Posted by: Indonesian Children | June 12, 2009

Anak Indonesia masih Banyak Jadi Korban Pekerja Paksa

Fenomena anak-anak di bawah umur yang menjadi korban pekerja paksa di tempat-tempat berbahaya seperti di sektor industri, pertambangan, pelabuhan, bahkan tempat-tempat prostitusi masih terus terjadi di Indonesia.

Ketua Gema Rumpun Perempuan Aida Mila Sari, di Jakarta, mengatakan masih banyaknya anak-anak di bawah umur yang dieksploitasi menjadi pekerja paksa karena himpitan beban ekonomi keluarga. “Kenyataan menunjukan bahwa banyak anak-anak di berbagai kota mengalami putus sekolah lalu dipaksa bekerja dengan upah yang sangat rendah untuk bisa bertahan hidup,” katanya.

Dari data jaringan Gema Rumpun Perempuan, jelasnya, kebanyakan anak-anak perempuan yang belum cukup umur dipekerjakan paksa di tempat-tempat prostitusi, sedang yang laki-laki bekerja di jalan-jalan, pabrik, daerah pertambangan, pelabuhan bahkan diperalat menjadi pengedar narkoba sebagaimana terjadi di Jakarta Utara.

“Di Jakarta Utara, jaringan kami menemukan ada anak-anak yang dipakai untuk mengedarkan narkoba,” kata Aida dengan nada prihatin.

Menyikapi masalah tersebut, Aida meminta pemerintah mulai tingkat pusat hingga ke daerah meningkatkan pengawasan terhadap adanya pekerja anak sebagaimana semangat UU No 1 tahun 2000 tentang Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak.

Aida yang juga anggota Komisi Nasional untuk Penghapusan Pekerja Anak juga terlibat aktif dalam program penghapusan pekerja anak di tujuh provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

“Intinya, kita ingin Indonesia bebas dari kasus pengeksploitasian anak yang dipekerjakan di tempat-tempat yang berbahaya. Kita ingin anak-anak Indonesia bisa menikmati kehidupan yang layak dan mengalami pertumbuhan yang sehat tanpa terbelenggu oleh pekerjaan yang berbahaya,” tutur Aida.

Dari beberapa provinsi tersebut, daerah yang memiliki komitmen kuat untuk memberantas pekerja anak yaitu Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Kertanegara bahkan menyiapkan dana dalam jumlah yang cukup besar untuk menghapus pekerja anak dengan menyekolahkan dan memberikan kursus gratis kepada anak-anak dari keluarga yang tidak mampu.

Aida berharap daerah lain di Indonesia perlu meniru langkah yang diambil Kabupaten Kutai kertanegara dalam memberdayakan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu sehingga bisa menikmati bangku pendidikan.

sumber : http://www.mediaindonesia.com/

Provided by
SAVE  INDONESIAN CHILDREN’S

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

 

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: