Posted by: Indonesian Children | September 15, 2009

CERITA MORAL : BERIKAN DENGAN IKHLAS, MAKA KAMU AKAN DAPAT YANG LEBIH BAIK

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.  Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa   melihat > sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu  indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. 

 Tapi… Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan.  Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia
 sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.

Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung  itu sangat indah, diberanikannya bertanya. “Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh  kembalikan kaos kaki yang tadi… ” Sang Bunda segera  mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya  tertera harga Rp 15,000.
 
 Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh  harap dan cemas.Sebenarnya dia bisa saja langsung  membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak  konsisten… “Oke … Anisa, kamu boleh memiliki
 Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih  tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari  kaos kaki itu,Ibu akan potong uang tabunganmu untuk  minggu depan. Setuju ?” Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang
 mengembalikan kaos kaki ke raknya. “Terimakasih. ..,  Ibu” Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung  mutiaranya.. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak  cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung  itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika  tidur.
 
 Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau  berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu  akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau…
 Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan  cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika  selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya  “Anisa…, Anisa sayang Enggak sama Ayah ?”  “Tentu dong… Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah!”
 “Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu…  “Yah…, jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil “si  Ratu” boneka kuda dari nenek… ! Itu kesayanganku juga “Ya sudahlah sayang,…. ngga apa-apa !”. Ayah mencium  pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi, “Anisa…, Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?”  “Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada  Ayah?”.
 “Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu.”  “Jangan Ayah… Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil  boneka Barbie ini..”Kata Anisa seraya menyerahkan  boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

 Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke  kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya.   Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis  diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas  pangkuan. air mata membasahi pipinya…”Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?”   Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangan-nya.  Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya  ” Kalau Ayah mau…ambillah kalung Anisa” Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan  mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong  celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan  sebentuk kalung mutiara putih…sama cantiknya dengan  kalung yang sangat disayangi Anisa…”Anisa. .. ini  untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya,  tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi   hijau”

 Ya…, ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli  untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.
 
 Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia  meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk  menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun,  kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif   dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap ikhlas,  karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu  dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang  lebih baik.

 

Provided by
SAVE  OUR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

 

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: