Posted by: Indonesian Children | January 7, 2010

SAVE OUR CHILDREN : 4 Anak Remaja Disiram Air Keras

SAVE OUR CHILDREN :

4 Anak Remaja Disiram Air Keras

Kekerasan pada anak terjadi lagi di Tanah air. Empat remaja yang memiliki hubungan sepupu, Bahrul Ulum (18), Heri (15), Soleh (19), dan Herman (15), disiram air keras di bagian tangan oleh seorang ustad di Lebak, Banten.  
Insiden tersebut terjadi lantaran telepon genggam milik anak ustad tersebut tiba–tiba hilang dan menuduh keempat remaja tersebut sebagai pencuri.
 
Kejadian berawal saat anak ustad Deden, Hasan Tabriji alias Iji mengaku kehilangan telepon genggam saat bermain ke rumah keempat remaja tersebut di daerah Jalan Raya Rangkasbitung, Desa Cibua Cipalawat, Kecamatan Warung Gunung, Lebak Banten.
 
Kemudian Iji melapor kepada ayahnya yang kebetulan seorang ustad di kampung tersebut. Karena mengaku tak mengambil barang milik Iji, keempat remaja tersebut akhirnya disiram dengan menggunakan air keras oleh teman Iji atas perintah ustad Deden.
 
Sebelum disiram, air keras tersebut diuji coba terlebih dahulu ke lantai hingga mengepulkan asap.
Akibat kejadian tersebut, keempat remaja tersebut kini diangkut oleh paman mereka, Apendi, warga Jalan RTM No 41 RT 003/ 010 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok.
 
Menurut Apendi, dengan dirawat olehnya, keempat kemenakannya akan memperoleh perawatan yang lebih baik dibandingkan perawatan medis di desa.
 
“Saya sudah bawa ke RS Pasar Rebo, memang kejadiannya sudah seminggu lalu, tapi keadaannya masih mengkhawatirkan, yang paling parah Bahrul Ulum sampai terkelupas gosong kulitnya. Jadi pada saat itu, keempatnya dijemput Iji ke rumah, saat tidak ada orang tuanya, lagi bekerja. Karena merasa tak bersalah, mereka berani saat diancam disiram air keras,” Ujarnya kepada wartawan di Cimanggis Depok.
 
Apendi menambahkan, saat ini keempat kemenakannya tengah libur sekolah di SMA Warung Gunung dan menginap selama masa perawatan di Depok. Rencananya, akan kembali ke kampungnya di Lebak, Banten. “Kalau dirawat di sini, rumah sakit peralatannnya lebih lengkap dan sekarang sudah lebih baik sehingga sudah bisa rawat jalan dan pulang ke kampungnya.
 
Akibat insiden tersebut, pihak keluarga sudah melaporkan ustad Deden ke pihak polisi setempat dan kini sudah mendekam di penjara. Kondisi keempat remaja tersebut masih terbaring lemas dengan kedua tangan yang gosong.

Apapun alasannya dan apapun bentuknya kekerasan pada anak tidak dibenarkan secara hukum. Apalagi melakukan kekerasan secara fisik yang melukai seorang anak yang sampai mengakibatkan kecacatan. Anak dilahirkan di dunia ini dengan kasih sayang. Pendidikan pada anakpun tentunya harus dilakukan dengan kasih sayang bukan dengan kekerasan.

Provided by

SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Yudhasmara Foundation

Clinical and Editor in Chief :  Dr WIDODO JUDARWANTO SpA

 JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

PHONE : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com  https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

 

Copyright © 2009, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Responses

  1. Saya termasuk salah satu yang sering dipukulin sekwaitu masih kecil bahkan sampai saat saya mengurus skripsi. Bapak saya hobi memukul, apalagi saya anak pertama, dipukul dengan sabuk kulit, kadang2 dipukul dengan kepala sabuk, rasa sungguh menyakitkan, belum dipuku dengan tangan atau ditendang atau dilempar pake ember ke kepala saya atau kepala saya dipukulkan didinding sampai dinding seng itu penyok juga pernah. Belum cukup hanya itu, juga dilengkapi dengan omelan ibu saya yang kata-kata sungguh sangat pedas dan menyakitkan untuk anak kecil, malah berlanjut sampai sekarang, sampai jadi janda cerai anak dua, ibu saya masih sering mengomelin dan mengeluarkan kata-kata pedas padahal saya sudah 39 tahun saat ini. Terserah Tuhan saya, saya mengembalikan urusan ini kepadaNya, sesungguhnya Tuhan Hakim Yang Maha Adil.

    • ikut berempati untuk ibu silvermoon. ulasan yang diatas juga menambah kesadaran untuk berbuat yg sewajarnya thd anak2.

  2. Kita semua pasti akan berempati terhadap Ibu Silvermoon, Semoga kejadian itu tidak terulang kepada anak cucu kita nantinya, Salam untuk ibu Silvermoon dan keluarga


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: