Posted by: Indonesian Children | April 2, 2010

Pengabaian Hak Anak Paling Parah : Anak 4 Tahun Merokok Sebungkus Perhari dan Dieksploitasi Jadi tontonan saat Berkata Kotor dengan Fasih

Pengabaian Hak Anak Paling Parah

Anak 4 Tahun Merokok Sebungkus Perhari dan Dieksploitasi Jadi tontonan saat Berkata Kotor dengan Fasih

 

Semua orang tua seharusnya prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami beberapa intervensi kekerasan dan pengabaian hak anak sekaligus.

Pengabaian hak anak yang utama adalah pengabaian hak tentang kesehatan anak. Dalam usia 4 tahun ternyata anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan mendapatkan kesehatan yang optimal ternyata mendapatkan tindakan pembiaran merokok bahkan sampai sebungkus perhari. Dapat dibayangkan dampak buruk bagi kesehatan dan nyawa anak itu.
D samping itu anak tersebut dengan fasihnya mengucapkan kata-kata kotor seperti tidak berdosa. Pengabaian yang terjadi dalam hal ini adalah anak tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan berbudaya.
Yang lebih tragis keadaan yang memprihatinkan tersebut seperti dijadikan komodiitas untuk tontonan dan kesenangan orang dewasa, seakan tanpa menyadari kondisi buruk yang menimpa anak tersebut.

Video yang memperlihatkan SW sedang merokok dan berbicara kotor muncul di Youtube dengan ‘Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!’. Di dalam video berdurasi 3.29 detik itu, SW tampak menjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya.

SW tampak sangat fasih merokok. Buktinya, balita itu bisa mengeluarkan asap rokok dengan bentuk menyerupai cincin. SW juga sangat lugas menyebut alat kelamin perempuan dan laki-laki. Sementara sejumlah orang dewasa di sekitarnya tertawa terbahak-bahak.

Yang Bertanggung Jawab

Bila sudah terjadi seperti ini sulit untuk menuding siapa yang paling bertanggung jawab atas eksloatasi dan pengabaian hak anak yang demikian parah terhadap anak itu. Dalam keadaan demikan siapapun yang ada di lingkungan dan siapapun yang pernah melihatnya ikut bertanggung jawab secara moral. Siapapun orang yang punya akses terhadap lingkungannya baik orang tua, tetangga, ketua RT, Polisi atau bahkan kita yang jauhdarinya harus berupaya menghentikan dan merehabilitasi berbagai dampak psikis dan fisik yang sudah terjadi.

Dr Widodo Judarwanto SpA
SAVE OUR CHILDREN
KORAN ANAK INDONESIA


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: