Posted by: Indonesian Children | October 4, 2009

SAVE OUR CHILDREN : KISAH ANAK dan GEMPA di PADANG

  1. JAKARTA, KOMPAS.com — BANYAK ANAK BELUM PULANG SETELAH TERJADINYA GEMPA. Wali Kota Padang Fauzi Bahar mengimbau kepada anak-anak yang tidak bisa pulang ke rumahnya masing-masing agar datang dan kumpul di Gedung RRI di Jalan Sudirman Padang.Wali Kota melakukan imbauan tersebut melalui siaran RRI Padang, Rabu (30/9) malam, agar anak yang tersesat belum sampai ke rumahnya tersebut bisa diinformasikan keberadaannya melalui siaran RRI.
  2. PADANG, KOMPAS.com — Biarkan Saya Memeluk Anak Saya… Air mata tak henti-hentinya membasahi wajah Yuhelmi (42), ibu dari Alfioza Adia (13), korban gempa yang tertimpa reruntuhan gedung bimbingan belajar Gama. Tidak selintas pun Yuhelmi pernah terpikir bahwa Rabu (30/9) pagi lalu merupakan saat terakhirnya melihat putri semata wayangnya. Pasalnya, pagi itu Yuhelmi mengaku tidak ada firasat akan kehilangan putrinya.
    “Pagi itu, saya hanya sempat menyuapi makan. Setelah itu, dia cium tangan saya, lalu berangkat ke sekolah,” ujar Yuhelmi kepada Kompas.com, Sabtu (3/10) di sekitar reruntuhan bangunan bimbingan belajar Gama, Padang, Sumatera Barat.
  3. Liputan6.com, Padang: Sedikitnya 60 jenazah korban yang sebagian besar anak-anak sekolah dasar dievakuasi dari reruntuhan gedung Bimbingan Belajar Gama di Jalan Proklamasi, Padang, Sumatra Barat, Kamis (1/10) siang. Dengan diiringi isak tangis anggota keluarga, para relawan yang dibantu aparat Polri dan TNI menarik satu persatu korban yang sudah tak bernyawa.
  4. Detik.com. Salah satu evakuasi korban gempa yang menyedot perhatian adalah evakuasi yang dilakukan di gedung bimbingan belajar (bimbel) Gama di Padang yang berlantai 3. Diperkirakan 60 siswa tertimbun. Hingga kini, 36 korban tewas dan luka berhasil dievakuasi. Evakuasi sulit dilakukan karena kebanyakan tubuh korban terhimpit beton bangunan.“Sampai saat ini total korban 36 terdiri dari 15 orang luka-luka, 21 orang meninggal,” ujar koordinator evakuasi korban Gamma, Masardi, di TKP, Jl Proklamasi, Padang, Jumat (2/10/2009).
  5. Metrotvnews.com, Korban gempa bumi membutuhkan bantuan makanan dan tenda. Sebagian mereka tinggal di tenda pengungsian. Namun, sebagian lagi tidur di antara reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Mereka hanya makan seadanya dan tidur beralaskan tikar.
  6. Kompas.com. Saat gempa anaknya yang bernama Nur sudah lari duluan ke luar rumah sedangkan menantunya memang sedang berada di halaman rumah. Sampai di halaman terdengar lengkingan tangis anak bayinya yang ternyata tertinggal dalam ayunan di depan pintu kamar Nur.Segera saja suami istri ini secara refleks berbarengan lari kembali ke dalam rumah dan sejenak kemudian tetangga hanya menyaksikan rumah itu ambruk. “Saat reruntuhan rumah dibersihkan untuk mengeluarkan anak saya, ternyata ketiganya sudah tak bernyawa dengan posisi Nur dan suami saling berpelukan dan anak mereka ada di antara tubuh ibu dan ayahnya

 

Provided by
SAVE  OUR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

 

 

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: