Posted by: Indonesian Children | October 2, 2009

SAVE OUR CHILDREN : SEORANG ANAK YANG MENGHADAPI MASALAH HUKUM

Seorang anak tak berdaya usia 16 tahun sedang menghadapi masalah hukum, diberlakukan semena-mena oleh berbagai pihak. Orang tua sedang mencari perlindungan terhadap anaknya kepada seluruh peihak yang berwenang, siapa dapat membantu ?

Berikut adalah fakta-fakta yang membawa seorang untuk mengirimi
email ini karena anaknya merasa dianiaya oleh berbagai pihak
.
Aku tinggal di pulau Bali dengan Mrs MMK, yang aku menikah
secara adat di pulau Sumba Barat dari mana dia berasal.

Ketika aku menikah Ms MK, bahwa itu adalah seorang janda dan ibu dari dua anak yang tertua adalah “Umb”, umur dia barusan 16 tahun.

Kedua anak-anak hidup dengan nenek mereka, paman dan bibinya di
Kampung Tarona, Waikabubak, Sumba Barat – NTT

Pada Hari Minggu, September 20, 2009, pada sore hari, Umb pergi
memetik mangga dengan seorang gadis berusia empat tahun, “N”, yang tinggal di rumah tetangga.
Tetangga ini adalah juga keluarga Umb. Dari waktu yang lama mereka mempunyai hubungan antagonistik
dengan keluarga Umb.
Waktu pulang Umb menawarkan mangga untuk “N”
Nielsa naik di rumah dia.
Dia tidak menangis, tidak mengeluh. Terus dia mengatakan dia telah diperkosaoleh Umbu.Seketika, seorang dewasa, “A”, keturunan dari rumahnya dan mulai memukul Umbu. Umbu tidak mengerti apa yang sedang terjadi. A tidak mau memberikan penjelasan dan terus memukul.
Polisi dipanggil dan Umbu dibawa ke asrama polisi kota Waikabubak.

Nenek Umbu membuka pakaian N. Dia mengatakan telah mengamati tidak ada bekas atau air mani atau darah, tidak ada memar, goresan atau lain lain.

Anggota² keluarga N dan anggota² keluarga Umb pergi antar N
di RSU Waikabubak.
Karena waktu itu jadi hari minggu, tidak ada dokter.
Ada bidan saj yang periksa N.
Waktu itu anggota² keluarga N di suruh masuk di ruang periksa.
Anggota² keluarga Umbu di suruh tinggal di luar. Mereka tidak bisa jadi
saksi apakah yang terjadi dalam ruangnya.
Sesudah habis itu keluarga N tidak mau memberitahu keluarga Umbu
bagaimana hasilnya. Sementara itu Umbu tiba di asrama polisi Waikabubak. Katanya Umbu, Umbu dipukul sama orang² polisi sampai dia jadi mengakhui. Pasti disana belum tahu ada UU23/2002 !

Sejak itu, sudah satu minggu lebih dihabiskan.Dalam waktunya Umb tetap ditahan. Hampir setiap hari, katanya Umb, dia dipukul atau disuruh berdiri atas satu kaki saja dan kalau dia tidak mampu lagi dipukul di hati.
Disuruh tidur tampa kasur, tampa bantal.
Polisi mengambil dalih bahwa keluarga N akan membalas dendam sama
Umbu. Tetapi kenapa A tidak ditahan ? Dia pukul Umb dan keluarga Umb
bisa juga membalas dendam…

Hari Rabu tgl 23 september MK, Mama Umbu, sudah terbang ke
Waikabubak.

Mulai hari minggu tgl 20 september saya mencoba hubungi POLRES
Waikabubak, waktu pagi, siang, sore, setiap hari, tetapi ganguan
jaringa.
Saya coba hubungi Kantor Bupati, RSU Waikabubak,Polres Kupang, tidak
ada yang angkat.
Saya sudah hubungi dinas Social Waikabubak. Katanya mereka akan urus
ini tetapi saya tidak terlalu percaya mereka.
Orang di Kantor Daerah paling kasihan anaknya dan dia suruh saya hubungi pengadilan Kupang. Tidak ada yang angkat.
Kantor HAM Waikabubak : tidak bisa bantu karena Umb masih anak. HAM
terjadi khusus manusia. Kalau saya mengerti baik anak jadi bukan
manusia…
Saya sudah omong sama pak Hendra di KPAID. Saya harus kirim dia lapor
besok. Ahkirnya saya sudah hubungi wartawan Pos Kupang

Malam ini, belum ada hasil dari RSU Waikabubak… (fisum ?)
Karena dokter masih libur tidak ada siapapun yang bisa menandatangani
fisum nya… Kalau saya mengerti baik dokter yang belum periksa N akan menandatangani keahlian yang orang lain telah dipraktekkan !!!

Keluarga Umbu tidak bisa bela Umb tampa mengetahui apakah yang tejadi betul.
Tetapi ceritanya jadi aneh…
Apakah yang paling penting, Itu harus diperlakukan dalam penegakan
hukum 23/2002.

BERITA PERKEMBANGAN UMBU HARI KE SEMBILAN :

Umb malam ini akan tidur malam kesembilan kali di penjara.
Hari ini, MK, mama Umb, sudah bertemu sama wartawan Pos
Kupang, sama HAM Waikabubak dan Dinas Sosial.
Meskipun semua orang tahu bahwa itu adalah ilegal Umb ditahan dalam
kondisi seperti itu, dia tidak dilepaskan.
Hanya ada satu perubahan : sekarang dia memiliki kasur.
Polisi tidak mau lepaskan dia.
Polisi mengatakan tahankan Umb demi kebaikan Umb sendiri…
Mudah-mudahan akan ada kemajuan besok!

BERITA PERKEMBANGAN UMBU HARI KE SEPULUH :

Umbu, malam ini akan tidur malam kesepuluh kali di penjara.
Hari ini, September 29, 2009, tak ada yang terjadi. Catatan tampaknya tidak mengalami kemajuan.
Besok, tgl 30, Ibu Umbu akan bertemu Kepala Polisi.
Umbu tetap ditahan…
Umbu masih tidak bisa kembali ke SMP Negeri…
Visum dari RSU masih tidak tersedia…
Mudah-mudahan akan ada kemajuan besok!

 

 

Provided by
SAVE OUR CHILDREN
Yudhasmara Foundation
https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

Copyright © 2009, Save The Children Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: