Posted by: Indonesian Children | October 4, 2009

PRIORITASKAN KESEHATAN ANAK PASKA GEMPA

Dr Widodo Judarwanto SpA

Gempa adalah adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak korban nyawa, fisik dan harta akibat guncangan gempa yang demikian hebat tersebut, terutama usia anak. Usia anak adalah masa yang paling rentan dan beresiko dalam menghadapi trauma fisik dan piskis. Sehingga, anak haruslah menjadi prioritas utama dalam tanggap darurat bencana gempa tersebut.

 

Dalam lima tahun belakangan terakhir ini semakin sering diguncang bencana alam, terutama gempa gempa Aceh, Nias, Mentawai, Yogjakarta, Tasikmalaya dan terakhir yang adalah gempa di Padang. Demikian besar guncangan gempa tersebut sehingga mengakibatkan korban harta dan nyawa yang tidak terelakkan. Ratusan bahkan ribuan manusia terkubur di dalamnya puing gedung yang hancur. Tidak hanya itu, ternyata banyak juga korban berjatuhan  paska bencana di tempat pengungsian karena managemen bencana yang tidak optimal. Sebenarnya bencana tersebut sudah sering terjadi di Indonesia karena letak geografis yang beresiko tinggi. Sehingga antisipasi pencegahan dan penanggulangan terhadap kejadian bencana itu dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

AKIBAT PASKA GEMPA

            Berbagai permasalahan akan timbul paska bencana gempa. Kadangkali masalah tersebut dapat lebih serius bila tidak direncanakan dan ditangani dengan baik. Bencana gempa bumi dengan berbagai permasalahan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat. Lingkungan demikian akan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyediaan air bersih seringkali terganggu, demikian pula masyarakat akan kesulitan mencari sarana kamar mandi dan WC. Buang air besar dan air kecil yang sembarangan dapat mempermudah penularan penyakit. Bila hal ini terjadi maka kebutuhan untuk pola hidup bersih jauh dari sempurna. Keadaan lingkungan akan semakin buruk bila terjadi pada daerah pengungsian. Jumlah manusia yang sangat banyak dan berjejal dalam satu ruangan memudahkan penyebaran penyakit baik lewat penularan melalui udara atau kontak langsung.

Gangguan alam ini bukan hanya mengganggu manusia, binatang juga tak luput dari ancaman. Tidak hanya manusia tetapi binatang seperti tikus, kucing dan anjing ikut binasa karena tertimbun reruntuhan . Bangkai manusia dan  binatang yang bel;uim terselamatkan dapat menimbulkan masalah kesehatan tersendiri.

Paska gempa yang diikuti musim penghujan dapat bersiko masalah kesehatan lainnya. Kasus penyakit demam berdarah bersiko meningkat, karena banyak terjadi genangan air dimana-mana yang menjadi berkembang biak nyamuk aedes aegypti. Bahaya lain yang dapat mengancam jiwa adalah terkena sengatan aliran listrik. Bangunan dan sarana listrik menjadi berantakan, bila aliran listrik dihidupkan beresiko trauma sengatan

Bencana alam tersebut dalam kondisi tertentu akan mengakibatkan harta benda dan nyawa bisa terancam. Kondisi ini akan mengganggu ekonomi dan psikologis masyarakat. Post Traumatic Stress Disorders adalah dampak psikologis bagi para korban, terutama pada anak-anak.  Mereka akan selalu teringat dengan peristiwa buruk yang telah dialaminya. Gejala yang timbul adalah sering menangis, mudah marah dan berteriak, mimpi buruk, sulit tidur , tidak mau makan, tidak mau bermain. Keadaan ini akan menjadi lebih berat bila ditambah dengan beban psikologis kehilangan orangtua atau saudara. Dalam keadaan berat bisa mengakibatkan perasaan depresi yang lebih berat seperti hendak melakukan bunuh diri dan gangguan kejiwaan lain yang berkepanjanagan. Bila hal ini tidak ditangani segera akan dapat mengganggu kesehatan dan proses tumbuh dan berkembangnya anak.  

Usia anak daya tahan tubuhnya rentan, ditambah gangguan asupan gizi, trauma panas dan hujan dan dingin dan trauma psikis  akan memperburuk keadaan, Berbagai keadaan tersebut akan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit dan ancaman jiwa paska gempa.          

ANTISIPASI

Mengingat rumitnya masalah paska bencana gempa, maka program tanggap darurat tersebut harus dikordinasikan secara baik dan terencana dalam satu wilayah. Masalah kesehatan yang harus menjadi prioritas dan diantisipasi dalam penanganan gempa adalah masalah asupan nutrisi baik makanan pokok atau susu bagi bayi dan anak. Trauma panas dan hujan saat di pengungsian harus diantisipasi dengan pembangunan tenda darurat yang layak, serta pemberian sandang dan selimut yang cukup untuk menghindari udara dingin.

Di dalam pengungsian bila didapatkan penderita penyakit menular seperti campak, cacar air, diare sebaiknya dipisahkan dari rombongan pengungsi dengan melakukan rawat inap di rumah sakit. Bila tempat pengungsian sudah ada yang terjangkit penyakit menular seperti campak maka instansi kesehatan seperti puskesmas atau dinas kesehatan harus segera melakukan imunisasi masal di daerah tersebut.

Bagi masyarakat umum dan relawan sebaiknya memberi bantuan makanan dan minuman siap saji, makanan instan, susu bayi, baju, selimut, plastik untuk alas dan atap tidur, pakaian layak pakai atau obat-obatan. Perlu segera dibentuk bantuan dapur umum, penyediaan air bersih, tempat MCK, pengobatan gratis di sekitar pengungsian. Bantuan lain yang mungkin juga perlu untuk anak khususnya dalam penanganan trauma pskis adalah mainan, bacaan, alat tulis, alat gambar, alat sekolah, alat tulis, seragam dan baju sekolah.

Dalam menangani gangguan trauma psikologis tersebut karena situasi dan keterbatasan sarana dan tenaga tidak perlu menunggu tenaga psikolog atau psikater. Para relawan harus dapat  dapat memberikan terapi kepada anak-anak, seperti misalnya melalui terapi bermain, bernyanyi, bercerita, lomba anak-anak, menggambar, maupun dalam bentuk terapi-terapi lainnya yang tujuannya agar anak-anak lupa dengan peristiwa buruk yang pernah dialaminya.

Bukankah gempa di Padang sudah diprediksi ahli geologi beberapa tahun yang lalu ?. Entah diremehkan atau hal lain mengakibatkan program pencegahan dalam Mitigasi Bencana Gempa tidak diantisipasi sejak dini. Bila antisipasi sejak dini dilakukan paling tidak dapat meminimalkan korban. Selanjutnya penanganan korban bencana harus dilakukan koordinasi yang baik terutama pada korban anak-anak. Jangan sampai korban nyawa bertambah, hanya karena penanganan paska bencana yang tidak optimal.

Provided by
SAVE  OUR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

 

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: