Posted by: Indonesian Children | June 8, 2009

Pelecehan seksual anak : Anak-anak telah diperlakukan secara tidak senonoh oleh para penjaga perdamaian dan pekerja sosial, menurut laporan Save The Children UK.

 
 

 

Perlakuan tidak senonoh atas anak-anak itu –ada yang yang baru berusia 6 tahun– terjadi di kawasan-kawasan yang baru dilanda konflik dan oleh orang-orang yang mestinya justru membantu mereka.

Berdasarkan riset di Pantai Gading, Sudan Selatan, dan Haiti, lembaga sosial yang bermarkas di Inggris itu menyarankan agar didirikan sebuah badan pengawas internasional untuk masalah ini.

PBB menyambut baik laporan tersebut, namun akan mengkajinya lebih dalam.

Save the Children mengatakan yang paling mengejutkan adalah sebagian besar kasus itu tidak dilaporkan dan tidak ada yang mendapat sanksi, sementara anak-anak yang menjadi korban takut untuk mengungkapkannya.

Komitmen bersama

Seorang anak perempuan berusia 13 tahun mengatakan kepada BBC tentang 10 personil pasukan penjaga perdamaian memperkosanya di sebuah lapangan yang berada tak jauh dari rumahnya di Pantai Gading.

“Mereka menarik aku, melemparkan ke tanah dan memaksa… Aku mencoba untuk melarikan diri namun mereka bersepuluh dan aku tidak bisa melakukan apapun.”

“Saya ketakutan. Mereka kemudian meninggalkan aku yang berdarah.”

Dan tidak ada tindakan yang diambil terhadap para penjaga perdamaian itu.

Laporan itu juga menyebutkan para pekerja sosial juga sering melakukan pelecehan seksual atas anak perempuan maupun lalki-laki.

“Dalam beberapa tahun ini sejumlah komitmen penting dilakukan PBB, komunitas internasional dan juga lembaga kemanusiaan untuk mengambil tindakan atas masalah ini,” kata Direktur Eksektuif Save the Children UK, Jasmine Whitbread.

“Bagaimanapun semua lembaga kemanusiaan dan penjaga perdamaian yang bekerja dalam situasi darurat, termasuk Save The Children, mudah terjerumus dalam masalah ini dan harus mengatasinya.”

Tidak ada dukungan

 

Laporan Save The Children UK itu menyebutkan harus ditempuh upaya untuk memperkuat sistem perlindungan anak.

Direktur Save The Children di Pantai Gading, Heather Kerr, mengatakan belum banyak yang dilakukan untuk mendukung para korban

“Pelakunya minoritas namun mereka menggunakan kekuasaan untuk mengeksploitir anak-anak yang tidak punya suara untuk melaporkannya.”

“Mereka menderita eksploitasi seksual dan kekerasan dalam kediamannya.”

Save the Children mengatakan masyarakat internasional sudah berjanji untuk mencapai kebijakan tanpa toleransi, namun belum diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.

Seorang jurubicara PBB, Nick Birnback, mengatakan tidak mungkin menjamin ‘tanpa insiden’ dalam sebuah organisasi yang memiliki 200.000 personil lapangan di seluruh dunia.

“Yang bisa kami lakukan adalah menyebarkan pesan tidak ada toleransi dan bagi kami itu adalah kewajiban total serta tanpa kekebalan, jika kami temukan pelanggaran,” jelasnya kepada BBC.

 

 

Provided by
SAVE  INDONESIAN CHILDREN’S

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO 

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

 

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: