02/snapshot-gempa-padang-30-september-kota-minang-luluh-lantak-berantakan-ribuan-nyawa-meregang/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/02/snapshot-gempa-padang-30-september-kota-minang-luluh-lantak-berantakan-ribuan-nyawa-meregang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 17:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHOTO-IMAGES INDONESIAN CHILDREN]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA MINANG LULUH LANTAK BERANTAKAN]]></category>
		<category><![CDATA[RIBUAN NYAWA MEREGANG]]></category>
		<category><![CDATA[SNAPSHOT : GEMPA PADANG 30 SEPTEMBER]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[PADANG LULUH LANTAK, RIBUAN RUMAH RATA, RIBUAN MASIH TERTIMBUN, KETIKA GEMPA 7,6 SKALA RICHTER MENGGUNCANG RANAH MINANG   GAMBAR GEDUng roboh di jln diponegoro Padang kantor Dinas Perikanan lantai 4 yang rubuh paska gempa 7,6 skala richter di jati padang Daerah tempat perdagangan di Padang luluh lantak gedung Kanwil Anggaran Khatib Sulaiman, ambless&#8230; Hotel Dipo 4 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=489&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PADANG LULUH LANTAK, RIBUAN RUMAH RATA, RIBUAN MASIH TERTIMBUN, KETIKA GEMPA 7,6 SKALA RICHTER MENGGUNCANG RANAH MINANG</p>
<p> </p>
<p>GAMBAR GEDUng roboh di jln diponegoro Padang</p>
<p><a id="myphotolink" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30377891&amp;id=1199341787&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=44886278854&amp;aid=-1&amp;oid=44886278854"><img style="cursor:crosshair;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs224.snc1/7131_1148405709202_1199341787_30377897_1496693_n.jpg" alt="" /></a></p>
<p><a id="myphotolink" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30377891&amp;id=1199341787&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=44886278854&amp;aid=-1&amp;oid=44886278854"><img style="cursor:crosshair;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148404109162_1199341787_30377891_5536846_n.jpg" alt="" width="604" height="453" /></a></p>
<div>kantor Dinas Perikanan lantai 4 yang rubuh paska gempa 7,6 skala richter di jati padang</div>
<div><a id="myphotolink" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30377891&amp;id=1199341787&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=44886278854&amp;aid=-1&amp;oid=44886278854"><img style="cursor:crosshair;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148402709127_1199341787_30377890_5238713_n.jpg" alt="" width="604" height="453" /></a></div>
<div>Daerah tempat perdagangan di Padang luluh lantak</div>
<div><a id="myphotolink" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30377891&amp;id=1199341787&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=44886278854&amp;aid=-1&amp;oid=44886278854"><img style="cursor:crosshair;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148391628850_1199341787_30377870_404741_n.jpg" alt="" width="604" height="453" /></a></div>
<div><a id="myphotolink" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30377891&amp;id=1199341787&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=44886278854&amp;aid=-1&amp;oid=44886278854"><img style="cursor:crosshair;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148399989059_1199341787_30377887_7132862_n.jpg" alt="" width="604" height="453" /></a></div>
<div>
<div>gedung Kanwil Anggaran Khatib Sulaiman, ambless&#8230;</div>
<div><a id="myphotolink" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30377891&amp;id=1199341787&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=44886278854&amp;aid=-1&amp;oid=44886278854"><img style="cursor:crosshair;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs224.snc1/7131_1148397028985_1199341787_30377876_4334062_n.jpg" alt="" width="604" height="453" /></a></div>
<div>Hotel Dipo 4 lantai di jl Diponegoro Padang</div>
<div><a id="myphotolink" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30377891&amp;id=1199341787&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=44886278854&amp;aid=-1&amp;oid=44886278854"><img style="cursor:crosshair;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs224.snc1/7131_1148394788929_1199341787_30377874_4546811_n.jpg" alt="" width="604" height="453" /></a></div>
<div>
<div>kantor DISPENDA Padang ambless, lantai 4 jadfi lantai 2</div>
<div>
<p> </p>
<p>Provided by<br /><strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
</div>
</div>
</div>
<br />Posted in PHOTO-IMAGES INDONESIAN CHILDREN Tagged: KOTA MINANG LULUH LANTAK BERANTAKAN, RIBUAN NYAWA MEREGANG, SNAPSHOT : GEMPA PADANG 30 SEPTEMBER <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=489&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/02/snapshot-gempa-padang-30-september-kota-minang-luluh-lantak-berantakan-ribuan-nyawa-meregang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs224.snc1/7131_1148405709202_1199341787_30377897_1496693_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148404109162_1199341787_30377891_5536846_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148402709127_1199341787_30377890_5238713_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148391628850_1199341787_30377870_404741_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs204.snc1/7131_1148399989059_1199341787_30377887_7132862_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs224.snc1/7131_1148397028985_1199341787_30377876_4334062_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs224.snc1/7131_1148394788929_1199341787_30377874_4546811_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR CHILDREN : SEORANG ANAK YANG MENGHADAPI MASALAH HUKUM</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/02/save-our-children-seorang-anak-yang-menghadapi-masalah-hukum/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/02/save-our-children-seorang-anak-yang-menghadapi-masalah-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 14:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[SAVE OUR CHILDREN : SEORANG ANAK YANG MENGHADAPI MASALAH HUKUM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak tak berdaya usia 16 tahun sedang menghadapi masalah hukum, diberlakukan semena-mena oleh berbagai pihak. Orang tua sedang mencari perlindungan terhadap anaknya kepada seluruh peihak yang berwenang, siapa dapat membantu ? Berikut adalah fakta-fakta yang membawa seorang untuk mengirimi email ini karena anaknya merasa dianiaya oleh berbagai pihak . Aku tinggal di pulau Bali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=485&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Seorang anak tak berdaya usia 16 tahun sedang menghadapi masalah hukum, diberlakukan semena-mena oleh berbagai pihak. Orang tua sedang mencari perlindungan terhadap anaknya kepada seluruh peihak yang berwenang, siapa dapat membantu ?</div>
<p>Berikut adalah fakta-fakta yang membawa seorang untuk mengirimi<br />
email ini karena anaknya merasa dianiaya oleh berbagai pihak<br />
.<br />
Aku tinggal di pulau Bali dengan Mrs MMK, yang aku menikah<br />
secara adat di pulau Sumba Barat dari mana dia berasal.</p>
<p>Ketika aku menikah Ms MK, bahwa itu adalah seorang janda dan ibu dari dua anak yang tertua adalah &#8220;Umb&#8221;, umur dia barusan 16 tahun.</p>
<p>Kedua anak-anak hidup dengan nenek mereka, paman dan bibinya di<br />
Kampung Tarona, Waikabubak, Sumba Barat &#8211; NTT</p>
<p>Pada Hari Minggu, September 20, 2009, pada sore hari, Umb pergi<br />
memetik mangga dengan seorang gadis berusia empat tahun, &#8220;N&#8221;, yang tinggal di rumah tetangga.<br />
Tetangga ini adalah juga keluarga Umb. Dari waktu yang lama mereka mempunyai hubungan antagonistik<br />
dengan keluarga Umb.<br />
Waktu pulang Umb menawarkan mangga untuk &#8220;N&#8221;<br />
Nielsa naik di rumah dia.<br />
Dia tidak menangis, tidak mengeluh. Terus dia mengatakan dia telah diperkosaoleh Umbu.Seketika, seorang dewasa, &#8220;A&#8221;, keturunan dari rumahnya dan mulai memukul Umbu. Umbu tidak mengerti apa yang sedang terjadi. A tidak mau memberikan penjelasan dan terus memukul.<br />
Polisi dipanggil dan Umbu dibawa ke asrama polisi kota Waikabubak.</p>
<p>Nenek Umbu membuka pakaian N. Dia mengatakan telah mengamati tidak ada bekas atau air mani atau darah, tidak ada memar, goresan atau lain lain.</p>
<p>Anggota² keluarga N dan anggota² keluarga Umb pergi antar N<br />
di RSU Waikabubak.<br />
Karena waktu itu jadi hari minggu, tidak ada dokter.<br />
Ada bidan saj yang periksa N.<br />
Waktu itu anggota² keluarga N di suruh masuk di ruang periksa.<br />
Anggota² keluarga Umbu di suruh tinggal di luar. Mereka tidak bisa jadi<br />
saksi apakah yang terjadi dalam ruangnya.<br />
Sesudah habis itu keluarga N tidak mau memberitahu keluarga Umbu<br />
bagaimana hasilnya. Sementara itu Umbu tiba di asrama polisi Waikabubak. Katanya Umbu, Umbu dipukul sama orang² polisi sampai dia jadi mengakhui. Pasti disana belum tahu ada UU23/2002 !</p>
<p>Sejak itu, sudah satu minggu lebih dihabiskan.Dalam waktunya Umb tetap ditahan. Hampir setiap hari, katanya Umb, dia dipukul atau disuruh berdiri atas satu kaki saja dan kalau dia tidak mampu lagi dipukul di hati.<br />
Disuruh tidur tampa kasur, tampa bantal.<br />
Polisi mengambil dalih bahwa keluarga N akan membalas dendam sama<br />
Umbu. Tetapi kenapa A tidak ditahan ? Dia pukul Umb dan keluarga Umb<br />
bisa juga membalas dendam&#8230;</p>
<p>Hari Rabu tgl 23 september MK, Mama Umbu, sudah terbang ke<br />
Waikabubak.</p>
<p>Mulai hari minggu tgl 20 september saya mencoba hubungi POLRES<br />
Waikabubak, waktu pagi, siang, sore, setiap hari, tetapi ganguan<br />
jaringa.<br />
Saya coba hubungi Kantor Bupati, RSU Waikabubak,Polres Kupang, tidak<br />
ada yang angkat.<br />
Saya sudah hubungi dinas Social Waikabubak. Katanya mereka akan urus<br />
ini tetapi saya tidak terlalu percaya mereka.<br />
Orang di Kantor Daerah paling kasihan anaknya dan dia suruh saya hubungi pengadilan Kupang. Tidak ada yang angkat.<br />
Kantor HAM Waikabubak : tidak bisa bantu karena Umb masih anak. HAM<br />
terjadi khusus manusia. Kalau saya mengerti baik anak jadi bukan<br />
manusia&#8230;<br />
Saya sudah omong sama pak Hendra di KPAID. Saya harus kirim dia lapor<br />
besok. Ahkirnya saya sudah hubungi wartawan Pos Kupang</p>
<p>Malam ini, belum ada hasil dari RSU Waikabubak&#8230; (fisum ?)<br />
Karena dokter masih libur tidak ada siapapun yang bisa menandatangani<br />
fisum nya&#8230; Kalau saya mengerti baik dokter yang belum periksa N akan menandatangani keahlian yang orang lain telah dipraktekkan !!!</p>
<p>Keluarga Umbu tidak bisa bela Umb tampa mengetahui apakah yang tejadi betul.<br />
Tetapi ceritanya jadi aneh&#8230;<br />
Apakah yang paling penting, Itu harus diperlakukan dalam penegakan<br />
hukum 23/2002.</p>
<p>BERITA PERKEMBANGAN UMBU HARI KE SEMBILAN :</p>
<p>Umb malam ini akan tidur malam kesembilan kali di penjara.<br />
Hari ini, MK, mama Umb, sudah bertemu sama wartawan Pos<br />
Kupang, sama HAM Waikabubak dan Dinas Sosial.<br />
Meskipun semua orang tahu bahwa itu adalah ilegal Umb ditahan dalam<br />
kondisi seperti itu, dia tidak dilepaskan.<br />
Hanya ada satu perubahan : sekarang dia memiliki kasur.<br />
Polisi tidak mau lepaskan dia.<br />
Polisi mengatakan tahankan Umb demi kebaikan Umb sendiri&#8230;<br />
Mudah-mudahan akan ada kemajuan besok!</p>
<p>BERITA PERKEMBANGAN UMBU HARI KE SEPULUH :</p>
<p>Umbu, malam ini akan tidur malam kesepuluh kali di penjara.<br />
Hari ini, September 29, 2009, tak ada yang terjadi. Catatan tampaknya tidak mengalami kemajuan.<br />
Besok, tgl 30, Ibu Umbu akan bertemu Kepala Polisi.<br />
Umbu tetap ditahan&#8230;<br />
Umbu masih tidak bisa kembali ke SMP Negeri&#8230;<br />
Visum dari RSU masih tidak tersedia&#8230;<br />
Mudah-mudahan akan ada kemajuan besok!</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
SAVE OUR CHILDREN<br />
Yudhasmara Foundation<br />
<a rel="nofollow" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/" target="_blank">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in a.selamatkan hak anak Tagged: SAVE OUR CHILDREN : SEORANG ANAK YANG MENGHADAPI MASALAH HUKUM <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=485&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/10/02/save-our-children-seorang-anak-yang-menghadapi-masalah-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WASPADAI KESEHATAN ANAK SAAT MUDIK LEBARAN</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/waspadai-kesehatan-anak-saat-mudik-lebaran/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/waspadai-kesehatan-anak-saat-mudik-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 23:48:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[WASPADAI KESEHATAN ANAK SAAT LEBARAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun tiap rumah sakit sudah menyediakan dokter piket 24 jam, tetapi saat tersebut pada umumnya dokter ikut sibuk mudik saat lebaran. Sehingga pasien yang berobat seringkali menumpuk paska lebaran. Selain itu bisa saja setelah lebaran jumlah angka kesakitan pada anak memang meningkat drastis. Beberapa kondisi dan keadaan menjelang lebaran atau saat lebaran memang beresiko menimbulkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=478&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><strong>Meskipun tiap rumah sakit sudah menyediakan dokter piket 24 jam, tetapi saat tersebut pada umumnya dokter ikut sibuk mudik saat lebaran. Sehingga pasien yang berobat seringkali menumpuk paska lebaran. Selain itu bisa saja setelah lebaran jumlah angka kesakitan pada anak memang meningkat drastis. Beberapa kondisi dan keadaan menjelang lebaran atau saat lebaran memang beresiko menimbulkan masalah kesehatan tersendiri pada anak.</strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p align="center"><strong>Dr Widodo Judarwanto SpA</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>CHILDREN ALLERGY CENTER </strong></p>
<p align="center"><strong>PICKY EATERS CLINIC (Klinik khusus kesulitan makan pada anak)</strong></p>
<p align="center"><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat</strong></p>
<p align="center"><strong>telp :  (021) 70081995 - 5704246 – 31922005</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mypickyeaters.wordpress.com/"><strong>http://mypickyeaters.wordpress.com/</strong></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/">htpp://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/</a><strong> </strong></p>
<p><strong>            Setelah lebaran biasanya kasus kunjungan anak sakit ke rumah sakit atau dokter biasanya meningkat tajam. </strong><strong>Meskipun tiap rumah sakit sudah menyediakan dokter piket 24 jam, tetapi saat tersebut pada umumnya dokter ikut sibuk mudik saat lebaran. Sehingga pasien yang berobat seringkali menumpuk paska lebaran. Selain itu bisa saja setelah lebaran jumlah angka kesakitan pada anak memang meningkat drastis. Beberapa kondisi dan keadaan menjelang lebaran atau saat lebaran memang beresiko menimbulkan masalah kesehatan tersendiri pada anak.</strong>  </p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/mudik/itDnXAGnff0Z7nIh84MsSW56jrfYcFMNL4YBZaVUzCuDImVS85UtIkRKJHAh/Mudik_Motoran.gif" alt="" /></p>
<p><strong>            </strong>Lebaran adalah hari besar yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim. Sebagai hari besar tentunya banyak aktifitas khusus yang dilakukan tidak seperti pada hari biasa. Meningkatnya kegiatan silaturahmi dengan saudara atau handai taulan.  Baik yang berada di dalam kota atau sebagian melakukan kegiatan mudik dengan perjalanan jauh. Berbagai kegiatan yang cukup melelahkan tersebut seringkali menimbulkan masalah kesehatan tersendiri khususnya bagi anak-anak. Tetapi bila dapat memahami permasalahannya dengan cermat maka dapat dilakukan antisipasi untuk menghindari gangguan kesehatan tersebut.</p>
<p> </p>
<p><strong>PERMASALAHAN SAAT LEBARAN</strong></p>
<p><strong>            </strong>Saat menjelang hari idul fitri tradisi mudik dilakukan oleh sebagian besar keluarga. Kegiatan mudik inilah yang sering berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak tertentu. Mudik biasanya dilakukan dengan perjalanan jauh. Sering terjadi kemacetan di daerah tertentu yang kadang menambah beban kelelahan bagi anak-anak. Demikian pula bagi keluarga yang tidak melakukan mudik. Meskipun mereka tidak melakukan perjalanan luar kota, biasanya intensitas kunjungan ke rumah saudara meningkat drastis. Aktifitas yang meningkat ini akan menimbulkan daya tahan tubuh anak menjadi menurun sehingga mudah sakit.</p>
<p>Saat lebaran biasanya kontak dengan banyak orang sangat meningkat tajam. Saat perjalanan seringkali diikuti oleh banyak anggota keluarga. Apalagi bila menggunakan kendaraan umum seperti kereta api atau bis, kontak dengan banyak orang tidak bisa dihindari. Demikian pula saat bertemu saudara, teman atau tetangga biasanya kontak terhadap orang yang ditemui jadi semakin banyak. Semakin lama dan semakin banyak kontak dengan orang lain apalagi dalam ruangan tertutup maka resiko tertular infeksi lebih besar. Terutama anak-anak yang mempunyai daya tahan tubuh rendah atau yang mudah sakit batuk pilek.</p>
<p>Asupan makanan pada anak juga berbeda dibandingkan hari biasa. Dalam keadaan hari raya variasi makanan dan minuman yang tersedia jadi lebih banyak baik kuantitas maupun jenisnya. Pada penderita alergi ataupun intoleransi makanan bila tidak cermat beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu gangguan seperti diare, konstipasi (sulit BAB), muntah, batuk, pilek atau sesak bagi penderita asma.</p>
<p>Pada bayi penderita alergi yang sedang mendapatkan ASI, sering timbul keluhan kolik, diare, sulit BAB atau gangguan kulit bila ibu mengkonsumsi makanan penyebab alergi.</p>
<p>            Permasalahan lain yang dihadapi adalah saat lebaran biasanya pusat layanan kesehatan atau dokter praktek pada umumnya tutup. Kecuali unit gawat darurat atau layanan emergency. Apalagi bila kasus kesehatan itu dialami di daerah, biasanya orangtua sering kawatir karena layanan kesehatan yang terbatas.</p>
<p>  </p>
<p><strong>MASALAH KESEHATAN </strong></p>
<p><strong>            </strong>Beberapa keadaan dan aktifitas anak yang meningkat dapat mengakibatkan daya tahan tubuh anak menurun. Keadaan ini dapat memicu semakin mudahnya anak terserang infeksi. Penyakit yang sering terjadi adalah infeksi virus yang menyerang saluran napas atas seperti Flu, faringitis (infeksi tenggorok), dan sebagainya.  Gejala yang timbul adalah panas, batuk dan pilek. Infeksi lain yang mudah terjadi adalah infeksi saluran cerna atau gastroenteritis. Gejala yang ditimbulkan adalah muntah, panas dan diare. Keluhan ini lebih mudah terjadi pada anak yang sebelumnya sering mengalami gangguan infeksi berulang seperti panas, batuk, pilek yang sebelumnya juga dalami dalam setiap bulan</p>
<p>            Pada penderita alergi makanan dan intoleransi makanan masalah kesehatan yang sering timbul adalah kekambuhan penyakit yang pernah diderita sebelumnya seperti asma, batuk, pilek, diare, sulit BAB, dermatitis (gatal karena alergi kulit), nyeri perut, epitaksis (mimisan), mudah muntah, sariawan dan sebagainya.</p>
<p> </p>
<p><strong>TIPS BAGI ORANG TUA</strong> :</p>
<p>Persiapan selama perjalanan mudik harus disesuaikan benar dengan kondisi dan kesehatan anak. Pertimbangkan betul pemilihan jenis kendaraan sesuai dengan kondisi anak anda, apakah harus dengan kendaraan umum atau kendaran pribadi.Bila menggunakan kendaraan pribadi pertimbangkan rute atau lama perjalanan dan tempat istirahat sesuai dengan kondisi anak. Termasuk memperhitungkan kemungkinan kemacetan dijalan.Jangan terlalu sering menghentikan atau menambah kecepatan secara mendadak terutama bila ada anak yang mudah mabuk kendaraan. Kalau perlu minum obat anti muntah sebelumnya, khususnya untuk anak yang punya riwayat mudah muntah.</p>
<p>Persiapkan perbekalan makanan dan minuman yang sesuai dengan kondisi anak dan lama perjalanan. Siapkan susu dan air panas dalam tempat yang mudah dijangkau bila anak masih minum botol. Pilih makanan yang praktis, bergizi dan tidak mudah basi dan tidak merangsang perut, seperti arem-arem, roti isi, bakpau, dan sebagainya. Pilih makanan ringan yang tidak merangsang perut, seperti biskuit crackers, keripik dan sebagainya. Sebaiknya jangan sediakan makanan yang beresiko terutama pada penderita alergi makanan seperti seafood, coklat, keju, kacang tanah dan sebagainya. Sebaiknya dihindari makanan bersoda dan pilih minuman yang tidak merangsang lambung seperti aqua, teh kemasan netral (bukan rasa buah) atau air mineral seperti pocari sweat.</p>
<p>Sediakan mainan, lagu, VCD untuk menemani selama perjalanan. Tetapi hal ini tidak terlalu menjadi prioritas karena biasanya selama perjalanan pada umumnya anak akan tertidur lebih lelap. Jangan biarkan anak membaca terlalu lama selama di dalam kendaraan. Persiapkan bantal, guling atau selimut bila harus melakukan perjalan jauh. Persiapkan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan anak seperti obat panas, anti diare, oralit, obat muntah, obat batuk dan pilek. Atau kebutuhan khusus pada anak tertentu seperti obat asma, obat anti kejang, obat epilepsi, anti alergi dan sebagainya. Perhitungkan kemungkinan kemacetan, tertundanya jadwal pesawat dan kemungkinan keterlambatan lainnya.</p>
<p>Dalam perjalanan perhatikan dengan cermat kondisi anak dan waktu istirahat anak, terutama saat melakukan kunjungan ke saudara dan teman yang cukup kadang cukup melelahkan. Perhatikan dengan cermat makanan dan minuman yang hendak dimakan anak. Karena semua makanan yang disajikan belum tentu cocok atau diterima pada anak tertentu. Pada anak yang mudah sakit atau sering mengalami infeksi berulang bila mendatangi tempat yang dihadiri banyak orang atau ada yang sakit sebaiknya jangan terlalu lama .Pada kondisi anak tertentu dengan permasalahan kesehatan khusus, alangkah baiknya melakukan konsultasi ke dokter menjelang mudik lebaran.</p>
<p>Bila permasalahan selama lebaran dipahami dengan baik dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak maka resiko untuk terjadinya gangguan kesehatan akan dapat diminimalkan. Semoga hari yang fitri ini dilalui anak dan keluarga kita dalam keadaan sehat dan rasa syukur.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong> WIDODO JUDARWANTO, pediatrician</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in a.selamatkan hak anak Tagged: WASPADAI KESEHATAN ANAK SAAT LEBARAN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=478&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/waspadai-kesehatan-anak-saat-mudik-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/mudik/itDnXAGnff0Z7nIh84MsSW56jrfYcFMNL4YBZaVUzCuDImVS85UtIkRKJHAh/Mudik_Motoran.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>STRATEGI BESAR PENDIDIKAN ORANG TUA UNTUK ANAK</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/strategi-besar-pendidikan-orang-tua-untuk-anak/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/strategi-besar-pendidikan-orang-tua-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 18:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[STRATEGI BESAR PENDIDIKAN ORANG TUA UNTUK ANAK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Anak adalah untuk zaman yang akan datang,bukan untuk zaman kita. Salahlah pendidikan orang tua yang hendak memperbuat anaknya seperti mereka juga. Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang; karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang berbeda. SAVE OUR CHILDREN. Provided by SAVE  OUR CHILDREN Yudhasmara Foundation JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=475&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span id="profile_status"><span id="status_text"><span style="color:#800000;"><strong>Anak adalah untuk zaman yang akan datang,bukan untuk zaman kita. Salahlah pendidikan orang tua yang hendak memperbuat anaknya seperti mereka juga.</strong></span></span></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang; karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang berbeda.</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:center;">SAVE OUR CHILDREN.</h2>
<h2 style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-476" title="IMG_1399" src="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2009/09/img_1399.jpg?w=150&#038;h=117" alt="IMG_1399" width="150" height="117" /></h2>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in a.hak anak indonesia Tagged: STRATEGI BESAR PENDIDIKAN ORANG TUA UNTUK ANAK <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=475&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/strategi-besar-pendidikan-orang-tua-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2009/09/img_1399.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1399</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CERITA MORAL : BERIKAN DENGAN IKHLAS, MAKA KAMU AKAN DAPAT YANG LEBIH BAIK</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/cerita-moral-berikan-dengan-ikhlas-maka-kamu-akan-dapat-yang-lebih-baik/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/cerita-moral-berikan-dengan-ikhlas-maka-kamu-akan-dapat-yang-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 16:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[j. cerita moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.  Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa   melihat &#62; sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu  indah, sehingga Anisa sangat ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=472&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:green;">Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.  Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa   melihat &gt; sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu  indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. </span></p>
<p><span style="color:green;"> Tapi&#8230; Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan.  Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia<br />
 sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.</span></p>
<p><span style="color:green;">Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung  itu sangat indah, diberanikannya bertanya. &#8220;Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh  kembalikan kaos kaki yang tadi&#8230; &#8221; Sang Bunda segera  mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya  tertera harga Rp 15,000.<br />
 <br />
 Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh  harap dan cemas.Sebenarnya dia bisa saja langsung  membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak  konsisten&#8230; &#8220;Oke &#8230; Anisa, kamu boleh memiliki<br />
 Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih  tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari  kaos kaki itu,Ibu akan potong uang tabunganmu untuk  minggu depan. Setuju ?&#8221; Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang<br />
 mengembalikan kaos kaki ke raknya. &#8220;Terimakasih. ..,  Ibu&#8221; Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung  mutiaranya.. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak  cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung  itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika  tidur.<br />
 <br />
 Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau  berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu  akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau&#8230;<br />
 Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan  cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika  selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya  &#8221;Anisa&#8230;, Anisa sayang Enggak sama Ayah ?&#8221;  &#8221;Tentu dong&#8230; Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah!&#8221; </span><span style="color:green;"> &#8221;Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu&#8230; </span><span style="color:green;"> &#8221;Yah&#8230;, jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil &#8220;si  Ratu&#8221; boneka kuda dari nenek&#8230; ! Itu kesayanganku juga &#8220;Ya sudahlah sayang,&#8230;. ngga apa-apa !&#8221;. Ayah mencium  pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa. </span></p>
<p><span style="color:green;">Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi, &#8220;Anisa&#8230;, Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?&#8221;  &#8221;Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada  Ayah?&#8221;.<br />
 &#8221;Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu.&#8221;  &#8221;Jangan Ayah&#8230; Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil  boneka Barbie ini..&#8221;Kata Anisa seraya menyerahkan  boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.</span></p>
<p><span style="color:green;"> Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke  kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya.   Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis  diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas  pangkuan. air mata membasahi pipinya&#8230;&#8221;Ada apa Anisa,</span><span style="color:green;"> kenapa Anisa ?&#8221;   Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangan-nya.  Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya  &#8221; Kalau Ayah mau&#8230;ambillah kalung Anisa&#8221; Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan  mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong  celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan  sebentuk kalung mutiara putih&#8230;sama cantiknya dengan  kalung yang sangat disayangi Anisa&#8230;&#8221;Anisa. .. ini </span><span style="color:green;"> untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya,  tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi   hijau&#8221;</span></p>
<p><span style="color:green;"> Ya&#8230;, ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli </span><span style="color:green;"> untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.<br />
 <br />
 Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia  meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk  menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun,  kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif   dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap ikhlas,  karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu  dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang  lebih baik.</span></p>
<p><span style="color:green;"> </span></p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong></strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in j. cerita moral  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=472&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/15/cerita-moral-berikan-dengan-ikhlas-maka-kamu-akan-dapat-yang-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CERITA MORAL UNTUK ANAK DAN UNTUK SEMUA ORANG YANG DILAHIRKAN OLEH IBUNYA : IBU MAAFKAN AKU !</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-anak-dan-untuk-semua-orang-yang-dilahirkan-oleh-ibunya-ibu-maafkan-aku/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-anak-dan-untuk-semua-orang-yang-dilahirkan-oleh-ibunya-ibu-maafkan-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 21:30:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[j. cerita moral]]></category>
		<category><![CDATA[CERITA MORAL UNTUK ANAK DAN UNTUK SEMUA ORANG YANG DILAHIRKAN OLEH IBUNYA : IBU MAAFKAN AKU !]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[CERITA MORAL UNTUK ANAK DAN UNTUK SEMUA ORANG YANG DILAHIRKAN OLEH IBUNYA : IBU MAAFKAN AKU ! Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu. Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya. Saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=469&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">CERITA MORAL UNTUK ANAK DAN UNTUK SEMUA ORANG YANG DILAHIRKAN OLEH IBUNYA : </span></h4>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">IBU MAAFKAN AKU !</span></h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://i1.trekearth.com/photos/12086/sumba_ibu_s2_.jpg" alt="" width="291" height="334" /></p>
<p><strong>Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.<br />
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.</strong></p>
<p>Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.<br />
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.</p>
<p><strong>Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.<br />
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.</strong></p>
<p>Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.<br />
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.</p>
<p><strong>Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.<br />
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.</strong></p>
<p>Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, &#8220;Dari mana saja seharian ini?&#8221;.<br />
Sebagai balasannya, kau jawab, &#8220;Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!&#8221;</p>
<p><strong>Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.<br />
Sebagai balasannya, kau katakan, &#8220;Aku tidak ingin seperti Ibu.&#8221;</strong></p>
<p>Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.<br />
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.</p>
<p><strong>Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.<br />
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.</strong></p>
<p>Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.<br />
Sebagai balasannya, kau mengeluh, &#8220;Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?&#8221;</p>
<p><strong>Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.<br />
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.</strong></p>
<p>Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.<br />
Sebagai balasannya, kau katakan padanya, &#8220;Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!&#8221;</p>
<p><strong>Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.<br />
Sebagai balasannya, kau jawab, &#8220;Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.&#8221;</strong></p>
<p>Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.<br />
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.</p>
<p><strong>Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang.<br />
Dan tiba- tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.</strong></p>
<p>Jika beliau masih ada, jangan lupa katakan segera aku minta maaf, bu ! Meski dimanapun ia berada. Jangan lupa memberikan kasih sayangmu lebih dari yang kau berikan selama ni.<br />
Jika beliau sudah tiada, ingatlah selalu kasih sayang dan cintanya yang tulus tak terhingga. Hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.<br />
Ibu adalah mahkluk paling mulia di dunia ini. Seseorang yang benar &#8211; benar mencintai kita. Ia bahkan rela mengorbankan apapun untuk kebahagian kita, meskipun itu nyawanya sendiri. Cinta yang paling mulia, yang paling suci, yang paling besar adalah cinta seorang Ibu terhadap anaknya.</p>
<p>Jakarta, 13 September 2009. Saat aku ingin segera memeluk ibuku dan minta maaf, walau jarakku ratusan kilometer darinya</p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong>SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</strong><strong>  </strong><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<p>.</p>
<br />Posted in j. cerita moral Tagged: CERITA MORAL UNTUK ANAK DAN UNTUK SEMUA ORANG YANG DILAHIRKAN OLEH IBUNYA : IBU MAAFKAN AKU ! <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=469&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-anak-dan-untuk-semua-orang-yang-dilahirkan-oleh-ibunya-ibu-maafkan-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i1.trekearth.com/photos/12086/sumba_ibu_s2_.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>CERITA MORAL UNTUK ANAK INDONESIA</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-anak-indonesia/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-anak-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 21:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[j. cerita moral]]></category>
		<category><![CDATA[CERITA MORAL UNTUK ANAK INDONESIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan Diatas Pasir Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=466&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://ceritaterbaik.blogspot.com/2008/05/tulisan-diatas-pasir.html">Tulisan Diatas Pasir</a></h3>
<p>Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah kata pun, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: &#8220;Hari ini temanku telah memukul aku !!!&#8221; Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak pula berkata apa-apa.</p>
<p>Setelah berdiam-diaman beberapa saat, ya &#8230;dasar-anak-anak, mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari berkejaran, karena tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai menangkap binatang. &#8220;Aduh&#8230;. Tolong&#8230;.Tolong!&#8221; ia berteriak kaget minta tolong. Temannya segera menengok ke dalam lubang dan berseru, &#8220;Teman, apakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu.&#8221; Bergegas anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pohon. &#8220;Teman, aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan kulemparkan ke kamu. Tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang.&#8221;</p>
<p>Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil dikeluarkan dari lubang dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, &#8220;Terima kasih, sobat!&#8221; Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu, &#8220;Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku.&#8221;</p>
<p>Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan<span style="color:#008080;"><strong>, &#8220;Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?&#8221; </strong></span>Anak yang di pukul itu menjawab sabar, &#8220;<span style="color:#800000;"><strong>Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak.&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong><span style="color:#ff6600;">&#8220;Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat.&#8221;</span></strong></span></p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in j. cerita moral Tagged: CERITA MORAL UNTUK ANAK INDONESIA <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=466&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-anak-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CERITA MORAL UNTUK ORANG TUA : kekerasan pada anak, penyesalan yang tak terampunkan</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-orang-tua-kekerasan-pada-anak-penyesalan-yang-tak-terampunkan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-orang-tua-kekerasan-pada-anak-penyesalan-yang-tak-terampunkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 20:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[j. cerita moral]]></category>
		<category><![CDATA[CERITA MORAL UNTUK ORANG TUA : kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan yang tak terampunkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=463&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.</p>
<p>Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya&#8230; karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.</p>
<p>Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.</p>
<p>Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, &#8220;Kerjaan siapa ini !!!&#8221; &#8230;. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan &#8216; Saya tidak tahu..tuan.&#8221; &#8220;Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?&#8221; hardik si isteri lagi.</p>
<p>Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata &#8220;DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik &#8230;kan!&#8221; katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.</p>
<p>Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa&#8230; Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.</p>
<p>Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. &#8220;Oleskan obat saja!&#8221; jawab bapak si anak.</p>
<p>Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. &#8220;Dita demam, Bu&#8221;&#8230;jawab pembantunya ringkas. &#8220;Kasih minum panadol aja ,&#8221; jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. &#8220;Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap&#8221; kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. &#8220;Tidak ada pilihan..&#8221; kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut&#8230;&#8221;Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah&#8221; kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.</p>
<p>Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. &#8220;Ayah.. ibu&#8230; Dita tidak akan melakukannya lagi&#8230;. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi&#8230; Dita sayang ayah.. sayang ibu.&#8221;, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. &#8220;Dita juga sayang Mbok Narti..&#8221; katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.</p>
<p>&#8220;Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?&#8230; Bagaimana Dita mau bermain nanti?&#8230; Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, &#8221; katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf&#8230;</p>
<p>Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi&#8230; Namun&#8230; si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..</p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak, j. cerita moral Tagged: CERITA MORAL UNTUK ORANG TUA : kekerasan pada anak, penyesalan yang tak terampunkan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=463&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/14/cerita-moral-untuk-orang-tua-kekerasan-pada-anak-penyesalan-yang-tak-terampunkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Children Viewing Adult-targeted TV May Become Sexually Active Earlier In Life</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/children-viewing-adult-targeted-tv-may-become-sexually-active-earlier-in-life/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/children-viewing-adult-targeted-tv-may-become-sexually-active-earlier-in-life/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 10:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[08.save from television-internet]]></category>
		<category><![CDATA[Children Viewing Adult-targeted TV May Become Sexually Active Earlier In Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Early onset of sexual activity among teens may relate to the amount of adult content children were exposed to during their childhood, according to a new study released by Children&#8217;s Hospital Boston. Based on a longitudinal study tracking children from age six to eighteen, researchers found that the younger children are exposed to content intended [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=461&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Early onset of sexual activity among teens may relate to the amount of adult content children were exposed to during their childhood, according to a new study released by Children&#8217;s Hospital Boston. Based on a longitudinal study tracking children from age six to eighteen, researchers found that the younger children are exposed to content intended for adults in television and movies, the earlier they become sexually active during adolescence. The findings are being presented at the Pediatric Academic Societies meetings on Monday, May 4 in Baltimore.</p>
<p>&#8220;Television and movies are among the leading sources of information about sex and relationships for adolescents,&#8221; says Hernan Delgado, MD, fellow in the Division of Adolescent/Young Adult Medicine at Children&#8217;s Hospital Boston and lead author of the study. &#8220;Our research shows that their sexual attitudes and expectations are influenced much earlier in life.&#8221;</p>
<p>The study consisted of 754 participants, 365 males and 389 females, who were tracked during two stages in life: first during childhood, and again five years later when their ages ranged from 12 to 18-years-old. At each stage, the television programs and movies viewed, and the amount of time spent watching them over a sample weekday and weekend day were logged. The program titles were used to determine what content was intended for adults. The participants&#8217; onset of sexual activity was then tracked during the second stage.</p>
<p>According to the findings, when the youngest children in the sample&#8211;ages 6 to 8-years-old&#8211;were exposed to adult-targeted television and movies, they were more likely to have sex earlier when compared those who watched less adult-targeted content. The study found that for every hour the youngest group of children watched adult-targeted content over the two sample days, their chances of having sex during early adolescence increased by 33 percent. Meanwhile, the reverse was not found to be true that is, becoming sexually active in adolescence did not subsequently increase youth&#8217;s viewing of adult-targeted television and movies.</p>
<p>&#8220;Adult entertainment often deals with issues and challenges that adults face, including the complexities of sexual relationships. Children have neither the life experience nor the brain development to fully differentiate between a reality they are moving toward and a fiction meant solely to entertain,&#8221; adds David Bickham, PhD, staff scientist in the Center on Media and Child Health and co-author of the study. &#8220;Children learn from media, and when they watch media with sexual references and innuendos, our research suggests they are more likely to engage in sexual activity earlier in life.&#8221;</p>
<p>The researchers encourage parents to follow current American Academy of Pediatrics viewing guidelines such as no television in the bedroom, no more than 1 to 2 hours of screen time a day, and to co-view television programs and have an open dialogue about its content with your children. They also suggest that&#8211;while the results demonstrate a longitudinal relationship&#8211;more research needs be done to understand how media influences children&#8217;s growing awareness of human relationships and sexual behavior.</p>
<p>&#8220;Adolescent sexual behaviors may be influenced at a younger age, but this is just one area we studied,&#8221; adds Dr. Delgado. &#8220;We showed how adult media impacts children into adolescence, yet there are a number of other themes in adult television shows and movies, like violence and language, whose influence also needs to be tracked from childhood to adolescence.&#8221;</p>
<p>The study was funded by support by grants from the Maternal and Child Health Bureau and the Center on Media and Child Health.</p>
<p>Children&#8217;s Hospital Boston is home to the world&#8217;s largest research enterprise based at a pediatric medical center, where its discoveries have benefited both children and adults since 1869. More than 500 scientists, including eight members of the National Academy of Sciences, 11 members of the Institute of Medicine and 13 members of the Howard Hughes Medical Institute comprise Children&#8217;s research community. Founded as a 20-bed hospital for children, Children&#8217;s Hospital Boston today is a 397-bed comprehensive center for pediatric and adolescent health care grounded in the values of excellence in patient care and sensitivity to the complex needs and diversity of children and families. Children&#8217;s also is the primary pediatric teaching affiliate of Harvard Medical School.</p>
<p>Source: Children&#8217;s Hospital Boston <a name="ratethis"></a></p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in 08.save from television-internet Tagged: Children Viewing Adult-targeted TV May Become Sexually Active Earlier In Life <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/461/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=461&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/children-viewing-adult-targeted-tv-may-become-sexually-active-earlier-in-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Breastfeeding Can Save 1.3M Children Annually, WHO Says To Mark World Breastfeeding Week</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/breastfeeding-can-save-1-3m-children-annually-who-says-to-mark-world-breastfeeding-week/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/breastfeeding-can-save-1-3m-children-annually-who-says-to-mark-world-breastfeeding-week/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 10:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.selamatkan hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[h.selamatkan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[SAVE OUR CHILDREN : Breastfeeding Can Save 1.3M Children Annually]]></category>
		<category><![CDATA[WHO Says To Mark World Breastfeeding Week]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[About 1.3 million children&#8217;s lives could be saved each year by teaching new mothers how to breastfeed, but many women do not receive help and stop trying, the WHO said on Friday ahead of the start of World Breastfeeding Week, which runs from August 1 through August 7, Reuters reports. &#8220;Less than 40 percent of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=458&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>About 1.3 million children&#8217;s lives could be saved each year by teaching new mothers how to breastfeed, but many women do not receive help and stop trying, the WHO said on Friday ahead of the start of World Breastfeeding Week, which runs from August 1 through August 7, <a href="http://www.reuters.com/article/middleeastCrisis/idUSLV468993" target="_blank">Reuters</a> reports. &#8220;Less than 40 percent of mothers worldwide breastfeed their infants exclusively in the first six months, as recommended by the WHO,&#8221; the news service writes. Constanza Vallenas, a WHO medical officer in the Department of Child and Adolescent Health and Development, said women &#8220;don&#8217;t have the practical support&#8221; to help them get their infants to latch on properly and find a technique that prevents pain and discomfort. Vallenas said the problem exists in both rich and poor countries, and she called for &#8220;more assistance in hospitals, health clinics and communities for new mothers who need information and help,&#8221; according to Reuters (MacInnis, 7/31).</p>
<p>Raising the global breastfeeding rate to 90 percent could prevent the deaths of about 13 percent of all children under the age of five in the developing world, she said, <a href="http://www.voanews.com/english/2009-08-01-voa19.cfm" target="_blank">VOA News</a> reports. &#8220;It gives the nutrients and the immune factors that are important for protecting infants against the most serious infections they can get, which is <a title="What Is Diarrhea? What Causes Diarrhea?" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/articles/158634.php">diarrhea</a> and <a title="What Is Pneumonia? What Causes Pneumonia?" href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/articles/151632.php">pneumonia</a>,&#8221; according to Vallenas. &#8220;It also protects against malnutrition. The recommendation we have along with UNICEF is that infants should be exclusively breast fed, meaning without even water until six months of age. And, from there on to continue breast feeding with appropriate complimentary foods until the age of two years or beyond&#8221; (Schlein, 8/1).</p>
<p>This year, World Breastfeeding Week focuses on breastfeeding&#8217;s &#8220;ciritcal role&#8221; during emergencies, the <a href="http://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID=31652&amp;Cr=world+health+organization&amp;Cr1=" target="_blank">U.N. News Centre</a> writes. In a <a href="http://www.who.int/mediacentre/news/statements/2009/world_breastfeeding_week_20090731/en/index.html" target="_blank">statement</a>, WHO Director-General Margaret Chan said, &#8220;As part of emergency preparedness, hospitals and other health care services should have trained health workers who can help mothers establish breastfeeding and overcome difficulties.&#8221; Chan added, &#8220;Emergencies amplify the risk of infant and young child mortality. With appropriate action, we can protect these precious lives through one of the most &#8216;natural&#8217; of all life-saving interventions</p>
<p> </p>
<p>source : sciencedaily.com</p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in a.selamatkan hak anak, h.selamatkan bayi Tagged: SAVE OUR CHILDREN : Breastfeeding Can Save 1.3M Children Annually, WHO Says To Mark World Breastfeeding Week <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=458&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/breastfeeding-can-save-1-3m-children-annually-who-says-to-mark-world-breastfeeding-week/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FOOD ALLERGY INSOMNIA : GANGGUAN TIDUR ANAK DISEBABKAN KARENA PENGARUH MAKANAN</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/food-allergy-insomnia-gangguan-tidur-anak-disebabkan-karena-pengaruh-makanan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/food-allergy-insomnia-gangguan-tidur-anak-disebabkan-karena-pengaruh-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 07:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[i.bahaya makanan]]></category>
		<category><![CDATA[FOOD ALLERGY INSOMNIA : GANGGUAN TIDUR ANAK DISEBABKAN KARENA PENGARUH MAKANAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[BENARKAH SULIT TIDUR KARENA PENGARUH MAKANAN TERTENTU ?  dr Widodo Judarwanto SpA, email : judarwanto@gmail.com, www.childrenclinic.wordpress.com/   Atifitas tidur merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia khususnya usia anak. Lama tidur tergantung dari usia, semakin bertambah usia seseorang kebutuhan untuk tidurnya semakin berkurang. Pada bayi dan anak kecil sebagian besar waktu digunakan untuk tidur, sedang pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=455&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="FOOD ALLERGY INSOMNIA  : GANGGUAN TIDUR ANAK DISEBABKAN KARENA ALERGI MAKANAN" rel="bookmark" href="http://sleepclinic.wordpress.com/2009/08/17/gangguan-tidur-anak-disebabkan-karena-alergi-makanan/"></a></h2>
<div>
<div>
<h2 style="text-align:center;"><a title="BENARKAH SULIT TIDUR KARENA PENGARUH MAKANAN TERTENTU ?" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/10/122/">BENARKAH SULIT TIDUR KARENA PENGARUH MAKANAN TERTENTU ?</a> </h2>
<p style="text-align:center;">dr Widodo Judarwanto SpA,</p>
<p style="text-align:center;">email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.childrenclinic.wordpress.com/">www.childrenclinic.wordpress.com/</a></span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<ul>
<li><strong>Atifitas tidur merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia khususnya usia anak. </strong></li>
<li><strong>Lama tidur tergantung dari usia, semakin bertambah usia seseorang kebutuhan untuk tidurnya semakin berkurang. Pada bayi dan anak kecil sebagian besar waktu digunakan untuk tidur, sedang pada lanjut usia sebaliknya. Gelombang otak (EEG) seseorang pada waktu terjaga berbentuk gelombang alpha dengan volage rendah dalam berbagai frekuensi, sedang pada waktu tertidur gelombang alpha menghilang.</strong></li>
<li><strong>Ganggua tidur yang sering terjadi adalah insomia adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan tidur yang baik. Gangguan tidur tersebut menimbulkan penderitaan dan gangguan dalam berbagai fungsi sosial, pertumbuhan dan perkembangan anak, maupun gangguan pada fungsi lainnya. </strong></li>
<li><strong>Terdapat berbagai jenis insomnia tergantung beberapa kondisi dan penyakit yang melatarbelakangi gangguan tidur tersebut. Salah satu jenis gangguan tidur tersebut adalah “Food Allergy Insomnia” atau insomnia alergi makanan.</strong></li>
</ul>
<p><strong>INSOMNIA</strong><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Insomia adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan tidur yang baik. Insomnia adalah bukan merupakan suatu penyakit tetapi merupakan gejala suatu penyakit. Terminologi insomnia sering digunakan untuk beberapa bentuk dan tipe gangguan tidur.</strong></li>
<li><strong>Terdapat beberapa jenis insomnia diantaranya adalah Sleep Onset Insomnia (</strong><a href="http://www.stanford.edu/~dement/delayed.html"><strong>Delayed Sleep Phase Syndrome</strong></a><strong>), Idiopathic Insomnia, Psychophysiological Insomnia, Childhood Insomnia (Limit-Setting Sleep Disorder), Food Allergy Insomnia, Enviornmental Insomnia (Enviornmental Sleep Disorder), Transient Insomnia (Adjustment Sleep Disorder), Periodic Insomnia (Non 24-Hour Sleep-Wake Syndrome, Altitude Insomnia, Hypnotic-Dependency Insomnia (Hypnotic-Dependent Sleep Disorder), Stimulant-Dependent Sleep Disorder, Alcohol-Dependent Insomnia (Alcohol-Dependent Sleep Disorder) dan Toxin-Induced Sleep Disorder.</strong></li>
</ul>
<p><strong>Insomnia Alergi makanan</strong><strong> </strong></p>
<p>Menurut penelitian penulis gangguan tidur pada anak seringkali disebabkan karena insomnia Alergi makanan. Insomnia Alergi makanan adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan kualitas tidur yang disebabkan akibat manifestasi atau respon karena alergi makanan. <a href="http://web.uni-marburg.de/sleep/enn/database/asdadefs/welcome.htm">The International Classification of Sleep Disorders</a> mencamtukan Food Allergy Insomnia dengan klasifikasi ICSD : 780.52-2, sedangkan ICD 10 menggolongkan dalam G47.0+T78.4 sebagai Disorders of Initiating and Maintaining Sleep (Insomnias), sedangkan DSM IV menggolongkan dalam kelompok 780.52 sebagai Sleep Disorder Due to a General Medical Condition: Insomnia Type</p>
<p>Angka kejadian insomnia alergi makanan masih belum diketahui pasti, tetapi tampaknya gangguan ini sering dialami terutama pada usia anak dibawah usia 5 tahun terutama usia 2 tahun Manifestasi klinis gangguan insomnia karena alergi makanan, masih belum terungkap jelas. Beberapa penelitian mengatakan beberapa gangguan tidur lainnya ternyata sering dikaitkan dengan insomnia alergi makanan.</p>
<p>Penelitian yang telah dilakukan Widodo Judarwanto  tahun 2004 yang telah diajukan dalam acara ilmiah internasional 24th International Congress of Pediatric Cancun Mexico August 15<sup>th</sup>-20<sup>th</sup> 2004, menunjukkan bahwa dari 64 anak dengan gangguan alergi makanan dan gangguan tidur, setelah dilakukan eliminasi makanan penyebab alergi selama 3 minggu didapatkan perbaikan. Didapatkan 97% anak perbaikkan dari pola tidurnya. Didapatkan 42 (66%) anak mengalami insomnia food allergy, 12 (19%) anak dengan somnambulisme, 8 (13%) anak dengan night terror, 32(50%) anak dengan nocturnal myoclonus.</p>
<p>Penyebab gangguan tidur lain yang selama ini diyakini banyak orang sebagai penyebab gangguan tidur banyak masih diragukan. Kondisi tersebut adalah karena siang terlalu lelah bermain, terlalu keras tertawa atau bersendau gurau, karena kehausan atau seiring minta minum. Ternyata setelah dilakukan penghindaran makanan yang beresiko alergi maka gangguan tersebut menghilang meskipun berbagai penyebabb tersebut tidak dilakukan intervensi.</p>
<p>Sejauh ini belum ada penelitian yang memastikan sebab akibat gangguan tidur bisa menimbulkan berbagai hal yangberbahaya. Berbagai penelitian menunjukkan anak dengan ganggan tidur sering disertai peningkatan perilaku seperti agresif, gangguan prestasi sekolah, emosi meningkat dan ganggua belajar. Sedangkan berbeagai laporan ilmiah menunjukkan bahwa penderita alergi makanan juga sering disertai disertai dengan gangguan perilaku meningkat.</p>
<p><strong>Berbagai perilaku meningkat yang sering dilaporkan adalah</strong></p>
<ul>
<li>agresifitas anak</li>
<li>Emosi meningkat</li>
<li>Anak sangat aktif tidak bisa diam</li>
<li>gangguan konsentrasi</li>
<li>gangguan belajar</li>
<li>Pada penderita Autism dan ADHD, saat terjadi gangguan tidur ternyata membuat gangguan perilaku juga meningkat</li>
</ul>
<p>Tetapi banyak penelitian menunjukkan bahwa gangguan tersebut terutama bukan karena akibat langsung gangguan tidur itu sendiri tetapi lebih disebabkan karena pengaruh alergi makanan yang terjadi.</p>
<p>Mengapa penderita alergi sering mengalami gangguan tidur, sampai sekarang belum terungkap jelas. Tetapi diduga pada penderita alergi sering mengganggu berbagai organ tubuh termasuk otak yang dapat mengganggu.  Yang lebih menguatkan hubuhngan alergi dengan gangguan tidur adalah kejadiannya paling sering terjadi malam hari. Gejala alergi seringkali terjadi pada amalam demikian pula gangguan tidur malam sering terjadi pada malam hari juga.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><img title="DAIZ NUNGGING" src="http://sleepclinic.files.wordpress.com/2009/05/daiz-nungging.jpg?w=196&#038;h=155&#038;h=155" alt="DAIZ NUNGGING" width="196" height="155" /></strong></p>
<p><strong>Gangguan pada organ tubuh penderita alergi yang diduga dapat mengganggu tidur pada anak adalah :</strong></p>
<ul>
<li>Gangguan saluran cerna. Nyeri perut pada anak yang mengalami gangguan saluran cerna karena alergi diduga sebagai penyebabnya. Namun sayangnya pada usia di bawah 2 tahun keluhan ini tidak bisa diungkapkan anak. Tetapi petunjuk klinis yang bisa diungkapkan sebagai nyeri perut, biasanya anak dengan gangguan perut tidak nyaman sering disertai posisi tyidur yang nungging (seperti orang sujud) atau tengkurap. Gejala saluran cerna biasanya berupa kembung, sering buang angina, muntah, sulit BAB(ngeden, tidak tiap hari) berak hitam, hijau, bau dan bulat.</li>
<li>Gangguan saluran napas : hidung buntu, napas tersumbat, batuk dan sesak. Keadaan ini terjadi pada anak dengan rhinitis aleri dan asma.</li>
<li>Gangguan kulit. Penderita dermatitis alergi sering timbul keluhan gatal pada malam hari.</li>
<li>Nyeri otot, tulang dan fibromyalgia. Pada penderita alergi makanan sering mengalami nyeri otot dan tulang.</li>
<li>Gangguan aliran listrik di otak. Pada pemeriksaan EEG pada penderita alergi dan asma didapatka aktifitas gelombang tertentu yang meningkat saat malam hari.</li>
</ul>
<p><strong>JENIS GANGGUAN TIDUR LAIN</strong></p>
<ul>
<li><strong>Somnambulisme</strong> adalah suatu keadaan perubahan kesadaran, fenomena tidur-bangun terjadi pada saat bersamaan. Sewaktu tidur penderita kadang melakukan aktivitas motorik yang biasa dilakukan seperti berjalan, berpakaian atau pergi ke kamar mandi, berbicara, menjerit, bahkan mengendarai mobil. Akhir kegiatan tersebut kadang penderita terjaga, kemudian sejenak kebingungan dan tertidur kembali. Ia tidak ingat kejadian tersebut.  <strong>  </strong> </li>
<li><strong>Night terror </strong>biasanya terjadi pada sepertiga awal tidur, dengan gejala tiba-tiba bangun dengan teriakan, kepanikan atau menangis disertai ketakutan dan kecemasan. Penderita kadang terjaga tetapi mengalami kebingungan dan disorientasi. Pada saat serangan sulit dibangunkan atau ditenangkan. Sedang nightmare adalah tidur dengan mimpi yang menakutkan. Akibat mimpinya yang menakutkan itu penderita akan terbangun dalam keadaan ketakutan. Mereka yang sering mengalami episode nightmare dalam hidupnya mempunyai risiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan skizofrenia, namun juga mereka ini adalah orang yang kreatif dan artistik.    </li>
<li><strong>Mudah Tertidur (Hipersomnia) </strong>Gangguan akibat tidur yang berlebihan disebut hipersomnia. Yang termasuk kelompok ini antara lain sleep apnea, narkolepsi, nocturnal myoclonus, OSA, dan sebagainya. Jika seseorang tidak dapat tidur dalam, tahap REM pun tidak akan terjadi, ketika bangun merasa lelah. Gejala utamanya mengantuk di siang hari. <strong>   </strong> </li>
<li><strong>Narkolepsi </strong>merupakan keinginan tidur yang tidak tertahankan pada siang hari, meski tidur malamnya cukup.Bisa menyerang laki-laki maupun perempuan dewasa dan muda.  <strong>  </strong> </li>
<li><strong>Nocturnal myoclonus</strong> adalah keadaan dimana terdapat pergerakan periodik dari tungkai ke bawah ketika tidur.   </li>
</ul>
<p><strong> </strong><strong><strong>DIAGNOSIS INSOMNIA ALERGI MAKANAN</strong></strong></p>
<ul>
<li><strong>Diagnosis insomnia alergi makanan dibuat berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi</strong></li>
<li><strong>Untuk memastikan makanan penyebab alergi harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. </strong></li>
<li><strong>Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy  Clinic  Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”. Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan dalam gangguan muntah tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.</strong></li>
<li><strong>Pemeriksaan standar yang dipakai oleh para ahli alergi untuk mengetahui penyebab alergi adalah dengan tes kulit. Tes kulit ini bisa terdari tes gores, tes tusuk atau tes suntik. PEMERIKSAAN INI HANYA MEMASTIKAN ADANYA ALERGI ATAU TIDAK, BUKAN UNTUK MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI. Pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas yang cukup baik, tetapi sayangnya spesifitasnya rendah. Sehingga seringkali terdapat false negatif, artinya hasil negatif belum tentu bukan penyebab alergi. Pada tes kulit lebih baik dalam melakukan identifikasi reaksi alergi tipe cepat, tetapi reaksi alergi tipe lambat seperti pada alergi makanan seringkali sulit dideteksi. Karena hal inilah maka sebaiknya tidak membolehkan makan makanan penyebab alergi hanya berdasarkan tes kulit ini. </strong></li>
</ul>
<p><strong>PEMERIKSAAN YANG TIDAK DIREKOMENDASIKAN</strong></p>
<ul>
<li><strong>Dalam waktu terakhir ini sering dipakai alat diagnosis yang masih sangat kontroversial atau ”unproven diagnosis”. Terdapat berbagai pemeriksaan dan tes untuk mengetahui penyebab alergi dengan akurasi yang sangat bervariasi. Secara ilmiah pemeriksaan ini masih tidak terbukti baik sebagai alat diagnosis. Pada umumnya pemeriksaan tersebut mempunyai spesifitas dan sensitifitas yang sangat rendah. Bahkan beberapa organisasi profesi alergi dunia tidak merekomendasikan penggunaan alat tersebut. Yang menjadi perhatian oraganisasi profesi tersebut bukan hanya karena masalah mahalnya harga alat diagnostik tersebut tetapi ternyata juga sering menyesatkan penderita alergi yang sering memperberat permasalahan alergi yang ada</strong></li>
<li><strong>Namun pemeriksaan ini masih banyak dipakai oleh praktisi kesehatan atau dokter. Di bidang kedokteran pemeriksaan tersebut belum terbukti secara klinis sebagai alat diagnosis karena sensitifitas dan spesifitasnya tidak terlalu baik. Beberapa pemeriksaan diagnosis yang kontroversial tersebut adalah Applied Kinesiology, VEGA Testing (Electrodermal Test, BIORESONANSI), Hair Analysis Testing in Allergy, Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s Allergy Elimination Technique (NAET), Beware of anecdotal and unsubstantiated allergy tests.</strong><strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong><strong>PENATALAKSANAAN</strong> <strong> </strong>  </strong></p>
<ul>
<li><strong>Penanganan gangguan tidur karena alergi makanan pada anak haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut.</strong><strong><strong> </strong>    
<p></strong></li>
<li><strong>Penghindaran makanan penyebab alergi pada anak harus dicermati secara benar, karena beresiko untuk terjadi gangguan gizi. Sehingga orang tua penderita harus diberitahu tentang makanan pengganti yang tak kalah kandungan gizinya dibandingklan dengan makanan penyebab alergi. Penghindaran terhadap susu sapi dapat diganti dengan susu soya, formula hidrolisat kasein atau hidrolisat whey., meskipun anak alergi terhadap susu sapi 30% diantaranya alergi terhadap susu soya. Sayur dapat dipakai sebagai pengganti buah. Tahu, tempe, daging sapi atau daging kambing dapat dipakai sebagai pengganti telur, ayam atau ikan. Pemberian makanan jadi atau di rumah makan harus dibiasakan mengetahui kandungan isi makanan atau membaca label makanan.</strong><strong><strong> </strong>    
<p></strong></li>
<li><strong>Obat-obatan simtomatis, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara, tetapi umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.</strong><strong> <strong>PENANGANAN</strong> <strong> </strong>   
<p></strong></li>
<li><strong>Pengobatan gangguan tidur karena alergi makanan yang baik adalah dengan menanggulangi penyebabnya. Bila insomnia yang dialami disebabkan karena gangguan alergi makanan, penanganan terbaik adalah menunda atau menghindari makanan sebagai penyebab tersebut.</strong><strong><strong> </strong>    
<p></strong></li>
<li><strong>Konsumsi obat-obatan, konsumsi susu formula yang mengklaim bisa membuat nyenyak tidur, terapi tradisional ataupun beberapa cara dan strategi untuk membuat tidur nyenyak pada anak tidak akan berhasil selama penyebab utama gangguan tidur pada anak karena alergi makanan tidak diperbaiki.</strong></li>
</ul>
<p><strong><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong><strong> </strong>   </strong></p>
<ol>
<li>A. Kahn , M. J. Mozin , E. Rebuffat, M. Sottiaux, and M. F. Muller. Milk Intolerance in Children With Persistent Sleeplessness: A Prospective Double-Blind Crossover Evaluation. Pediatrics Vol. 84 No. 4 October 1989, pp. 595-603</li>
<li>A. Kahn , M. J. Mozin, G. Casimir, L. Montauk , D. Blum. Insomnia and Cow’s Milk Allergy in Infants. Pediatrics Vol. 76 No. 6 December 1985, pp. 880-884</li>
<li>A. Kahn , M. J. Mozin , E. Rebuffat, M. Sottiaux, and M. F. Muller. Evaluating Persistent Sleeplessness in Children Milk Intolerance in Children With Persistent Sleeplessness: A Prospective Double-Blind Crossover Evaluation. Pediatrics Vol. 85 No. 4 April 1990, pp. 629-630</li>
<li>Pajno GB, Barberio F, Vita D, Caminiti L, Capristo C, Adelardi S, Zirilli G Diagnosis of cow’s milk allergy avoided melatonin intake in infant with insomnia.Sleep. 2004 Nov 1;27(7):1420-1.</li>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&amp;Cmd=ShowDetailView&amp;TermToSearch=8369716&amp;ordinalpos=14&amp;itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum">Morriss R.</a>Insomnia in the chronic fatigue syndrome.BMJ. 1993 Jul 24;307(6898):264.</li>
<li>Lichstein KL Secondary insomnia: a myth dismissed.Sleep Med Rev. 2006 Feb;10(1):3-5.</li>
<li>Dardenne P, Guerin F. Insomnia in young children. Ann Pediatr (Paris). 1986 Oct;33(8):705-10.</li>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&amp;Cmd=Search&amp;Term=%22Boyle%20J%22%5BAuthor%5D&amp;itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVAbstractPlus">Boyle J</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&amp;Cmd=Search&amp;Term=%22Cropley%20M%22%5BAuthor%5D&amp;itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVAbstractPlus">Cropley M</a>. Children’s sleep: problems and solutions. <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/10/122/AL_get(this,">J Fam Health Care.</a> 2004;14(3):61-3</li>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?db=pubmed&amp;cmd=Search&amp;itool=pubmed_Abstract&amp;term=%22Lecks+HI%22%5BAuthor%5D">Lecks HI</a>.Insomnia and cow’s milk allergy in infants. <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/10/122/AL_get(this,">Pediatrics.</a> 1986 Aug;78(2):378.</li>
<li>Judarwanto W. Dietery Intervention as a therapy for Sleep Difficulty in Children with Gastrointestinal Allergy”. 24TH International Congres of Pediatric Cancun Mexico, August 15th – 20th ,2004.</li>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&amp;Cmd=ShowDetailView&amp;TermToSearch=14503222&amp;ordinalpos=1&amp;itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum">Kohsaka M.</a> Food allergy insomnia. Ryoikibetsu Shokogun Shirizu. 2003;(39):110-3. Review. Japanese.</li>
<li><em>March Weissbluth Healthy Sleep Habits, Happy Child</em>. <em>A step-by-step program for a good night’s sleep</em>, . 1999.</li>
<li>Richard Ferber, <em>Solve Your Child’s Sleep Problems</em>,  1985.</li>
<li><em>Jodi Mindell.  </em><em>Sleeping Through the Night, How Infants, Toddlers and Their Parents Can Get a Good Night’s Sleep</em>, , 1997. Reviewed on May 29, 2008</li>
<li>Barr RG, Konner M, Bakeman R, Adamson L. Crying in !Kung San infants: a test of the cultural specificity hypothesis. Dev Med Child Neurol. 1991;33 :601 –610</li>
<li>Barr RG, Chen S, Hopkins B, Westra T. Crying patterns in preterm infants. Dev Med Child Neurol. 1996;38 :345 –355</li>
<li>James-Roberts I, Halil T. Infant crying patterns in the first year: normal community and clinical findings. J Child Psychol Psychiatry. 1991;32 :951 –968</li>
<li>Wessel M, Cobb JC, Jackson EB, Harris GS, Detwiler AC. Paroxysmal fussing in infancy, sometimes called “colic.” Pediatrics. 1954;14 :421 –434</li>
<li>Lehtonen L, Gormally S, Barr RG. Clinical pies for etiology and outcome in infants presenting with early increased crying. In: Barr RG, Hopkins B, Green JA, eds. Crying as a Sign, a Symptom, and a Signal. London, United Kingdom: Mac Keith Press; 2000:169–178</li>
<li>Coons S, Guilleminault C. Development of sleep-wake patterns and non-rapid eye movement sleep stages during the first six months of life in normal infants. Pediatrics. 1982;69 :793 –798</li>
<li>Giganti F, Fagioli I, Ficca G, Salzarulo P. Polygraphic investigation of 24-h waking distribution in infants. Physiol Behav. 2001;73 :621 –624</li>
<li>Coons S, Guilleminault C. Development of consolidated sleep and wakeful periods in relation to the day/night cycle in infancy. Dev Med Child Neurol. 1984;26 :169 –176</li>
<li>Hoppenbrouwers T, Hodgman JE, Harper RM, Sterman MB. Temporal distribution of sleep states, somatic activity, and autonomic activity during the first half year of life. Sleep. 1982;5 :131 –144</li>
<li>Weissbluth M, Davis AT, Poncher J. Night waking in 4- to 8-month-old infants. J Pediatr. 1984;104 :477 –480</li>
<li>Stahlberg MR. Infantile colic: occurrence and risk factors. Eur J Pediatr. 1984;143 :108 –111</li>
<li>Rautava P, Lehtonen L, Helenius H, Sillanpaa M. Infantile colic: child and family three years later. Pediatrics. 1995;96(suppl) :43 –47</li>
<li>Lehtonen L, Korhonen T, Korvenranta H. Temperament and sleeping patterns in colicky infants during the first year of life. J Dev Behav Pediatr. 1994;15 :416 –420</li>
<li>Canivet C, Jakobsson I, Hagander B. Infantile colic. Follow-up at four years of age: still more “emotional.” Acta Paediatr. 2000;89 :13 –17</li>
<li>James-Roberts IS, Conroy S, Hurry J. Links between infant crying and sleep-waking at six weeks of age. Early Hum Dev. 1997;48 :143 –152</li>
<li>White BP, Gunnar MR, Larson MC, Donzella B, Barr RG. Behavioral and physiological responsivity, sleep, and patterns of daily cortisol production in infants with and without colic. Child Dev. 2000;71 :862 –877</li>
<li>Papousek M, vonHofacker N. Persistent crying and parenting: search for a butterfly in a dynamic system. Early Dev Parent. 1995;4 :209 –224</li>
<li>Kirjavainen J, Kirjavainen T, Huhtala V, Lehtonen L, Korvenranta H, Kero P. Infants with colic have a normal sleep structure at 2 and 7 months of age. J Pediatr. 2001;138 :218 –223</li>
<li>Wolff PH. The Development of Behavioral States and the Expression of Emotions in Early Infancy: New Proposals for Investigation. Chicago, IL: University of Chicago Press; 1987</li>
<li>Kahn A, Francois G, Sottiaux M, et al. Sleep characteristics in milk-intolerant infants. Sleep. 1988;11 :291 –297</li>
<li>Shapiro CM, Devins GM, Hussain MR. ABC of sleep disorders. Sleep problems in patients with medical illness. BMJ. 1993;306 :1532 –1535</li>
<li>Harrington C, Kirjavainen T, Teng A, Sullivan CE. Cardiovascular responses to three simple, provocative tests of autonomic activity in sleeping infants. J Appl Physiol. 2001;91 :561 –568</li>
<li>McNamara F, Sullivan CE. Sleep-disordered breathing and its effects on sleep in infants. Sleep. 1996;19 :4 –12</li>
<li>Barr RG, Kramer MS, Boisjoly C, McVey-White L, Pless IB. Parental diary of infant cry and fuss behaviour. Arch Dis Child. 1988;63 :380 –387</li>
<li>Guilleminault C, Souquet M. Scoring criteria. In: Guilleminault C, ed. Sleeping and Waking Problems: Indications and Techniques. Menlo Park, CA: Addison-Wesley Publishing Co; 1982:415–426</li>
<li>Lester BM, Boukydis Z, Garcia-Coll CT, Hole WT. Colic for developmentalists. Inf Ment Health J. 1990;11 :321 –333</li>
<li>Zeskind PS, Barr RG. Acoustic characteristics of naturally occurring cries of infants with “colic.” Child Dev. 1997;68 :394 –403</li>
<li>Anders TF, Halpern LF, Hua J. Sleeping through the night: a developmental perspective. Pediatrics. 1992;90 :554 –560</li>
<li>Hoppenbrouwers T. Polysomnography in newborns and young infants: sleep architecture. J Clin Neurophysiol. 1992;9 :32 –47</li>
<li>Emde RN, Metcalf DR. An electroencephalographic study of behavioral rapid eye movement states in the human newborn. J Nerv Ment Dis. 1970;150 :376 –386</li>
<li>Bamford FN, Bannister RP, Benjamin CM, Hillier VF, Ward BS, Moore WM. Sleep in the first year of life. Dev Med Child Neurol. 1990;32 :718 –724</li>
</ol>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>children’s ALLERGY CLINIC</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><a href="http://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/">htpp://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/</a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>WIDODO JUDARWANTO</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.<strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Copyright © 2009, Children Allergy Clinic Information Education Network. All rights reserved.</strong></p>
</div>
</div>
<br />Posted in i.bahaya makanan Tagged: FOOD ALLERGY INSOMNIA : GANGGUAN TIDUR ANAK DISEBABKAN KARENA PENGARUH MAKANAN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=455&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/13/food-allergy-insomnia-gangguan-tidur-anak-disebabkan-karena-pengaruh-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sleepclinic.files.wordpress.com/2009/05/daiz-nungging.jpg?w=196&#38;h=155" medium="image">
			<media:title type="html">DAIZ NUNGGING</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KELAHIRAN  DI HARI 999, BENARKAH ISTIMEWA ?</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/09/kelahiran-di-hari-999-benarkah-istimewa/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/09/kelahiran-di-hari-999-benarkah-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 10:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[x.berita anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 9 bulan 9 tahun 09 atau 999 adalah  fenomena sangat menarik bagi kehidupan manusia. Tak terkecuali di berbagai rumah sakit ibu dan anak khususnya tempat kamar operasi. Diberbagai rumah sakit tersebut saat itu akan kewalahan akibat peningkatan jumlah persalinan melalui operasi caesaria. Sebuah rumah sakit ibu dan anak ternama di Jakarta, bahkan mungkin mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=447&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Tanggal 9 bulan 9 tahun 09 atau 999 adalah  fenomena sangat menarik bagi kehidupan manusia. Tak terkecuali di berbagai rumah sakit ibu dan anak khususnya tempat kamar operasi. Diberbagai rumah sakit tersebut saat itu akan kewalahan akibat peningkatan jumlah persalinan melalui operasi caesaria. Sebuah rumah sakit ibu dan anak ternama di Jakarta, bahkan mungkin mencapai rekor terbesar dalam tindakan operasi ceaseria dalam satu hari selama rumah sakit tersebut berdiri. Demikian juga sangat mungkin hal ini juga terjadi diberbagai rumah sakit. Tampaknya hampir seluruhnya penetapan tanggal dan tindakan operasi tersebut karena permintaan orangtua bukan karena indikasi medis.</p>
<p style="text-align:left;"><img src="http://onclinic.files.wordpress.com/2009/01/999.jpg?w=500" alt="" /></p>
<p>Fenomena langka ini terjadi semata karena saat 999 dianggap sebuah hari yang sangat langka dan khusus bagi sebagian orang yang meyakini fengsui. Hari itu dianggap hari yang sangat sempurna bagi peritiwa dan kejadian yang ada. Tidak terlepas dari fenomena tersebut, kelahiran seorang manusia termasuk dianggap manusia sempurna bila tanggal lahirnya adalah hari dan tanggal yang baik.</p>
<p><strong>FENOMENA ANGKA 999</strong></p>
<p>Feng Shui (orang Indonesia sering mengucapkan ‘Hong Shui’ adalah warisan dan tradisi orang Tionghoa. Feng shui sangat diterima dan menjadi begitu populer di berbagai belahan dunia ini di tengah peradaban modern. Menurut ilmu peradaban kuno tersebut pola perputaran bumi tersebut identik dengan pendapat bahwa alam terdiri atas sejumlah besar getaran gelombang liar yang memberikan pengaruh berbeda bagi setiap individu. Alam raya seakan instrumen musik raksasa yang terus menggetarkan dawainya dan menyuarakan nada yang berbeda, yaitu angka 1 &#8211; 9 yang merupakan not dasar. Pengaruh energi di udara bebas yang dihasilkannya akan memberikan akibat yang berbeda pada setiap orang, tempat, atau benda. Faktor lain yang mendorong lahirnya numerologi adalah begitu banyaknya unsur yang saling berlawanan di dunia ini. Sejak dahulu diturunkan dari nenek moyang manusia, angka 9 dijadikan sebagai angka yang keramat. Dalam beberapa kepercayaan masyarakat kuno, angka sembilan dipercaya sebagai angka keberuntungan, angka sempurna dan angka yang paling istimewa. Sementara kebudayaan lain ada pula yang mempercayainya sebagai hari kesialan.</p>
<p>Dalam perhitungan matematikapun terjadi fenomena yang istimewa. Berapapun angka, jika dikali dengan angka 9, maka penjumlahannya akan menghasilkan angka 9 juga. Keistimewaan eunikan dan keistimewaan yang dimiliki oleh angka 9 tersebut, seperti contoh dalam operasi perkalian dan penjumlahan, sebagai berikut :<strong>1 x 9 = 09 ==&gt; 0 + 9 = 9</strong>, <strong>2 x 9 = 18 ==&gt; 1 + 8 = 9</strong>, dan seterusnya. Keunikan lainnya karena hasil dari perkalian diatas angka depannya (puluhannya) berurutan dari atas hingga ke bawah, dan begitu juga sebaliknya angka satuannya berurutan dari bawah hingga ke atas, dan keistimewaannya lagi jika hasil perkalian tersebut (angka puluhan dan angka satuannya) dijumlahkan maka akan menghasilkan nilai 9.</p>
<p>Keunikan lainnya adalah, jika sembilan atau kelipatan sembilan dikalikan dengan angka 12.345.679, maka hasilnya adalah <strong>999.999.999</strong>. keunikanlainnya angka 9 jika dikalikan dengan angka berapapun, maka hasil perkaliannya kalau dijumlahkan akan sama dengan 9. Contoh, ambil saja angka acak sebagai berikut : Misalnya :<strong>9 x 2.568 = 23.112 ==&gt; 2 + 3 + 1 + 1 + 2= 9</strong>atau angka lainnya :<strong>9 x 7.210.813 = 64.897.317 ==&gt; 6 + 4 + 8 + 9 + 7 + 3 + 1 + 7 = 45 = 4 + 5 = 9</strong></p>
<p>Angka 9 juga berkaitan dengan Walisongo penyebar agama Islam di tanah jawa berjumlah 9 orang. Asmaul Husna atau nama-nama yang baik bagi Allah juga berjumlah 99 buah nama. Hal lain adalah angka 999 merupakan kebalikan angka 666. Padahal angka 666 dipercaya orang  sebagai <em>satanic number.</em> Ada keunikan lain, yaitu korban kecelakaan pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, berjumlah 101 jiwa, yaitu dua penduduk setempat dan 99 penumpang pesawat. Terakhir, teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton meledak 9 hari pasca pilpres. Korban tewasnya pun 9 orang.</p>
<p>Dalam sejarah kekaisaran China, angka sembilan menjadi keistimewaan yang muncul di berbagai ornamen arsitektur dan pakaian kerajaan. Contohnya, patung naga yang terpajang di setiap sudut kekaisaran meliukkan tubuh membentuk angka sembilan. Bahkan, konon kompleks wilayah kekaisaran yang dikenal dengan sebutan Forbidden City atau Kota Terlarang di Beijing memiliki 9.999 ruangan      </p>
<p>Di manca Negara dilaporkan banyak pasangan calon pengantin yang sengaja menikah pada hari ini. Alasannya bermacam-macam, ada yang mengharap keberkahan dan ada pula yang sengaja merayakan kehadiran angka istimewa pada kalender tahunan.</p>
<p>Di Florida, setidaknya ada satu wilayah di daerah tersebut yang menawarkan paket pernikahan istimewa seharga USD99,99. Sementara itu dalam dunia gadget dan teknologi, jenis iPod terbaru dari perusahaan teknologi Apple diluncurkan hari ini. Pencipta iPod menggeser hari perilisan produk yang biasanya mereka lakukan hari Selasa menjadi Rabu, demi mendapatkan momen spesial dari angka 9/9/2009.</p>
<p>Fenomena alamiah menakjubkan juga terjadi bila melihat kedekatan histori angka 9 dengan kesuksesan SBY. Pemimpin nomer wahid negeri inipun, tak terlepas dari angka ajaib ini. SBY terlahir secara alamiah atau tanpa operasi tepat tanggal 9 bulan 9 tahun 1949. Bahkan waktu karier SBY mencapai puncaknya, diusung oleh partai demokrat dengan nomor urut 9 saat dilakukan undian oleh KPU. Entah disengaja atau tidakpendiri partaidemokratpun terdiri dari 9 orang.</p>
<p>Tutut Suharto melalui yayasannya juga meresmikan mesjid  yang dibangun sejumlah 9999 tepat tanggal 9 bulan 9 tahun 2009. Fakta yang menarik lainnya adalah kesuksesan Dji Sam Soe, sehingga rokok yang memiliki kemasan berlogo jajaran angka 234 mampu menjadi salah satu idola perokok, karena pendirinya meyakini jumlah2+3+4 adalah juga 9.</p>
<p>Berbagai fenomena menarik inilah yang menjadikan manusia secara tidak disadari sangat mengagungkan angka 9. Apapun peristiwa dan kebendaan yang dimiliki manusia angka lebih istimewa. Rumah no 9 akan mempunyai harga yang lebih tinggi. Plat nomor mobil menjadi favorit di setiap kota di Indonesia adalah angka 999. Bahkan mungkin saja kalau ada perempuan dengan tinggi 99 cm atau wanita berjerawat 9 biji di wajahnya mungkin saja saja akan menjadi buruan para lelaki pengagung angka 9.</p>
<p style="text-align:center;"> <img class="aligncenter" src="http://acepentura.blogdetik.com/files/2008/11/angka-9_crop.jpg" alt="" width="228" height="151" /></p>
<p> </p>
<p><strong>BERNARKAH ANGKA ISTIMEWA</strong></p>
<p>            Suatu fenomena di alam ini yang tidak dapat diukur secara ilmiah memang sesuatu hal sulit dibuktikan kebenarannya. Meski demikian keyakinan tidak logis dalam kemajuan peradaban modern inipun masih sulit dilepaskan dari kehidupan manusia. Bukan hanya tidak terpengaruh oleh peradaban modern, bahkan ajaran berbagai agamapun sulit untuk menghapuskan keyakinan ini.</p>
<p>            Berbagai fenomena unik yang telah terjadi atau baru diyakini oleh sebagian manusia ini cukup menarik untuk dicermati dalam segi agama, budaya dan psikososial. Dalam ajaran berbagai agamapun, secara umum telah diyakini bahwa kehidupan manusia sangat ditentukan oleh ijin sang pencipta atas niat dan usaha manusia itu sendiri.  Budaya modernpun nantinya akan didominasi oleh akal sehat dan berdasarkan pemikiran ilmiah. Suatu keyakinan akan dilatarbelakangi dengan logika berdasarkan parameter ilmiah yang terukur. Tetapi tampaknya nilai-nilai agama yang luhur dan pemikiran modern yang ilmiah tak akan mampu menghapus keyakinan terhadap angka 9.</p>
<p>Bila dilihat dari segi psikososial mungin saja keyakinan ini bisa saja berdampak positif. Dengan keyakinan yang besar terhadap label angka 9 pada semua alat kehidupan atau tubuh manusia akan menjadikan suatu motivasi yang dahsyat. Dorongan magis dan psikologis dari keyakinan itu tampaknya akan menambah tenaga ekstra dalam kerja dan usaha manusia dalam bersosialisasi, berkarya dan mencari penghasilan untuk memenuhi kehidupannya.</p>
<p>Bila dilihat dari pertimbangan psikososial maka keyakinan tersebut adalah suatu hal positif bagi manusia. Tetapi bila dikaitkan dengan ajaran luhur agama dan logika orang modern apakah keyakinan tersebut apakah merupakan langkah mundur bagi manusia ? Bila keyakinan itu bertentangan dengan ajaran agama dan merupakan larangan dalam kehidupan beragama maka akan merupakan kontraproduktif. Tetapi nyatanya, keyakinan tersebut secara pasti tak akan lekang oleh logika modern di peradaban manusia. Tampaknya keyakinan supranatural tersebut dapat menyatu dengan keyakinan agama dan pemikiran rasional manusia modern. Dengan berbagai keyakinan terhadap angka 9 maka kelahiran pada hari 999 adalah kelahiran istimewa bagian sebagian orang. Tetapi bagi orang lainnya kelahiran 999, hanya agar mudah diingat.</p>
<p> </p>
<p><strong>Supported  by</strong><strong><br />
</strong><strong><em>CLINIC FOR CHILDREN</em></strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong><strong></strong></p>
<p><strong>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010</strong></p>
<p><strong>phone : 62(021) 70081995 – 5703646</strong><strong></strong></p>
<p><a href="http://childrenclinic.wordpress.com/"><strong>http://childrenclinic.wordpress.com/</strong></a><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>                                                                                                             </strong></p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.<strong></strong></p>
<p align="center"><strong>Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.</strong></p>
<br />Posted in x.berita anak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=447&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/09/kelahiran-di-hari-999-benarkah-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onclinic.files.wordpress.com/2009/01/999.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://acepentura.blogdetik.com/files/2008/11/angka-9_crop.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>HAK ANAK DI DALAM PERSPEKTIF AGAMA ISLAM</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/01/hak-anak-di-dalam-perspektif-agama-islam/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/01/hak-anak-di-dalam-perspektif-agama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 19:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[a.hak anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HAK ANAK DI DALAM AGAMA ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Islam mempertimbangkan bahwa masalah hak anak sangatlah penting, dikarenakan anak merupakan dasar dari lingkungan yang sehat. Islam mendorong pria dan wanita untuk menikah dan memilih pasangan hidupnya yang terbaik menurut mereka karena memiliki pasangan yang tepat merupakan dasar bagi terbentuknya rumah tangga yang baik dan yang nantinya dapat menjadi tempat untuk mendidik anak.   Syariat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=440&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>Islam mempertimbangkan bahwa masalah hak anak sangatlah penting, dikarenakan anak merupakan dasar dari lingkungan yang sehat. Islam mendorong pria dan wanita untuk menikah dan memilih pasangan hidupnya yang terbaik menurut mereka karena memiliki pasangan yang tepat merupakan dasar bagi terbentuknya rumah tangga yang baik dan yang nantinya dapat menjadi tempat untuk mendidik anak.</strong></span></p>
<p> </p>
<ol>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Syariat Islam memerintahkan sudah menjadi kewajiban (orangtua dan masyarakat) untuk melindungi janin dari segala sesuatu yang dapat membahayakan sang ibu seperti bahaya dari racun dan obat-obatan. 
<p></strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Anak memiliki hak untuk selamat sejak dia dalam masa kehamilan; hak ini dalam arti ia tidak boleh dilanggar dengan aborsi atau melakukan sesuatu yang dapat mengakibatkan cacat secara fisik pada sang anak. 
<p></strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Setiap anak memiliki hak fisik dan moral. Hak fisik itu antara lain hak kepemilikan, warisan, disumbang, dan disokong. Hak moral antara lain : diberikan nama yang baik, mengetahui siapa orangtuanya, mengetahui asal leluhurnya dan mendapat bimbingan dalam bidang agama dan moral. 
<p></strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong> Seorang anak yatim, anak yang terbuang, terlantar, korban perang dan semacamnya memiliki hak yang sama seperti anak-anak yang lain; pemerintah dan masyarakat seharusnya bisa melihat dengan jelas hak-hak mereka.<br />
</strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Anak memiliki hak untuk disusui selama 2 tahun.<br />
</strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Seorang anak memiliki hak untuk berada dalam lingkungan yang bersih dan layak dan jika dalam suatu kasus dimana orang tua sang anak berpisah maka sang anak harus tetap dalam asuhan salah satu dari kedua orang tuanya. Jika hal ini tidak memungkinkan maka  sang anak harus dalam pengasuhan keluarganya yang terdekat seperti yang tertera jelas dalam syariat Islam.<br />
</strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Kesejahteraan dan hidup sang anak harus dalam pengawasan keluarganya sampai dia mencapai usia yang cukup dan dianggap dapat bertanggung jawab.<br />
</strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Hak untuk mendapat pendidikan moral yang baik, menerima pendidikan dan pelatihan yang baik, mempelajari keahlian-keahlian yang dapat membawanya untuk nantinya mampu  menunjang hidupnya serta mampu untuk mandiri adalah beberapa hak anak yang cukup penting. Anak-anak yang berbakat mesti diberikan perhatian yang khusus sehingga energinya dapat berkembang dengan baik. Semuanya ini harus dilakukan dalam tatanan syariat Islam.<br />
</strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Islam mengingatkan orang tua dan masyarakat agar tidak melalaikan anak, yang berdampak anak akan merasa kesepian dan kehilangan. Islam juga melarang eksploitasi anak dalam suatu pekerjaan yang dapat berakibat langsung pada fisik, mental psikologi mereka.<br />
</strong></span></li>
<li><span style="color:#008000;"><strong>Islam menganggap menyalahgunakan hak berkeyakinan anak, membahayakan hidup mereka, mengeksploitasi secara sex, menyalahgunakan harta benda mereka dan mencuci otak mereka adalah merupakan kejahatan yang nyata.</strong></span></li>
</ol>
<p> </p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Sabda Rasul SAW: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi.” </span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">(HR. Bukhari).</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"> </span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"></p>
<div><strong>“Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. </strong></div>
<div><strong>Kami akan memberikan rizqi kepadamu dan kepada mereka” </strong></div>
<div><strong>( QS. Al-An&#8217;am, 06: 151)</strong></div>
<div><span style="color:#008000;">“<em>Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut</em>.”</span></div>
<div><span style="color:#008000;">(QS. Al-Baqarah, 02: 233).</span></div>
<div><span style="color:#800000;">[Al-Furqon : 74]</span></div>
<div><span style="color:#800000;">Ya Rabbi, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a” </span></div>
<div><span style="color:#800000;">[Ali-Imran : 38]</span></div>
<p><span style="color:#808000;">Ya Rabbi, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertakwa”</span></p>
<p>Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.</p>
<p>(Qs. 4:5)</p>
<p><span style="color:#008000;">Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya ? (Qs. 4:6)</span></p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<p></span></h2>
<br />Posted in a.hak anak indonesia Tagged: HAK ANAK DI DALAM AGAMA ISLAM <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=440&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/09/01/hak-anak-di-dalam-perspektif-agama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANAKKU, TERLAHIR BUKAN UNTUK KEKERASAN</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/30/anakku-terlahir-bukan-untuk-kekerasan/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/30/anakku-terlahir-bukan-untuk-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 04:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[b.kekerasan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan anak hak anak indonesia murid guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[  anak kecil berpipi mulus, seketika tangis meledak membumbung asapi atap rumah setelah, sang bapa dengan gagahnya melontarkan tamparan dahsyat tidak merasa bersalah karena anak adalah sebuah darah daging karena orangtua berhak melukis pipi anak dengan displin   tamparan tertumpah begitu saja hanya karena merengek untuk ice cream benarkah hanya sekedar disiplin militer apakah bukan karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=417&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><a href="http://poemforchildren.wordpress.com/photo.php?pid=30308271&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=151403823688&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=151403823688&amp;id=1036431313"><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs133.snc1/5690_1131555442525_1036431313_30308271_6288925_n.jpg" alt="" width="172" height="162" /></a><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30308270&amp;id=1036431313&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=151403823688&amp;aid=-1&amp;oid=151403823688"><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs153.snc1/5690_1131555042515_1036431313_30308269_7172267_n.jpg" alt="" width="195" height="159" /></a></div>
<div><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30308270&amp;id=1036431313&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=151403823688&amp;aid=-1&amp;oid=151403823688"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs153.snc1/5690_1131554882511_1036431313_30308268_7714264_n.jpg" alt="" width="174" height="132" /></a><a id="myphotolink" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30308270&amp;id=1036431313&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=151403823688&amp;aid=-1&amp;oid=151403823688"><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs133.snc1/5690_1131554522502_1036431313_30308266_3488464_n.jpg" alt="" width="193" height="145" /></a></div>
</div>
<p> </p>
<p>anak kecil berpipi mulus,</p>
<p>seketika tangis meledak membumbung asapi atap rumah</p>
<p>setelah, sang bapa dengan gagahnya melontarkan tamparan dahsyat</p>
<p>tidak merasa bersalah</p>
<p>karena anak adalah sebuah darah daging</p>
<p>karena orangtua berhak melukis pipi anak dengan displin</p>
<p> </p>
<p>tamparan tertumpah begitu saja</p>
<p>hanya karena merengek untuk ice cream</p>
<p>benarkah hanya sekedar disiplin militer</p>
<p>apakah bukan karena  atasannya menggebrak meja karena urusan tak beres</p>
<p>bukan karena tak rela uang rokok diganti secuil ice cream</p>
<p>atau karena letih melangkah akibat seharian membanting tenaga</p>
<p> </p>
<p>murid SD berkulit mulus</p>
<p>seketika mengerang menyembunyikan garis merah di kulit putih</p>
<p>setelah, guru berkumis mengayunkan mistar saktinya</p>
<p>tidak merasa bersalah</p>
<p>karena murid adalah tanggung jawab</p>
<p>mengayunkan mistar ke siapa saja, adalah hak maha guru</p>
<p> </p>
<p>mistar terayun begitu saja</p>
<p>hanya karena  buku prnya tertinggal di rumah</p>
<p>benarkah disiplin belanda itu masih jadi alasan</p>
<p>apakah bukan karena semalam kumis lebatmu disemprot omelan istri</p>
<p>bukan karena gajian masih lama datang</p>
<p>atau karena letih memberi les tambahan semalaman</p>
<p> </p>
<p>apapun alasanmu</p>
<p>menghunjam emosi pada pipi dan kulit mulus adalah kekerasan terhadap anak</p>
<p>kekerasan itu adalah kriminal tak beradab</p>
<p>jangankan tamparan,</p>
<p>makian dan teriakkan kotor ke gendang telinga anakpun</p>
<p>adalah luka dalam tak tersembuhkan</p>
<p> </p>
<p>bagaimanapun kondisi biologismu saat itu,</p>
<p>meski bara merah melintas di lipatan otak</p>
<p>meski emosi memanasi kulit kepala</p>
<p>jangan sekalipun kau hunjamkan kekerasan pada anak tak berdaya</p>
<p>seringkali emosi berlindung atas nama mendidik disiplin anak</p>
<p>anak  terlahir ke dunia untuk disayang tanpa kekerasan</p>
<p>bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan</p>
<p>kekerasan bukanlah hak anak</p>
<p> </p>
<p>Provided by<br />
<strong>SAVE  OUR CHILDREN</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>PHONE : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong></strong></p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Clinical and Editor in Chief :</strong></p>
<p><strong>DR WIDODO JUDARWANTO</strong><strong></strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in b.kekerasan pada anak Tagged: kekerasan anak hak anak indonesia murid guru <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=417&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/30/anakku-terlahir-bukan-untuk-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs133.snc1/5690_1131555442525_1036431313_30308271_6288925_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs153.snc1/5690_1131555042515_1036431313_30308269_7172267_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs153.snc1/5690_1131554882511_1036431313_30308268_7714264_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs133.snc1/5690_1131554522502_1036431313_30308266_3488464_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pelecehan Seksual Anak di India</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/26/pelecehan-seksual-anak-di-india/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/26/pelecehan-seksual-anak-di-india/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 00:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[c.pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan Seksual Anak di India sexual abuse neglect kesehatan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Pelecehan Seksual Anak di India Kementrian Perempuan dan Perkembangan Anak [KPPA], Pemerintah India berbahagia untuk mengumumkan laporan Penelitian Nasional Mengenai Pelecehan Anak Berjudul “Penelitian tentang Pelecehan Anak: India 2007″, yang diluncurkan oleh Yang Mulia Menteri Negara Smt. Renuka Chowdhury. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan dapat diandalkan mengenai fenomena pelecehan anak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=415&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;"><span style="color:#800000;">Pelecehan Seksual Anak di India</span></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;"><span style="color:#800000;"><img src="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2009/08/sexualabuse2.jpg?w=429&#038;h=480" alt="" width="429" height="480" /></span></span></h2>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Kementrian Perempuan dan Perkembangan Anak [KPPA], Pemerintah India berbahagia untuk mengumumkan laporan Penelitian Nasional Mengenai Pelecehan Anak Berjudul “Penelitian tentang Pelecehan Anak: India 2007″, yang diluncurkan oleh Yang Mulia Menteri Negara Smt. Renuka Chowdhury. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan dapat diandalkan mengenai fenomena pelecehan anak, dengan suatu pandangan untuk memfasilitasi formulasi kebijakan dan program yang tepat yang dimaksudkan untuk secara efektif mengawasi dan mengontrol fenomena pelecehan anak di India. Penelitian Nasional tentang Pelecehan Anak adalah salah satu penelitian empiris dalam negeri yang terbesar dalam bidang tersebut di dunia. Penelitian ini juga melengkapi Penelitian Global Sekretaris Jenderal PBB tentang Kekerasan terhadap Anak 2006.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Inisiatif Kementrian untuk melaksanakan penelitian ini didukung oleh UNICEF dan Save the Children. LSM berbasis di Delhi bernama Prayas dikontrak untuk merancang dan melaksanakan pelatihan dan menyerahkan laporan pendahuluan. Setelah penyerahan laporan pendahuluan, KPPA menugaskan Komite Inti untuk mereview data lengkap, menganalisa temuan dan menghasilkan laporan final bersama dengan rekomendasinya. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Penelitian tersebut telah memberikan data statistik yang mengungkapkan derajat dan besaran berbagai bentuk pelecehan anak – sebuah bidang yang tidak tereksplorasi. Penelitian juga mengungkapkan data tentang variasi di antara berbagai kelompok usia, variasi jender, variasi keadaan, variasi kelompok bukti. Temuan-temuan juga akan membantu memperkuat pemahaman semua stakeholder termasuk keluarga, masyarakat, organisasi masyarakat dan pemerintah.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;"><strong>Temuan Utama</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Di antara berbagai bentuk pelecehan, dan di antara berbagai kelompok bukti, anak-anak dalam rentang usia 5-12 tahun telah melaporkan tingkat pelecehan yang lebih tinggi dibanding dua kelompok usia lainnya</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Anak laki-laki, dibanding anak perempuan, sama beresiko menjadi korban pelecehan</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Orang-orang yang dipercayai dan yang berwenang adalah pelaku pelecehan utama </span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">70% responden anak yang dilecehkan tidak pernah melaporkannya kepada siapapun</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;"><strong>Pelecehan Fisik</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Dua dari tiap tiga anak dilecehkan secara fisik. </span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Dari 69% anak yang dilecehkan secara. fisik di 13 negara bagian sampel, 54.68% adalah anak laki-laki.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Lebih dari 50% anak di 13 negara bagian menjadi korban satu bentuk pelecehan fisik atau bentuk pelecehan lainnya.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Dari anak-anak yang dilecehkan secara fisik di lingkungan keluarga, 88.6% dilecehkan secara fisik oleh orangtuanya.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">65% dari anak-anak yang bersekolah dilaporkan mengalami hukuman fisik yaitu 2 dari 3 anak menjadi korban hukuman fisik. </span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Negara bagian Andhra Pradesh, Assam, Bihar dan Delhi secara konsisten. melaporkan angka tingkat pelecehan lebih tinggi dalam segala bentuk dibanding negara bagian lainnya.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Kebanyakan anak tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">50.2% anak bekerja tujuh hari seminggu. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;"><strong>Pelecehan Seksual</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">53.22% anak dilaporkan mengalami satu bentuk atau lebih pelecehan seksual. </span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Andhra Pradesh, Assam, Bihar dan Delhi dilaporkan sebagai negara bagian yang memiliki prosentasi pelecehan seksual tertinggi baik terhadap anak laki-laki juga perempuan.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">21.90% responden anak yang dilaporkan mengalami bentuk pelecehan seksual yang parah dan 50.76% bentuk pelecehan seksual lainnya.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Dari semua responden anak, 5.69% dilaporkan mengalami kekerasan seksual.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Anak-anak di Assam, Andhra Pradesh, Bihar dan Delhi dilaporkan mengalami insiden kekerasan seksual tertinggi.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Anak-anak jalanan, anak-anak dalam pekerjaan dan anak-anak di layanan asuhan institusi dilaporkan mengalami insiden kekerasan seksual tertinggi.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">50% pelecehan adalah orang yang dikenal anak atau dalam posisi yang dipercaya dan yang bertanggungjawab atas anak.</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Kebanyakan anak tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;"><strong>Pelecehan Emosional dan Penelantaran Anak Perempuan </strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Setiap anak kedua dilaporkan mengalami pelecehan secara emosional</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Prosentase setara dari anak perempuan dan anak laki-laki dilaporkan mengalami pelecehan secara emosional</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Di 83% kasusnya, orangtua adalah pelaku pelecehan</span></li>
<li><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">48.4% anak perempuan berharap mereka adalah anak laki-laki </span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Beratnya situasi tersebut menuntut isu pelecehan anak ditempatkan pada agenda nasional. Kementrian, pada pihaknya, telah mengambil tindakan-tindakan seperti memberlakukan undang-undang untuk menetapkan Komisi Nasional dan Negara untuk Perlindungan Hak-hak Anak, Skema Perlindungan Anak yang Terintegrasi, rancangan Pelanggaran terhadap Hukum Anak dll. Ini adalah langkah-langkah penting untuk memastikan perlindungan anak di negara ini. Tapi jelaslah ini tidak akan cukup, pemerintah, masyarakat dan komunitas sipil perlu mendukung satu sama lain dan bekerja untuk menciptakan lingkungan yang protektif untuk anak-anak. Momentum yang diperoleh perlu ditingkatkan untuk meningkatkan diskusi lebih lanjut di antara semua stakeholder dan diterjemahkan ke dalam pergerakan untuk menjamin perlindungan anak di negara ini. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS, Arial;">Laporan tersebut dapat diakses dari situs web Kementrian: <a href="http://www.wcd.nic.in/childabuse.pdf" target="_blank">http://www.wcd.nic.in/childabuse.pdf</a></span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">source :http://www.idp-europe.org/</span></p>
<p>Provided by</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" alt="" width="211" height="233" /></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">SAVE  THE CHILDREN INDONESIA</span></strong><strong>  </strong><strong><span style="color:#800000;">Yudhasmara Foundation</span></strong></p>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</p>
<p>Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a> </p>
<p><a href="http://saveindonesianchildren.wordpress.com/">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/</a></p>
<p>Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><a href="http://savechildfromsmoke.wordpress.com/2009/01/25/curriculum-vitae-dr-widodo-judarwanto/"><strong>curriculum vitae</strong></a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<p>.</p>
<br />Posted in c.pelecehan seksual Tagged: Pelecehan Seksual Anak di India sexual abuse neglect kesehatan anak <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=415&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/26/pelecehan-seksual-anak-di-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://saveindonesianchildren.files.wordpress.com/2009/08/sexualabuse2.jpg?w=268" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pauljoseph.in/wp-content/uploads/2009/01/SaveChildren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KENALI KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK</title>
		<link>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/26/kenali-kekerasan-seksual-pada-anak/</link>
		<comments>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/26/kenali-kekerasan-seksual-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 00:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[c.pelecehan seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saveindonesianchildren.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Kekerasan seksual pada anak sering muncul dalam berbagai kondisi dan lingkup sosial. Kekerasan seksual dalam keluarga (Intrafamilial abuse). Mencakup kekerasan seksual yang dilakukan dalam keluarga inti atau majemuk, dan dapat melibatkan teman dari anggota keluarga, atau orang yang tinggal bersama dengan keluarga tersebut, atau kenalan dekat dengan sepengetahuan keluarga. Kekerasan pada anak adopsi ataupun anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=413&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img style="width:357px;cursor:default;height:400px;" src="http://i564.photobucket.com/albums/ss88/beautifulwonder3/Abuse/abuse-5.jpg" alt="abuse-5.jpg image by beautifulwonder3" /></p>
<p>Kekerasan seksual pada anak sering muncul dalam berbagai kondisi dan lingkup sosial.</p>
<ul>
<li><strong>Kekerasan seksual dalam keluarga (<em>Intrafamilial abuse</em>).</strong> Mencakup kekerasan seksual yang dilakukan dalam keluarga inti atau majemuk, dan dapat melibatkan teman dari anggota keluarga, atau orang yang tinggal bersama dengan keluarga tersebut, atau kenalan dekat dengan sepengetahuan keluarga. Kekerasan pada anak adopsi ataupun anak tiri juga termasuk dalam lingukup ini.</li>
<li><strong>Kekerasan seksual di luar keluarga (<em>Extrafamilial abuse</em>).</strong> Mencakup kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa yang kenal dengan anak tersebut dari berbagai sumber, seperti tetangga, teman, orangtua dari teman sekolah.</li>
<li><strong>Ritualistic abuse</strong></li>
<li><strong>Institutional abuse.</strong>Kekerasan seksual dalam lingkup institusi tertentu seperti sekolah, tempat penitipan anak, kamp berlibur, seperti kegiatan pramuka, dan organisasi lainnya.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><strong>Kekerasan seksual oleh orang yang tidak dikenal (</strong><em><strong>Street or stranger abuse).</strong>Penyerangan pada anak-anak di tempat-tempat umum.</em></li>
</ul>
<p> </p>
<p><strong>Intrafamilial Abuse</strong></p>
<p>Pelecehan seksual merupakan suatu kegiatan yang disembunyikan oleh pelakunya dan keluarga merupakan tempat yang paling aman untuk menyembunyikan hal ini dari masyarakat. Pelaku memiliki kesempatan yang besar untuk mengontrol dan memanipulasi sang anak untuk tidak membuka mulut.</p>
<p>                Dikatakan bahwa dua pertiga dari anak-anak yang mengalami pelecehan seksual, pelakunya adalah keluarga mereka sendiri. Ini tidak hanya meliputi orangtua kandung, namun juga orangtua angkat, kekasih dari orangtua mereka, teman orangtua yang tinggal bersama, maupun kakek, paman, bibi, sepupu, saudara laki-laki dan perempuan.</p>
<p>                Pelecehan seksual di dalam keluarga lebih cenderung untuk menjadi kronis, dapat bermula segera setelah kelahiran dari sang anak dan berlanjut di masa kecil anak tersebut. Bagi beberapa anak, pelecehan ini berlanjut hingga masa dewasa; seorang perempuan dapat membesarkan anak dari ayahnya sendiri, dan turut berpartisipasi dalam kelanjutan pelecehan di generasi berikutnya. Pelecehan seksual dalam keluarga, oleh sebab itu, lebih merupakan pola hubungan di mana seluruh anggota keluarga ikut berpartisipasi dan batas-batas antar generasi sudah menjadi tidak ada. Para dokter spesialis anak yang bekerja pada area ini harus waspada terhadap adanya siklus pola pelecehan antar generasi.</p>
<p>                Ketika seorang nenek menyatakan bahwa anaknya tidak bersalah, hal ini mungkin dilakukannya untuk melindungi anaknya, namun juga berarti bahwa mungkin sang nenek sedang memikirkan seluruh keluarganya, termasuk dirinya sendiri, suaminya, sang paman dan bibi, keponakan, yang mungkin merasa terancam dengan terungkapnya satu pelecehan seksual pada salah satu anak di dalam keluarga. Untuk alasan inilah pelecehan seksual dalam keluarga menjadi lebih sulit untuk diusut dan sering terjadi bahwa penyelidikan kasus pelecehan seksual dalam keluarga berhubungan dengan anggota keluarga lainnya. Oliver Whiltshire (1983) melakukan riset yang menunjukkan bahwa pelecehan dan penelantaran anak di dalam keluarga saling berhubungan dan morbiditas serta mortalitas anak ditemukan pada keluarga tersebut.</p>
<p><strong>Extrafamilial abuse</strong></p>
<p>Banyak survei dalam komunitas yang menunjukkan bahwa kontak tubuh pada lingkup pelecehan seksual di luar keluarga lebih sering terjadi daripada di dalam lingkup keluarga. Pelecehan ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.</p>
<p>                Batasan antara lingkup intrafamilial dan ekstrafamilial kadang menjadi kabur dan pengenalan dari salah satunya sering mengantar pada yang lainnya. Seorang anak laki-laki yang mengalami pelecehan seksual di rumah oleh ayahnya, mungkin secara tidak sadar membiarkan dirinya berada dalam situasi yang berbahaya bersama dengan laki-laki lain, yang dapat mengambil kesempatan untuk melakukan hal yang sama padanya jauh dari keluarganya.</p>
<p>                Pada pola pelecehan seksual di luar keluarga, pelaku biasanya orang dewasa yang dikenal oleh sang anak dan telah membangun relasi dengan anak tersebut,  kemudian membujuk sang anak ke dalam situasi dimana pelecehan seksual tersebut dilakukan, sering dengan memberikan imbalan tertentu yang tidak didapatkan oleh sang anak di rumahnya. Sang anak biasanya tetap diam karena bila hal tersebut diketahui mereka takut  akan memicu kemarah dari orangtua mereka. Selain itu, beberapa orangtua kadang kurang peduli tentang di mana dan dengan siapa anak-anak mereka menghabiskan waktunya. Anak-anak yang sering bolos sekolah cenderung rentan untuk mengalami kejadian ini dan harus diwaspadai.</p>
<p>                Anak-anak dengan riwayat pelecehan seksual mengalami pengalaman yang buruk dan menderita secara emosional maupun kesulitan tingkah laku. Anak-anak ini membutuhkan bantuan setelah pelecehan seksual tersebut dideteksi dan dihentikan.</p>
<p><strong>Keluarga dengan anak yang mengalami pelecehan seksual</strong></p>
<p>Beberapa karakteristik dari keluarga dengan anak yang mengalami pelecehan seksual telah digambarkan. Keluarga tersebut, baik pada kasus incest maupun non-incest, memiliki karakteristik yang kohesif, tidak terorganisir dengan baik, dan secara umum memiliki disfungsional bila dibandingkan dengan keluarga lain yang tidak terdapat pelecehan seksual.</p>
<p>                Konteks keluarga yang berhubungan dengan pelecehan seksual ini antara lain adalah dewasa yang juga pernah mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya, termasuk kekerasan dalam rumah tangga dan atau penggunaan alkohol, ketiadaan orangtua, hubungan yang tidak baik dengan orangtua, adanya pelecehan seksual pada salah satu anggota keluarga, kurangnya pengertian dalam keluarga, perceraian atau orangtua berpisah, dan pemindahan hak perawatan anak (Childhood Matters 1996). Dari kesemuanya ini, kekerasan dalam rumah tangga dan penyalahgunaan alkohol adalah yang paling sering dilaporkan.</p>
<p><strong>Anak yang mengalami pelecehan seksual</strong></p>
<p>Pandangan tradisional mengenai anak yang biasanya mengalami kekerasan seksual tersebut menunjukkan adanya factor-faktor tertentu yang memberi kontribusi untuk terjadinya pelecehan seksual, seperti anak yang ditelantarkan. Dihipotesiskan bahwa prilaku anak dan penampilannya dapat memicu ketertarikan dari orang dewasa. Dalam hal pelecehan seksual, sebuah mitos menyebutkan bahwa hanya anak-anak tertentu dengan umur tertentu yang mengalami pelecehan, sesuai dengan seksualitas orang dewasa yang “mini”. Sebagai contoh, seorang anak perempuan yang memasuki puber dapat memberi stimulus tertentu pada ayah angkatnya, yang menyebabkan kejadian pelecehan seksual menjadi sulit dihindarkan.</p>
<p>                Anak-anak pada semua umur dapat mengalami pelecehan seksual, termasuk pada bayi yang berumur kurang dari 1 tahun. Baik menurut sample klinik maupun survei komunitas, jumlah anak perempuan yang mengalami pelecehan biasanya melebihi jumlah anak laki-laki. Hobbs dan Wynne (1987) menemukan perbandingan rasio antara anak perempuan dan laki-laki adalah 2:1, sedangkan dalam suatu studi di Irlandia Utara rasionya adalah 4.4: 1. Anak laki-laki lebih cenderung kurang dicurigai, dilaporkan atau pun dipercaya (Rogers &amp; Terry 1984). Dengan memperhatikan hal ini, diperkirakan bahwa jumlah pelecehan seksual pada anak laki-laki dan perempuan sebenarnya mungkin sama (Kempe&amp;Kempe 1984, Hanks et al 1988).</p>
<p>                Usia pada saat didiagnosis terjadi pelecehan seksual tidak memberikan keterangan tentang onset terjadi pelecehan pertama kali, namun rata-rata usia terdiagnosis adalah sekitar 7 tahun, dengan puncaknya antara 2-7 tahun. Usia saat terdiagnosis lebih bergantung pada kemudahan diagnosis, dimana terdapat kemauan untuk mengungkapkan kejadian, dan sering ditemukannya temuan fisik yang membantu penegakan diagnosis. Anak-anak yang lebih besar, yang telah belajar dari konsekuensi bila tidak dapat menyimpan rahasia, lebih cenderung dapat menutupi kejadian pelecehan tersebut, dan lebih memiliki rasa takut terhadap ancaman yang diberikan bahwa mereka akan menderita bila mereka memberitahukan kejadian tersebut.</p>
<p>                Dibandingkan dengan faktor dari sang anak yang mempengaruhi terjadinya suatu pelecehan seksual, adalah perilaku yang tidak membedakan korban dari si pelaku yang lebih penting.</p>
<p><strong>Riwayat pengalaman pelecehan seksual</strong><strong> </strong></p>
<p>Pelecehan yang berulang sering ditemui pada lebih dari setengan kasus pelecehan seksual di komunitas dan terdapat pada 75% kasus yang ditemukan di klinik.</p>
<p><strong>Tindakan yang berkaitan dengan pelecehan seksual</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Kontak</strong></p>
<ol>
<li>Sentuhan, memainkan atau kontak oral dengan dada atau genital.</li>
<li>Memasukkan jari atau benda ke dalam vulva atau anus</li>
</ol>
<p>-         Masturbasi oleh orang dewasa didepan anak kecil</p>
<p>-         Ejakulasi kepada anak, baik dari orang dewasa ke anak maupun dari anak ke dewasa</p>
<p>-         Hubungan seks baik vaginal, anal atau oral, dilakukan maupun direncanakan pada berbagai tingkatan.</p>
<ol>
<li>Pemerkosaan dilakukan dengan penetrasi penis ke dalam vagina</li>
<li>Kontak genital lainnya, hubungan seks pada daerah kruris dimana penis diletakkan diantara kaki. Atau kontak genital dengan bagian tubuh lainnya dari anak seperti penis digosokkan pada paha.</li>
<li>Prostitusi, semua perlakuan diatas yang melibatkan pertukaran uang, hadiah, bantuan pada anak sewaan.</li>
</ol>
<p><strong>Non-kontak</strong><strong></strong></p>
<ol>
<li>Eksibisionisme</li>
<li>Pornografi dalam berbagai bentuk : foto hubungan seksual atau foto anatomi tubuh</li>
<li>Memperlihatkan foto, film, video porno</li>
<li>Cerita-cerita erotis</li>
<li>Eksploitasi seksual lainnya</li>
<li>aktivitas sadis</li>
<li>Membakar daerah pantat atau genital anak.</li>
</ol>
<p>Penetrasi vaginal, oral, anal yang dilakukan atau direncanakan muncul pada 20-49 % kasus non klinis dan pada lebih dari 60 % sampel forensik.</p>
<p>Sampai saat ini belum bisa diprediksi dampak dari berbagai tindakan tersebut terhadap anak. Karena responnya sangat individual. Yang dikategorikan paling serius adalah hubungan seksual sedangkan eksibisionisme dianggap kurang serius</p>
<p><img src="http://4.bp.blogspot.com/_qqNGEeNbOu0/SC1nOgTai7I/AAAAAAAAAAk/Q_8oSn8BNbs/s400/child-abuse-04.jpg" alt="" /></p>
<p> </p>
<p><strong>Provided by</strong><br />
<strong>FIGHT CHILD SEXUAL ABUSE AND PEDOPHILIA</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Foundation</strong></p>
<p><strong>Address : JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210</strong></p>
<p><strong>Phone : 62(021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a><strong>,</strong><strong></strong></p>
<p><a href="http://pedophiliasexabuse.wordpress.com/">http://pedophiliasexabuse.wordpress.com/</a></p>
<p> </p>
<p><strong>Foundation and Editor in Chief</strong></p>
<p>Dr Widodo Judarwanto</p>
<p> </p>
<p align="center">Copyright © 2009, Fight Child Sexual Abuse and Pedophilia  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Posted in c.pelecehan seksual  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saveindonesianchildren.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saveindonesianchildren.wordpress.com&amp;blog=6158393&amp;post=413&amp;subd=saveindonesianchildren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/26/kenali-kekerasan-seksual-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i564.photobucket.com/albums/ss88/beautifulwonder3/Abuse/abuse-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abuse-5.jpg image by beautifulwonder3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_qqNGEeNbOu0/SC1nOgTai7I/AAAAAAAAAAk/Q_8oSn8BNbs/s400/child-abuse-04.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
