Posted by: Indonesian Children | March 29, 2009

Peran KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN PERDAGANGAN ANAK

sumber : http://id.shvoong.com

Fenomena perdagangan Anak (Trafiking) semakin marak dibicarakan pihak-pihak yang intens terhadap persoalan trafiking. Sementara beberapa lainnya menutup mata atas realitas eksploitasi manusia tersebut, meskipun data perdagangan manusia khususnya Anak yang ada dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Perbedaan cara pandang tersebut didasarkan pada nilai budaya yang melembaga dan semakin kompleksnya permasalahan disektor ekonomi.

Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, yaitu suatu penelitian yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta yang terjadi dalam masyarakat. Pertimbangan menggunakan metode ini yaitu untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif mengenai kejahatan trafiking serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sumber yang digunakan ada 2 jenis yaitu data primer yang diperoleh dari Polwil Malang dan data sekunder dengan penelusuran bahan kepustakaan. Data-data tersebut kemudian diolah dengan menggunakan metode deskriptif kwalitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk trafiking diantaranya pembantu rumah tangga, pekerja seks, pengemisan, pekerja anak dan kawin kontrak dengan modus operandi membujuk dan merayu, menipu, menculik, memaksa dengan kekerasan fisik maupun psikis, menjerat hutang dan memalsukan identitas. Sedangkan faktor-faktor penyebabnya adalah kondisi sosial ekonomi, rendahnya kualitas SDM, keengganan untuk melapor, kurangnya akses informasi dan belum adanya peraturan perundang-undangan khusus mengenai trafiking. Kejahatan trafiking tidak banyak dilaporkan ke Polwil Malang dan jajarannya. Tahun 2004 kasus trafiking yang berada di wilayah Polwil Malang hanya 2 kasus. Upaya Polwil Malang dalam memberikan perlindungan hukum adalah mengoptimalkan penyidikan dan memberikan rasa aman terhadap korban maupun saksi-saksi. Kasus trafiking bukan merupakan delik aduan sehingga jika ada indikasi praktek trafiking maka pihak Kepolisian dapat melakukan penangkapan. Pihak Kepolisian juga memberikan perlindungan bagi korban trafiking misalnya dengan memberikan pelayanan hukum yang cepat dan tepat, merahasiakan identitas korban dan pelapor. Kendala yang dihadapi oleh pihak Kepolisian yaitu terbatasnya fasilitas yang tersedia, kurangnya anggaran dana, belum ada undang-undang khusus yang mengatur tentang trafiking, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melapor dan kurangnya kerjasama dengan instansi pemerintah lainnya.

 

Provided by

DR WIDODO JUDARWANTO
SAVE  THE CHILDREN INDONESIA

Working together make a smoke-free homes and smoke-free zones for all children

Yudhasmara Foundation

 

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

curriculum vitae

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: