Posted by: Indonesian Children | June 6, 2009

Pelaku Pedofilia Asal Australia Diadili di Bali

Brown William Stuart alias Tony (52), mantan diplomat Australia untuk Indonesia yang didakwa telah melakukan aksi pedofilia terhadap sejumlah korbannya, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Karangasem-Bali, Rabu (3/3). Sidang yang berlangsung di Amlapura, ibu kota Kabupaten Karangasem, sekitar 82 kilometer timur Kota Denpasar itu, cukup menarik minat sejumlah kalangan untuk menyaksikannya. Akibatnya, ruang sidang seluas kurang lebih 8 X 5 meter, tidak lagi mampu menampung jubelan pengunjung. Penyaksi yang tidak kebagian masuk ruang sidang, terpaksa mengendap-endap di bagian emper gedung pencari keadilan itu. Jaksa Eka Miharta SH, dalam nota dakwaannya menyebutkan, Tony bersalah melakukan aksi pelanggaran seksual terhadap dua korban di bawah umur yang memiliki jenis kelamin sama dengan terdakwa, yakni laki-laki. Korban IBA (15) dan IN (16), keduanya penduduk Desa Blumpang, Kabupaten Karangasem, telah “digauli” dalam beberapa kali oleh terdakwa Tony, sebagaimana layaknya hubungan intim sepasang suami istri. Bedanya, hubungan tersebut dilakukan terdakwa dengan kedua korbannya melalui cara anal seks atau sodomi. Perbuatan asusila yang dilakukan terdakwa Tony antara November 2003 hingga awal Januari 2004, didahului dengan adanya upaya bujuk rayu dan iming-iming tertentu. Menurut jaksa, terdakwa yang juga seorang guru bahasa Inggris pada sebuah SLTA bidang kepariwisataan di Amlapura itu, telah berkali-kali memberikan sejumlah uang atau membelikan makanan kepada para korbannya. Melalui cara tersebut, para korban bersedia diajak jalan-jalan dan berenang bersama, antara lain ke pantai Jasi, Kabupaten Karangasem. Di pantai yang pemandangan alamnya cukup menawan itulah, korban IBA dan IN sempat disodomi oleh pedofil asal Cambera, negeri Kanguru tersebut. Namun demikian, perbuatan yang tergolong rapih itu akhirnya terbongkar juga. Pada 6 Januari lalu Tony ditangkap dan diproses polisi. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa melanggar pasal 82 Undang Undang No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, serta pasal 292 (jo) pasal 64 KUHP, yakni telah melakukan perbuatan asusila. Untuk memberikan kesempatan kepada tim penasihat hukum terdakwa yang diketuai Ketut Suwiga Ariadauh SH mengampaikan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa. Majelis hakim diketuai Nyoman Sutama SH, menunda persidangan hingga sepekan mendatang. Penyidangan pelaku pedofilia kali ini, merupakan yang kedua kalinya setelah seorang pedofil asal Roma, Italia, Mario Mannara (57), digiring ke PN Singaraja awal 2002 lalu. Namun, sejumlah pihak sempat menyayangkan, bahwa Mario yang tercatat merenggut sembilan bocah korbannya, hanya dijatuhi hukuman empat bulan penjara, dan kini telah kembali berkeliaran.

 

Provided by
SAVE  INDONESIAN CHILDREN’S

Yudhasmara Foundation

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO 

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

 

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: