Posted by: Indonesian Children | July 29, 2010

WAJAH BURUK ANAK INDONESIA : Anak Dipekerjakan hingga Dini Hari

WAJAH BURUK ANAK INDONESIA :

Anak Dipekerjakan hingga Dini Hari

Di balik gemerlapnya Kuta sebagai kota wisata internasional, namun masih menyisakan sisi kehidupan memprihatinkan yang dialami anak-anak yang kerap dieksploitasi di jalanan sejak sore hingga dini hari.Berdasar laporan organisasi Im An Angel (IAA), yang mengamati pekerja anak di bawah umur yang menjadi korban eksploitasi di sekitar kawasan wisata Kuta, Badung, diprediksi terdapat sekira 100 pekerja anak.”Mereka beraktivitas sejak sore hingga dini hari, sebagian besar tidak dapat membaca atau buta huruf,” kata Asana Viebeke Lengkong, pendiri IAA dalam sebuah perbincangan dengan okezone belum lama ini.

Yang mengejutkan, para pekerja anak ini merupakan bagian dari sindikat karena terorganisir di mana ada bos yang melindungi mereka. Biasanya kelompok-kelompok anak ini berjualan gelang ini tersebar di Seminyak, Legian, dan sekitar Pantai Kuta.

“Sebenarnya ini bentuk perbudakan anak yang sengaja dibiarkan pihak pihak tertentu yang memetik keuntungan dari mereka,” ujar Viebeke.

Padahal anak-anak yang bekerja pada malam hingga dini hari, kata Viebeke cukup rawan terhadap berbagai ancaman dan potensi kekerasan seperti kekerasan seksual. “Jika di beberapa tempat seperti di sudut pantai terlihat banyak orang asing dewasa mengajak atau mendekati anak-anak jalanan tersebut, jelas ini bisa menjadi ancaman pedofili yang serius,” tandas dia.

Dijelaskan dia, ratusan anak-anak yang ditemui di pasar tradisional, jalanan, dan Kuta sebagai pekerja anak ataupun menggepeng di perempatan jalan yang tersebar di kawasan Kuta, Seminyak, dan Legian, mereka sebagian besar warga Bali dari Karangasem di mana kehidupannya dibelit kemiskinan.

“Hasil penelusuran kami, sekira 80 kepala keluarga asal Kabupaten Karangasem yang menjadikan pengemis dan pekerja anak sebagai profesi turun menurun sejak tiga dekade ini,” sebut Viebeke yang cukup peduli dengan advokasi terhadap anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan mental dan seksual ini

Jika berjalan kaki di sekitar Legian dan Seminyak dengan mudah menemukan kelompok-kelompok kecil anak-anak yang dipekerjakan malam hingga dini hari di kawasan yang menjadi etalase Pulau Dewata ini.

Seperti di Jalan Raya Pantai Kuta saja, beberapa bocah laki-laki dan perempuan rata rata berusia 2-12 tahun, tampak agresif menawarkan gelang yang dibuat dari jalinan potongan kulit imitasi. Jika melihat wisatwan domestik terlebih asing mereka gencar menawarkan hasil kerajinan. Untuk gelang-gelang dijual paling murah Rp2.000 per buah, sementara bagi para turis dinaikkan hingga Rp5.000.

Dari penelusuran di lapangan seperti di jalan depan Pantai Kuta ini, terdapat sebuah kelompok di mana seorang ibu muda dengan ketiga anaknya yang berusia di bawah 12 tahun biasa beroperasi di Pantai. Ibu tersebut, tanpa malu dan sungkan lagi mengajak anak-anaknya untuk mencari sasaran para wisatawan, tak jarang meminta belas kasihan atau mengemis.

“Pernah ditangkap petugas Pol PP, dikumpulkan di kantor akhirnya ya saya kembali seperti ini. Di kampung (Karangasem) tidak punya apa-apa Pak, ya terpaksa bekerja seperti ini,” ujar seorang ibu yang masih menggendong bayinya.

Laporan masih banyaknya kasus anak-anak yang dipekerjakan dan dieksplitasi di Kuta ini sebenarnya sudah sampai ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Bali. “Kami sejak awal sudah meminta pemerintah dan pihak terkait agar segera mengimplentasikan Perda tentang Perdagangan Anak dan UU Perlindungan Anak guna menjerat para pelakunya,” kata Wakil Ketua KPAID Bali Luh Putu Anggreni, secata terpisah.

Provided by

SAVE  THE CHILDREN INDONESIA  Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646 email : judarwanto@gmail.com 

https://saveindonesianchildren.wordpress.com/

Foundation and Editor in Chief : dr Widodo Judarwanto SpA

curriculum vitae 

 

Copyright © 2010, Save The Children  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: